Jakarta, Aktual.co — Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin (01/12) bertujuan menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.
Konsep tersebut digagas pada pertemuan Menteri Kesehatan sedunia mengenai program-program untuk pencegahan AIDS pada 1988 lalu. Sejak saat itu, hari AIDS mulai diperingati oleh pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.
Sekedar informasi, hari AIDS sedunia pertama kali dicetuskan oleh W. Bunn dan Thomas Nette pada Agustus 1987. Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan hari AIDS Sedunia.
Bunn merasa, 1988 adalah tahun pemilihan umum di Amerika Serikat (AS), penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk hari AIDS sedunia.
Pada 1996, UNAIDS mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Dunia. Gedung Putih juga mulai menandai hari AIDS sedunia dengan lambang pita pada 2007. Kampanye kesadaran ini tidak terputus sampai disitu. Sekarang, seluruh dunia juga semakin gencar mengampanyekan kesadaran HIV/AIDS. WHO melaporkan, hingga saat ini, diperkirakan ada 35,3 juta orang hidup dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Antara 1981 hingga 2012, AIDS telah membunuh 36 juta orang di seluruh dunia.
HIV sendiri merupakan virus yang biasa menyerang pada primata di hutan Afrika layaknya manusia diserang virus flu. Namun suatu kejadian menyebabkan virus tersebut berpindah ke manusia dan menyerang sel-sel kekebalan tubuh sehingga mengakibatkan tubuh rentan terhadap berbagai macam penyakit dan sering kali berujung pada kematian. Dan, kurang lebih 30 tahun semenjak keberadaannya diketahui oleh para ilmuwan, AIDS telah merenggut lebih dari 35 juta jiwa di seluruh dunia dan penyebarannya yang berawal di wilayah Amerika Serikat dan Eropa, berkembang ke seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia.
Virus ditemukan di darah, mani, kelenjar vagina, urin, air susu, air ludah dan air mata. Cairan yang beresiko tinggi adalah darah dan mani, dan pada tingkat yang lebih rendah, kelenjar vagina. Jika kulit Anda luka, itu bisa menjadi tempat masuknya virus AIDS dan seks bebas merupakan kesempatan besar bagi AIDS untuk menyebar.
Maka dari itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sudah banyak orang yang mengetahui bahaya dari seks bebas dan AIDS ini sendiri, tetapi masih banyak juga yang menganggapnya sepele dan membiarkannya menyebar kemana saja.
Di Indonesia, peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) fokus pada perlindungan hak azasi manusia (HAM) bagi para pengidap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). “Peringatan HAS 2014 tahun ini mengangkat tema nasional Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dari HIV & AIDS Dalam Rangka Perlindungan HAM,” ujar Kepala Biro Napsa dan HIV/Aids Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Endang Sukarsih di Makassar, Senin (01/12)
Dia menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi rehabilitasi bagi pecandu Narkotika dan Zat Adiktif sebagai program kemitraan yang melibatkan berbagai komunitas dan lembaga di Sulawesi Selatan.
Selain itu, lanjutnya langkah pencegahan terutama ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) telah dilakukan Biro Napsa dan HIV AIDS yang diakui sebagai unit kerja satu-satunya dibentuk Pemerintah Provinsi Sulsel di Indonesia. “Fasilitas rehab pecandu Napsa dan langkah pencegahan ini, kami kerjasamakan dengan komunitas anak muda yang mengelola Home Base Care Balla’ta,” kata Sri.
Dia berharap momentum kampanye peringatan HAS tahun ini melalui kegiatan Jalan Sehat Keluarga 2014 seluruh pihak bisa terlibat khususnya orang tua agar bersama-sama memerangi bahaya penggunaan narkoba dan dampak penyebaran virus HIV/Aids.
“Pencegahan sebaiknya bisa dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga karena pengontrolan perilaku anak sangat penting untuk mencegah mereka dari ancaman narkoba dan HIV/Aids . Kemudian masuk ke lingkungan Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) hingga ke lingkungan dengan skala yang lebih besar lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi kemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulawesi, Wahidin mengatakan kegiatan kampanye yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Aids Sedunia 1 Desember 2014 ini dihadiri sedikitnya 500 keluarga di Makassar.
Pawai dengan berbagai macam atribut yang menandakan simbol kepeduliaan terhadap bahaya HIV/Aids cukup menarik perhatian berbagai kalangan di Kota Makassar.
“Kami harap kegiatan ini tidak sekedar ceremoni saja. Tetapi semua pihak bisa terlibat langsung mencegah bahaya narkoba dan HIV/Aids,” ucap dia.
Sri menyebutkan jika hingga saat ini, sudah lebih dari 340 kabupaten/kota (Diatas 85 persen dari total kabupaten/kota) di Indonesia yang melaporkan adanya kasus HIV & AIDS dan ini akan terus bertambah jika tdak ada upaya maksimal dari pemerintah pusat maupun daerah dalam penanggulangannya.
Hingga Maret 2014 tercatat lebih dari 100.000 kasus HIV dan lebih dari 40.000 telah berada pada tahap AIDS. Angka ini masih jauh dari prediksi jumlah sesungguhnya yang diperkirakan mencapai lebih dari 500.000 kasus. Dari jumlah tersebut sekitar 1700 orang per bulan terinfeksi baru HIV yang 17 diantaranya ditularkan oleh Ibu kepada anak.
Terdapat 34 juta orang terinfeksi HIV di dunia (UNAIDS 2013 Global Report). Sebanyak 2,5 juta orang terinfeksi setap tahunnya dan 1,7 juta orang telah meninggal akibat AIDS.
Artikel ini ditulis oleh: