12 April 2026
Beranda blog Halaman 41777

Kerjasama Sonangol-Pertamina, Gagasan Surya Paloh Hanya Pepesan Kosong

Jakarta, Aktual.co — Politisi partai Golkar, Mukhamad Misbakhun dan inisiator Hak Interpelasi kenaikan BBM, meragukan diskon pembelian dan kerjasama minyak impor asal Senangol yang disampaikan ke publik oleh Surya Paloh, Rini Soemarno dan Sudirman Said. Pasalnya, Indonesia dalam hal ini Pertamina akan mendapatkan harga lebih murah dengan diskon USD15/bbl dari Market Price.

“Saya meragukan ada harga minyak di diskon hingga USD15/bbl. Pasalnya harga minyak di dunia selalu mengikuti harga pasaran, ada term and condition, kemudian ada biaya angkut dsb. Banyak loh diskon 15 persen itu,” ujar Misbakhun kepada Wartawan di Jakarta, Jumat (28/11).

Menurutnya, ide dan gagasan soal Senangol itu menarik untuk mencari jalan keluar terhadap sistem rente pedagangan minyak dunia yang sifatnya ‘G to G’. Jika itu dilakukan harga minyak yang dikonsumsi di Indonesia menjadi lebih murah.

Namun, perlu ditegaskan bahwa kerjasama ini harus benar-benar dilakukan secara G to G melalui pertamina, jangan lagi melalui pihak ketiga seperti Surya Energi.

“Transparansi itu penting. Lakukan secara Goverment to Goverment, Jangan pakai operator lapangan lagi. Kalau akhirnya pemerintah melalui orang ketiga, seperti Surya Energi. Ini namanya mafia ganti mafia,” tegasnya.

Dirinya mengibaratkan Partai berkuasa dan berada disekeliling Jokowi seolah mendapatkan jalan khusus untuk mendapatkan beberapa proyek.

“Dahulu kamu yang berkuasa, sekarang giliran Aku, karena saat ini partai aku yang berkuasa,” celotehnya.

Untuk diketahui, respons teknis Senangol Asia per tanggal 20 November 2014, menjawab surat Pertamina, per tanggal 18 November 2014 mengenai “Counter To The Proposed Contractual Volume 2015” mengungkapkan bahwa Senangol secara tegas menjawab permintaan Pertamina mengenai diskon USD15/bbl tidak dapat diberikan dan masih mengacu ke normal-market price.

Sebelumnya Surya Paloh sebagai perantara utama kerjasama Sonangol melalu pengusaha China  Sam Pa, begitu juga Rini Soemarno dan statement Sudirman Said menyatakan harga impor minyak mentah dari Sonangol lebih murah USD15/bbl dari market price dan penghematan hingga 25% untuk impor crude oil.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketua DPRD Jadi Tersangka, Polda Bali Pastikan Tak Perlakukan Khusus

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama ditetapkan menjadi  tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat, pemalsuan akta otentik dan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik. Tak hanya Adi, penyidik Polda Bali juga menetapkan anaknya, Gede Made Dedy Pratama dan Notaris I Ketut Nuridja SH MKn menjadi tersangka dalam kasus yang sama. 
Namun demikian, Polda Bali menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama yang menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah itu. “Tidak ada (perlakuan khusus). Setiap warga sama di muka hukum,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu di Denpasar, Jumat (28/11).
Jenderal bintang dua itu mengungkapkan bahwa saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, seluas 470 meter persegi itu.
“Dalam laporan, yang bersangkutan (Adi Wiryatama) sebagai tersangka. Kami masih melakukan proses penyelidikan.”
Ketika ditanya Ketua DPRD Bali yang tidak ditahan, mantan Kepala Polda Bengkulu itu menegaskan bahwa penahanan dilakukan apabila tersangka terindikasi akan melarikan diri termasuk mengilangkan barang bukti.
Polisi, kata dia, sudah melakukan pemanggilan kepada mantan Bupati Tabanan itu dan akan menjadwalkan pemanggilan kembali. Namun dia tidak menyebutkan detail materi pemeriksaan termasuk kapan akan dipanggil kembali.
“Sudah diperiksa kemarin. Mungkin akan ada pemanggilan nanti,” katanya.
Pada 11 Maret 2014, Adi Wiryatama dilaporkan oleh Made Sarja terkait dugaan pemalsuan surat dan sertifikat tanah. Sarja mengaku antara dirinya dengan tersangka tidak pernah terlibat jual beli tanah.
Selain Adi, Sarja juga melaporkan anak Adi Wiryatama yakni I Gede Made Dedy Pratama dan notaris Ketut Nuridja. Ketiga ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan yang dikirim Polda Bali kepada Kejaksaan Tinggi Bali pada 14 November 2014.
Penetapan tersangka itu berdasarkan laporan I Made Sarja dengan nomor TBL/160/III/2014/SPKT/Polda Bali tanggal 11 Maret 2014. Kuasa Hukum Made Sarja, Zulfikar, membenarkan politikus PDIP tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.  “SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah dikirim ke Kejati Bali. Kemarin saya sudah cek dan benar Adi Wiryatama telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Zulfikar di Bali, Kamis, 27 November. 
Kasus itu bermula dari balik nama sertifikat tanah milik Made Sarja dengan lokasi tanah terletak di kawasan Tanah Lot, Kabupaten Tabanan. Dari pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri Cabang Denpasar, ditemukan adanya ketidakwajaran dalam proses tanda tangan akta, yakni para pihak dalam hal ini terlapor Adi Wiryatama dan anaknya Gede Made Dedy Pratama tidak pernah bertemu dan membicarakan jual beli atas 15 sertifikat secara langsung kepada Made Sarja.
Akibat kejadian itu, Made Sarja menderita kerugian mencapai Rp11 miliar. Tanah itu juga sudah dijual kepada pihak lain dan saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ramadhan Pohan: Cabut Surat Larangan Menteri Menghadap DPR

Medan, Aktual.co — Politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menegaskan bahwa Presiden Jokowi harus mencabut Surat Edaran terkait larangan bagi Menteri untuk menghadiri panggilan DPR.
“Legislator di DPR memanggil menteri untuk Rapat Kerja diatur dalam konstitusi. Sebenarnya Jokowi paham atau tidak soal itu? Kita minta Surat Edaran itu dicabut,” kata Ramadhan, di Medan, Jumat (28/11).
Menurut Ramadhan, larangan itu adalah satu kebijakan yang memicu polemik. Jokowi dinilai belum memahami hukum politik Tata Negara, karena larangan menghadiri rapat di DPR bisa merusak tatanan kenegaraan dan mengangkangi konstitusi yang berlaku di Indonesia.
“Pada dasarnya pemanggilan untuk Raker untuk mengawasi kinerja pemerintah. Ini sebagai salah satu hak DPR sebagai lembaga pengawasan selain legislasi dan budgeting,” terangnya.
Di sisi lain, tidak solidnya internal DPR yang dijadikan sebagai dasar pemikiran surat larangan itu, merupakan alibi pemerintah saja.
“Pemerintah tak ada urusan soal KMP dan KIH. DPR RI hanya satu, sekretariatnya juga satu. Lagipula semua sudah selesai. Alat kelengkapan dan pimpinan dewan juga sudah terbentuk. Jangan mencari-cari alasan lah,” kata dia.
Diketahui, beredar Surat Edaran dari sekretaris kabinet bahwa Presiden Jokowi meminta para menteri, Kapolri, Panglima TNI serta pejabat setingkatnya tidak menghadiri pertemuan di DPR sampai persoalan internal DPR selesai.

Artikel ini ditulis oleh:

Gelar Munas Golkar di Bali, Polda Pastikan Pengamanan Tak Berlebihan

Jakarta, Aktual.co — Polda Bali memastikan tak ada pengamanan khusus saat Musyawarah Nasional Partai Golkar yang bakal diselenggarakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada  30 November-3 Desember 2014 .
“Pengamanan kegiatan akan seperti pengamanan rutin saja. Tidak ada yang berlebihan,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu di Denpasar, Jumat (28/11).
Menurut dia, tidak adanya pengamanan khusus yang dilibatkan oleh pihak kepolisian karena berdasarkan analisa, situasi di Pulau Dewata aman. Apalagi keputusan pemberian izin munas tersebut berada di tangan Mabes Polri.
Dia berpendapat, Polda Bali hanya sebatas memberikan rekomendasi kepada pusat dari rekomendasi polres dan polsek di kawasan Nusa Dua yang akan menjadi tempat penyelenggaraan munas tersebut.
“Keputusan dari Mabes Polri. Saya hanya bawahan Kapolri. Jadi apa yang disampaikan Kapolri akan kami laksanakan. Laksanakan tugas dengan baik dan profesional.” 
Begitu pula dengan personel, mantan Kepala Polda Bengkulu itu menyatakan bahwa tidak ada penambahan personel karena kegiatan tersebut menggunakan operasi rutin.
Meski demikian, Benny Mokalu tidak secara rinci menyebutkan jumlah polisi yang akan dikerahkan untuk pengamanan. Sebelumnya jenderal dengan bintang dua itu hanya menyebutkan akan menyiagakan dua per tiga kekuatan Polda Bali dari total 12 ribu personel.
Menjelang pelaksanaan munas yang salah satunya mengagendakan pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu, suasana di internal partai tersebut memanas karena terpecahnya para elit politik menjadi dua kubu.
Bahkan beberapa waktu lalu sempat terjadi penyerangan di kantor DPP Golkar di Jakarta yang menambah kisruh di internal partai berwarna kuning itu. Salah satu kubu menginginkan munas di Bali dinilai tidak sah dan meminta munas digelar pada Januari 2015.
Sedangkan kubu lainnya menganggap munas yang akan digelar di Pulau Dewata merupakan pertemuan yang sah.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Calon Dirut Eksternal Lecehkan Kader Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Serikat Pekerja Pertamina Bersatu mengungkapkan Menteri BUMN Rini Seomarno tidak memahami seberapa kompleks tantangan yang dipikul oleh Dirut Pertamina. Pasalnya, mengelola Pertamina tidak cukup dengan latar belakang finance saja, dibutuhkan keahlian dalam sektor migas.

“Saya tidak memahami konsep ataupun filosofi Menteri BUMN dalam menentukan (seleksi) dirut pertamina. Ketiga nama eksternal tidak ada kaitannya dengan pertamina. Tapi poin pentingnya adalah, persoalan yang dihadapi di pertamina ini tidak hanya menyangkut finance. Permasalahan di pertamina ini sangat kompleks,” ujar Presiden Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Ugan Gandar kepada Aktual, Jumat (28/11).

Lebih lanjut dikatakan, kandidat eksternal diragukan kapabilitasnya menangani bisnis Pertamina dari sektor hulu, hilir, lifting, perkapalan (distribusi), gas dll. Banyak orang yang merasa berkepentingan bisnis di pertamina.

“Ini bukan soal kemampuan manajerial saja. Mungkin calon eksternal berhasil di instansi sekarang, tapi ketika berhadapan kompleksnya kerja di pertamina, apakah dia sanggup. Apakah orang-orang itu sanggup mengatakan tidak pada intervensi, pada korupsi, pada privatisasi,” tegasnya.

Apalagi, misalnya, Dwi Soetjipto (Dirut Semen Indonesia) merupakan ahli privatisasi. Lihatlah bagaimana Dwi memperlakukan semen tonasa ke meksiko.

“Apakah ini yang akan dilakukan di pertamina, ini akan mengganggu kelangsungan pertamina ke depan. Pertamina bukan lagi milik bangsa, namun milik pasar,” jelasnya.

Dengan mengerucutnya 3 nama dari 7 nama awal yang disampaikan ikut seleksi, yang mana ketiganya dari luar semua, berarti ada ketidakpercayaan pada kader-kader pertamina. Pihaknya merasa dilecehkan dengan kondisi ini.

“Kami menduga ada agenda-agenda tertentu dalam seleksi ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Asik Adu Balap, Pelajar Digelendang Satpol PP

Jakarta, Aktual.co — Asyik balapan liar sejumlah pelajar SMA di Kota Solok, Sumatera Barat dicokok petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
“Selain pelajar, dua kendaraan roda dua juga ikut diamankan ke markas Satpol PP sebagai barang bukti,” kata Kepala Satpol PP Kota Solok Zulkarnain, Jumat (28/11).
Dia menambahkan para pelajar yang diciduk adalah siswa STMN Solok berinisial AS, MRH, MDF, IF, LDP, FP, ED, GB, RS, dan LK pelajar SMAN 4 Solok.
“Tertangkapnya para pelajar tersebut berdasarkan informasi masyarakat setempat.”
Dia menyebutkan aksi balapan liar para pelajar yang kerap dilakukan di sepanjang jalan lingkar utara Kota Solok sudah meresahkan warga.
“Selain menyebabkan bising, para pelajar tersebut juga kerap berpesta minuman keras,” ujarnya.
Para pelajar yang tertangkap dibawa ke markas Satpol PP untuk diberi pembinaan, selanjutnya diserahkan kepada pihak Sekolah yang bersangkutan.
Di markas Satpol PP Kota Solok, para pelajar diberi arahan dan olahraga ringan, selanjutnya membuat surat perjanjian.
Dia pun menyayangkan di antara pelajar yang tertangkap itu, ada yang sudah menjadi langganan Satpol PP setiap kali melakukan razia. Karena itu dia mengharapkan agar kondisi ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain