18 April 2026
Beranda blog Halaman 41731

Aksi FPI terhadap Penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI

FPI dan 90 ormas yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta melakukan demonstrasi menolak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan Balaikota, Jakarta (1/12/2014). Mereka melakukan aksi teatrikal dengan membakar boneka berwajah Basuki Tjhaja Purnama (ahok). AKTUAL/ Erwin Gustianto

Edi Palembang Tewas Didor, Dua Rekannya Diciduk Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polda Riau bersama Unit Jatanras Polda Metro Senin (1/12) dini hari menangkap dua rekan Edi Palembang, pelaku perampokan yang sebelumnya menembak mati anggota Polsek Senapelan, Kota Pekanbaru, Aipda Harianto Bahari.
“Tim mengintai pelaku sudah sejak lama dan akhirnya Arkadinata alias Dina alias Edi Palembang ditembak mati di Srengseng Sawah Balong, Jakarta Barat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo Senin (1/12).
AKBP Guntur mengatakan, kronologi penyergapan berawal ketika pada pukul 04.00 WIB Unit Jatanras Polda Riau bersama Unit Jatanras Polda Metro telah mendeteksi keberadaan Edi Palembang di Jakarta Barat.
Sebelumnya, lanjut dia, pelaku sudah diikuti dari wilayah Solok, Sumatera Barat hingga ke Lubuk Linggau, Palembang dan Muara Bungo-Sarolangun, Jambi.
Guntur mengatakan, ketika di wilayah Jambi, anggota sempat kontak senjata dengan Edi Palembang yang akhirnya kembali melarikan diri ke Pringsewu, Lampung sebelum kemudian ke Jakarta.
“Dilaporkan, saat akan tangkap pelaku mencoba mengambil senjata api. Melihat dari pengalaman sebelumnya dimana tersangka selalu melakukan penembakan terlebih dahulu, maka dengan sangat terpaksa dilakukan penembakan terhadap tersangka yang akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,” katanya.
Guntur mengatakan, di lokasi kejadian anggota juga mengamankan dua orang pria sebagai rekan pelaku yakni Budi Suman alias Ujang, warga Padang dan Farhan Wijaya, warga Lampung.
“Anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver serta enam butir peluru. Kemudian juga diamankan lima unit telepon genggam dan dua dompet milik masing-masing rekan Edi Palembang,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Proyek “Double-Double Track” Bekasi Terganjal Pembebasan Lahan

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan dua jalur rel ganda (double-double track) kereta api Manggarai-Cikarang di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2014). Proyek pembuatan double track berikut electrifikasi jalur kereta Manggarai – Cikarang di butuhkan total dana sekitar Rp 6.4 triliun dengan target di targetkan selesai tahun 2016. AKTUAL/Azzi Yuphikatama

Tahun 2015, DKI Prioritaskan Bangun Rusun

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan di tahun 2015 pada program pembangunan rumah susun. 
Pembangunan rumah susun terkait dengan program penertiban bagi warga yang tinggal di bangunan terlarang yang akan terus dijalankan pemerintah.
“Program kita di perumahan, seperti rusun karena kan penertiban akan terus berlanjut baik yang tinggal di bantaran sungai maupun bantaran rel dan tempat terlarang lainnya,” ujar Sekretaris DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota, Senin (1/12).
Pemprov DKI pun akan mengalokasikan anggaran yang besar untuk kelancaran program tersebut.
“Kita anggarin yang banyak. Kita juga mau kumpulin kegiatan-kegiatan dari SKPD. Terus kita pilah, kalau kegiatan yang seremonial ya kita pangkas saja, karena kan gak berpengaruh ke masyarakat,” ujarnya.
Saefullah mengatakan, kegiatan seremonial yang akan dipangkas antara lain, kegiatan SKPD untuk melakukan kunjungan ke luar negeri.
Lanjutnya, tahun depan Pemprov menargetkan dapat membangun 50.000 unit rumah susun dengan anggaran dari APBD maupun dari swasta.
“Rencananya 50.000 unit, itu tidak semua dananya dari APBD, bisa juga kewajiban dari swasta,” ujarnya.
“Saya pikir kalau rusunnya sudah rampung, warga yang terkena penertiban seperti di Kali Jodo, Ciliwung, Pesanggarahan, itu bisa direlokasi ke rusun semuanya,” tambahnya.
Untuk lokasi, Saefullah mengatakan tersebar di beberapa wilayah di DKI Jakarta. “Di mana saja, begitu dapet tanahnya ya kita bangun.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pencopotan Bukan Solusi untuk Atasi Konflik TNI-Polri

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, langkah pencopotan yang dilakukan petinggi TNI dan Polri tidak menjamin dapat meredam potensi bentrok kedua aparat negara beda institusi itu kembali terulang.
Dia mengungkapkan, harus jelas variabel atau tolak ukur penyebab pencopotan yang bersangkutan. Menurutnya, yang terpenting adalah menyelidiki dengan seksama apa embrio masalah yang mendasar sehingga bentrok itu terus menerus terjadi.
“Ya harus investigas dan diselidiki, kalo hanya dicopot tapi Polri dan TNI nya tak diperbaiki ya sama saja,” kata Susaningtyas kepada Aktual.co, di Jakarta, Senin (1/12).
Selain itu, kata dia, konflik yang terjadi antara TNI-Polri tak lepas dari masalah kesejahteraan yang tidak merata dikedua instansi tersebut. Menurutnya, bukan rahasia lagi kemakmuran polisi lebih baik setelah dipisah dari ABRI.
“Utamanya juga terkait soal kesejahteraan, itu salah satu faktor. Jika kesejahteraan TNI tak diperhatikan maka percuma,” ungkap mantan Anggota Komisi I DPR RI itu.
Dalam mengimbau, bentrokan TNI AD dan personel Brimob Polri masing-masing institusi berpikir jernih dan lebih mengedepankan aspek moralitas.
Dia menambahkan, untuk mencegah terjadi gesekan kedua lembaga, seluruh stekholder terkait harus menganalisis penyebab perseleisihan tersebut. “Ga bisa seremonial saja,harus jelas penyebabnya, dianalisa dan dibuat payung hukum integrasinya.”
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, telah mencopot mencopot Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen Winston P Simanjuntak dan Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Josep Tarada Sidabutar. Pencopotan tersebut terkait bentrokan antara Yonif 134/Tuah Sakti, Batam dengan Satuan Brimob Polda Kepri beberapa waktu lalu.
Namun, pernyataan Ryamizard tersebut dibantah oleh KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot mengatakan, pemecatan terhadap prajurit baru bisa dilaksanakan setelah ada hasil investigasi yang dilanjutkan dengan proses hukum.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Sutarman mengaku masih menunggu hasil penyelidikan untuk dapat mengevaluasi Kapolda Kepulauan Riau dan Kapolres setempat terkait kisruh yang terjadi antara TNI dan Polri di Mako Brimob Polda Kepri di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.
“Kami akan lihat setelah nanti hasil penyelidikan pemeriksaan keluar seperti apa. Siapa yang paling salah dan siapa yang paling bertanggung jawab itulah yang harus dilakukan penegakan hukum,” kata Sutarman di Ditpol Air Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Aksi Peringati Hari AIDS se-Dunia

Beberapa orang yang berasal dari Health Care Foundation dan Arta Graha Peduli menggelar aksi teatrikal di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (1/12/2014). Aksi itu untuk memperingati Hari AIDS se-Dunia. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain