4 April 2026
Beranda blog Halaman 41867

Penyebab Harga Cabai Meroket di Mata Mendag Rahmat Gobel

Denpasar, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rahmat Gobel memiliki cara tersendiri untuk mengendalikan harga cabai yang terus merangkak naik pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rahmat akan menciptakan teknologi pertanian, khususnya untuk tanaman cabai yang harganya cenderung melonjak dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan teknologi itu, Rahmat mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menciptakan teknologi mulai dari saat menanam sampai pasca-panen,” kata Rahmat saat memberikan sambutan pada Rakernas ke-25 IWAPI di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (24/11).

Menurut dia, teknologi itu diciptakan untuk menjaga ketersediaan stok dan harga cabai agar tak terus meningkat. Penyebab mahalnya harga cabai disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah petani yang sudah tak mau lagi menanam cabai. Hal itu bermula sejak beberapa tahun lalu.

Kala itu petani mulai meninggalkan menanam cabai. “Penyebabnya selain karena harganya di pasaran murah, juga karena anomali cuaca yang merusak cabai. Petani merugi, akhirnya meninggalkan menanam cabai,” papar Rahmat.

Anomali cuaca sendiri berakibat pada menurunnya produksi cabai nasional selama beberapa tahun belakangan. Pada saat sama, kebutuhan akan cabai tetap stabil, bahkan melonjak.

Kebutuhan yang tak seimbang dengan produksi ini yang menjadikan harga cabai melabung tinggi, sekalipun dalam masa panen. Ia optimistis jika teknologi tersebut dapat segera diterapkan, maka produksi cabai akan tetap stabil sesuai kebutuhan masyarakat.

Belakangan ini, harga cabai memang tengah meroket tajam. Saat ini harga cabai keriting di pasaran rata-rata di atas Rp65 ribu perkilogramnya.. Bahkan di beberapa daerah harga cabai melonjak hingga di atas Rp75 ribu perkilogramnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Walikota Bogor Sosialisasikan Gerakan Sehari Kerja Tanpa Mobil Dinas

Jakarta, Aktual.co —Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menumpang angkutan kota untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Ketiga Jejaring Kerja Riset Rendah Karbon Asia, Senin (24/11) yang merupakan hari pertama Gerakan Sehari Kerja Tanpa Mobil Dinas.

Wali Kota berangkat dengan menumpang angkot Jurusan Warung Nangka-Ramayandari Balai Kota sekitar pukul 09.00 WIB bersama ajudan, sejumlah staf protokoler dan keamanan dari DLLAJ ke lokasi acara di Hotel Aston.

Sebelumnya, Bima Arya dan Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat memulai bekerja dengan menggunakan sepeda menuju Balai Kota.

Aksi ini dilakukan Bima Arya dalam mengawali Gerakan Sehari Tanpa Mobil Dinas atau Kendaraan Pribadi yang dicanangkannya untuk dilaksanakan aparatur Pemerintah Kota Bogor setiap hari Senin.

Bima melanjutkan perjalanan dari turun angkot menuju Hotel Aston yang berada di kawasan BNR. Untuk mencapai lokasi, Wali Kota Bogor tersebut menggunakan sarana ojek yang mangkal di Simpang BNR.

Menurut Bima, gerakat tersebut selain untuk membudayakan naik angkot, juga untuk mengurangi kemacetan, menekan polusi dan mengefisienkan penggunaan bahan bakar minyak.

“Kita baru memulai gerakan ini, dan semoga bisa berkelanjutan. Dengan gerakan ini, Kota Bogor berupaya untuk mendukung pembangunan rendah korban yang diserukan dalam pertemuan tahunan LoCARNet,” kata Bima Arya saat membuka Pertemuan Tahunan Ketiga Jejaring Kerja Riset Rendah Karbon Asia (LoCARNet, Kow Carbon Asia Research Network).

Selain Wali Kota, aksi naik angkot juga dilakukan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang menggunakan trasportasi publik dari rumahnya di kawasan Bantar Jati menuju Balai Kota.

Menurut Usmar, selama naik angkot ia dapat berinteraksi langsung kepada masyarakat, menanyakan apa saja yang dihadapai masyarakat seperti ongkos, atau situasi arus lalu lintas.

“Tidak ada masalah naik angkot, hari ini saya bisa berdialog langsung dengan masyarakat. Saya tanya apakah kenaikan tarif angkot memberatkan, beberapa ada yang bilang mau bagaimana lagi, kalau berat yang sudah resiko karena kenaikan BBM,” kata Usmar.

Aksi naik angkot juga dilakukan oleh sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor khususnya yang bertugas di komplek Balai Kota. Sebagian lagi ada yang memilih naik sepeda.

Gerakan ini membuat arus lalu lintas di sekitar jalan Juanda terutama menuju Balai Kota menjadi agak lancar. Begitu juga suasana parkir dan Balai Kota tidak lagi dipadati oleh kendaraan baik motor dan mobil yang parkir.

Selama satu hari ini, seluruh kegiatan Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, pejabat serta pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota Bogor menggunakan angkutan umum, terkecuali untuk petugas Satpol PP dan DLLAJ yang diperbolehkan menggunakan kendaraan operasional.

“Ngangkot” merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat terutama kalangan muda untuk menyebutkan pengguna angkutan kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemda di NTT Tunggak Listrik Rp1,694 Miliar

Kupang, Aktual.co — Hingga 24 November 2014, pemerintah daerah (Pemda) di NTT baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menunggak rekening listrik sebesar Rp1, 694 miliar lebih.

Hanya dua kabupaten yang tidak ada daftar tunggakan yakni Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.

Demikian rekapitulasi tunggakan rekening listrik pelanggan umum dan Pemda di NTT yang dikeluarkan PLN Wilayah NTT dan ditandatangani Manager Bidang Niaga, Rino G. Hutasoit. Rekapitulasi tersebut diterima media ini, Senin (24/11).

Rino merincikan, tunggakan rekening listrik sebesar Rp1, 694 miliar lebih itu terdiri dari, Provinsi NTT sebesar Rp 101, 5 juta lebih. Kota Kupang Rp 820, 7 juta lebih, Kabupaten Kupang Rp 103, 3 juta lebih. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Rp 143, 6 juta lebih, Timor Tengah Utara (TTU) Rp 38, 4 juta lebih, Belu Rp 147, 8 juta lebih. Alor Rp 9, 5 juta lebih. Rote Ndao Rp 78, 1 juta lebih.

Selain itu, Kabupaten Ende Rp 1, 8 juta lebih, Ngada Rp 16, 6 juta lebih. Manggarai Rp 34, 1 juta lebih, Manggarai Barat Rp 7, 1 juta lebih. Sikka Rp 78, 1 juta lebih, Flores Timur Rp 13, 6 juta lebih. Lembata Rp 51, 2 juta lebih, dan Sumba Barat Rp 48, 6 juta lebih.

Rino mengatakan, jumlah tunggakan ini menurun bila dibandingkan dengan posisi pada 21 November 2014 yang mencapai Rp2, 173 miliar lebih. Sesuai rekapitulasi, jumlah pelanggan pemda yang terdata sebanyak 1. 228 pelanggan.

“Pelanggan Pemda tersebut, dilayani PT PLN unit/area Kupang, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Area  Sumba,” katanya.

Selain tunggakan Pemda, lanjut Rino, tunggakan juga berasal dari pelanggan umum. Dengan jumlah 419. 515 pelanggan umum, nilai tunggakan sebesar Rp30, 828 miliar lebih. Sehingga jumlah tunggakan rekening listrik, baik Pemda maupun pelanggan umum sebesar Rp32, 5 miliar lebih.

Artikel ini ditulis oleh:

Lagu Perangi Ebola Puncaki Tangga Lagu Inggris

Jakarta, Aktual.co — Versi lagu terbaru band Aid 30 ‘Do They Know it’sChristmas’ yang dibuat untuk mengumpulkan dana bagi upaya memerangi penyebaranpenyakit Ebola di Afrika langsung menduduki puncak tangga lagu Inggris, padaMinggu (23/11) kemarin, kata Official Charts Company.

 

Lagu tersebut terinspirasi dari lagu selebritiberjudul sama dengan lirik berbeda yang direkam tahun 1984 dan berhasilmengumpulkan dana jutaan poundsterling untuk upaya memerangi kelaparan diAfrika. Bob Geldof, mantan vokalis dari band rock Irlandia Boomtown Rats,membantu pembuatan lagu ‘Do They Know its Christmas’ versi baru dan lamatersebut.

 

Lagu versi baru, yang terjual lebih dari 200 ribukopi minggu lalu dan menjadi single yang paling cepat terjual tahun ini telahmenuai kritik dari beberapa warga Afrika dan artis rekaman yang lain yangmenyebut lagu penggalangan dana itu merendahkan dan memanfaatkan mitos tentangkemalangan di benua Afrika.

 

Para penyelenggara penggalangan dana lewat lagu itumembantah komentar tersebut dan mengatakan lagu itu akan menggalang sebanyakmungkin dana yang sangat dibutuhkan untuk melawan Ebola. Mereka menyebut laguitu telah menghasilkan satu juta poundsterling dalam hitungan menitpeluncurannya.

 

Untuk diketahui, lagu ‘Do They Know its Christmas’versi Band Aid 30 menggeser kedudukan juara pekan lalu, versi selebriti darilagu ‘Wake Me Up’ karya Avicii ke posisi ketujuh. Lagu “Wake Me Up”versi selebriti ditujukan untuk penggalangan dana program bantuan amal ‘Childrenin Need’.

 

Sementara itu, tangga album Inggris, album milik boybandOne Direction berjudul ‘Four’ yang baru dirilis menduduki posisi pertama danmenggeser album baru grup rock progresif Inggris Pink Floyd ‘The Endless River’ke tempat keempat. (ANTARA).

Artikel ini ditulis oleh:

Permasalahkan UMK Bekasi dan Sukabumi, Buruh Kecam Dirjen PHI

Jakarta, Aktual.co —Buruh DKI Jakarta dan sekitarnya mengecam sikap dan pernyataan Dirjen PHI (Pembinaan Hubungan Industrial) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Irianto Simbolon terkait kenaikan upah minimum.
Di mana Irianto mempermasalahkan Upah Minimum Kota di Kota Bekasi dan Sukabumi yang dianggapnya naik cukup tinggi.
“Kami sangat kecewa dan mengecam sikap Irianto Simbolon,” kata Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi di Jakarta, Senin (24/11).
Karena sikap itu dianggap merupakan sikap pejabat pemerintahan yang sama sekali tidak pro kaum buruh. 
Selain itu juga KSPI menduga pernyataan sikapnya itu merupakan bagian dari jaringan pengusaha hitam yang ingin melanggengkan kebijakan upah murah di Indonesia.
“Atas pernyataan itu kami akan terus melakukan perlawanan dan penolakan atas penetapan upah murah dan juga menolak atas kenaikkan harga BBM saat ini,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, KSPI yang mewakili para buruh meminta agar pemerintah dan DPR RI melakukan revisi terhadap aturan Permenaker No 12 Tahun 2013 Tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item.
Bukan itu saja para buruh juga akan kembali melakukan aksi yang diperkirakan akan dilakukan pada Rabu (26/11) dengan lokasi di gedung DPR RI dan Kemenakertrans RI.
Dalam aksi damai itu akan turun ke jalan sekitar 10 ribu massa yang semuanya para buruh dari wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Tangerang dan Serang.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia juga menyatakan upah minimum yang ada di Indonesia saat ini harus naik 30 persen dari tahun-tahun sebelumnya.
“Upah minimum untuk para buruh di Indonesia saat ini kami nilai rendah apabila dibandingkan dengan negara lainnya,” tuturnya.
Untuk itu KSPI menuntut agar pemerintah mengambil langkah serius guna menaikkan upah minimum 2015 nantinya sebesar 30 persen. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan upah dengan negara lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

ABG Pelaku Tindak Perampasan Sepeda Motor Diringkus Polisi

Semarang, Aktual.co — Kepolisian Sektor Tembalang Semarang berhasil meringkus lima remaja pelaku aksi perampasan sepeda motor yang disertai aksi kekerasan di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Mereka ditangkap tak lama setelah melakukan aksi perampasan di Jalan Godang Raya no 2, Jumat (14/11) lalu.

Kelima tersangka yakni, Lintang Fajri Angga Wijaya (20), warga jalan Pucang Adi XII no 4 Semarang, Andrianto (22), warga Mranggen, Wahyu Kkurniawan (21) warga Pucang Asri Semarang, serta RAP (16) warga Pedurungan dan RA (18) warga Mranggen, Demak.

“Kami sudah beraksi di 13 lokasi berbeda. Hasilnya berupa ponsel dan motor langsung kami jual,” tutur Lintang, mantan residivis dengan kasus serupa di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/11).

Lintang Fajri mengaku menjadi otak perampokan diberbagai lokasi kejadian. Dirinya beralasan tidak memiliki uang untuk membeli minuman keras.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono mengatakan, kelima tersangka merupakan target yang sudah lama diincar pihak kepolisian. Komplotan tersebut merupakan kelompok yang selalu membuat resah warga Semarang.

“Saat beraksi, beberapa dari mereka menggunakan pisau dapur untuk mengancam korbannya. Otak perampasan merupakan residivis dan pernah ditahan karena kasus serupa, ” ujarnya, di Mapolrestabes Semarang.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, dua buah ponsel dan satu unit motor jupiter Z bernopol H 2014 HH berhasil diamankan dari tangan pelaku.

“Mereka akan dikenakan dengan pasal 365 atau 368  KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun penjara,” tandas mantan Kabidhumas Polda Jateng tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, sebut Kapolrestabes, pernah diketahui mereka juga pernah menyatroni sebuah warung di jalan Timoho Barat Semarang pada Minggu 5 Oktober 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain