7 April 2026
Beranda blog Halaman 41883

Tak Dilibatkan Dalam Seleksi Jaksa Agung, KPK: Tidak Wajib

Jakarta, Aktual.co — HM Prasetyo yang merupakan Politikus asal Partai Nasdem menjadi Jaksa Agung ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Basrief Arif.
Memunculnya nama Prasetyo dianggap  bakal mempengaruhi institusi tersebut dalam menegakkan keadilan. Hal tersebut pun banyak keraguan di kalangan masyarakat menyangkut prospek penegakan hukum pada era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Belum lagi, Presiden Jokowi menunjuk HM Prasetyo tak seperti menunjuk para menterinya yang saat ini telah menduduki kursi menteri di Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Jokowi.
Jika sebelumnya melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penujukan menterinya di Kabinet Kerja. Namun dalam menempatkan posisi stategis bagi Prasetyo itu pun tak melibatkan lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad cs itu.
Namun demikian, Juru Bicara sekaligus Deputi Bidang Pencegahan KPK Johan Budi menyebut, dalam pengangkatan Prasetyo menjadi Jaksa Agung lembaganya memang tidak diminta oleh Jokowi. Karena hal tersebut merupakan hak preogratif Presiden dalam memilih pembantunya.
“Kalau mengenai Jaksa Agung, KPK memang tidak dimintakan pendapat dan itu memang bukan kewajiban,” kata Johan Budi di gedung KPK, Senin (24/11).
Johan juga mengatakan, sah-sah saja Jokowi tidak meminta pendapat dalam memilih menteri ataupun Jaksa Agung karena itu merupakan hak prerogratif Jokowi sebagai presiden.
“Itu kan hak prerogratif ada di Presiden Jokowi, kami tidak dilibatkan, dan itu memang bukan kewajiban KPK.”
Meskipun demikian menurut Johan Budi, KPK akan bersedia jika dimintai pendapat oleh Jokowi dan akan memberikan rekam jejak catatan yang bersangkutan.
“Kemarin pak Jokowi minta pendapat KPK dan PPATK, dan KPK berikan catatan tentang kabinet kemarin,” kata dia. 
Laporan: Acep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Surat Pelarangan, Ketua DPR Harus Bersikap Tegas

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI Setya Novanto diminta untuk segera mengambil sikap tegas  terkait sejumlah surat larangan yang dilayangkan kabinet Jokowi-JK untuk tidak menghadiri sejumlah rapat dengan komisi selaku mitra kerja pemerintah.
Demikian disampaikan Politisi Partai Gerindra Martin Hutabarat kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (24/11).
“Coba tanya ketua DPR itu, kalau anggota kau tanya komentarnya beda-beda, yang paling baik menjawab itu Setya Novanto dia harus jawab dan dia harus bicara, jangan diam-diam saja,” ucap dia.
“Jangan terlalu banyak pertanyaan itu kepada anggota, ketua DPR yang harus bicara, dia harus bicara soal ini kepada presiden,” tambahnya.
Menurut dia, tidak hanya komisi VI saja yang tidak dihadiri oleh mitra kerjanya, seperti Kementerian BUMN, di komisi III yang bergerak di bidang hukum pun juga mengalami hal serupa.
“Tidak hanya komisi VI, kapolri di komisi III saja tidak datang, menkumham tidak datang, di komisi lain juga tidak ada yang datang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, sambung dia, sebaiknya Setya Novanto selaku ketua DPR yang bicara.
“Jangan biarkan semua anggota DPR ini bicara karena itu kapasitasnya, itu gunanya dia jadi ketua,” tandasnya.
Seperti diketahui,  pelarangan ini tertuang dalam Surat Edaran bernomor SE-12/Seskab/XI/2014 dan bertanggal 4 November 2014. Surat itu ditandatangani oleh Seskab Andi Widjajanto dan ditujukan ke Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan, Kepala BIN, dan Plt Jaksa Agung. Surat Edaran ini beredar di kalangan jurnalis.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Keunikan Otak Wanita

Jakarta, Aktual.co — Wanita dan pria diciptakan berbeda. Dari naluri, pemikiran (insting) maupunkarekternya dalam keseharian. Namun meski berbeda, keduanya saling melengkapisatu sama lain. Ahli syaraf dan psikiatri, Dr. Louann Brizendine dariUniversity of California, membeberkan berupa fakta terkait otak laki-laki danperempuan.

Keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Apa saja keunikan yangdimiliki oleh otak wanita dibandingkan pria? Disini kami akan jelaskan.

1. Intuisi kuat
Insting seorang ibu terhadap anak-anaknya adalah bukti bahwa wanita memilikiikatan batin yang cukup kuat. Dan, itu tercipta sejak buah hatinya berada dalamkandungan. Selain itu, perempuan juga lebih mudah membaca ‘sinyal’ melaluibahasa tubuh atau petunjuk nonverbal, yang lazimnya tidak dimiliki olehlaki-laki.  

2. Lebih tenang dan sabar
Pada minggu kedelapan saat masa kehamilan, hormon progesterone melonjak hingga30 kali lipat. Kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil lebih tenang danpenyabar. Berdasarkan penelitian dari American Journal of Neuroradiology, otakwanita menciut sebesar empat persen selama masa kehamilan. Setelah melahirkan,otak wanita pun mengalami perubahan, yaitu terbentuknya hormon-hormon yangmemperkuat intuisi sebagai ikatan batin bersama sang jabang bayi.

3. Berubah sesuai siklus menstruasi.
Wanita setiap bulan menpunyai siklus yang dikenal dengan menstruasi. Mulai darimasa subur, pra-menstruasi, menstruasi, pasca-menstruasi, hingga akhirnyakembali ke masa subur. Di setiap fase siklus itu, wanita memproduksi hormonyang terus berubah-ubah seacara konstan, hingga mempengaruhi kinerja otak,energi, sensitivitas, bahkan penampilan.
Coba perhatikan wanita pasca sepuluh hari menstruasi. Perempuan dewasa akan terlihatlebih fresh, cantik bahkan energik. Hal ini disebabkan, usai haid para wanitabersiap diri menyambut masa subur. Sepekan kemudian sifatnya berubah lagi.Yaitu, memiliki hobi suka meringkuk di tempat tidur sambil membaca buku ataumenyeruput teh hangat. Saat itulah hormon progesterone perlahan-lahan berkurangdan membuat wanita ingin merasa tenang tanpa gangguan.

4. Gairah bercinta
Dalam urusan ranjang, otak pria dan wanita juga bereaksi secara berbeda. Bilapria lebih mudah ‘turn on’, maka wanita sebaliknya. Kaum hawa lebih mudah ‘turnoff’ alias cepat kehilangan gairah dalam bercinta. Dalam satu waktu, wanitabisa menolak melakukan hubungan badan hanya karena hal-hal kecil dan sepeleseperti suasangan udara kamar terlalu dingin, menonton sinetron. Atau alasanklasik seperti sedang tidak mood.

5. Rasa sakit berbeda
Dalam sebuah penelitian terbaru yang berlangsung selama 10 tahun, menyatakan bahwaotak pria dan wanita merespon rasa sakit dan takut secara berbeda. Terbukti,wanita lebih sensitif dalam merespon keduanya. Itulah mengapa wanita lebihmudah stres. Lantaran saat dihinggapi masalah, perempuan cenderungmemikirkannya secara berlebihan.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Kaji Dugaan Penculikan Sultan Ternate

Jakarta, Aktual.co —Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kalau Sultan Ternate ke-48 Mudaffar Sjah (80) menjadi korban penculikan.  “Kita masih kaji laporan dugaan penculikan itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/11).
Dikatakan Wahyu peristiwa hilangnya Sultan tersebut bermula saat yang bersangkutan berada di rumah istri keempatnya yang saat itu tengah dirundung sakit.
Akan tetapi saat dirumah tersebut, Mudaffar didatangi orang lain yang mengaku sebagai keluarga dan memaksa membawanya ke rumah sakit.
“Jadi penculikan itu karena korban diambil paksa. Makanya istrinya lapor ke kami,” ujarnya.
Lebih lanjut Wahyu mengatakan kalau saat ini yang bersangkutan terbaring di rumah sakit menjalani perawatan. Namun polisi masih belum mendapat keterangan mengenai dugaan penculikan tersebut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Andi Arief: Wajar DPR Lakukan Interpelasi Terhadap Jokowi

Jakarta, Aktual.co —  Penggunaan hak interpelasi wajar dilakukan karena Parlemen sama sekali tidak diajak bicara dalam kenaikan BBM tersebut.
Demikian disampaikan mantan staf khusus Presiden, Andi Arief, di Jakarta, Senin (24/11)  
Menurut dia, kenaikkan harga bahan bakar minyak tak sebanding apa yang diterima oleh rakyat nantinya.
“Kenaikan harga BBM dan dampak yang dihasilkannya adalah tantangan nyata di depan mata walaupun ledakan akibat kenaikan harga BBM saat ini belum terlihat,” kata Andi Arief.
Oleh karena itu, pencitcol alias pencitraan colongan sudah harus selesai dilakukan Jokowi. “Ini bukan jaman kampanye. Ini jaman bekerja yang sungguh-sungguh,” demikian Andi Arief.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkumham Kembali Tak Hadiri RDPU dengan Komisi III DPR RI

Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Hamonangan Laoly melayangkan surat ketidakhadirannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, terkait seleksi pimpinan KPK.
Ketidakhadirannya, lataran Laoly sedang mengikuti rapat kerja kabinet bersama Presiden Jokowi, di Istana Negara.
“Menkumham tidak dapat hadir karena rapat kerja kabinet,” ucap Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin, saat memimpin rapat, di Komisi III DPR, Jakarta, Senin (24/11).
Aziz pun mengatakan, jika pihaknya akan kembali memanggil pemerintah melalui Menkumham selaku mitra dengan agenda yang sama.
“Mengingat waktu yang begitu mepet Kami akan mengundang kembali saudara menteri atau mengabaikan saudara menteri,” jelasnya.
Untuk diketahui, Komisi III DPR RI membahas seleksi pimpinan KPK, yaang dihadiri oleh panitia seleksi pimpinan dan dari unsur pimpinan DPD RI.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain