13 April 2026
Beranda blog Halaman 41760

Buruh Medan Siap Lakukan Mogok Nasional

Medan, Aktual.co — Buruh di Sumatera Utara, menyatakan siap untuk menggelar aksi mogok nasional yang dijadwalkan 10 – 11 Desember mendatang.

“Puluhan ribu buruh di sumut siap melakukan mogok nasional sebagai protes keras kenaikan upah yang minim di sumut pada tanggal 10-11 Desember 2014,” ujar ketua DPW FSPMI Sumut, Minggu Saragih dalam siaran persnya kepada wartawan di Medang, Jumat (29/11) malam.

Menurutnya, mogok nasional sendiri sudah disepakati tiga konfederasi besar di Indonesia. Yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, KSPSI Anda Gani Ninawea, KSBSI dan 40 Federasi se-Indonesia yang akan serentak melakukan mogok nasional untuk perjuangan kenaikan upah di indonesia. Aksi itu, lanjutnya, juga sebagai konsolidasi kekuatan buruh melawan politik upah murah, outsourcing dan penolakan kenaikan BBM.

“Mogok Nasional sendiri akan berlangsung selama dua hari dan tersebar di 20 provinsi dan 140 kabupaten dan kota se-Indonesia di basis basis industri. Di sumut sendiri akan di pusatkan di Medan dan Deli Serdang. Mengenai titik dimana lokasi akan dilakukan mogok nasional akan ditentukan,” katanya.

Lebih lanjut, Minggu menyebutkan, pemogokan nasional ini dilakukan karena pemerintah pusat dan daerah tidak peduli dengan upah buruh yang saat ini sangat murah, apalagi di hadapkan dengan kenaikan BBM 31 persen.

“Di sumut kita akan menuntut revisi UMP sumut dari Rp1,6 juta menjadi Rp2,2 juta, menolak UMK medan Rp2 jutaan agar ditetapkan Rp2,8 juta, menolak UMK Deli Serdang Rp2 jutaan agar ditetapkan Rp2,6 juta, tetapkan UMK serdang bedagai Rp2,4 juta dan menolak UMK Siantar yang hanya Rp1.626.000 menjadi Rp2,2 juta,” sebutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bonus Untuk Atlet Berprestasi Tanpa Dipotong Pajak

Jakarta, Aktual.co — Bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet yang meraih medali pada Asian Games dan Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, tanpa dipotong pajak, sehingga besarnya sesuai dengan yang ditetapkan.

“Pajak telah dibayar di muka. Total bonus yang diberikan lebih dari Rp12 miliar,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto di sela pemberian bonus kepada atlet berprestasi di Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (28/11).

Menurut dia, pemberian bonus ini didasarkan pada UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) khususnya pasal 86 tentang pemberikan penghargaan kepada pelaku olahraga maupun organisasi olahraga yang berprestasi. Bonus selain untuk atlet juga untuk pelatih dan asisten pelatih.

Berdasarkan data yang ada, pada Asian Games 2014, Kontingen Indonesia mampu merebut empat medali emas, lima perak dan 11 perunggu. Sedangkan Asian Para Games 2014 merebut sembilan emas, 11 perak dan 18 perunggu.

Meski sama-sama mengharumkan nama bangsa, besar bonus yang diterima oleh atlet Asian Games maupun Asian Para Games berbeda. Bonus bagi peraih emas sebesar Rp400 juta sedangkan untuk emas Asian Para Games hanya Rp200 juta (perorangan/dobel). Sedangkan beregu Rp200 juta dan Rp100 juta.

Untuk perak Asian Games Rp200 juta (perorangan/dobel) dan Rp100 juta untuk beregu. Sedangkan perak Asian Para Games Rp90 juta (perorangan/dobel) dan Rp45 juta untuk beregu. Untuk perunggu Rp50 juta dan perunggu Asian Para Games Rp45 juta.

Bagi pelatih akan mendapatkan bonus mulai Rp15 juta hingga Rp100 juta. Sedangkan asisten pelatih akan mendapatkan bonus antara Rp7,5 juta hingga Rp50 juta. Bonus yang diterima sesuai dengan medali yang diraih oleh atletnya.

Pemberian bonus dari pemerintah itu dilakukan secara simbolis oleh Menpora Imam Nahrawi. Perwakilan atlet yang menerima bonus itu adalah peraih medali emas yaitu Maria Londa serta Greysia Polii. Selain itu untuk pelatih diwakili oleh pelatih Maria Londa yaitu Ketut Pageh serta pelatih wushu.

Untuk atlet Asian Para Games yang mendapatkan bonus secara simbolis adalah peraih dua emas dari cabang olahraga renang yaitu Mulyana. Selain meraih emas, atlet ini juga mampu memecahkan rekor dunia. Tota bonus yang diterima Rp490 juta.

Selain Mulyana, yang mendapatkan bonus Rp490 juta adalah atlet bulu tangkis, Fredi Setiawan setelah keduanya meraih dua emas dan satu perunggu. Bonus juga diberikan secara simbolis kepada pelatih yang mengantarkan mereka meraih medali.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Mimpi Disiang Bolong Prasetyo Ungkap Kasus Surya Paloh

 Jakarta, Aktual.co — Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menilai, ditunjuknya HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Joko Widodo akan menuai keraguan publik dalam penanganan perkara di Kejaksaan.
Meurutnya, Jaksa Agung yang berasal dari partai politik, sudah dapat dipastikan tidak akan independen dalam penegakan hukum, mengingat Prasetyo berasal dari partai besutan Surya Paloh. Sebab, dikhawatirkan adanya intervensi dari kalangan tertentu.
“Sudah diperkirakan jaksa agung dari partai tidak akan bisa independen, dan akan tubrukan kepentingan antara kepentingan politik dengan pemberantasan korupsi,” ujar Uchok kepada Aktual.co, Jumat (28/11).
Dia juga meragukan Prasetyo akan kembali membuka kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri kepada PT Citra Graha Nusantara (CGN) senilai Rp160 miliar. Kasus tersebut merupakan salah satu perkara yang mangkrak pengusutannya yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
“Tidak mungkin mau membongkar kasus 160 milyar. Jangan mengharapkan itu bisa terungkap, dan publik jangan bermimpi di siang bolong bahwa 160 milyar akan di selesaikan secara hukum,” tuntasnya.
Untuk diketahui, dalam kasus ini pada, Senin (11/07/2005) lalu, Bos Metro TV Surya Paloh diperiksa Kejaksaan Agung terkait kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri. Paloh dicecar seputar adanya informasi Metro TV (PT Media Televisi Indonesia) menerima kredit PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN) senilai Rp 160 miliar.
Surya Paloh diperiksa dengan materi pemeriksaan difokuskan pada penjualan dan pembelian aset PT Tahta Medan oleh PT Tri Manunggal Mandiri Persada (PT TMMP) yang merupakan perusahaan afiliasi dengan Media Group. Aset PT Tahta Medan dibeli dari BPPN dan dijual ke PT Azalea Limited Rp 160 miliar. Menurutnya, PT Media Televisi Indonesia menerima hasil penjualan aset kredit PT Tahta Medan sebesar Rp 160 miliar.
Surya Paloh diperiksa sebagai saksi terhadap tiga tersangka dari direksi Bank Mandiri Neloe cs. PT CGN merupakan salah satu debitor yang terkait kasus kredit macet Bank Mandiri. Tim penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dari PT CGN yaitu Direktur Utama Edison dan Direktur keuangan Diman Ponijan. Mereka telah dieksekusi untuk menjalani hukuman, sedangkan Komisaris PT CGN Saipul hingga kini masih buron.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bonus Mulyana untuk Berangkatkan Ibunya Naik Haji

Jakarta, Aktual.co — Bonus sebesar Rp490 juta dari pemerintah, akan dimanfaatkan oleh atlet Asian Para Games 2014, Mulyana, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk memberangkatkan ibunya naik haji ke Mekkah.

Bagi pria yang kesehariannya sebagai pengepul sayur di Purwakarta, Jawa Barat, bonus yang diterimanya diluar dugaan. Apalagi, bonus yang didapat merupakan hasil kerja keras selama turun di kejuaraan empat tahunan di Incheon, Korea Selatan.

“Bonus ini akan saya tabung. Selain itu untuk memberangkatkan ibu saya naik haji. Itu salah satu keinginan saya sejak dulu,” kata Mulyana usai menerima secara simbolis bonus dari Menpora, Imam Nahrawi di Jakarta, Jumat (28/11).

Mulyana merupakan salah atlet Para Games Indonesia yang mampu bersinar di Incheon, Korea Selatan. Bapak satu anak ini mampu merebut dua medali emas dan satu perak dari cabang olahraga renang.

Bahkan, salah satu medali emas yang diraih mencatatkan namanya sebagai perenang tercepat untuk nomor gaya kupu-kupu 50 meter. Dan hasil tersebut menggeser nama Darko Duric asal Slovakia sebagai pemegang rekor dunia.

Pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Mulyana mampu membukukan catatan waktu 39,44 detik. Sedangkan rekor dunia sebelumnya hanya 40,48 detik yang dicetak pada Paralympic 2012 di London, Inggris.

“Selain untuk memberangkatkan ibu naik haji, bonus ini akan saya gunakan untuk biaya operasi adek saya. Saya ikhlas. Yang terpenting semuanya untuk keluarga,” kata Mulyana menambahkan.

Mulyana mengaku, meski dirinya tidak sempurna seperti atlet pada umumnya, tetapi semangat untuk berprestasi terus dikobarkan. Apalagi, media untuk menyalurkan kemampuannya sudah ada termasuk mulai banyaknya perhatian termasuk dari pemerintah.

Jika Mulyana gunakan bonus untuk keluargannya, kondisi berbeda dilontarkan peraih emas lompat jauh Asian Games 2014, Maria Londa. Gadis asal Bali yang mendapatkan bonus Rp400 juta dan bonus tersebut akan digunakan untuk keperluan pribadi.

“Buat mengisi rumah,” katanya dengan singkat.

Prestasi Mario Londa saat ini memang terus mengalami peningkatan. Sebelum meraih emas Asian Games 2014, gadis berusia 23 tahun itu juga sukses meraih dua emas pada SEA Games 2013 di Naypyitaw, Myanmar.

Pemerintah melalui Kemenpora menggelontorkan dana lebih dari Rp12 miliar. Dana tersebut diberikan kepada atlet yang meraih medali pada Asian Games dan Asian Para Games 2014. Selain atlet, pelatih dan asisten pelatih yang membawa atletnya meraih medali juga mendapatkan bonus dengan besaran berbeda.

Artikel ini ditulis oleh:

Orang Bersenjata Tewaskan Jenderal Militer Mesir di Kairo

Jakarta, Aktual.co — Orang-orang bersenjata di dalam mobil menembak mati tentara Mesir, Brigadir Jenderal dan melukai dua tentara lainnya di Kairo timur Jumat (28/11).

Dikutip dari AFP, Sabtu (29/11), militer Mesir mengatakan, serangan itu terjadi beberapa jam menjelang protes yang direncanakan oleh kelompok Islam yang telah mendorong polisi dan militer untuk meningkatkan kehadiran mereka di ibu kota dan kota-kota Mesir lainnya.

Identitas para penyerang tidak jelas, namun kalangan militan menewaskan puluhan polisi dan tentara sejak militer menggulingkan presiden dari kubu Islamis, Mohamed Moursi, pada Juli tahun lalu.

Pihak militer mengatakan dalam satu pernyataan bahwa para penyerang mengendarai kendaraan tanpa plat nomor. Para pejabat keamanan sebelumnya mengatakan petugas yang tewas ditembak itu adalah kolonel.

Beberapa polisi berpangkat tinggi dan perwira militer telah tewas dalam serangan sejak penggulingan Moursi itu.

Pemecatan Moursi dan penahanannya menyebabkan tindakan keras pada para pendukungnya yang menewaskan ratusan orang dan ribuan dipenjara.

Banyak serangan militan telah terjadi di utara Semenanjung Sinai di mana militan telah bersumpah setia pada kelompok garis keras Negara Islam (IS) yang mengontrol bagian-bagian dari Irak dan Suriah.

Kelompok Ansar Beit al-Maqdis juga telah melakukan serangan di Kairo dan Lembah Nil, termasuk percobaan pembunuhan atas diri menteri dalam negeri tahun lalu dengan sebuah bom mobil.

Artikel ini ditulis oleh:

Evan Dimas Pukau Penonton Dalam Pertandingan Indonesia vs Laos

Jakarta, Aktual.co — Evan Dimas dalam debutannya bersama tim nasional Indonesia senior, langsung memikat dengan gol pembuka kemenangan besar Indonesia 5-1 atas Laos pada laga sepak bola Piala AFF 2014.

Gol indah dan terukur itu seperti menegaskan bahwa ia memang seharusnya dipercaya pada dua pertandingan sebelumnya di Piala AFF yang berlangsung di Hanoi, Vietnam tersebut.

Selain itu, pemain timnas Indonesia U-19 itu juga, berperan atas satu gol Indonesia lainnya, ketika ia menerobos dari sayap kiri dan melancarkan umpan ke Ramdani Lestaluhu.

Lapangan tengah tim Indonesia pada Jumat malam (28/11), di Stadion Hang Day Hanoi tersebut menjadi lebih “hidup” dengan gerakan Evan Dimas mengalirkan bola dan terkadang ikut membantu serangan.

Namun, pemuda berusia 19 tahun itu tampak tidak ingin hanya dirinya yang disebut sebagai bintang dalam tim Indonesia pada turnamen antarbangsa Asia Tenggara ini.

“Alhamdulillah bisa cetak gol, tapi semua pemain di tim ini berperan penting,” kata Evan usai pertandingan melawan Laos.

Mantan kapten timnas U-19 itu juga mengakui masih harus banyak belajar dari rekan-rekan seniornya, setelah mendapat kesempatan bergabung dalam tim untuk Piala AFF ini.

Ia memahami bahwa pada dua laga pertama tim Indonesia, yakni saat melawan Vietnam dan Filipina, dirinya belum dipercaya untuk tampil.

“Saya sendiri masih banyak kekurangan,” kata pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995 ini.

Sayangnya, kemenangan besar tersebut tetap tidak bisa mengantar tim Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2014.

Masyarakat Indonesia sementara belum dapat melihat aksi Evan Dimas di babak semifinal.

Namun, setidaknya aksi Evan Dimas dalam laga terakhir di grup A Piala AFF di Hanoi tersebut dapat memberi harapan baru terhadap pemain-pemain muda untuk berperan membawa kembali sepak bola Indonesia ke tempat terhormat, setidaknya di kawasan Asia Tenggara.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain