7 April 2026
Beranda blog Halaman 41804

Mahasiswa FEUI Gelar Festival Film Dokumenter



Jakarta, Aktual.co —Festival ‘Documentary Days 2014’, yang resmi dibuka Senin 24 November 2014, adalah sebuah festival film dokumenter terbesar pertama, yang digelar oleh mahasiswa.
Vice Project Officer, Rachmah Pradnya Murti mengatakan, Festival film dokumenter yang digelar b ertujuan untuk menjadi wadah bagi masyarakat serta sineas Indonesia yang ingin menunjukan karya film dokumenternya pada masyarakat luas. Selain itu, festival ini juga diharapkan bisa menjadi pendobrak ketertarikan masyarakat pada film dokumenter, yang menurutnya bahwa film dokumenter juga memiliki kualitas serta tidak kalah menariknya dengan film-film komersil yang dramatis dan fiktif. Hal itu dia katakan pada hari kedua acara Festival ” Documentary Days 2014″ yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Depok, Selasa, 25, November, 2014.
Festival ‘Documentary Days 2014’ ini juga mengagendakan malam penganugerahan pada sineas film dokumenter terbaik pada puncak acara yang akan digelar, Sabtu 29, November, 2014 mendatang. 
   

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Soal Produksi BBM, Pertamina Pakai MOPS

Jakarta, Aktual.co —  Tim Reformasi Tata Kelola Migas meminta PT Pertamina (Persero) membuka jumlah BBM yang diimpor, serta biaya produksi BBM yang dikeluarkan oleh Pertamina. Menurut Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri ini terkait dengan pembentukan harga BBM non subsidi seperti Pertamax. Biaya impor BBM akan menentukan berapa ongkos produksi dan pembentukan harga tersebut.
Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak pernah menutup-nutupi hal apapun terkait biaya produksi BBM yang diminta untuk dibuka oleh tim besutan Faisal Basri itu.
“Gini loh, Pemerintah ke Pertamina itu kan dasarnya harga Mid Oil Plat’s Singapore (MOPS), terus untuk apa? Konteksnya untuk apa? Karena asalnya sudah jelas, pakai MOPS,” kata Ali saat ditemui Aktual.co di kantornya, Jakarta, Rabu (26/11).
Ali menjelaskan, Pemerintah mengganti ke Pertamina dengan memakai formula MOPS+alfa. Kenapa dengan MOPS? Karena MOPS itu yang sudah dipakai oleh dunia internasional.
“Jadi formulanya, Pemerintah ganti ke Pertamina pakai MOPS+ alfa. Jadi yang digunakan itu sudah patokan internasional. Itu aja,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi tuntutan transparansi terkait jumlah impor BBM. Ali mengklaim bahwa pihaknya sudah transparan kepada Pemerintah dengan memberikan laporan kepada Dirjen Migas serta Bank Indonesia setiap triwulan.
“Jadi gini, data ekspor impor crude maupun produk itu kan sudah rutin kita sampaikan ke Pemerintah melalui Dirjen Migas dan ke BI. Yah terserah pemerintah, mau di buka ke publik itu kan wewenangnya bukan pertamina. Itu wewenang pemerintah,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa Pertamina itu berhubungan kepada Pemerintah bukan kepada publik. Sementara untuk keterbukaan kepada publik itu wewenangnya Pemerintah.
“Kalau publik kan hubungannya dengan Pemerintah. Apakah data ini termasuk data strategis atau data rahasia, yah wewenangnya ada di pemerintah bukan di Pertamina. Intinya kan kalau soal transparan Pertamina sudah transparan ke Pemerintah,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Menguat Satu Poin ke Rp12.164

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah tipis menjadi Rp12.164 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.163 per dolar AS.
“Mata uang rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah di tengah antisipasi investor pasar uang terhadap data-data ekonomi Indonesia yang sedianya akan dipublikasi pada awal Desember mendatang,” ujar Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Rabu (26/11).
Ia memproyeksikan penaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi November 2014, namun diyakini kenaikan inflasi masih dapat terjaga menyusul langkah cepat Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuan (BI rate). Sementara untuk data neraca perdagangan, akan mengalami penurunan defisit meski belum signifikan.
Di sisi lain, lanjut dia, laju mata uang rupiah juga masih dibayangi oleh data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III 2014 yang tumbuh 3,9 persen sehingga potensi dolar AS melanjutkan penguatan di pasar uang domestik cukup terbuka.
“Ekonomi AS memang cenderung lebih baik dibandingkan negara maju lainnya seperti di negara-negara kawasan Eropa, Jepang, Tiongkok,” katanya.
Menurut Rully Arya Wisnubroto, meski rupiah cenderung melemah, namun pergerakannya masih relatif stabil. Kondisi rupiah yang cukup stabil itu dimulai sejak pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Diharapkan kebijakan pemerintah itu dapat mendorong ekspektasi pelaku pasar di dalam negeri positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan sehingga mampu menopang mata uang domestik,” katanya.
Pada pekan ini, ia memproyeksikan bahwa mata uang rupiah akan bergerak di kisaran Rp12.135-Rp12.185 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu (26/11) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.160 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp12.166 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI Tekan Inflasi 2014 Hingga 7,7 Persen

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) menyatakan akan berupaya menekan laju inflasi sepanjang 2014 mencapai 7,7 persen (mtm), atau di batas bawah perkiraan BI sebelumnya 7,7-8,1 persen.
“Kami melihat ini (inflasi 2014) di 7,7-8,1 persen. Kita tentu harus upayakan agar di 7,7 persen,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (26/11).
Laju inflasi pada Oktober 2014 lalu mencapai 0,47 persen (mtm) atau 4,83 persen (yoy). Diperkirakan pada November akan terjadi lonjakan inflasi sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Inflasi kelihatannya akan sedikit naik (pada November 2014). Akan ada di kisaran 1,3-1,6 persen (mtm),” ujar Agus.
Namun hingga minggu ketiga November, inflasi inti masih terjaga. Namun Agus tidak menyebutkan angka detailnya. BI juga mewaspadai peningkatan inflasi pada Desember, yang diperkirakan akan mengalami inflasi tertinggi.
“Desember (inflasi) bisa di atas 2 persen (mtm),” katanya.
Perkiraan inflasi Bank Indonesia sepanjang 2014 7,7-8,1 persen memang lebih tinggi dari perkiraan inflasi pemerintah 7,3 persen.
Kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap inflasi berkisar 2,4-2,8 persen.
Tambahan inflasi sebesar 2,6 persen tersebut, separuhnya merupakan inflasi hasil sumbangan langsung dari kenaikan harga BBM bersubsidi itu sendiri, yakni 1,3 persen.
Sementara itu, inflasi sebesar 0,7 persen merupakan dampak tidak langsung yang bersumber dari tarif angkutan sedangkan inflasi 0,6 persen merupakan akibat kenaikan harga pangan dan harga barang jasa lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Operasi Zebra di Jakarta Timur, Polisi Incar Pengendara Motor dan Angkot

Jakarta, Aktual.co —Satlantas dan petugas gabungan Jakarta Timur turunkan 170 personel di Operasi Zebra yang pagi ini serempak digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (26/11).
Di Jaktim, Satlantas gelar operasi di tiga titik berbeda. Yakni di Pasar Rebo, Kampung Melayu dan Pasar Klender.
“Target utama kita adalah roda dua yang melanggar arus, tidak mengenakan helm, dan angkutan umum yang menaik turunkan penumpang di sembarang tempat,” kata Kasatlantas Jakarta Timur AKBP Haris Hadis di Jakarta, Rabu (26/11).
Di Kampung Melayu, Satlantas Jakarta Timur turunkan sekitar 30 personil. Saat ini sudah ada 50 hingga 100 roda dua di titik itu yang terjaring. 
Dengan pelanggaran didominasi oleh pengguna sepeda motor yang nekat melawan arus. “Disusul dengan tidak mengenakan helm oleh pemboncengnya.”  Operasi Zebra akan terus digelar hingga sembilan Desember 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Prediksi Interpelasi Kenaikkan BBM versi Pengamat

Jakarta, Aktual.co — Beberapa anggota DPR akan menggunakan hak Interpelasi kepada Presiden Joko Widodo terkait kenaikkan harga BBM diprediksi tidak berjalan mulus.
Demikian disampaikan pengamat politik Undip Teguh Yuwana, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (26/11). 
Menurut Teguh, hal ini diketahui ada beberapa fraksi yang tak langsung mengusulkan hak interpelasi.
“Interpelasi masih tarik ulur ada fraksi yang juga menolak,” ungkap Teguh Yuwono.
Syarat interpelasi itu akan terpenuhi bila jumlah yang mengusulkan cukup banyak. Namun masih ada kendala karena belum bersatunya Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Konflik Merah Putih (KMP).
“Peluang besarnya Interplasi tidak akan jalan,” ucap Teguh Yuwana.
Kedua, peluang besar batalnya interplasi bukan hanya karena masih konfliknya KIH dan KMP di DPR. Tetapi juga munculnya surat larangan kabinet kerja untuk rapat dengan DPR. Dengan adanya surat ederan bernomor SE-12/Seskab/XI/2014 yang ditandatangani oleh Seskab Andi Widjajanto.
Hak interpelasi itu kan berhubungan antara eksekutif dan legislatif dengan adanaya surat edaran ini pun mentri tidak bisa bertemu DPR.
“Interpelasi akan berjalan tetapi akan berkendala belum satu kata dalam konflik yang terjadi di DPR,” demikian Teguh.
Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakkan kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan dalih untuk penghematan anggaran dan mengalihkannya untuk anggaran pembangunan. 
Tapi, kenaikkan dari BBM subsidi tidak pernah membuka data keekonomian dari harga BBM secara terperinci. Terlebih lagi menaikkan harga BBM ini pada saat harga minyak dunia turun.
Laporan: Meutia

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain