13 April 2026
Beranda blog Halaman 41759

BEM UI dan BEM Uncen Rapatkan Barisan Tolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — BEM UI dan BEM UNCEN Bahu Membahu dengan Masyarakat Tolak Kenaikan Harga BBM BersubsidiBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bahu membahu dengan BEM Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Para mahasiswa yang faham tentang cengkraman kepentingan asing di balik kebijakan tersebut berusaha melakukan penolakan dan perlawanan hingga titik klimaks.
“Kawan, rasa geram ini sudah memuncak, perlawanan harus menuju titik klimaks,” demikian disampaikan aktivis BEM UI dan BEM Uncen melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/11).
BEM UI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap berlawan, jangan menyerah pada rezim represif yang mulai diterapkan Jokowi-JK. “Perjuangan belum usai, masih banyak yang harus di kerjakan hingga Indonesia menjadi negara yang dapat menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya, Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!”
Pada kesempatan ini disampaikan pula tentang aksi penolakan dari berbagai daerah. Salah satunya BEM Universitas Cendrawasih Papua yang pada intinya menolak kenaikan BBM.
Berikut poin aspirasi BEM Uncen terkait kenaikan harga BEM:- Kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat kecil.- Masyarakat belum siap akan kenaikan harga BBM dan di Papua sendiri beberapa hari yang lalu supir angkot bertengkar dengan penumpang karena ongkos naik seketika.- Kondisi infrastruktur di Papua masih minim dan dengan dinaikannya harga BBM akan membuat segala bentuk kebutuhan pokok menjadi mahal karena ongkos transportasi yang semakin tinggi, ini akan sangat berdampak pada kami terlebih masyarakat Papua yang ada di pedalaman. – Pemerintah haruslah memberikan penjelasan yang jelas terkait kenaikan harga BBM ini.- 80% warga Papua memilih Pak Jokowi sebagai presiden, tapi balasannya adalah menaikan harga BBM yang akan menyengsarakan kami. Kami masyarakat Papua kecewa dengan kado natal yang diberikan pak Jokowi ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Dwi Soetjipto Dirut Pertamina, IRESS: Mudah-mudahan Tidak Menciptakan Mafia Baru

Jakarta, Aktual.co — Resmi menjadi Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto memiliki banyak tugas yang harus segera diselesaikan, seperti Petral yang saat ini tengah menjadi buah bibir dan pengelolaan Blok Mahakam.

Pengamat energi dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, tantangan yang harus dihadapi Dwi ke depan adalah bagaimana menciptakan tata kelola yang baik dari sektor migas di Pertamina. Mengingat sektor ini sektor yang paling disoroti.

“Seperti yang saya katakan, tantangannya ke depan, bagaimana dia bisa membuat tata kelola yang baik untuk sektor migas di Pertamina, seperti Petral misalnya. Lalu juga dia harus bisa menuntaskan Undang-Undang Migas,” kata Marwan di Jakarta, Sabtu (29/11).

Selain itu ke depannya Dwi Soetjipto juga ditantang untuk merealisasikan status Pertamina agar bisa diatur dengan UU khusus guna memperkuat ketahanan energi.

“Status Pertamina sebagai BUMN harus di atur secara khusus. Sebaiknya jangan mengikuti UU BUMN yang ada. Ini dilakukan agar memperkuat ketahanan energi kita kedepan,” jelasnya.

Meski bukan berasal dari dunia migas, diharapkan Dwi dapat memimpin Pertamina dengan baik untuk membuktikan bahwa sosok yang dipilih Presiden Joko Widodo bukanlah orang yang salah.

“Yang penting Pak Jokowi-JK jangan hypocrite, buktikan siapapun yang dipilihnya menjadi Dirut Pertamina harus bisa memberantas mafia dengan benar. Dan mudah-mudahan bisa menghilangkan mafia ini, dan tidak menciptakan mafia baru,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bukan Ahli Migas, Energy Watch: Dwi Soetjipto Bakal Jadi Boneka Mafia Migas

Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto menjadi Direktur Utama Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Dwi dinilai sebagai sosok yang tidak paham mengenai sektor Migas.

“Kami juga sangat kecewa, karena ketidakpahaman DS (Dwi Soetjipto) tentang seluk beluk migas kita,” kata Direktur Eksekutif Ferdinand Hutahaean kepada Aktual.co, Sabtu (29/11).

Menurutnya, ketidapahaman Dwi tentang energi secara makro dikarenakan Dwi tidak punya latar belakang sama sekali di bidang Migas.

“Sehingga menambah keyakinan kami bahwa dia hanya akan dijadikan sebagai eksekutor dari kebijakan orang di belakangnya,” ujarnya.

Ia menilai, tipikal DS juga bukan tipikal orang yang berani melawan mafia. Hal itu yang memicu keraguan pada dirinya pada sosok mantan Dirut Semen Indonesia itu.

“Inilah yang membuat kami ragu dengan sosok yang satu ini. Tapi meski demikian, DS sudah dipilih. Kami ucapkan selamat dan kami akan berdiri paling depan mengkritisi kebijakannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) mengatakan, terpilihnya Dwi merupakan ancaman tsunami di Pertamina.

“Orang ahli semen dan beton serta berlatar akuntan, Dwi Sutjipto akhirnya dijadikan Dirut Pertamina atas pilihan Presiden Jokowi yang punya hak prerogatif dan Ketua TPA,” kata Ketua Umum Binsar Effendi kepada Aktual.co.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengembang Menjamur, Harga Tanah Melonjak di Badung

Jakarta, Aktual.co — Banyaknya pengembang perumahan atau masyarakat yang memerlukan lahan untuk perumahan dan usaha bisnis membuat harga tanah di wilayah Kabupaten Badung, Bali melonjak tajam sejak empat tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi masyarakat Badung cukup bagus di atas tujuh persen sehingga banyak investor perumahan atau masyarakat golongan menengah dan atas tertarik membeli tanah untuk mengembangkan usahanya di Badung,” ujar Panji, salah seorang pengembang perumahan di Mangupura, Sabtu (29/11).

Harga tanah yang sebelumnya berkisar Rp200 juta per are (100 M2) dalam empat tahun terakhir, kini bisa dijual seharga Rp600 juta per are, sehingga kenaikannya sampai 200 persen.

Kenaikan harga tanah (lahan) selain banyaknya pembangunan proyek di daerah ini, juga tidak terlepas dari pesatnya sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian yang mendongkrak pertumbauah ekonomi di kabupaten terkaya di Pulau Bali tersebut.

“Hal ini yang membuat perekomian Badung menjadi tumbuh cepat, selain banyaknya pendatang dari luar Pulau yang tertarik berusaha di Badung sebagai pelaku perekonomian yang membuat harga tanah di daerah ini melonjak tajam.

Mahalnya harga tanah juga berimbas terhadap harga rumah, seperti rumah tipe 36/70 mencapai kisaran Rp500 juta hingga Rp850 juta untuk rumah minimalis dan untuk rumah tipe 45/150 mencapai kisaran harga Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar itu belum termasuk biaya izin mendirikan bangunan (IMB) dan biaya balik nama.

Seorang makelar tanah, David, mengemukakan, beberapa lahan dan perumahan di daerah Badung memang mengalami kenaikan harga, tapi masih banyak pula daerah-daerah di sekitar Badung yang nilai tanah dan rumahnya masih relatif terjangkau.

Seperti halnya Ungasan dan Dalung, kata dia, harga tanah masih berkisar antara Rp600 juta sampai Rp700 juta per are (1 are = 100 M2).

Menurut dia, para pengembang di Bali sering mematok harga tanah per kavling dengan seenaknya dan melakukan pelanggaran-pelanggaran aturan seperti halnya melakukan pemetakan kavling rumah tanpa memperhatikan kenyamanan dan fasilitas sosialnya dan untuk menyiasati pembayaran pajak.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kwik Kian Gie: Bukan Ahli Minyak, Dwi Bakal Repot Pimpin Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto menjadi Direktur Utama Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Dwi dinilai sebagai sosok yang tidak paham mengenai sektor Migas.

Menanggapi hal itu, Mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie mengatakan, ke depannya akan ‘repot’ jika Pertamina dipimpin oleh orang yang tidak memiliki dasar di dunia Migas.

“Agak repot, kalau tidak punya pengetahuan perminyakan. Pasalnya, minyak memiliki sesuatu yang khas, dan tidak bisa disamakan dengan sektor industri lain,”  kata Kwik saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/11).

Menurutnya, diperlukan keahlian khusus dalam memimpin perusahaan minyak. Tidak seperti sektor lain yang bisa hanya dengan kata ‘mampu’.

“Kalau sektor lain mungkin bisa hanya dengan ‘mampu’, kalau minyak tidak bisa karena minyak memiliki suatu yang khas,” ujarnya.

Ketika ditanyai mengenai sosok Dwi Soetjipto, Kwik mengaku sama sekali tidak mengenal sosok Dwi.

“Saya tidak kenal dia. Saya tidak bisa mengomentari apa yang saya tidak tahu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pensiunan Pertamina: Dwi Soetjipto Bak Ancaman Tsunami

Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto menjadi Direktur Utama Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Dwi dinilai sebagai sosok yang tidak paham mengenai sektor Migas.

Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) mengatakan, terpilihnya Dwi merupakan ancaman tsunami di Pertamina.

“Orang ahli semen dan beton serta berlatar akuntan, Dwi Sutjipto akhirnya dijadikan Dirut Pertamina atas pilihan Presiden Jokowi yang punya hak prerogatif dan Ketua TPA,” kata Ketua Umum Binsar Effendi kepada Aktual.co, Jumat (28/11).

Binsar berharap, ancaman tsunami tersebut tidak benar-benar terjadi. Ia menyebut pihaknya telah mengurungkan niat demo dan memberi waktu 100 hari kinerjanya.

“Semangat menolak memang kuat, tapi setelah dipertimbangkan secara seksama biarlah semangat ditunda mudah-mudahan pilihan Presiden Jokowi tidak meleset dan tetap konsisten untuk tunduk pada konstitusi, khususnya migas yang diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945. Apa Dwi Sutjipto mengimpletasikannya?,” ungkapnya.

Terkait pemberhentian secara hormat seluruh direksi Pertamina, Binsar menilai, secara administrasi yang selalu digunakan Pertamina memang demikian, jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Secara administrasi itu memang satu paket dalam bangunan direksi, apalagi yang sudah masuk masa pensiun sebaiknya momen diberhentikan dengan hormat tidak perlu diperdebatkan. Jadi, tidak masalah,” sambungnya.

“Tapi untuk direksi yang teknis, eSPeKaPe berharap dari internal demi tidak terputusnya kinerja yang sudah terbentuk dan sinergis. Khususnya ketika Blok Mahakam diserahkan kepada Pertamina, hal teknis dipandang perlu diperhatikan jika tidak Total EP akan meminta perpanjangan lagi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain