21 April 2026
Beranda blog Halaman 41946

Korban Penembakan di Kalimantan Timur Masih Kritis

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Warga Pulau Pinang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, yang merupakan korban penembakan Hendro (26 tahun) saat ini masih dalam kondisi kritis usai operasi pengangkatan proyektil dari pinggangnya.
Operasi dilakukan di RS Abdul Wahab Sjachranie di Samarinda pada pukul 01.00 Minggu (23/11). Hendro masih dalam perawatan di Ruang Intensive Care Unit.
“Kondisinya belum stabil, tetapi proyektil peluru sudah berhasil dikeluarkan dari pinggangnya,” kata Ardiansyah, paman Hendro, Senin (24/11).
Hendro tertembak pada Sabtu (22/11) sekira pukul 12.00 siang saat bersama dua temannya melintas jalan poros perusahaan perkebunan tersebut. Ed diduga melepaskan tembakan karena menganggap Hendro dan kawan-kawannya adalah pencuri buah sawit.
Namun keterangan lain menyebutkan, Hendro terkena peluru nyasar. Lehernya terserempet dan pinggangnya diterjang timah panas. Namun demikian, peluru nyasar itu juga diduga ditembakkan dari senjata Ed.
Informasi awal dari Ardiansyah malah menyebutkan Hendro dirawat di RS AM Parikesit di Tenggarong. Selain paman dari korban, Ardiansyah adalah Kepala Adat Besar Benuaq di Kecamatan Mook Manar Bulatn di Kutai Barat, lebih kurang tiga jam ke barat dari Kembang Janggut. Ardiansyah juga dikenal sebagai aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Timur.
“Perusahaan bertanggung jawab dengan membayar biaya operasi dan perawatan Hendro,” kata Ardiansyah.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Fajar Setiawan, kasus ini pada tahap awal ditangani Kepolisian Sektor Kembang Janggut. Kasus segera dilimpahkan kepada Polisi Militer begitu diketahui melibatkan anggota TNI.
“Polisi hanya menangani sebentar,” kata Kombes Fajar.
Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Letkol Totok Surachmat, belum memberikan konfirmasi atas kejadian ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

MNC: Sentimen Positif Global, IHSG Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (24/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak pada kisaran 5.090-5.145.

“Diprediksi indeks masih akan menguat terimbas sentimen positif global,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin (24/11).

Menurutnya, pola Thrusting terbentuk atas IDX mengindikasikan berlanjutnya kenaikan market. Ia memaparkan sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini, antara lain BBRI, UNVR, CTRA, WTON, TLKM, dan JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cegah Obesitas Anak dengan Metode 5210

Jakarta, Aktual.co — Pakar tumbuh kembang anak, Dr Aman Pulungan Sp A(K) memberi tips untuk mencegah obesitas atau kegemukan pada anak dengan 5210.

“Artinya 5 dari lima kali anak makan buah dan sayur setiap harinya,” ujar Aman di Jakarta, Minggu (23/11).

Kemudian, 2 yang dimaksud adalah maksimal dua jam waktu anak untuk menonton televisi maupun mengerjakan pekerjaan rumah.

“Satu yang dimaksud adalah anak harus satu jam terpapar sinar matahari.” Sementara 0 adalah nol gula atau tanpa gula. Dengan demikian anak bisa terhindar dari obesitas.

Obesitas menjadi salah satu penyebab diabetes pada anak. Jumlah anak yang menderita diabetes saat ini sebanyak 1.100 atau naik 500 persen dalam kurun waktu lima tahun.

“Diabetes ada yang disebabkan genetik dan ada juga obesitas. Penyebabnya, ya kelakuan keluarga yang membolehkan anak makan sembarangan ketika libur,” terang dia.

Ciri-ciri diabetes pada anak yakni mudah haus, sering buang air kecil, selalu lapar, penurunan berat badan yang tidak sehat, selalu lelah, masalah penglihatan, dan infeksi ragi.

Aman mengimbau para orang tua yang mempunyai anak-anak dengan ciri di atas untuk membawanya ke dokter sebelum terlambat. “Hampir setiap hari ada orang tua yang datang untuk konsultasi dengan saya,” tukas dia.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat kesepuluh dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Diperkirakan penderita diabetes akan semakin meningkat setiap tahunnya karena perubahan gaya hidup masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cermati Kenaikan BI Rate, WKSI: Volatilitas Rupiah Sedikit

Jakarta, Aktual.co — Menguatnya laju bursa saham Asia, stabilnya pergerakan Rupiah, dan kembalinya asing melakukan pembelian memberikan sentimen positif bagi IHSG. Transaksi asing pada perdagangan akhir pekan kembali tercatat nett buy (dari net sell Rp432,38 miliar menjadi net buy Rp237,08 miliar).

Meski laju Yen masih mengalami pelemahan seiring dengan langkah PM Jepang, Shinzo Abe, yang membubarkan parlemen sebelum pemilu dan turunnya Yuan, tidak membuat laju Rupiah ikut terbawa pelemahan.

“Laju Rupiah tidak banyak mengalami volatilitas. Tampaknya pelaku pasar masih merespon positif kebijakan kenaikan suku bunga BI rate untuk antisipasi kenaikan inflasi dan pengurangan subsidi BBM,” ujar Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam riset yang diterima Aktual, Senin (24/11).

Laju Rupiah diperdiksi berada di bawah level resisten 12.158. Diharapkan stabilnya pergerakan Rupiah dapat bertahan di awal pekan.

“Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia diperkirakan akan berada di rentang Rp12.174-12.158,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: IHSG Diprediksi Menguat Ditengah Persimpangan

Jakarta, Aktual.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (24/11) diperkirakan akan berada pada rentang support 5.075-5.095 dan resisten 5.125-5.130.

Bullish harami bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba naik dengan histogram positif yang naik. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba naik.

“Laju IHSG mampu naik dan bertahan di target resisten 5.100-5.132 dan mampu bertahan di atas di area target support 5.055-5.068,” ujar Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam riset yang diterima Aktual, Senin (24/11).

Menurutnya, Laju IHSG masih dipersimpangan yang membutuhkan sentimen positif untuk melanjutkan penguatannya. Pertimbangan saham-saham antara lain INDF, LPKR, BBRI, SGRO, dan MPPA.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ciputra Optimis Pasar Properti Meningkat di 2015

Jakarta, Aktual.co — Ditengah twin defisit dan kenaikan Suku bunga acuan Bank Indonesia, Ciputra Residence optimis pertumbuhan properti tahun 2015 bakal meningkat dengan signifikan. Bahkan akhir tahun ini, Ciputra Residence melakukan groundbreaking apartemen CitraLake Suite.

“Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,75 basis poin sedikit banyak akan mempengaruhi investor. Namun itu hanya sementara saja. Kami optimis tahun depan BI rate bakal turun lagi dan penjualan pasar properti bakal meningkat tajam,” ujar Senior Director Ciputra Group, Agussurja Widjaja di Jakarta, ditulis Aktual Senin (24/11).

Dirinya tidak menampik bahwa pertumbuhan properti di tahun 2014 sempat mengalami perlambatan. Banyak hal yang menjadi faktor pendorong perlambatan tersebut, salah satunya yaitu situasi politik, mulai dari pemilihan DPR hingga pemilihan presiden.

“Sedikit banyak, situasi politik berpengaruh pada pertumbuhan sektor properti. Investor dan pembeli sebenarnya hanya membutuhkan kepastian dan situasi yang kondusif seperti ekonomi dan politik yang stabil,” tambahnya.

Terkait penaikkan harga BBM subsidi, menurutnya akan sedikit berpengaruh pada harga jual produk properti.

“Penaikkan BBM subsidi sedikit berpengaruh terhadap harga jual properti. Namun jangka panjangnya lebih bagus karena inflasi bakal terkendali, ekonomi bakal stabil, trade defisit bakal berkurang, pembangunan bakal berjalan,” tambahnya.

Ketua DPD REI Pekalongan, Ricsa Mangkulla mengatakan pengembang sudah menyiapkan rencana kenaikan harga rumah sebagai upaya menyeimbangkan harga bahan bangunan dan bahan bakar minyak (BBM).

“Kami belum bisa memastikan kapan waktunya akan menaikan harga rumah. Akan tetapi rencana menaikan harga rumah itu sudah pasti,” ujarnya di Pekalongan.

Kebijakan pengembang menaikan harga rumah harus dilakukan karena sebelum harga BBM dan bahan baku pembuatan rumah juga sudah naik.

“Imbas kenaikan BBM 2014 diperkirakan berpengaruh sebesar 10 sampai dengan 15 persen terhadap bisnis properti,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain