6 April 2026
Beranda blog Halaman 41999

El Idris Diperiksa KPK Terkait Korupsi Wisma Atlet

Manager Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris saat meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (19/11/2014). KPK memeriksa El Idris sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan gedung serbaguna di Sumatera Selatan tahun 2010-2011. Dia diperiksa sebagai saksi bagi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan, Rizal Abdullah. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sinopsis Film Documentary Days-UI: Demi Bantu Ibu, Julio Rela Jadi Konjak

Jakarta, Aktual.co — Badan Otonom Economica Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mengaakan acara “Documentary Days 2014”, dengan mengusung tema “Voice of Voiceless, Speaking on Behalf of The Unheard”. 
Setelah sebelumnya kami menyajikan 2 sinopsis film, kali ini akan kami muat sinopsis film yang akan tampil di Documentary Days 2014. Berikut ini sinopsis film yang bisa Anda baca sebelum menontonnya langsung. 
Konjak JulioDengan sarapan seadanya, Julio mengawali harinya yang penuh ketidakpastian. Jalanan berbatu dan berlubang adalah kawan yang selalu setia menemani tiap langkah kecilnya. 
Mengaku sering dimarahi dan dipukuli gurunya di sekolah, membuat Julio kecil takut dan memutuskan untuk tidak bersekolah. Menjadi konjak (kondektur angkutan umum) adalah pilihannya untuk membantu ibunya di rumah.
Dalam segala keterbatasan yang dimilikinya, bocah berumur 8 tahun ini tetap semangat menjalani profesinya tersebut. Walaupun tak banyak rupiah yang bisa ia dapat dalam sehari berkerja.
Julio dan keluarganya merupakan salah satu potret nyata akan kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka yang berada di bagian timur Indonesia.
Suara mereka, kaum eksodus yang memilih Indonesia sebagai tempat tinggalnya bagaikan angin yang sekadar lewat di telinga para pemimpin negeri ini.        
Penasaran dengan kisah selanjutnya? Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di laman: www.documentarydaysfeui.com. 

Sidang Kedua, Florence Sihombing Bacakan 11 Permohonan Nota Keberatan

Yogyakarta, Aktual.co — Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE , Florence Sihombing, menjalani sidang kedua di Pengadilan negri (PN) Yogyakarta Rabu (19/11/2014). 
Mahasiswa S2 Kenotariatan UGM ini menghadiri sidang agenda pembacaan eksepsi tanpa didampingi keluarga ataupun kuasa hukumnya.
Selama sekitar 1,5 jam Florence membacakan sendiri eksepsi atau pembelaan tertulisnya yang dibuat sendiri.
“Pembelaan ini saya buat sendiri. Ada sebanyak 11 permohonan nota keberatan yang saya ajukan,” katanya.
Seperti diketahui, dalam sidang pertama sebelumnya JPU menuntut Flo dengan pasal 28 ayat 2 junto 45 Undang-undang No 11 tahun 2008 atau UU ITE tentang UU Informasi Transaksi Elektronik, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). 
Atas dakwaan tersebut Florence diancam dengan hukuman kurungan maksimal enam tahun penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wanita Ditemukan Membusuk di Parkiran Bandara Cengkareng

Jakarta, Aktual.co — Mayat wanita berusia 20 tahun ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam mobil yang terparkir terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Unit Identifikasi Polres Bandara Soekarno-Hatta Eko Suharto mengatakan, hingga kini kepolisian masih menyelidiki penemuan mayat tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas belum mendapatkan identitas korban dan masih terus dicari tahu,” kata dia di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (19/11).
Dia mengaku, penemuan mayat wanita malang tersebut atas laporan dari PT Angkasa Pura II pada pukul 02.00 WIB. Dia mengatakan, saat ini mayat tersebut telah dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan mobil yang menjadi tempat ditemukan mayat, telah diamankan sementara.
Penemuan mayat di parkiran terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta telah mengejutkan penumpang lainnya yang baru datang dan tiba di bandara tersebut. Akibatnya, saat proses identifikasi oleh petugas pun mendapatkan perhatian dari penumpang. [ant]
Editor: Wisnu Yusep

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Tiga Jurus Ahok Hadapi Kemarahan Organda Terkait BBM

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak terpengaruh dengan aksi mogok yang dilakukan Organisasi Angkutan Darat (Organda) terkait naiknya tarif angkutan umum pasca kenaikan BBM bersubsidi. 
Dia malah mengatakan sudah menyiapkan tiga cara untuk meredam kemarahan Organda akibat kenaikan BBM bersubsidi.
Pertama, Pemprov DKI akan mengkonversikan angkutan umum agar beralih dari penggunaan BBM ke penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG). Karena menggunakan BBM, maka tarif angkutan umum juga naik saat harga bensin naik. 
“Makanya kita sarankan supaya angkutan yang kecil-kecil itu dikonversikan ke gas. Kalau dulu mereka alasannya kan SPBG (Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas) nya jauh. Saya maunya ada mobile refueling unit (MRU) di jalan-jalan untuk memenuhi kebutuhan gas angkutan umum,” ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (19/11).
Kedua, Pemprov DKI akan mengusahakan pengintegrasian angkutan umum ke dalam koordinasi PT Transjakarta. Dengan begitu, supir akan dikontrak dan dibayar rupiah per kilometer. Sehingga tidak ada lagi supir yang sembarangan mengetem di jalan yang dapat menyebabkan kemacetan.
“Kalau kamu naikkan tarif terlalu tinggi ada penumpang yang mau naik gak? Gak mau kan? Makanya kami tawarkan masuk ke Transjakarta daripada jadi supir angkot belum tentu dapat upah dua kali UMP bisa Rp5,4 juta. Kalau begitu gak usah ngetem. Jalan saya, nanti kami bayar rupiah per kilometer. Kalau kamu rugi kita hitung. Karena kami Public Service Obligation (PSO). Itu pemerintah yang bayar,” ujarnya.
Ditambah lagi tahun depan Pemprov DKI akan mengadakan ribuan bus Transjakarta secara besar-besaran.
“Kalau kami tambah Transjakarta, habis semua angkutan umum. Supir pun bakal lari ke kami. Kan digaji tiga setengah UMP untuk articulated (gandeng),” tambahnya.
Dan cara yang ketiga, kata Ahok, Pemprov DKI akan menghimbau penggunaan e-money. Sehingga harga yang dipatok menjadi terukur. Jadi harga tarif jam sibuk dengan tarif jam kosong berbeda. Dengan begitu tidak ada lagi supir yang tidak ‘narik’ di jam-jam kosong dengan alasan sepi penumpang.
“Supaya kalau di jam kosong potongannya lebih murah daripada jam sibuk. Kan ngurangi kemacetan juga. Kalau gitu ya semuanya senang. Kalau BBM naik ya gak pengaruh karena kami yang bayar. Subsidi minyak itu lebih ditujukan ke transportasi massal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Naik, Harga Cabai di Sejumlah Pasar di Karawang

Jakarta, Aktual.co — Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional, Karawang, Jawa Barat, mengalami penaikan hingga Rp75 ribu per kilogram menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.
Di Pasar Tradisional Johar Karawang, harga cabai merah keriting mencapai Rp75 ribu per kilogram, atau naik dari harga sebelumnya Rp20 ribu-Rp30 ribu/kg.
Begitu juga dengan cabai merah tewe, kini dijual dengan harga Rp50 ribu/kg. Padahal, harga normal cabai merah tewe itu sebesar Rp16 ribu-Rp17 ribu/kg.
Sementara itu, di Pasar Tradisional Cilamaya, dari harga sebelumnya sekitar R20 ribu/kg, kini harga cabai merah tewe mencapai Rp52 ribu/kg.
Menurut sejumlah pedagang sayuran di pasar tradisional sekitar Karawang, kenaikan harga cabai itu dipicu kenaikan harga BBM.
Pedagang sayuran di Pasar Johar, Riski, mengaku khawatir kenaikan harga sayuran dan kebutuhan pokok lainnya akan berdampak terhadap pendapatannya.
“Harga sayuran dan kebutuhan pokok lainnya sudah beranjak naik. Kondisi itu akan mengurangi pendapatan pedagang karena naiknya harga itu akan membuat pembeli mengurangi sayuran yang mereka beli,” kata dia.
Diakui, saat ini pelanggannya telah mengurangi jumlah sayuran yang mereka beli. Misalnya, pembeli yang pada awalnya biasa membeli 2-3 kg, kini hanya membeli 1-1,5 kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain