4 April 2026
Beranda blog Halaman 41866

Dari 560, Baru 30 Anggota DPR Yang Serahkan LKHPN ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Juru Bicara sekaligus Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan hingga kini, baru 30 dari total 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 yang baru menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ke KPK hingga Senin (24/11).
“DPR lebih dari 30-an,” Kata Johan Budi, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Saat ditanya oleh wartawan, apakah Ketua DPR periode 2014-2019, Setya Novanto juga termasuk yang telah melapor, Johan tidak mengetahuinya.
“Aku cek dulu ya aku enggak hafal,” cetus dia.
Mengenai masih sedikitnya anggota DPR yang sudah menyerahkan LHKPN, menurut Johan, hal itu terjadi kemungkinan banyak anggota DPR periode sebelumnya kembali menjabat. “Mungkin menganggap tidak ada yang baru yang perlu dilaporkan,” kata dia.
Meskipun demikian dia menegaskan, sebagai anggota penyelenggara negara, maka anggota DPR yang baru dilantik, diwajibkan untuk melaporkan harta kekayaannya karena telah diatur oleh undang-undang.
“Tapi kan kita masih punya waktu dua sampai tiga bulan, tunggu saja,” tutup dia.
Laporan: Acep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polres Denpasar Ciduk Pengoplos Elpiji Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Penaikan harga Bahan Bakar Minyak berimbas kepada penaikan harga gas elpiji. Padahal tidak ada regulasi dari pemerintah mengenai penaikan harga tabung gas.
Imbas dari penaikan itu pun akhirnya memicu berbagai aksi, seperti halnya terjadi di wilayah Denpasar, Bali. Senin (24/11), Polres Kota Denpasar menangkap dua pengoplos elpiji subsidi ukuran tiga kilogram ke dalam elpiji ukuran 12 kilogram.
“Pengungkapan kasus pengoplosan elpiji tersebut berkat informasi dari masyarakat. Setelah kami telusuri dan cek di lapangan ternyata praktik elpiji oplosan itu dilakukan secara manual,” kata Wakil Kepala Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Besar Nyoman Artana di Denpasar.
Kedua pelaku tersebut yakni Ni Ketut Swani yang merupakan pemilik warung dan Bursa Adnis yang merupakan karya warung.
Keduanya dicokok pada Jumat (21/11) sekitar pukul 11.00 Wita di warungnya yakni Warung Dauh Ayu di Jalan Kendedes Kuta, Kabupaten Badung. Selain menciduk keduanya, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut di antaranya tabung elpiji berukuran 3 kilogram sebanyak 100 tabung, 12 kilogram (12), segel tabung gas berukuran 3 kilogram (30), dan karet penutup tabung (30).
Selain itu polisi juga menyita 12 pipa besi yang digunakan sebagai penghubung pemindah gas, alat timbangan (1) dan alat congkel karet (2).
“Dalam praktiknya, pelaku melaksanakan pengoplosan secara manual dan dilakukan secara perseorangan,” kata dia.
Polisi menjerat keduanya dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas yakni pasal 55 dan atau pasal 53 huruf (b) dan atau (c) dan atau (d) dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara. Keduanya kini masih diperiksa intensif terkait praktik pengoplosan elpiji itu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jaksa Agung dari Parpol, Komitmen Jokowi-JK Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Banyak pihak yang kecewa dengan Presiden Joko Widodo yang menunjuk dan melantik politikus Partai NasDem HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung.

Bahkan, tak sedikit kalangan menilai jika penunjukan anggota komisi III DPR RI itu sebagai Jaksa Agung untuk menutupi kasus Transjakarta, yang diduga melibatkan Joko Widodo, saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tak hanya soal Transjakarta, pemilihan HM Prasetyo juga diduga sengaja untuk menutupi kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri ke PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN) senilai Rp 160 miliar yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.  

Menangapi hal itu, Ketua komisi III DPR RI Muhammad Aziz Syamsuddin enggan berspekulasi. Dirinya mengatakan jika itu hak Presiden.

“Entah untung kepentingan apa (Prasetyo dipilih jadi Jaksa Agung),” kata Aziz di gedung DPR, Jakarta, Senin (24/11).

Meski demikian Aziz sadar jika secara UU tidak diatur pemilihan Jaksa Agung harus dari profesional. Kader Partai Politik juga boleh menempati kedudukan Jaksa Agung.

“Tetapi masalahnya, komitmen pak Jokowi dan Jusuf Kalla pada saat kampanye bahwa posisi Jaksa Agung akan diduduki orang netral itu aja problemnya,” kata Aziz.

Kini, kata dia, tugas rakyat untuk mengawasi kinerja penegak-penegak hukum. Jangan sampai para penegak hukum itu menutupi kejahatan-kejahatan pejabat negara.

“Terutama partai penguasa,” kata Aziz.

Laporan: Meutia

Artikel ini ditulis oleh:

Penyebab Harga Cabai Meroket di Mata Mendag Rahmat Gobel

Denpasar, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rahmat Gobel memiliki cara tersendiri untuk mengendalikan harga cabai yang terus merangkak naik pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rahmat akan menciptakan teknologi pertanian, khususnya untuk tanaman cabai yang harganya cenderung melonjak dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan teknologi itu, Rahmat mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menciptakan teknologi mulai dari saat menanam sampai pasca-panen,” kata Rahmat saat memberikan sambutan pada Rakernas ke-25 IWAPI di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (24/11).

Menurut dia, teknologi itu diciptakan untuk menjaga ketersediaan stok dan harga cabai agar tak terus meningkat. Penyebab mahalnya harga cabai disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah petani yang sudah tak mau lagi menanam cabai. Hal itu bermula sejak beberapa tahun lalu.

Kala itu petani mulai meninggalkan menanam cabai. “Penyebabnya selain karena harganya di pasaran murah, juga karena anomali cuaca yang merusak cabai. Petani merugi, akhirnya meninggalkan menanam cabai,” papar Rahmat.

Anomali cuaca sendiri berakibat pada menurunnya produksi cabai nasional selama beberapa tahun belakangan. Pada saat sama, kebutuhan akan cabai tetap stabil, bahkan melonjak.

Kebutuhan yang tak seimbang dengan produksi ini yang menjadikan harga cabai melabung tinggi, sekalipun dalam masa panen. Ia optimistis jika teknologi tersebut dapat segera diterapkan, maka produksi cabai akan tetap stabil sesuai kebutuhan masyarakat.

Belakangan ini, harga cabai memang tengah meroket tajam. Saat ini harga cabai keriting di pasaran rata-rata di atas Rp65 ribu perkilogramnya.. Bahkan di beberapa daerah harga cabai melonjak hingga di atas Rp75 ribu perkilogramnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Walikota Bogor Sosialisasikan Gerakan Sehari Kerja Tanpa Mobil Dinas

Jakarta, Aktual.co —Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menumpang angkutan kota untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Ketiga Jejaring Kerja Riset Rendah Karbon Asia, Senin (24/11) yang merupakan hari pertama Gerakan Sehari Kerja Tanpa Mobil Dinas.

Wali Kota berangkat dengan menumpang angkot Jurusan Warung Nangka-Ramayandari Balai Kota sekitar pukul 09.00 WIB bersama ajudan, sejumlah staf protokoler dan keamanan dari DLLAJ ke lokasi acara di Hotel Aston.

Sebelumnya, Bima Arya dan Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat memulai bekerja dengan menggunakan sepeda menuju Balai Kota.

Aksi ini dilakukan Bima Arya dalam mengawali Gerakan Sehari Tanpa Mobil Dinas atau Kendaraan Pribadi yang dicanangkannya untuk dilaksanakan aparatur Pemerintah Kota Bogor setiap hari Senin.

Bima melanjutkan perjalanan dari turun angkot menuju Hotel Aston yang berada di kawasan BNR. Untuk mencapai lokasi, Wali Kota Bogor tersebut menggunakan sarana ojek yang mangkal di Simpang BNR.

Menurut Bima, gerakat tersebut selain untuk membudayakan naik angkot, juga untuk mengurangi kemacetan, menekan polusi dan mengefisienkan penggunaan bahan bakar minyak.

“Kita baru memulai gerakan ini, dan semoga bisa berkelanjutan. Dengan gerakan ini, Kota Bogor berupaya untuk mendukung pembangunan rendah korban yang diserukan dalam pertemuan tahunan LoCARNet,” kata Bima Arya saat membuka Pertemuan Tahunan Ketiga Jejaring Kerja Riset Rendah Karbon Asia (LoCARNet, Kow Carbon Asia Research Network).

Selain Wali Kota, aksi naik angkot juga dilakukan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang menggunakan trasportasi publik dari rumahnya di kawasan Bantar Jati menuju Balai Kota.

Menurut Usmar, selama naik angkot ia dapat berinteraksi langsung kepada masyarakat, menanyakan apa saja yang dihadapai masyarakat seperti ongkos, atau situasi arus lalu lintas.

“Tidak ada masalah naik angkot, hari ini saya bisa berdialog langsung dengan masyarakat. Saya tanya apakah kenaikan tarif angkot memberatkan, beberapa ada yang bilang mau bagaimana lagi, kalau berat yang sudah resiko karena kenaikan BBM,” kata Usmar.

Aksi naik angkot juga dilakukan oleh sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor khususnya yang bertugas di komplek Balai Kota. Sebagian lagi ada yang memilih naik sepeda.

Gerakan ini membuat arus lalu lintas di sekitar jalan Juanda terutama menuju Balai Kota menjadi agak lancar. Begitu juga suasana parkir dan Balai Kota tidak lagi dipadati oleh kendaraan baik motor dan mobil yang parkir.

Selama satu hari ini, seluruh kegiatan Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, pejabat serta pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota Bogor menggunakan angkutan umum, terkecuali untuk petugas Satpol PP dan DLLAJ yang diperbolehkan menggunakan kendaraan operasional.

“Ngangkot” merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat terutama kalangan muda untuk menyebutkan pengguna angkutan kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemda di NTT Tunggak Listrik Rp1,694 Miliar

Kupang, Aktual.co — Hingga 24 November 2014, pemerintah daerah (Pemda) di NTT baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menunggak rekening listrik sebesar Rp1, 694 miliar lebih.

Hanya dua kabupaten yang tidak ada daftar tunggakan yakni Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.

Demikian rekapitulasi tunggakan rekening listrik pelanggan umum dan Pemda di NTT yang dikeluarkan PLN Wilayah NTT dan ditandatangani Manager Bidang Niaga, Rino G. Hutasoit. Rekapitulasi tersebut diterima media ini, Senin (24/11).

Rino merincikan, tunggakan rekening listrik sebesar Rp1, 694 miliar lebih itu terdiri dari, Provinsi NTT sebesar Rp 101, 5 juta lebih. Kota Kupang Rp 820, 7 juta lebih, Kabupaten Kupang Rp 103, 3 juta lebih. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Rp 143, 6 juta lebih, Timor Tengah Utara (TTU) Rp 38, 4 juta lebih, Belu Rp 147, 8 juta lebih. Alor Rp 9, 5 juta lebih. Rote Ndao Rp 78, 1 juta lebih.

Selain itu, Kabupaten Ende Rp 1, 8 juta lebih, Ngada Rp 16, 6 juta lebih. Manggarai Rp 34, 1 juta lebih, Manggarai Barat Rp 7, 1 juta lebih. Sikka Rp 78, 1 juta lebih, Flores Timur Rp 13, 6 juta lebih. Lembata Rp 51, 2 juta lebih, dan Sumba Barat Rp 48, 6 juta lebih.

Rino mengatakan, jumlah tunggakan ini menurun bila dibandingkan dengan posisi pada 21 November 2014 yang mencapai Rp2, 173 miliar lebih. Sesuai rekapitulasi, jumlah pelanggan pemda yang terdata sebanyak 1. 228 pelanggan.

“Pelanggan Pemda tersebut, dilayani PT PLN unit/area Kupang, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Area  Sumba,” katanya.

Selain tunggakan Pemda, lanjut Rino, tunggakan juga berasal dari pelanggan umum. Dengan jumlah 419. 515 pelanggan umum, nilai tunggakan sebesar Rp30, 828 miliar lebih. Sehingga jumlah tunggakan rekening listrik, baik Pemda maupun pelanggan umum sebesar Rp32, 5 miliar lebih.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain