11 April 2026
Beranda blog Halaman 41919

Organda Tolak Penggabungan Angkutan Umum di Bawah PT Transjakarta

Jakarta, Aktual.co — Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menolak rencana penggabungan manajemen semua angkutan umum di bawah PT Transjakarta. Pasalnya penggabungan itu dinilai sebagai upaya monopoli PT Transjakarta terhadap usaha transportasi di Jakarta. 
“Kalau begitu, Transjakarta melakukan monopoli. Saya tidak setuju,” kata Ketua Organda DKI Safruan Sinungan di Jakarta, Minggu (23/11).
Menurutnya, alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggabungan untuk menata dan menertibkan sistem transportasi di Jakarta adalah cara yang salah. Pemprov tidak bisa serta merta melakukan penggabungan tersebut karena berdasarkan masalah di konsorsium operator bus Transjakarta yang harus mengikuti lelang setelah masa kontrak berakhir. 
Ia mengganggap trayek yang dilalui semua operator adalah hasil dari usaha para pebisnis transportasi. 
“Kami menolak. Karena dengan rute yang ada, pemerintah tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membuka rute-rute itu,” tambahnya.
Safruan menegaskan, jika rencana penggabungan tersebut tetap dilakukan maka pihaknya akan mengajukan gugatan ke pengadilan. 
Untuk diketahui, Pemprov DKI berencana menggabungkan semua angkutan umum di Jakarta dibawah manajemen PT Transjakarta. Angkutan umum juga akan dikonversikan menggunakan bahan bakar gas dan juga tidak lagi menggunakan sistem setoran melainkan rupiah per kilometer.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama Bulan November, KKP Klaim Tangkap 35 Kapal Asing

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat hingga bulan November 2014  berhasil menangkap hingga 35 kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
“Upaya penegakan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan terus kita lakukan melalui operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Minggu (23/11).
Menurut dia, operasi pengawasan merupakan hal yang penting karena kehadiran kapal penangkap ikan yang tidak mematuhi ketentuan dapat mengancam keberlanjutan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia.
Susi menuturkan, KKP telah menempuh langkah tegas dalam menindak aksi IUU fishing. Hal itu ditunjukkan dengan diterapkannya langkah-langkah strategis baik preemtif, preventif maupun represif.
“Upaya pemberantasan ‘illegal fishing’ ini pun dilakukan lewat operasi pengawasan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut.”
Dia mencontohkan, dalam wilayah penangkapan ikan di perairan Natuna, Susi menargetkan dalam enam bulan ke depan perairan Natuna bersih dari kegiatan kapal ikan asing.
Sedangkan ke-35 kapal asing yang ditangkap itu berdasarkan data awal ditemukan merupakan kapal penangkap ikan yang berasal antara lain dari Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal pencuri ikan dan kapal asing yang berada di perairan Indonesia, KKP menggunakan alat pendeteksi atau sistem monitoring data dan teknologi citra satelit radar.
Selain upaya represif, lanjut Susi, KKP akan memperbaiki manajemen perikanan dengan menerapkan pengaturan musim penangkapan ikan sehingga terciptanya kantong-kantong perlindungan menjamin kelestarian.
“Tidak kalah pentingnya adalah perbaikan regulasi dan kebijakan. Semisalnya, dari pembenahan tata kelola, peningkatan PPh kapal bertonase besar, penghapusan retribusi perijinan bagi nelayan tradisional, subsidi kredit perikanan, serta aturan di bidang penanaman modal industri perikanan nasional,” katanya.
Sedangkan di level internasional, KKP melakukan pendekatan multilateral yang melibatkan berbagai negara dalam menangani masalah pencurian ikan di wilayah perairan Republik Indonesia.
Susi sebelumnya telah menemui 11 duta besar negara sahabat, guna mendorong negara-negara itu untuk berkomitmen kuat dan mendukung RI dalam melindungi wilayah perairan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tokoh Agama dan Seniman Serukan Jakarta Damai

Jakarta, Aktual.co — Ratusan seniman dan tokoh lintas agama ramai-ramai menyuarakan kedamaian untuk Ibu Kota Jakarta. Mereka khawatir berbagai masalah bangsa yang disebabkan oleh prilaku elit politik membuat masyarakat ikut gaduh dan menjadi anarkis.
“Kita perlu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pesan-pesan damai, bahwa perbedaan pendapat adalah hal lumrah,” kata Ramdansyah Koordinator Lapangan aksi damai Jaga Jakarta, di kawasan jalan Sudirman – MH. Thamrin Minggu (23/11).
Kampanye dan seruan damai ini difasilitasi oleh Forum Koordinasi dan Terorisme Provinsi Jakarta. Mereka menggandeng para pemuka dari enam agama yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha serta sejumlah seniman dan kalangan pemuda.
“Turun ke Jalan menolak kenaikan BBM atau kepala daerah adalah hak selama berada di koridor yang tepat. Namun jangan dilakukan dengan cara radikal karena segala bentuk kekerasan, vandalisme, bahkan teror adalah pelanggaran hukum,” imbuh Ramdansyah.
Pantauan aktual.co, terbentang spanduk sepanjang 120 meter yang ditempatkan di titik strategis kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Setiap orang yang lewat bebas menandatangani spanduk sebagai dukungan terhadap kampanye damai.
“Penadatanganan spanduk ini sebagai wujud kepedulian masyarakat tentang wilayahnya,” tuntas Ramdansyah.Laporan: Acep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

28 November, Umat Islam Siap Bersatu Turunkan Ahok

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Lapangan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Haji Endang menyerukan umat Islam untuk bersama-sama bergerak menurunkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 28 November mendatang.
Aksi yang disebutnya sebagai ‘Aksi Sejuta Umat’ ini arahnya satu tujuan, menurunkan Ahok dari jabatannya. 
“Insya Allah tanggal 28 November kita turun lagi, kita gak perduli dia dilantik, ini bukan GMJ atau FPI ya, tapi ini umat Islam,” kata Haji Endang kepada aktual.co, Minggu (23/11)
Ditekankan dia bahwa aksi yang digelarnya bukan sekedar menolak Ahok, melainkan secara tegas melengserkan dari jabatannya. Dan, Haji Endang berkeyakinan langkah-langkah yang ditempuhnya akan mendapatkan dukungan umat Islam. 
“Pak Soeharto aja dengan kekuatan umat bisa lengser, Gusdur bisa lengser, masa cuma seorang Ahok kita gak bisa lengserin. Kita udah gak bicara undang-undang lagi itu urusan DPRD aja, kita mau turunin Ahok,” tegasnya. 
Ketua Umum Forum Betawi Bersatu (FBB) ini menambahkan, rencananya aksi akan dikonsentrasikan pada beberapa titik di pusat Ibukota. Salah satunya di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Tugu Tani Menteng dan Monumen Nasional. 
Dimana keseluruhan nantinya akan menuju pada satu titik, yakni di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 
“Umat Islam yang bergerak, bukan GMJ atau FPI lagi, liat aja nanti tanggal 28 deh, Insya Allah sih jadi,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Melejit

Jakarta, Aktual.co — Digital Business Marketing PT Telkomsel Indonesia, Khomeni Mujahid mengatakan, jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia semakin hari semakin bertambah, mulai dari Facebook, Twitter, grup Facebook, Histagram dan sejenisnya.
Menurut Khomeni, sebenarnya digital tidak mengubah apa pun. “Tapi segalanya telah berubah secara digital di sekeliling kita,” ujar Khomeni di Jakarta, Minggu (23/11).
Dia menjelaskan, lebih dari 65 persen penduduk Indonesia mempunyai akses dan terkoneksi ke internet. Secara statistik diketahui 82 persen orang dewasa menggunakan internet dengan frekuensi rata-rata 40 jam on line per bulan.
Hal itu berarti berarti lebih dari satu jam per hari yang digunakan untuk jejaring sosial, mengunduh, dan mencari berita/informasi.
Sementara itu, dari sisi tipikal pengguna telepon seluler atau handphone adalah rata-rata pengguna menghabiskan dua jam sehari hanya bermain-main dengan telepon genggamnya.
“Memang, hubungan komunikasi adalah alasan utama orang menggunakan handphone. Namun, mereka juga menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menggunakan fasilitas online atau mobile web,” kata Khomeni.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Penggerebekan di Muara Karang, BNN Pantau Pelabuhan

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar mengku, akan memfokuskan penjagaan di wilayah perairan untuk mengantisipasi masuknya pengedar narkoba.
Pernyataan Anang tersebut menyusul penggerebekkan tiga pengedar sabu asal Tiongkok di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara. Para pengedar tersebut memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur laut.
“Penggerebekan Ini juga (di Muara Karang) melalui pelabuhan laut. Ini artinya pelabuhan laut menjadi perhatian kita ke depan,” kata Anang di gedung Smesco Jakarta, Minggu (23/11).
Anang mengatkan, akan mengajak kerjasama Kementerian Perhubungan khususnya perhubungan laut dan TNI Angkatan Laut untuk mengamankan jalur laut ini.
“Dengan Angkatan Laut kita punya kerja sama, akan diperpanjang.” 
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan menggerebek rumah di Muara Karang, Jakarta Utara. Rupanya barang itu coba diselundupkan di Indonesia dengan cara disamarkan dengan manisan.
Sabu itu dikemas plastik dan ditaruh ke sebuah kardus. Pengirim dari Tiongkok mengirim 80 kardus, dari 80 terdapat 27 kardus yang isinya disisipkan sabu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain