9 April 2026
Beranda blog Halaman 41898

Di Tahun 2015 Jalan di Kawasan Kota Tua Bakal Ditutup

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menutup Jalan Kemukus di kawasan Kota Tua. Penutupan jalan tersebut ditargetkan diberlakukan pada tahun 2015 mendatang.
Penutupan jalan tersebut berkaitan dengan revitalisasi kawasan Kota Tua yang sedang digalakkan pemerintah. Kawasan Kota Tua diharapkan nantinya akan menjadi kawasan sejarah yang merepresentasikan suasana Jakarta saat masa kolonial.
Untuk menunjang hal itu, Pemprov DKI perlu memberikan kesan lalu lintas yang tertib dan teratur. Pemprov DKI berencana untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Kota Tua dengan menutup Jalan Kemukus dan menyiapkan jalur alternatif.
“Saat ini kami sedang memperbaiki jalan-jalan yang akan dijadikan jalur alternatif di seputaran kawasan Kota Tua,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Heru Panatas di Jakarta, Senin (24/11).
Jalan alternatif yang sedang diperbaiki adalah Jalan Kunir, Jalan Kencur, Jalan Lada Dalam dan Jalan Kemukus. Perbaikan jalan-jalan yang bernilai Rp 30 miliar tersebut sudah berjalan 25 persen. Diharapkan akhir tahun ini, perbaikan jalan tersebut akan selesai.
“Nantinya akan ada jalan alternatif yang digunakan sebagai pengalihan arus kendaraan. Yaitu melalui Jalan Kunir hingga pinggiran Kali Besar atau Jalan Lada Dalam yang tembus di jalan antara Bank BNI dan Stasiun Kota Beos,” ujar Heru.
Selain memperbaiki jalan, Dinas PU DKI juga berencana akan membangun jalan underpass yang menghubungkan kawasan Kota Tua di Jakarta Barat dengan kawasan Mangga Dua di Jakarta Utara. “Jalan Kali Ciliwung Anak yang digunakan sebagai jalur alternatif juga akan dibeton,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Selesaikan Konflik TNI, Resep Blusukan Jokowi Ditunggu

Jakarta, Aktual.co — Perhatian seorang presiden dalam rangka untuk menyelesaikan sebuah konflik institusi seperti TNI-Polri dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat terjadinya rekonsiliasi.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jeirry Sumampow menyarankan agar Presiden Jokowi menggunakan kebiasaanya ‘blusukan’ dengan menyambangi barak-barak prajurit baik TNI maupun Polri.
“Bisa saja, sesekali blusukan itu jangan lah ke banjir, gorong-gorong ke rakyat miskin, aparat kepolisian dan TNI perlu dapat perhatian,” kata dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Menurut dia, kunjungan presiden yang dilakukan tanpa protokoler atau mendadak ke para prajurit TNI-Polri untuk mendengarkan keluhan secara dekat, menjadi suatu kebanggaan tersendiri korps masing-masing.
“Saya kira di kedua lembaga ini ada kebanggan jika langsung dikunjungi oleh presiden, karna bagian dari kehormatan korps, jadi perlu juga. Disamping tentu pelaku yang sebelumnya harus ditindak, jangan atas rekonsiliasi tidak ada tindakan yang tegas,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Gubernur Seluruh Indonesia Bakal Bertemu Dengan Presiden

Jakarta, Aktual.co —Presiden RI Joko Widodo berencana akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut dijadwalkan hari ini, Senin (24/11) bertempat di Istana Kepresidenan Bogor.
“Ini pertemuan informal antara Bapak Presiden didampingi beberapa menteri terkait saja, seperti Seskab, Menko, MenPU, Menkeu dan Bappenas,” ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan, Senin (24/11).
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan RI di Medan Merdeka dan juga di Kementerian Dalam Negeri. Agenda pertemuan tersebut adalah menginformasikan mengenai pembangunan yang terjadi di daerahnya masing-masing serta kendala yang dihadapi.
Presiden RI Joko Widodo ingin mendengar langsung informasi dari gubernur mengenai keadaan daerah yang dipimpinnya, sehingga ia dapat langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kendala yang dihadapi daerah tersebut.
“Bapak Presiden Jokowi ingin mendengar masukan-masukan dari masing-masing gubernur  se-Indonesia, mengenai apa skala prioritas pembangunan, apa kendalanya, dan apa yang diusulkan kepada Bapak Presiden dan lain-lain,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Presiden Joko Widodo harus Punya Solusi Damai untuk TNI-Polri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi rencananya akan memanggil Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Panglima Jenderal TNI Moeldoko ke Istana Negara hari ini.
Pemanggilan itu, untuk membahas mengenai konflik yang terjadi antara aparat TNI-Brimob di Batam, Kepulauan  Riau beberapa waktu lalu.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jerry Sumampow mengatakan meski sudah ada solusi dari dua institusi penegak hukum itu terkait perseturuan di Batam, namun presiden perlu mencari akar masalah sebenarnya agar tidak terulang kembali.
“Yang perlu dicari tahu problemnya dimana akar masalahnya, tetapi sejauh yang saya tahu problem antar TNI-Polri ketika reformasi memisahkan dua institusi ini, dengan menempatkan polisi di bawah presiden. Dan ini perlu dikaji apakah memang problem itu akarnya dari sana atau ada faktor lain, sehingga kita tau secara jelas untuk mnyelesaikan persoalan ini,” ucap dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Ketika lebih lanjut ditanyakan, apakah konflik yang terjadi itu sarat dengan kepentingan politik, salah satunya untuk mencitrakan pimpinan dua institusi itu gagal dan segera digantikan dengan elit lainnya? Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI itu mengaku tidak melihat kepentingan politik di sana, melainkan murni adanya gesekan kepentingan lahan bisnis.
“Saya tidak lebih melihat itu (kepentingan politik), tetapi ini konflik soal kepentingan lahan bisnis. Biasanya selama ini kalau ada konflik antara polisi dan tentara itu di cari kepentingan lahan bisnis, dimana yang menjadi areal kekuasaan TNI mana yang Polisi,” bebernya.
“Tapi biasanya yang berkaitan dengan ketertiban masyarkat menjadi kewenangan kepolisian, dan kita tau TNI masih banyak kadang-kadang secara personal bukan institusi masih masuk di wilayah seprti ini sehingga bisa menimbulkan gesekan dengan kepolisian jika sedang menangani kasus. Saya lebih melihat soal ini ketimbang melihat adanya kepentingan politik elit untuk menggusur orang yang tdaak terlalu disukai di posisi tinggi dari dua institusi itu,” tandasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Sutarman dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Senin (24/11).
Pemanggilan terhadap keduanya terkait bentrokan yang terjadi antara TNI dengan Brimob di Batam.
“Senin nanti saya panggil,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Korban Penembakan di Kalimantan Timur Masih Kritis

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Warga Pulau Pinang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, yang merupakan korban penembakan Hendro (26 tahun) saat ini masih dalam kondisi kritis usai operasi pengangkatan proyektil dari pinggangnya.
Operasi dilakukan di RS Abdul Wahab Sjachranie di Samarinda pada pukul 01.00 Minggu (23/11). Hendro masih dalam perawatan di Ruang Intensive Care Unit.
“Kondisinya belum stabil, tetapi proyektil peluru sudah berhasil dikeluarkan dari pinggangnya,” kata Ardiansyah, paman Hendro, Senin (24/11).
Hendro tertembak pada Sabtu (22/11) sekira pukul 12.00 siang saat bersama dua temannya melintas jalan poros perusahaan perkebunan tersebut. Ed diduga melepaskan tembakan karena menganggap Hendro dan kawan-kawannya adalah pencuri buah sawit.
Namun keterangan lain menyebutkan, Hendro terkena peluru nyasar. Lehernya terserempet dan pinggangnya diterjang timah panas. Namun demikian, peluru nyasar itu juga diduga ditembakkan dari senjata Ed.
Informasi awal dari Ardiansyah malah menyebutkan Hendro dirawat di RS AM Parikesit di Tenggarong. Selain paman dari korban, Ardiansyah adalah Kepala Adat Besar Benuaq di Kecamatan Mook Manar Bulatn di Kutai Barat, lebih kurang tiga jam ke barat dari Kembang Janggut. Ardiansyah juga dikenal sebagai aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Timur.
“Perusahaan bertanggung jawab dengan membayar biaya operasi dan perawatan Hendro,” kata Ardiansyah.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Fajar Setiawan, kasus ini pada tahap awal ditangani Kepolisian Sektor Kembang Janggut. Kasus segera dilimpahkan kepada Polisi Militer begitu diketahui melibatkan anggota TNI.
“Polisi hanya menangani sebentar,” kata Kombes Fajar.
Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Letkol Totok Surachmat, belum memberikan konfirmasi atas kejadian ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

MNC: Sentimen Positif Global, IHSG Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (24/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak pada kisaran 5.090-5.145.

“Diprediksi indeks masih akan menguat terimbas sentimen positif global,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin (24/11).

Menurutnya, pola Thrusting terbentuk atas IDX mengindikasikan berlanjutnya kenaikan market. Ia memaparkan sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini, antara lain BBRI, UNVR, CTRA, WTON, TLKM, dan JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain