13 April 2026
Beranda blog Halaman 41929

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Emas

Jakarta, Aktual.co — Emas adalah investasi yang tak lekang waktu, disukai banyak orang, dan aman (safe heaven) saat terjadi krisis ekonomi. Namun sebelum berinvestasi emas ini sebaiknya memahami seluk beluk dan strategi investasi emas. 
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas seperti dilansir Duwitmu.com :
Harga emas tidak selalu naik.Berdasarkan data Kitco, sebelum 1970 harga emas cenderung stabil. Namun, setelah 1970 harga emas berfluktuasi dengan tajam sampai sekarang. Di tahun 2013 untuk pertama kalinya harga emas turun cukup drastis, dimana harga emas bulan Agustus 2013 berada di USD1.429. 
Jenis emas yang dibeli sebaiknya adalah Logam Mulia (LM), bukan perhiasan.LM adalah emas batangan murni standar 99,99 persen; produksi BUMN PT Aneka Tambang (ANTAM). Setiap LM memiliki sertifikat resmi, menjamin keaslian, yang dikeluarkan oleh ANTAM. Dengan karakteristik seperti ini, LM menjadi cocok dijadikan investasi. Barangnya, standard, ada patokan harga dan mudah diperjualbelikan.
“Perhiasan bukannya tidak bisa dijadikan investasi. Bisa saja. Namun, harga perhiasan tidak punya patokan resmi. Bentuknya yang customized membuat penilaiannya menjadi subjektif. Alhasil, harga amat tergantung negosiasi dengan toko emas. Ini akan mengurangi nilai investasi emas,” ujar  perencana keuangan, Rio Quiserto, Minggu (23/11).
Penyimpanan emasMenyimpan emas sebaiknya di Safe Deposit Box (SDB). Sewa SDB di bank lebih aman daripada menyimpannya di rumah. Namun, menurut Rio ada biaya sewa penyimpanan SDB di bank.
“Harga sewa ditentukan berdasarkan ukuran SDB. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Karena emas batangan relatif kecil, SDB kecil sudah memadai. Biaya sewa sekitar Rp500.000 per tahunnya,” pungkasnya.
Dan yang terakhir, mulailah segera mungkin. Jangan tunggu sampai uang banyak baru mulai berinvestasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Gaya Politik Nasdem Ancam Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Pelan tapi pasti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terseret dalam irama permainan politik Partai Nasdem. Sejumlah posisi strategis pemerintahan pun diraih partai pimpinan Surya Paloh yang sejak awal bersuara manis dengan istilah koalisi tanpa syarat.
“Irama politik Nasdem memang sudah merasuki Jokowi. Pemberian jatah ketua MA kepada politikus Nasdem hanya salah satu bukti. Ini tentu sangat berbahaya bagi soliditas Koalisi Indonesia Hebat (KIH) karena sudah muncul kecemburuan dan ujung-ujungnya permusuhan sesama koalisi,” ujar Direktur Lingkat Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kepada aktual.co, Minggu (23/11).
Ray menjelaskan, Jokowi pada akhirnya bisa mendapat pukulan sana-sini akibat ulah Nasdem yang memunculkan perpecahan. Program-program Jokowi tak hanya diserang Koalisi Merah Putih (KMP) di Parlemen, namun bisa jadi akan diserang Koalisi Indonsia Hebat yang beranggotakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
“Ujung-ujungnya rakyat yang selama ini menjadi kekuatan pendukung Jokowi ikut menyerang pemerintah karena program tidak jalan. Ini berbahaya bagi Jokowi,” tegas Ray.
Dalam kondisi ini, Ray menyarankan agar Jokowi segera mengevaluasi keputusannya sendiri yang banyak dipengaruhi Nasdem. Apalagi partai anggota koalisi pemerintah lainnya sudah gerah dengan gaya politik Nasdem. Bahkan PDIP yang notabene partainya Jokowi sudah larut dalam kecewa akibat figur yang mereka kader dan berhasil menjadi Presiden ternyata banyak mengikuti bisikan Nasdem.
“Sekali lagi saya katakan, ini warning nyata bagi Jokowi jika ingin pemerintahannya berjalan lancar dan langgeng,” tuntas Ray.

Artikel ini ditulis oleh:

BNN Ciduk Tiga Warga Negara Cina Bawa Sabu 157 Kilogram

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional berhasil menciduk tiga Warga Negara Cina karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu seberat 157 kilogram di Perumahan Pluit Karang Elok, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/11).
Kepala BNN Komisaris Jenderal Anang Iskandar menyebut, ada dua pria dan seorang wanita yang ditangkap di wilayah tersebut. “Pelaku menyimpan barang haram itu bersama mainan dan makanan berupa manisan,” kata Anang di kantor BNN.
Tiga warga Cina yang ditangkap masing-masing bernama Xiao Jin Zeng (43), Chen Wei Biao (44), dan Li Lin Fei (32). Anang menuturkan, penangkapan in iberawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Cina melalu jalur laut. 
Dia mengatakan, petugas lantas mengecek beberapa perusahaan jasa pengiriman barang. Dari pengintaian itu, sabu-sabu dari Cina tiba di gudang pada pukul 11.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB, petugas langsung menggerebek ketiga tersangka bersama barang bukti tersebut. 
“Rencananya, sabu-sabu itu akan diedarkan ke beberapa kota besar di Indonesia.”
Anang menyebut, ketiga pelaku ini merupakan anggota jaringan baru yang mencoba untuk membuka bisnis sabu-sabu di Indonesia. Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan mereka masuk Indonesia melalui jalur resmi karena memiliki paspor dan surat izin lainnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menunggu Janji M Prasetyo Tuntaskan Kasus HAM

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo resmi melantik Politikus asal Partai Nasdem M Prasetyo, sebagai jaksa agung yang baru setelah hampir sebulan korps Adhyaksa yang sebelumnya dipimpin oleh Plt Jaksa agung, Andhi Nirwanto.
Namun, pemilihan mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum itu, memang cukup mendadak alias tanpa ada pemanasan sama sekali melalui pemberitaan. Dan tiba-tiba saja, pada Kamis (20/11) pukul 14.00 WIB, dilantik di istana.
Maka tidak heran sejumlah pejabat di lingkungan Kejagung juga kaget dan informasinya dalam waktu yang singkat para jaksa agung muda harus merapat ke istana.
Memang nama M Prasetyo sudah jauh-jauh hari mengemuka sebagai calon pengganti jaksa agung sebelumnya, Basrief Arief, yang masa jabatannya berakhir bersamaan dengan usainya masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
Namun nama Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf, paling mengemuka di permukaan termasuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo Pramono. Tapi keduanya harus tersingkir karena masuknya Prasetyo.
Terlebih lagi kemunculan nama M Prasetyo sempat mendapatkan banyak tentangan khususnya dari kalangan pegiat pemberantasan korupsi karena meski dia pernah menjabat sebagai JAM Pidum namun dia saat ini berprofesi sebagai politikus.
Kalangan aktivis ini juga memegang janji dari Presiden Joko Widodo pada saat kampanye yang menyatakan jaksa agung yang baru berasal bukan dari politisi. Hingga mereka benar-benar “gigit jari” dan menyesalkan pemilihan tersebut.
Memang tidak salah kalangan aktivis itu menagih janji itu karena memimpikan lembaga terhormat tersebut dipegang oleh orang yang berkompeten terbebas dari politisi agar nantinya hukum tidak di bawah ketiak politik.
Komisioner Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Kaspudin Nor menilai, kejaksaan merupakan kepanjangan tangan dari Presiden maka harus dijadikan sebagai lembaga terbaik di antara lembaga penegak hukum lainnya.
“Kejaksaan RI merupakan duta hukum dari presiden atau eksekutif, maka harus menjadi lembaga terbaik,” katanya di Jakarta, Minggu (23/11).
Paling utama, lanjut dia, sikap kejaksaan harus tetap independen alias tidak berpihak kepada kepentingan tertentu. Sebab kejaksaan berada di bawah presiden, namun sikap independen harus ditunjukkan karena ini berkaitan dengan hukum.
Dia menyoroti dua permasalahan yang harus diperhatikan oleh jaksa agung yang baru, yakni persoalan perilaku jaksa atau pegawai serta kinerjanya.
Kinerja itu, kata dia, berkaitan dengan sarana dan prasarana seperti harus mampu menempatkan jabatan organisasi, jenjang karier, dan mutasi.
“Meningkatkan kualitas SDM dan memerhatikan kesejahteraannya,” katanya.
Dari perhatian soal kesejahteraan, dia menambahkan jaksa akan tenang dalam bekerja alias tidak macam-macam dengan melakukan perbuatan yang tidak patut.
Janji Jaksa Agung Baru
Janji M Prasetyo pada hari pertama bekerja sebagai jaksa agung yang baru, Jumat (21/11), Prasetyo mengumpulkan para jaksa agung muda untuk mempetakan kerjanya ke depan.
Salah satu poin janjinya, yakni, menyelesaikan persoalan kasus pelanggaran HAM dan menjalin hubungan yang lebih mesra lagi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kita akan koordinasikan penyelesaian pelanggaran HAM berat dan masa lalu dengan DPR dan Komnas HAM. Akan kita undang para aktivis HAM, Komnas HAM, DPR. Kita diskusi dan bedah bersama,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa akan melakukan penegakan hukum secara konsisten dan hal itu menjadi esensi utama.
Dikatakan pula, hubungan Kejagung dengan KPK, akan berlangsung baik. KPK memiliki kesempatan untuk mengoordinasikan, mensupervisi. “Apapun yang dibutuhkan KPK kita berikan,” katanya.
Dia juga menyebutkan pihaknya akan menegakkan sistem punish and reward untuk diterapkan dengan baik. Para jaksa yang memiliki prestasi akan mendapat reward, sebaliknya bila melakukan tindakan pelanggaran akan dijatuhi sanksi.
“Kerja, kerja, kerja, perbaiki, kembalikan kepercayaan masyarakat semaksimal mungkin,” katanya.
Kendati janjinya itu belum ‘konkret’ atau belum jelas alias mengawang-awang, namun tetap kita apresiasi niat baiknya itu dan segeralah bekerja dengan baik serta bukan hanya ‘pencitraan’ yang dikedepankan.
Dan ingatlah jabatan sebagai jaksa agung baru itu jangan disambut dengan suka cita dengan alasan akan menambah nilai gengsinya dalam berkiprah selama ini, justru anggaplah penunjukan tersebut sebagai ‘musibah’ dan harus dilakoni dengan baik.
Pasalnya beban dunia hukum ada di pundak sosok M Prasetyo, apakah kejaksaan RI akan maju atau jalan di tempat. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Ada Tiga Kekurangan Pengangkatan Jaksa Agung

Jakarta, Aktual.co — Politikus asal Partai Nasdem M Prasetyo yang baru saja diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Jaksa Agung memiliki tiga kekurangan. 
Kekurangan itu, menurut Pengamat Politik Ray Rangkuti, salah satunya didukung dengan proses pemilihan M Prasetyo yang dilakukan tertutup.
Ray menilai, ada tiga kecacatan dalam pemilihan Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Pertama, proses pemilihan Jaksa Agung dilakukan dengan cara yang tertutup. Kedua, proses yang tidak transparan. Terakhir adalah, pribadi Prasetyo bukanlah figur yang menonjol di lingkungan kejaksaan. 
“Tiba-tiba masyarakat dikejutkan pada kenyataan bahwa, sore hari, 19 November Jokowi langsung melantik Prasetyo sebagai Jaksa Agung,” kata Ray  di Jakarta, Minggu (23/11).
Apalagi, dalam hal ini Jokowi sama sekali tak pernah diungkapkan siapa saja bakal calon Jaksa Agung, akibatnya masyarakat pun tidak membuat penilaian rekam jejak. 
“Apakah calon-calon yang dimaksud tepat, kredibel, punya keberanian, jujur dan bersih, serta punya prestasi untuk membongkar bobroknya kejaksaan agung.”
Dia menilai, di era reformasi ini ada tiga lembaga yang masih jauh dari harapan pembenahan reformasi. Selain birokrasi dan kepolisian, institusi kejaksaan juga jauh dari sentuhan reformasi. “Bayangan akan buramnya pembenahan kejaksaan makin kuat dengan pemilihan Prasetyo sebagai jaksa agung.”
Belum lagi, lanjut Ray masa baktinya sebagai JAM Pidum tak menorehkan prestasi apapun. Tak ada kasus besar diungkap. Lebih dari itu, pemikirannya tentang reformasi kejaksaan juga tak terdengar sama sekali.
Selain tak berprestasi, sambung Ray, Prasetyo juga merupakan kader partai politik.  Tentu hal ini seperti menyepelekan semangat Jokowi sendiri yang ingin menegakkan pemerintahan yang jauh dari tekanan dan kepentingan partai politik. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Apple Resmi Hadirkan Update iOS 8.1.1

Jakarta, Aktual.co — Apple telah mengeluarkan update terbaru sistem operasi versi 8.1.1. Secara khusus, update ini pun memberikan peningkatan performa, perbaikan bug serta update keamanan untuk dua produk lawas Apple, yakni iPhone 4s serta iPad 2.

Selain itu, menurut Phonearena update ini juga memperbaiki beberapa bug yang sebelumnya sempat dijumpai oleh para pengguna iOS. Seperti bug pada iCloud Drive ataupun iWork.

Dengan begitu, para pengguna produk Apple lainnya juga diharapkan bakal melakukan update ke iOS 8.1.1 ini.

Berikut ini produk-produk Apple yang bisa memperoleh update iOS 8.1.1;

1. iPhone 4s2. iPhone 53. iPhone 5c4. iPhone 5s5. iPhone 66. iPhone 6 Plus
Selain itu, semua produk iPad juga bisa memperoleh update ini kecuali iPad generasi pertama. Dan terakhir, iPod Touch generasi kelima juga bisa memperoleh update ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain