4 April 2026
Beranda blog Halaman 42014

Polisi Minta Masyarakat Ikut Pelototi Penyimpangan BBM

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri mengaku sudah melakukan antisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, antisipasi tersebut dilakukan jauh hari sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan secara resmi, pada Senin (18/11) dini hari tadi.
“Sebelum pemerintah menaikkan BBM, Polri sudah melakukan antisipasi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/11).
Dia mengatakan, kalau ada penyimpangan yang ditemukan pasti akan ditindak tegas. “Ini sudah disosialisasi sebelumnya,” katanya.
Agus pun memohon bantuan masyarakat untuk memonitor, melihat dan mengawasi distribusi BBM ini. “Agar tidak ada hal-hal yang sifatnya merugikan masyarakat,” tuntasnya.
Sementara, Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Agus Santoso menyatakan selama 2014 jajaran Polri se-Indonesia sudah mengungkap 350 kasus-kasus yang berkaitan dengan penimbunan BBM. “Tersangkanya ada 392 orang yang tersebar dari Aceh sampai Papua,” kata Agus di Mabes Polri, Selasa (18/11).
Dia mengungkapkan, paling banyak terjadi penimbunan BBM itu dilakukan di wilayah Jawa.
Meski begitu, pihaknya terus melakukan upaya pemantauan terhadap penyalahgunaan BBM. Selain itu, Agus pun meminta masyarakat untuk tidak segan-segan melapor kepada polisi jika menemukan penyimpangan BBM. “Ini kami minta masyarakat jika ada penyimpangan BBM, laporkan ke kita,” kata Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PKB Sebut Jokowi Tak Perlu ‘Restu’ DPR untuk Naikan Harga BBM Subsidi

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak bisa dihindari oleh pemerintah, karena terjadinya defisit anggaran.
“Tidak ada piliihaan bagi presiden pada hari ini kecuali mengalihkan subsidi karena pemerintah siapapun pasti akan terpaksa melakukan hal ini,” kata Abdul Kadir Karding melalui pesan singkat, Selasa (18/11).
Karding mengatakan, defisit transaksi berjalan telah berlangsung selama tiga tahun berturut turut. Hal itu menurut dia menyebabkan biaya belanja pemerintah sudah dibiayai oleh utang.
“Defisit anggaran kita tahun 2014 mencapai Rp 106 triliun,” kata dia.
Dia menjelaskan, sebagai solusi atas kejadian itu, pemerintah harus mampu mengelola sendiri minyak mentah dan menghentikan, dan memastikan berapa banyak pengalihan subsidi.
Karding menegaskan pengalihan subsidi itu harus jelas diberikan, misalnya, ke sektor infrastruktur, kesehatan, pangan dan lain-lain.
“Dan yang terpenting segera mengusut dan memberantas mafia migas yang selama ini ada dalam industri migas Indonesia,” kata dia.
Selain itu, kata Karding, menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan kewenangan pemerintah, sehingga tidak perlu mendapatkan persetujuan dari DPR.
Presiden Joko Widodo mengatakan, penaikan harga BBM bersubsidi tersebut merupakan pilihan yang harus diambil pemerintah untuk mengalihkan subsidi dari sektor konsumtif menjadi produktif, sehingga dapat dirasakan oleh lebih banyak orang, di antaranya untuk sektor infrastruktur dan pendidikan.
Selain itu, bagi masyarakat miskin dan hampir miskin, pemerintah telah menyiapkan bantuan sosial.
Untuk diketahui, dalam APBN 2014 Pasal 14 poin 14 disebutkan, penetapan perubahan realisasi dan proyeksi parameter subsidi energi sebagaiaman dimaksud ayat 13 dilaksanakan setelah mendapat persetujuan komisi terkait di DPR RI.
Namun, dalam APBN P 2014 pasal 14 poin 14 dihilangkan, artinya pemerintah tak perlu persetujuan dari DPR soal penaikan BBM.
Akan tetapi, terkait pengalihan subsidi pemerintha wajib mendapat persetujuan dari DPR RI.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Majukan Jam Kerja Pegawainya

Jakarta, Aktual.co — Kepemimpinan Imam Nahrawi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), membuat beberapa sistem birokrasi di lembaga tersebut mengalami perubahan.

Selama 21 hari kepemimpinannya, mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, mengubah jam kerja para pegawai di Kemenpora.

“Jam masuk kami majukan pada 07.00 WIB dan pulang pada 15.00 WIB. Harapannya agar kinerja para aparatur Kemenpora dapat lebih maksimal,” ungkap Imam di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11).

Selain itu, Imam juga mengungkapkan bahwa, Kemenpora juga telah melakukan tes anti narkoba yang ditujukan kepada seluruh aparaturnya. Disampaikan Imam, dari hasil tes tersebut, seluruh aparatur Kemenpora dinyatakan negatif mengkonsumsi narkoba.

“Alhamdulillah, sekitar 600 lebih aparatur (Kemenpora), tidak ada yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang,” kata Menpora.

Bukan hanya itu, demi meningkatkan kinerja para aparaturnya. Menpora sudah menyiapkan beberapa program yang dinamakan Tunjangan Kinerja.

“Kami juga akan memberikan penghargaan dan sanksi terhadap kinerja seluruh elemen Kemenpora,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Blokir Jalan, Unjuk Rasa Mahasiswa Ricuh

Padang, Aktual.co — Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa di Padang berujung bentrok dengan kepolisian, Selasa (18/11). 
Bentrokan berawal dari upaya mahasiswa yang akan memblokir jalan karena aspirasi yang ingin disampaikan ke Anggota DPRD Sumatera Barat tidak mendapatkan tanggapan.
Polisi sendiri langsung menangkap 10 orang mahasiswa yang diduga menjadi provokator.
Akibat bentrokan dua personel kepolisian terluka akibat terkena lemparan batu. Hal ini terjadi saat pihak kepolisian mencoba memukul mundur pendemo kearah Kampus UNP Air Tawar, Kota Padang.
Kedua polisi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Padang.

Artikel ini ditulis oleh:

BPS: Penaikkan BBM Berpotensi Menambah Kemiskinan

Jakarta, Aktual.co —  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Lalu Putradi mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak berpotensi terjadinya penambahan angka kemiskinan di daerah ini karena daya beli masyarakat pasti akan berkurang.

“Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tentu akan berdampak pada semua sektor kehidupan, sementara pendapatan masyarakat tetap,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Selasa (18/11).

Berdasarkan data BPS tahun 2013, angka kemiskinan di Kota Mataram sebesar 10,75 persen atau sebanyak 46.670 jiwa dari total jumlah penduduk 419.000 jiwa, dengan tingkat garis kemiskinan berada di angka Rp359.651.

“Untuk tahun 2014 ini kami belum melakukan penghitungan, biasanya dilakukan pada pertengahan tahun berikutnya, sehingga angka kemiskinan tahun 2014 diperkirakan dikeluarkan sekitar Juni atau Juli 2015,” ujarnya.

Putradi mengatakan, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan adalah, rupiah yang diperlukan agar penduduk dapat hidup layak secara minimum yang mencakup pemenuhan kebutuhan minimum pangan dan nonpangan esensial atau mendasar.

“Dengan kata lain garis kemiskinan adalah harga yang dibayar oleh kelompok acuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sebesar 2.100 kalori per kapita per hari dan kebutuhan nonpangan esensial seperti perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi dan lainnya,” katanya.

Dengan demikian, peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam upaya pengendalian harga, agar masyarakat yang berada pada garis kemiskinan tidak turun menjadi miskin. Selain itu, diperlukan berbagai terobosan program pemerintah agar daya beli masyarakat tetap stabil.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kota Mataram dalam lima tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal itu terlihat pada 2008 yang jumlah penduduk miskin di Kota Mataram sebesar 16,13 persen atau sebanyak 61.173 jiwa, turun menjadi 15,41 persen atau 60.637 jiwa pada 2009.

“Kamudian turun lagi pada tahun 2010 sebesar 14,44 persen atau 58.272 jiwa, dan pada 2011 menjadi 13,18 persen atau 53.736 jiwa, serta 2012 sebesar 11,87 persen atau 49.633 jiwa,” katanya.

Dikatakannya, pada pertengahan 2013 terjadi kenaikan BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 untuk premium, namun angka kemiskinan tetap turun menjadi 10,75 persen atau 46.670 jiwa.

“Hal itu dipengaruhi oleh program antisipasi pemerintah dalam upaya menyetabilkan harga berbagai kebutuhan pokok. Langkah inilah yang diharapkan saat ini agar potensi bertambahnya penduduk miskin tidak terjadi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Akui Potongan Diskon Sonangol EP Belum Pasti

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengakui, pernyataan yang dikatakan bahwa dengan membeli langsung minyak ke perusahaan milik Angola ,Sonangol EP akan lebih murah sebesar US$15 per barel itu hanya sekedar prediksi awal. Pasalnya negosiasi antara Pertamina yang mewakili Indonesia dan Sonangol belum selesai.

“Kita memang belum tahu secara pasti. Saya tahu kan dari hasil diskusi itu memang ibaratnya kan begini, bahwa ada potensi untuk kita bisa berhemat,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman saat dihubungi Aktual.co, Selasa (18/11).

Menurutnya, angka tersebut didapatkan melalui diskusi awal dengan pihak Sonangol. Akan tetapi untuk hasil akhir akan ditentukan dalam negosiasi antara Pertamina dan Sonangol yang saat ini masih terus berlangsung.

“Nanti fixed-nya usai pembicaraan Pertamina dengan Sonangol. Karena itu kan bukannya hanya soal jual beli minyak saja, tapi juga ada soal pembangunan kilang, lalu soal investasi Pertamina di Angola dan partnership disini,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama direct seperti ini yang dibantu oleh Governance to Governance ini ternyata mampu menghasilkan hal yang baik.

“Ada potensi penghematan, ada proteksi saving dari pembelian minyak, ada soal pembangunan kilang, dia akan pasok kita. Macem-macemlah,” terang Saleh.

Ia menjelaskan, intinya yang akan dilakukan Pemerintah adalah menghubungi langsung produsen minyak tanpa melalui trader. Guna memaksimalkan sisi penghematan.

“Itu nanti jumlahnya berapa, mekanismenya berapa, tentu harus menunggu hasil diskusi antara dua BUMN tadi,” ujarnya.

Artinya yang dipublikasikan beberapa waktu lalu itu pernyataan yang belum fixed?

“Iya belum tapi kan itu pernyataan bersama, bahwa akan ada potensi penghematan hingga angka itu. Jadi sementara kita pegang dulu saja itu. Pastinya, ada di hasil diskusi kedua belah pihak bumn,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain