9 April 2026
Beranda blog Halaman 41897

Hindari Penyakit Mulut dengan Cara Ini

Jakarta, Aktual.co —Anda hobi makan cemilan berupa permen atau cokelat?. Dr Sameer Patel, ahli kesehatan sekaligus Direktur rumah sakit dari Inggris , mengatakan, bahwa penyakit gigi atau gusi meskipun kecil jangan dianggap remeh. Hal itu bisa menjadi tanda serius dalam kesehatan tubuh manusia.

Disini kami akan menerangkan kepada Anda terkait tanda-tanda tersebut. Anda harus memeriksakan secara rutin penyakit mulut itu ke dokter gigi atau berkonsultasi dengan pakar kesehatan, demikian dilansir dari dailymail.

1. Gigi kuning
Sejumlah obat mampu untuk menghilangkan gigi kuning. Misalnya, antibiotik seperti, tetrasiklin, yang sering dipakai untuk menghilangkan jerawat. Larutan kumur khusus tersebut digunakan untuk mengobati penyakit gusi. Selain itu, cara terbaik untuk mengobati gigi kuning yakni dengan menggunakan pemutih gigi (whitening). Namun demikian, sebenarnya pasta gigi pemutih hanya mampu menghapus noda dangkal, tapi tidak akan berdampak di warna permukaan yang ada pada gigi.

2. Bisul atau luka terbuka
Saat ada luka terbuka yang terdapat di sekitar mulut dan tidak hilang dalam satu atau dua minggu, disarankan Anda segera memeriksakan ke dokter gigi. Meskipun itu hal yang biasa Anda temui, tetapi kasus itu bisa berpengaruh terhadap kekebalan tubuh kita. Anda harus waspada terhadap luka di dalam area mulut. Lebih dari 30 ribu orang didiagnosa terkena kanker mulut setiap tahunnya. Mayoritas mereka berusia lebih dari 60 tahun. Jika Anda seorang perokok berat, kemungkinan besar Anda bisa terkena.

3. Bau mulut
Anda sudah mencoba menyikat gigi dan lidah secara teratur menggunakan penyegar nafas untuk menghilangkan bau mulut? Ya, bau mulut merupakan gejala serius yang berasal dari tubuh. Dan, jika tidak diobati, akan menimbulkan gangguan pencernaan atau lambung. Bau mulut biasa diidap oleh peminum alkohol (alkoholik).

4. Mulut kering
Mulut kering sering timbul karena dehidrasi atau faktor-faktor lain seperti suka mengonsumsi alkohol serta merokok. Berkurangnya air liur di dalam tubuh merupakan gejala awal diabetes. Mulut kering menyebabkan pembuluh darah di kelenjar ludah menebal dan memperlambat produksi alami air liur. Hal itu dapat membuat gusi rentan terhadap infeksi dan gejala lainnya. Termasuk haus yang berlebihan, kesemutan di tangan dan kaki, sering buang air kecil serta penglihatan yang berkurang. Pastikan Anda mengunjungi dokter umum setempat, bila Anda mengalami gejala tersebut.

5. Radang gusi atau gusi berdarah
Survei di Inggris menyatakan, bahwa setengah dari seluruh orang dewasa di Negeri Ratu Elizabeth mengidap penyakit radang gusi atau gusi berdarah. Jika tidak segera diobati, radang gusi (yang disebut periodontitis, red) ini bisa mempengaruhi organ lain di dalam tubuh. Hal itu dapat menyebabkan tulang rahang Anda membusuk serta ruang-ruang kecil di sekitar gusi dan gigi terbuka lebar. Pada akhirnya, gigi Anda menjadi longgar dan rontok. Solusinya, sikatlah gigi secara teratur dan mengganti sikat setiap tiga bulan sekali. Atau Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gigi terdekat.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi akan “Berkeluh kesah” dengan Kepala Daerah

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo akan menitikberatkan pada rencana program pembangunan daerah, skala prioritas dan kendala serta usulan dari setiap provinsi. 
Rencananya, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan gubernur-gubernur se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat (24/11) untuk melakukan diskusi tentang program ini.
Ini sebagai kelanjutan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang diadakan Kemendagri di Istana Negara dan Aula Kemendagri beberapa waktu lalu.
“Bedanya dalam pertemuan ini dikemas secara informal,” ungkap Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.
Tjahjo mangatakan dalam pertemuan ini Presiden juga akan memberikan arahan kebijakkan nasionalnya di daerah. Dalam pertemua ini Presiden ditemani oleh menteri-menteri Koordinator, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kepala Bappenas, dan Sekretaris Kabinet.
Pertemuan ini memberikan kesempatan sejumlah kepala daerah akan diberikan kesempatan berbicara kendala mereka. Setelah pertemuan dengan gubernur. Presiden Jokowi akan melaksanakan pertemuan serupa dengan para bupati/wali kota se-Indonesia.
“Pertemuan tersebut untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah dan memotong jalur birokrasi kalau dirasakan masih menjadi kendala,” papar Tjahjo.
Laporan: Meutya

Artikel ini ditulis oleh:

Di Tahun 2015 Jalan di Kawasan Kota Tua Bakal Ditutup

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menutup Jalan Kemukus di kawasan Kota Tua. Penutupan jalan tersebut ditargetkan diberlakukan pada tahun 2015 mendatang.
Penutupan jalan tersebut berkaitan dengan revitalisasi kawasan Kota Tua yang sedang digalakkan pemerintah. Kawasan Kota Tua diharapkan nantinya akan menjadi kawasan sejarah yang merepresentasikan suasana Jakarta saat masa kolonial.
Untuk menunjang hal itu, Pemprov DKI perlu memberikan kesan lalu lintas yang tertib dan teratur. Pemprov DKI berencana untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Kota Tua dengan menutup Jalan Kemukus dan menyiapkan jalur alternatif.
“Saat ini kami sedang memperbaiki jalan-jalan yang akan dijadikan jalur alternatif di seputaran kawasan Kota Tua,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Heru Panatas di Jakarta, Senin (24/11).
Jalan alternatif yang sedang diperbaiki adalah Jalan Kunir, Jalan Kencur, Jalan Lada Dalam dan Jalan Kemukus. Perbaikan jalan-jalan yang bernilai Rp 30 miliar tersebut sudah berjalan 25 persen. Diharapkan akhir tahun ini, perbaikan jalan tersebut akan selesai.
“Nantinya akan ada jalan alternatif yang digunakan sebagai pengalihan arus kendaraan. Yaitu melalui Jalan Kunir hingga pinggiran Kali Besar atau Jalan Lada Dalam yang tembus di jalan antara Bank BNI dan Stasiun Kota Beos,” ujar Heru.
Selain memperbaiki jalan, Dinas PU DKI juga berencana akan membangun jalan underpass yang menghubungkan kawasan Kota Tua di Jakarta Barat dengan kawasan Mangga Dua di Jakarta Utara. “Jalan Kali Ciliwung Anak yang digunakan sebagai jalur alternatif juga akan dibeton,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Selesaikan Konflik TNI, Resep Blusukan Jokowi Ditunggu

Jakarta, Aktual.co — Perhatian seorang presiden dalam rangka untuk menyelesaikan sebuah konflik institusi seperti TNI-Polri dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat terjadinya rekonsiliasi.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jeirry Sumampow menyarankan agar Presiden Jokowi menggunakan kebiasaanya ‘blusukan’ dengan menyambangi barak-barak prajurit baik TNI maupun Polri.
“Bisa saja, sesekali blusukan itu jangan lah ke banjir, gorong-gorong ke rakyat miskin, aparat kepolisian dan TNI perlu dapat perhatian,” kata dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Menurut dia, kunjungan presiden yang dilakukan tanpa protokoler atau mendadak ke para prajurit TNI-Polri untuk mendengarkan keluhan secara dekat, menjadi suatu kebanggaan tersendiri korps masing-masing.
“Saya kira di kedua lembaga ini ada kebanggan jika langsung dikunjungi oleh presiden, karna bagian dari kehormatan korps, jadi perlu juga. Disamping tentu pelaku yang sebelumnya harus ditindak, jangan atas rekonsiliasi tidak ada tindakan yang tegas,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Gubernur Seluruh Indonesia Bakal Bertemu Dengan Presiden

Jakarta, Aktual.co —Presiden RI Joko Widodo berencana akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut dijadwalkan hari ini, Senin (24/11) bertempat di Istana Kepresidenan Bogor.
“Ini pertemuan informal antara Bapak Presiden didampingi beberapa menteri terkait saja, seperti Seskab, Menko, MenPU, Menkeu dan Bappenas,” ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan, Senin (24/11).
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan RI di Medan Merdeka dan juga di Kementerian Dalam Negeri. Agenda pertemuan tersebut adalah menginformasikan mengenai pembangunan yang terjadi di daerahnya masing-masing serta kendala yang dihadapi.
Presiden RI Joko Widodo ingin mendengar langsung informasi dari gubernur mengenai keadaan daerah yang dipimpinnya, sehingga ia dapat langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kendala yang dihadapi daerah tersebut.
“Bapak Presiden Jokowi ingin mendengar masukan-masukan dari masing-masing gubernur  se-Indonesia, mengenai apa skala prioritas pembangunan, apa kendalanya, dan apa yang diusulkan kepada Bapak Presiden dan lain-lain,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Presiden Joko Widodo harus Punya Solusi Damai untuk TNI-Polri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi rencananya akan memanggil Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Panglima Jenderal TNI Moeldoko ke Istana Negara hari ini.
Pemanggilan itu, untuk membahas mengenai konflik yang terjadi antara aparat TNI-Brimob di Batam, Kepulauan  Riau beberapa waktu lalu.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jerry Sumampow mengatakan meski sudah ada solusi dari dua institusi penegak hukum itu terkait perseturuan di Batam, namun presiden perlu mencari akar masalah sebenarnya agar tidak terulang kembali.
“Yang perlu dicari tahu problemnya dimana akar masalahnya, tetapi sejauh yang saya tahu problem antar TNI-Polri ketika reformasi memisahkan dua institusi ini, dengan menempatkan polisi di bawah presiden. Dan ini perlu dikaji apakah memang problem itu akarnya dari sana atau ada faktor lain, sehingga kita tau secara jelas untuk mnyelesaikan persoalan ini,” ucap dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Ketika lebih lanjut ditanyakan, apakah konflik yang terjadi itu sarat dengan kepentingan politik, salah satunya untuk mencitrakan pimpinan dua institusi itu gagal dan segera digantikan dengan elit lainnya? Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI itu mengaku tidak melihat kepentingan politik di sana, melainkan murni adanya gesekan kepentingan lahan bisnis.
“Saya tidak lebih melihat itu (kepentingan politik), tetapi ini konflik soal kepentingan lahan bisnis. Biasanya selama ini kalau ada konflik antara polisi dan tentara itu di cari kepentingan lahan bisnis, dimana yang menjadi areal kekuasaan TNI mana yang Polisi,” bebernya.
“Tapi biasanya yang berkaitan dengan ketertiban masyarkat menjadi kewenangan kepolisian, dan kita tau TNI masih banyak kadang-kadang secara personal bukan institusi masih masuk di wilayah seprti ini sehingga bisa menimbulkan gesekan dengan kepolisian jika sedang menangani kasus. Saya lebih melihat soal ini ketimbang melihat adanya kepentingan politik elit untuk menggusur orang yang tdaak terlalu disukai di posisi tinggi dari dua institusi itu,” tandasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Sutarman dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Senin (24/11).
Pemanggilan terhadap keduanya terkait bentrokan yang terjadi antara TNI dengan Brimob di Batam.
“Senin nanti saya panggil,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain