21 April 2026
Beranda blog Halaman 41945

Selesaikan Konflik TNI, Resep Blusukan Jokowi Ditunggu

Jakarta, Aktual.co — Perhatian seorang presiden dalam rangka untuk menyelesaikan sebuah konflik institusi seperti TNI-Polri dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat terjadinya rekonsiliasi.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jeirry Sumampow menyarankan agar Presiden Jokowi menggunakan kebiasaanya ‘blusukan’ dengan menyambangi barak-barak prajurit baik TNI maupun Polri.
“Bisa saja, sesekali blusukan itu jangan lah ke banjir, gorong-gorong ke rakyat miskin, aparat kepolisian dan TNI perlu dapat perhatian,” kata dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Menurut dia, kunjungan presiden yang dilakukan tanpa protokoler atau mendadak ke para prajurit TNI-Polri untuk mendengarkan keluhan secara dekat, menjadi suatu kebanggaan tersendiri korps masing-masing.
“Saya kira di kedua lembaga ini ada kebanggan jika langsung dikunjungi oleh presiden, karna bagian dari kehormatan korps, jadi perlu juga. Disamping tentu pelaku yang sebelumnya harus ditindak, jangan atas rekonsiliasi tidak ada tindakan yang tegas,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Gubernur Seluruh Indonesia Bakal Bertemu Dengan Presiden

Jakarta, Aktual.co —Presiden RI Joko Widodo berencana akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut dijadwalkan hari ini, Senin (24/11) bertempat di Istana Kepresidenan Bogor.
“Ini pertemuan informal antara Bapak Presiden didampingi beberapa menteri terkait saja, seperti Seskab, Menko, MenPU, Menkeu dan Bappenas,” ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan, Senin (24/11).
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan RI di Medan Merdeka dan juga di Kementerian Dalam Negeri. Agenda pertemuan tersebut adalah menginformasikan mengenai pembangunan yang terjadi di daerahnya masing-masing serta kendala yang dihadapi.
Presiden RI Joko Widodo ingin mendengar langsung informasi dari gubernur mengenai keadaan daerah yang dipimpinnya, sehingga ia dapat langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kendala yang dihadapi daerah tersebut.
“Bapak Presiden Jokowi ingin mendengar masukan-masukan dari masing-masing gubernur  se-Indonesia, mengenai apa skala prioritas pembangunan, apa kendalanya, dan apa yang diusulkan kepada Bapak Presiden dan lain-lain,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Presiden Joko Widodo harus Punya Solusi Damai untuk TNI-Polri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi rencananya akan memanggil Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Panglima Jenderal TNI Moeldoko ke Istana Negara hari ini.
Pemanggilan itu, untuk membahas mengenai konflik yang terjadi antara aparat TNI-Brimob di Batam, Kepulauan  Riau beberapa waktu lalu.
Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia ( TEPI), Jerry Sumampow mengatakan meski sudah ada solusi dari dua institusi penegak hukum itu terkait perseturuan di Batam, namun presiden perlu mencari akar masalah sebenarnya agar tidak terulang kembali.
“Yang perlu dicari tahu problemnya dimana akar masalahnya, tetapi sejauh yang saya tahu problem antar TNI-Polri ketika reformasi memisahkan dua institusi ini, dengan menempatkan polisi di bawah presiden. Dan ini perlu dikaji apakah memang problem itu akarnya dari sana atau ada faktor lain, sehingga kita tau secara jelas untuk mnyelesaikan persoalan ini,” ucap dia ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (24/11).
Ketika lebih lanjut ditanyakan, apakah konflik yang terjadi itu sarat dengan kepentingan politik, salah satunya untuk mencitrakan pimpinan dua institusi itu gagal dan segera digantikan dengan elit lainnya? Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI itu mengaku tidak melihat kepentingan politik di sana, melainkan murni adanya gesekan kepentingan lahan bisnis.
“Saya tidak lebih melihat itu (kepentingan politik), tetapi ini konflik soal kepentingan lahan bisnis. Biasanya selama ini kalau ada konflik antara polisi dan tentara itu di cari kepentingan lahan bisnis, dimana yang menjadi areal kekuasaan TNI mana yang Polisi,” bebernya.
“Tapi biasanya yang berkaitan dengan ketertiban masyarkat menjadi kewenangan kepolisian, dan kita tau TNI masih banyak kadang-kadang secara personal bukan institusi masih masuk di wilayah seprti ini sehingga bisa menimbulkan gesekan dengan kepolisian jika sedang menangani kasus. Saya lebih melihat soal ini ketimbang melihat adanya kepentingan politik elit untuk menggusur orang yang tdaak terlalu disukai di posisi tinggi dari dua institusi itu,” tandasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Sutarman dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Senin (24/11).
Pemanggilan terhadap keduanya terkait bentrokan yang terjadi antara TNI dengan Brimob di Batam.
“Senin nanti saya panggil,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Korban Penembakan di Kalimantan Timur Masih Kritis

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Warga Pulau Pinang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, yang merupakan korban penembakan Hendro (26 tahun) saat ini masih dalam kondisi kritis usai operasi pengangkatan proyektil dari pinggangnya.
Operasi dilakukan di RS Abdul Wahab Sjachranie di Samarinda pada pukul 01.00 Minggu (23/11). Hendro masih dalam perawatan di Ruang Intensive Care Unit.
“Kondisinya belum stabil, tetapi proyektil peluru sudah berhasil dikeluarkan dari pinggangnya,” kata Ardiansyah, paman Hendro, Senin (24/11).
Hendro tertembak pada Sabtu (22/11) sekira pukul 12.00 siang saat bersama dua temannya melintas jalan poros perusahaan perkebunan tersebut. Ed diduga melepaskan tembakan karena menganggap Hendro dan kawan-kawannya adalah pencuri buah sawit.
Namun keterangan lain menyebutkan, Hendro terkena peluru nyasar. Lehernya terserempet dan pinggangnya diterjang timah panas. Namun demikian, peluru nyasar itu juga diduga ditembakkan dari senjata Ed.
Informasi awal dari Ardiansyah malah menyebutkan Hendro dirawat di RS AM Parikesit di Tenggarong. Selain paman dari korban, Ardiansyah adalah Kepala Adat Besar Benuaq di Kecamatan Mook Manar Bulatn di Kutai Barat, lebih kurang tiga jam ke barat dari Kembang Janggut. Ardiansyah juga dikenal sebagai aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Timur.
“Perusahaan bertanggung jawab dengan membayar biaya operasi dan perawatan Hendro,” kata Ardiansyah.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Fajar Setiawan, kasus ini pada tahap awal ditangani Kepolisian Sektor Kembang Janggut. Kasus segera dilimpahkan kepada Polisi Militer begitu diketahui melibatkan anggota TNI.
“Polisi hanya menangani sebentar,” kata Kombes Fajar.
Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Letkol Totok Surachmat, belum memberikan konfirmasi atas kejadian ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

MNC: Sentimen Positif Global, IHSG Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (24/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak pada kisaran 5.090-5.145.

“Diprediksi indeks masih akan menguat terimbas sentimen positif global,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin (24/11).

Menurutnya, pola Thrusting terbentuk atas IDX mengindikasikan berlanjutnya kenaikan market. Ia memaparkan sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini, antara lain BBRI, UNVR, CTRA, WTON, TLKM, dan JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cegah Obesitas Anak dengan Metode 5210

Jakarta, Aktual.co — Pakar tumbuh kembang anak, Dr Aman Pulungan Sp A(K) memberi tips untuk mencegah obesitas atau kegemukan pada anak dengan 5210.

“Artinya 5 dari lima kali anak makan buah dan sayur setiap harinya,” ujar Aman di Jakarta, Minggu (23/11).

Kemudian, 2 yang dimaksud adalah maksimal dua jam waktu anak untuk menonton televisi maupun mengerjakan pekerjaan rumah.

“Satu yang dimaksud adalah anak harus satu jam terpapar sinar matahari.” Sementara 0 adalah nol gula atau tanpa gula. Dengan demikian anak bisa terhindar dari obesitas.

Obesitas menjadi salah satu penyebab diabetes pada anak. Jumlah anak yang menderita diabetes saat ini sebanyak 1.100 atau naik 500 persen dalam kurun waktu lima tahun.

“Diabetes ada yang disebabkan genetik dan ada juga obesitas. Penyebabnya, ya kelakuan keluarga yang membolehkan anak makan sembarangan ketika libur,” terang dia.

Ciri-ciri diabetes pada anak yakni mudah haus, sering buang air kecil, selalu lapar, penurunan berat badan yang tidak sehat, selalu lelah, masalah penglihatan, dan infeksi ragi.

Aman mengimbau para orang tua yang mempunyai anak-anak dengan ciri di atas untuk membawanya ke dokter sebelum terlambat. “Hampir setiap hari ada orang tua yang datang untuk konsultasi dengan saya,” tukas dia.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat kesepuluh dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Diperkirakan penderita diabetes akan semakin meningkat setiap tahunnya karena perubahan gaya hidup masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain