7 April 2026
Beranda blog Halaman 41803

Jasad Bayi yang Ditemukan Warga Dipastikan Korban Banjir di Tapteng

Medan, Aktual.co — Jasad bayi yang ditemukan di Desa Aek Gadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dipastikan adalah Butet, bayi berumur 4 bulan, korban banjir longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapteng.
“Informasi terakhir, visum sudah dilakukan. Nenek dan kakek korban sudah mengiyakan dan mengikhlaskan bahwa jasad itu cucunya,” kata petugas SAR Sibolga-Tapteng, Rio Faisal Simorangkir, Rabu (26/11).
Menurut Rio, jasad butet yang sudah tak utuh tersebut saat ini sudah berada dirumah duka menunggu untuk dimakkamkan. “Sudah dirumah duka,” katanya.
Jasad butet pertama kali ditemukan oleh tiga orang warga yang sedang memancing. Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan. Sebagian tubuh korban sudah tidak utuh lagi. Bagian tubuh yang tersisa tinggal tubuh bagian paha sampai ujung kaki. Sementara bagian kepala, tangan dan tubuh sudah tidak utuh lagi.
Butet, adalah anak dari pasangan Dalizato Zebua (20) dan Yunita Telaumbanua (20) yang juga turut menjadi korban tewas akibat musibah longsor dan banjir di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Jumat (21/11) pekan lalu. 
Selain ketiga korban, dua korban tewas lainnya juga pasangan suami istri yakni  Saut Marito Zebua usia 28 tahun dan istrinya Ariyani Telaumbanua usia 18 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Jaksa Agung Sambangi Kejagung untuk Bersilaturahmi

Jakarta, Aktual.co — Mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji menyambangi gedung Kejaksaan Agung untuk bersilaturahmi dengan Jaksa Agung terpilih, HM Prasetyo, Rabu (26/11) sore.
“Saya kesini untuk mengucapkan semoga sukses dalam melaksanakan tugas,”sebut Hendarman ketika tiba di gedung Kejagung.
Hendarman mengaku, dirinya bersama-sama Prasetyo menempuh pendidikan pembentukan jaksa tahun 1974. Dia juga mengakui pernah bertugas di satu tempat hingga akhirnya Prasetyo dikirim ke Wamena, Papua.
“Setelah 30 tahun kemudian beliau Jaksa Agung Muda Pidana Umum, saya menjadi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Tapi saya duluan jadi Jaksa Agung. Sekarang giliran beliau,” kata Hendarman.
Ketika ditanya apakah ada masukan untuk Prasetyo, Hendarman hanya berpesan agar politisi asal Nasdem itu harus mempersiapkan diri.
“Harus siapkan hati, tegar dan punya jantung yang kuat. Karena ekpektasi masyarakat terhadap penegakan hukum sangat tinggi berbeda pada saat saya menjabat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ratusan Warga di Kabupaten Malang Tak Dapat Dana PSKS

Malang, Aktual.co — Sekitar 200 warga dari 452 rumah tangga sasaran (RTS) Desa Argotirto, Sumbermanjing Wetan, Malang, tidak menerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang mulai dibagikan pada Selasa (25/11).
Walau mereka  mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS), ternyata  pihak pemerintah desa setempat tidak memberikan undangan pada mereka lantaran sudah tidak masuk kriteria miskin.
“Ada sekitar 200 yang tidak diundang pemerintah desa untuk mengambil PSKS, ada yang karena sudah kaya, pemegang KPS meninggal dan tidak punya ahli waris ataupun karena nama ganda,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahyuni Pudji Lestari, di Malang, Rabu (26/11).
Menurut Sri,  pemerintah desa setempat sudah melakukan verifikasi kembali terhadap penerima KPS yang telah dibagikan tahun 2012 lalu.
Pihak pemerintah desa akan mencoret pemegang KPS yang dianggap sudah sejahtera dan tidak masuk dalam kelompook miskin.
“dua tahun kan sudah ada perubahan kesejahteraan, ada juga yang sudah meninggal dan tak ada ahli waris. Jadi pemerintah desa sendiri melakukan verifikasi. Hasilnya juga tidak harus disesuaikan dengan kuota RTS,” katanya.
Perubahan nama dan data ini nantinya akan dikirim Dinas Sosial ke Kementrian Sosial pusat. Diharapkan pada periode bantuan berikutnya usulan baru tersebut sudah bisa terealisasi.
Sesuai data dari Kantor Pos Malang, Kabupaten Malang mendapatkan jatah RTS sebanyak  146.381 RTS dengan nilai bayar mencapai lebih dari Rp 50 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Endus Keterlibatan Ibas di Kasus Sutan Bhatoegana

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus adanya keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Dikertur PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina dalam kasus yang menjerat Politikus asal Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana.
Lembaga yang dikomandoi oleh Abraham Samad cs itu pun saat ini tengah menelisik keterlibatan keduanya itu. Namun, keterlibatan Ibas dan Deni itu KPK masih merahasiakan.
“Masih belum sampai kepada tahapan secara lengkap, keterlibatannya sejauh mana,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Jakarta, Rabu (26/11).
Meski begitu, Dosen di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu pun tak menapik, akan bermunculan informasi dari proses yang dilakukan lembaganya itu. Terlebih lagi, perkara tersebut tak jauh berbeda dengan kasus Hambalang yang saat ini sudah mengarah ke keluarga Cikeas.
“Nanti ada yang disebut-sebut keluarga yang di Cikeas, kemarin kan sudah kami panggil kan.”
Nama Ibas sebelumnya muncul dalam persidangan kasus pencucian uang kegiatan hulu minyak dan gas dengan terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/2).
Anak bontot SBY itu disebut-sebut dengan Deni Karmaina yang mengikuti tender proyek di SKK Migas. Nama Ibas muncul ketika saksi Gerhard Maarten Rumeser, tenaga ahli bidang operasi di SKK Migas dikonfirmasi oleh Pengacara Rudi, Rusdi A Bakar. Disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan milik Gerhard ada yang menyebut Deni merupakan teman sekolah Ibas. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gerindra Dukung Interpelasi Kenaikkan BBM

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR asal Fraksi Gerindra, Desmond J Mahesa menjelaskan jika penggunaan hak interpelasi sepenuhnya merupakan hak anggota dewan yang diatur oleh konstitusi.
Karena itu, sambung dia, fraksi Gerindra menyerahkan sepenuhnya kepada anggota fraksi pimpinan Ahmad Muzani tersebut.
“Ini bukan bicara partai, ini individual anggota dewan, karena saya di fraksi Gerindra tidak mewajibkan, dan membebaskan secara konstitusi untuk menggunakan hak-haknya,” ucap dia dalam konferensi persnya, bersama inisiasi lainya, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Pun demikian, sambung dia, dirinya masih menunggu 11 anggota dewan lainnya yang belum membubuhkan tandatangan untuk menggunakan hak interpelasinya terkait kenaikan harga BBM.
“Hari ini Gerinda anggotanya sudah ada 62 anggota yang sudah membubuhkan tandatangan. Masih ada sekitar 11 anggota lain yang blum membubuhkannya, sehingga sebelum reses kita akan menyerahkan kepada pimpinan DPR,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menteri ESDM Klaim Penaikan Harga BBM Turunkan Kemiskinan

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejak 18 November 2014 akan menurunkan tingkat angka kemiskinan masyarakat.
“Kenaikan harga BBM ini dialihkan untuk peningkatan kesejahteraan dengan demikian tingkat kemiskinan bakal turun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/11).
Menurut dia, kenaikan harga BBM merupakan upaya mengalihkan subsidi yang sebelumnya dinikmati 70-80 persen kelas menengah ke program pengentasan kemiskinan.
Ia mengatakan, penurunan tingkat kemiskinan juga sudah terjadi pada kenaikan harga BBM sebelumnya.
“Data sejak 2013 menunjukkan seperti itu,” ujarnya.
Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan yang sebelumnya 37 persen pada 2003 turun menjadi 28 persen di 2014.
Sudirman juga mengatakan, pemerintah harus terus berani mengeluarkan kebijakan tidak populis seperti kenaikan harga BBM, namun memberikan dampak baik bagi masyarakat.
“Jangan memanjakan masyarakat dengan subsidi BBM tinggi, karena membuat daya saing rendah,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah akan memperbaiki struktur pasar seperti menghilangkan penyelundupan BBM.
Selain juga, menjamin ketersediaan BBM di masyarakat baik subsidi maupun nonsubsidi.
Pemerintah per Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter dan solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500 per liter.
Kenaikan harga tersebut memberikan pengurangan subsidi BBM lebih dari Rp100 triliun per tahun.
Pemerintah akan mengalihkan subsidi BBM dari sebelumnya konsumtif ke produktif seperti membiayai infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan serta memberikan perlindungan kepada 15,6 juta kepala keluarga miskin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain