13 April 2026
Beranda blog Halaman 41761

Riedl Puji Perjuangan Timnas Meski Gagal ke Semifinal

Jakarta, Aktual.co — Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, memuji semangat juang para pemainnya dalam pertandingan melawan Laos di Hanoi, Jumat (28/11), meskipun kemenangan telak 5-1, tidak berarti apa-apa untuk membawa mereka ke semifinal Piala AFF.

“Saya tidak menyangka mereka bisa menang besar, karena Laos juga kuat dan kami hanya 10 orang,” kata Riedl usai pertandingan terakhir grup A kejuaraan sepak bola Asia Tenggara itu.

Indonesia gagal ke semifinal turnamen sepakbola antar negara-negara Asia Tenggara itu karena, pada pertandingan grup A lainnya, tuan rumah Vietnam menang 3-1 atas Filipina.

Vietnam menjadi juara grup, sementara Filipina yang menang telak 4-0, juga lolos ke semfinal sebagai runner up grup.

Menurut Riedl, para pemainnya sudah bisa bangkit setelah kekalahan dari Filipina, dan memperbaiki kekurangannya.

Secara khusus ia juga memuji kiper I Made Wirawan yang tampil gemilang di tengah gempuran pemain Laos.

Namun Riedl tidak mau mengecilkan peran pemain-pemain yang tampil pada dua laga sebelumnya.

“Karena Vietnam dan Filipina memang lebih kuat dari Laos,” ujarnya.

“Setidaknya, Indonesia terhindar dari juru kunci grup yang bisa menyebabkan harus ikut prakualifikasi untuk Piala AFF berikutnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Ngotot Ambil Alih Pengelolaan GBK

Jakarta, Aktual.co — Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan bahwa, Kemenpora akan melakukan langkah selanjutnya, terkait pengambil alihan pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK).

“Minggu depan kami akan bertemu dengan pihak Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) dan pihak pengelola GBK,” ungkap Gatot di salah satu Hotel di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (28/11).

Lebih jauh disampaikan Gatot, keinginan kuat Kemenpora untuk mengelola sendiri komplek GBK didasarkan atas keluhan cabang olahraga (cabor) mengenai biaya sewa ruangan dan sewa tempat latihan.

Selain itu, Gatot juga mengatakan bahwasanya, biaya sewa yang dibebankan oleh pihak cabor yang memanfaatkan kawasan komplek GBK, dilakukan sesuai dengan ketentuan.

“Alasannya karena banyak pihak cabor yang mengeluh, karena biaya yang dikeluarkan saat ingin latihan maupun untuk sekretariat,” jelasnya.

“Ada ketentuan mengenai pengenaan biaya sewa. Kami juga baru tahu hal itu. Mungkin karena kurangnya komunikasi antara Kemenpora yang lalu dengan pihak pengelola GBK,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ambisi Dwi Soetjipto, Indonesia Berdaulat Energi

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno hari ini resmi mengangkat Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Pascadilantik, Dwi Soetjipto berambisi jadikan RI berdaulat di sektor energi.

“Saya dapat arahan beberapa prioritas yang menjadi ujung tombak Indonesia berdaulat di bidang energi. Baik itu sektor hulu, tengah, dan hilir,” ujar Dwi di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).

Menurutnya, prioritas tersebut menekankan pada efisiensi dan produktivitas sektor hulu, hilir maupun perdagangan. Dirinya akan melakukan review ulang proses bisnis Pertamina yang ada saat ini.

“Mapping proses best practice, baik internasional dan domestik. Apabila ada yang belum best practise, transformasi ke sana,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rencana Menpora Damaikan The Jak dan Viking Hanya Isapan Jempol

Jakarta, Aktual.co — Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk mempersatukan The Jakmania dengan Viking, hingga kini belum menemui titik terang.

Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, malah menyerahkan kepada gubernur di masing-masing wilayah untuk melakukan inisiasi untuk merealisasikan rencananya tersebut.

“Belum, kami baru menyampaikan ke Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dan Walikota dan Gubernur Jawa Barat, ayo di inisiasi agar terjadi pertemuan dari bawah,” ungkap Imam kepada Aktual.co ketika di temui di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (28/11).

Lebih jauh disampaikan oleh Menpora, rencana islah antara The Jakmania dengan Viking bukan perkara mudah. Pasalnya, kedua kelompok suporter tersebut, mempunyai kelompok-kelompok yang harus dipertemukan.

“Ini harus terorganisir. Viking punya banyak kelompok. Pak Ridwan (Kamil, Wali Kota Bandung), punya rencana membentuk organisasi khusus untuk suporter Jawa Barat,” tandasnya.

Sebelumnya, Menpora pernah melontarkan rencana untuk mempersatukan kedua pendukung tersebut. Rencana ini terlontar pasca bentrokan yang terjadi di tol Jakarta-Cikampek, Minggu (9/11) lalu, antara warga Jakarta dengan Viking.

Bentrokan itu terjadi pasca Viking menyaksikan pertandingan final Indonesia Super League (ISL) antara klub kesayangannya, Persib Bandung kontra Persipura Jayapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Analis: Golkar Harus Belajar Dari Masa Lalu

Jakarta, Aktual.co — Analis politik Budi Setiyono mengingatkan jajaran internal Golkar harus belajar dari dinamika-dinamika partai itu yang pernah terjadi sebelumnya.

“Terlepas positif dan negatif di masa lalu ketika Orde Baru, Golkar sekarang ini sepeninggal Pak Harto patut dijadikan sebagai role model (panutan) sebagai partai modern,” kata dia, Jumat (28/11).

Partai Golkar, kata dia, sudah sering mengalami dinamika, termasuk ditinggalkan sejumlah petingginya yang memilih mendirikan parpol baru, seperti Gerindra, Nasional Demokrat, Hanura, dan PKPI.

Namun, Budi yang juga penasihat politik tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi itu melihat Golkar masih sebagai parpol yang kuat dan egaliter dengan tidak adanya konstelasi elite yang paling dominan.

“Konstelasi kubu di Golkar sekarang ini masih sangat berimbang. Ini sebenarnya menjadi pembelajaran bagi kalangan elite Golkar seberapa mampu mengelola organisasi layaknya partai politik modern,” kata dia.

Para elite Golkar, kata dia, harus mampu menaati dan melaksanakan aturan-aturan internal yang sudah mereka buat sendiri dalam melewati dinamika yang sekarang ini sedang terjadi.

Budi mengingatkan jika para elite Golkar tidak memiliki kesadaran untuk meletakkan semuanya berdasarkan rule of law yang sudah ada maka bukan tidak mungkin Golkar akan menjadi parpol yang semakin kerdil.

“Kalau tidak mampu mengelola dinamika yang terjadi sekarang ini, bisa saja Golkar kembali pecah menjadi parpol-parpol kecil lagi. Kalau sampai ini terjadi maka Golkar akan semakin kerdil,” kata dia.

Seperti diberitakan, Partai Golkar dilanda kekisruhan saat Theo L Sambuaga yang memimpin rapat pleno secara tiba-tiba memutuskan Munas Golkar pada 30 November-3 Desember 2014 di Bali.

Keputusan tersebut dinilai sepihak oleh sejumlah politisi Golkar, dan para pihak yang tidak bersepakat, dimotori Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono kemudian membuat Presidium Penyelamat Partai Golkar.

Agung Laksono yang menjadi Ketua Presidium mengatakan tim itu beranggotakan sejumlah tokoh senior seperti Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Y Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Lauren Siburian, Yorrys Raweyai, Agun Gunandjar, dan Ibnu Munzir.

Sementara Kubu Ketua Umum Partai Golkar Ical beserta Sekjen Idrus Marham mendukung keputusan tersebut dan menegaskan akan tetap menyelenggarakan Munas di Bali tiga hari lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Kirab Pusaka Ki Wonolelo Berlangsung Meriah

Jakarta, Aktual.co —  Ribuan warga Dusun Pondok Wonolelo Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, Jumat, antusias mengikuti prosesi Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo meskipun beberapa kali hujan deras turun mengguyur wilayah setempat.
Warga sejak siang hari selepas Shalat Jumat mulai datang dan memadati jalan rute Kirab Pusaka yang merupakan tradisi turun temurun yang digelar tiap tahun bertepatan dengan hari Jumat Legi bulan Sapar. Kirab budaya diawali dari Balai Desa Widodomartani menuju Makam Ki Ageng Wonolelo Ngemplak Sleman mulai pukul 14.00 WIB.
“Pada prosesi Kirab Pusaka ditampilkan semua pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo, diantaranya kitab Suci Al Quran, Baju Onto Kusuma, Kopyah, Bongkahan Mustoko Masjid dan tongkat,” kata Kepala Seksi Publikasi dan Informasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Wasita.
Kirab Pusaka diikuti Bregada Ganggeng Samodra, Bregada Muspika Kecamatan Ngemplak, Putri Bhayangkari, Putri Domas, para santri dan alim ulama, gunungan apem, sesaji, Bregada Ki Ageng Wonolelo, Bregada Ungel-ungelan.
Selesai prosesi kirab pusaka dilanjutkan dengan penyebaran apem seberat satu ton di makam Ki Ageng Wonolelo.
Penyebaran apem ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan YME yang berupa rizqi, kesehatan, keselamatan dan ketenteraman.
Apem yang disebarkan sebagai simbolisme sedekah untuk diperebutkan para pengunjung yang dianggap dapat mendatangkan keberkahan hidup. Ia mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo adalah untuk mendukung DIY dan khususnya Sleman sebagai daerah tujuan wisata. “Selain itu juga mengajak generasi muda untuk menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri,” katanya. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ekonomi selama aktivitas kegiatan berlangsung. Ki Ageng Wonolelo memiliki nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Karena memiliki ilmu yang linuwih,(melebihi) ia pernah diutus oleh Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram.
 Ia pun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya. Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi ia banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka atau jimat dan benda keramat lainnya.
Pusaka dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirabkan setiap bulan Sapar (bulan kedua kalender Islam-Syafar) pada setiap tahunnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain