5 April 2026
Beranda blog Halaman 41870

Pengamat: Mestinya Jaksa Agung Bukan dari Kalangan Parpol

Jakarta, Aktual.co — Selebihnya, posisi Jaksa Agung mutlak menjadi hak Presiden  Joko Widodo untuk memilih siapa yang ingin dia tunjuk untuk menakhodai ‘Gedung Bundar’. Sepanjang tidak merangkap jabatan-jabatan yang ditentukan di Pasal 21, sosok tersebut dapat dipilih sebagai Jaksa Agung.
Namun, pada kenyataanya Presiden Joko Widodo tetap melantik untuk menjadikan HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung yang memiliki latar belakang Politikus asal Partai Nasdem.
Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Nusa Cendana Kupang Johanes Tuba Helan berpendapat, jabatan Jaksa Agung mestinya bukan figur yang berasal dari partai politik agar lebih netral dalam melaksanakan tugas.
“Menurut saya, jabatan penegak hukum mestinya tidak berasal dari unsur partai politik agar lebih independen dalam melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum di Tanah Air. Kalau dari unsur parpol sudah pasti tidak bisa independen,” kata Johanes Tuba Helan, di Kupang, Senin (24/11).
Mantan Kepala Ombudsman Perwakilan NTT-NTB itu mengatakan, meski pun Prasetyo mundur dari Partai Nasdem setelah ditunjuk menjadi Jaksa Agung, tetapi tetap saja ada hubungan emosional dengan orang partai, terutama partai asal Nasdem.
Kondisi ini tentu secara otomatis akan berpengaruh pada penegakan hukum, apalagi bila ada orang partai yang terlibat dalam kasus-kasus hukum. “Saya yakin, kalau ada orang partai yang terlibat masalah hukum, maka Jaksa Agung tidak mungkin membiarkan.”
Hanya saja, pengangkatan Jaksa Agung merupakan hak prerogatif presiden sehingga harus dihormati. “Tugas bersama kita adalah bagaimana mengawal proses penegakakan hukum di tanah air agar bisa berjalan sesuai harapan,” katanya.
Masyarakat, kata dia, jangan segan-segan untuk melakukan kontrol dan mengeritik jika mengetahui adanya proses hukum yang tidak sesuai dengan aturan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bambang Nilai Kartu Sakti ‘Sogokan’ Pemerintah Kepada Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Pemberian kartu sakti oleh pemerintahan Jokowi-JK dinilai sebagai bentuk “sogokan” kepada rakyat Indonesia, terkait penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Sebab, kata dia, selain tidak melalui persetujuan DPR, kartu-kartu yang dibanggakan Jokowi itu mulai menuai masalah di masyarakat. Salah satunya, tidak meratanya pembagian kartu tersebut.

“Pemerintah mencoba ‘menyuap’ beberapa rakyat dari total rakyat Indonesia, tetapi yang menderita ratusan juta hanya puluhan juta yang di ‘sogok’ oleh pemerintah melalui kartu itu,” kata dia kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (24/11).

Oleh karena itu, kata dia, DPR akan mempertanyakan kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi.

“Kami yakin solid, akan menggunakan hak itu ke pemerintah untuk dapat menjelaskan dengan gamblang dan masuk akal,” kata wakil bendahara umum Partai Golkar itu.

Bambang mengatakan, siang ini fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih akan gelar rapat untuk menyiapkan argumentasi interpelasi. Setelah itu, dalam waktu sehari dua hari ini, pengumpulan dukungan untuk interpelasi akan digalang.

“Golkar 90, Gerindra 73 belum partai yang lain. Kita yakin lebih dari jumlah dukungan minimal 25 dan lebih dari satu fraksi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BPBD DKI: Jakarta Bakal Dikepung Banjir

Jakarta, Aktual.co — Banjir di wilayah Jakarta yang beberapa waktu lalu terjadi kemungkinan akan terulang lagi karena masih adanya curah hujan di wilayah ini dan sekitarnya.
“Kemungkinan banjir tetap ada karena di samping curah hujan di Jakarta sendiri juga dipengaruhi oleh curah hujan di sekitar Jakarta,” kata Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Endang Achadiat di Jakarta, Senin (24/11).
Ia mengimbau agar masyarakat selalu waspada diri dengan kemungkinan adanya banjir tersebut terutama warga yang berada di pemukiman dataran rendah.
Selain itu masyarakat sendiri juga harus bisa berbuat dengan melakukan pengurangan resiko bencana banjir untuk kepentingan bersama.
Dikatakannya, masyarakat harus melakukan perbaikan saluran-saluran kecil di sekitar rumah, pengelolaan sampah perorangan dan melindungi barang-barang dan dokumen berharga sewaktu-waktu bisa diangkat bila banjir datang.
Bukan itu saja, Endang juga mengatakan, masyarakat atau warga yang wilayah pemukimannya sering terkena banjir agar waspada dan bertindak apabila sudah terima peringatan dini dari BPBD via SMS.
“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kejadian banjir di wilayah ini dan terus menyiagakan petugas di lapangan untuk cepat tanggap melakukan evakuasi apabila bencana banjir kembali datang,” tuturnya.
Endang terus mengatakan saat ini sejumlah pengungsi yang beberapa waktu lalu pemukimannya terkena banjir di wilayah Jakarta Selatan dan Timur, sekarang ini sudah kembali ke rumah masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kader NU Dukung Pemakaman Masal Tragedi 1965 Semarang

Semarang, Aktual.co — Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) mendukung rencana pemakaman ulang para korban Tragedi 1965/1966 yang terdapat di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Menurutnya, pemakaman ulang sebagai bentuk rasa kemanusiaan tidak memandang siapa yang menjadi korban dan agama yang dianut.

”Pemakaman ulang adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan, karena zaman sudah semakin terbuka. Rekonsiliasi dibutuhkan untuk saling memaafkan,” ujar kader muda NU Jateng, Ahmad Dimyati, Senin (24/11).

Dia menekankan, sebelum dilakukan pembongkaran, masyarakat harus diberikan pemahaman mendasar supaya tak salah persepsi. ”Semua pihak terkait harus dilibatkan dalam hal ini,” kata Dimyati.

Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) Semarang, Tedi Kholiludin, mengatakan, rekonsiliasi seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab sekelompok orang yang peduli, tapi pemerintah pun harus ikut ambil bagian dalam kerja kemanusiaan itu. ”Negara sudah semestinya memberikan pengertian kepada masyarakat atas hal yang selama ini tidak benar,” kata Tedi.

Dia mengatakan, stigma anggota/simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dicitrakan telah melakukan praktik kejahatan kemanusiaan sehingga bisa dibinasakan, nyatanya masih terus membayangi sebagian besar masyarakat di era sekarang.

Pemakaman ulang, menurut Tedi, justru dapat mempertebal rasa persatuan di tengah masyarakat karena semakin banyak orang tahu pada ideologi bangsa. Selama ini, NU dan Partai Komunis Indonesia (PKI) sering dilihat sebagai kelompok yang saling bertentangan.

”Banyak kiai yang telah melakukan rekonsiliasi kultural dan membuka pemahaman baru. Proses untuk melakukan edukasi itu sudah berlangsung lama. Sekarang, secara teknis pemerintah perlu melibatkan tokoh masyarakat dan melalui pembelajaran di sekolah, sehingga kerja ini tidak semata kerja kemanusiaan sekelompok orang semata,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Dorong BUMN Lakukan Efisiensi

Jakarta, Aktual.co — Pasca menaikan Harga BBM bersubsidi, Pemerintah meminta agar seluruh pegawai termasuk direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan langkah efisiensi.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa direksi BUMN harus melakukan efisiensi-efisiensi dari hal yang lain. Seperti jika ada pertemuan di luar kota, selain harus menggunakan pesawat kelas ekonomi, juga dianjurkan untuk tidak menginap di hotel melainkan di wisma.

“Kalau sekarang mau ada pertemuan-pertemuan tidak lagi di hotel, kita buatnya hanya di kantor. Kalau mereka ke daerah, tetap menggunakan wisma. Kalau ada mes, ya bisa tinggal di situ,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/11).

Lebih lanjut, Rini juga menghimbau untuk BUMN yang bergerak di sektor industri, agar efisiensi ditingkatkan. Sehingga harga jual barang yang diproduksi tidak naik pasca kenaikan harga BBM subsidi.

“Kita harus mencoba agar efisien. Pokoknya beri harga jangan sampai naik dan membebani rakyat. Kita tekankan sekarang, ke depannya adalah melihat semua apakah kita sudah cukup melakukan efisiensi atau belum. Kalau belum kita harus tingkatkan. Apapun yang bisa kita lalukan kita lakukan dan tingkatkan,” ungkap Rini.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dwikorita Karnawati Resmi Dilantik Sebagai Rektor Baru UGM

Jakarta, Aktual.co —Prof Dwikorita Karnawati akhirnya secara resmi menjabat sebagai Rektor baru UGM periode 2014-2017 menggantikan rektor sebelumnya Pratikno yang menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Pelantikan dilakukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) di Balai Senat UGM Senin (24/11/2014) pagi.

Dalam pidato pelantikanya, Dwikorita Karnawati mengaku akan meneruskan visi dan misi rektor sebelumnya Pratikno. Salah satu hal yang menjadi prioritasnya adalah melakukan mapping atau pemetaan penelitian di UGM. Selain itu ia juga mengaku akan memprioritaskan hilirisasi hasil-hasil penelitian tersebut kepada masyarakat, industri dan pemerintah.

“Kita akan mencoba merombak budaya penelitian saat ini. Yakni dengan melakukan mapping penelitian. Penelitian mestinya jangan sesukanya saja. Tapi diarahkan pada kebutuhan publik atau market (pasar) yakni masyarakat, industri maupun pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dwikorita juga menyampaikan dirinya bersama seluruh elemen di UGM akan berusaha mempertahankan UGM sebagai universitas pancasila, univeristas kerakyatan dan universitas nasional dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang berakar pada kemajemukan bangsa.

“Perubahan kementrian yang kini menjadi Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi juga menjadi peluang sangat baik,” katanya.

Sebelum menjadi Rektor, Dwikorita sendiri sebelumnya menjabat Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM Yogyakarta. Dia merupakan rektor pertama perempuan di UGM Yogyakarta. “Menjadi rektor bukan tujuan, tapi ini amanat yang harus diemban,” ujarnya.

Selain dihadiri sejumlah civitas UGM, pelantikan tersebut juga nampak sejumlah pejabat di DIY seperti Kapolda DIY Brigjen Pol Oerip Soebagyo, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Sabrar Fadillah, hingga Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang merupakan anggota Majelis Wali Amanat UGM.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain