6 April 2026
Beranda blog Halaman 42059

Seks Bebas Akan Jadi Hal yang Biasa di 2050

Jakarta, Aktual.co — Profesor Carl Djerassi, salah satu pengembang dari pil KB kontrasepsi memprediksi di masa yang akan datang kalau produknya tidak lagi diminati. Karena, akan lebih banyak orang yang ingin organ reproduksinya disterilkan agar bisa melakukan seks tanpa takut resiko kehamilan. 
Profesor Carl Djerassi juga menjelaskan bahwa “Dalam beberapa dekade ke depan, katakanlah pada 2050 nanti, banyak wanita subur lebih memilih fertilisasi melalui IVF ketimbang 5 juta wanita lain yang kesuburannya terganggu. Bagi mereka, pemisahan antara seks dan reproduksi akan meningkat 100 persen,”
Diperkirakan tren sterilisasi organ reproduksi itu akan semakin marak pada tahun 2050. Selain itu, pasangan juga akan lebih memilih pembuahan secara tabung atau metode In Vitro Fertilization (IVF). Ia juga menjelaskan bahwa pembuahan sel telur tidak lagi perlu melalui hubungan seks. Bahkan, sel telur dan sperma akan bisa dibekukan dalam waktu lama tanpa takut resiko rusak dan menghasilkan keturunan cacat.
Sementara yang lain yang melakukan sterilisasi organ reproduksi, bisa melakukan hubungan intim kapan pun tanpa harus terhalang rasa takut akan memiliki anak. Profesor Djerassi mengatakan wanita usia 20-an akan lebih memilih metode inseminasi buatan dalam pembuatan anak. Tidak akan ada lagi kehamilan yang tidak terencana. Aborsi tidak ada lagi karena Anda memiliki anak yang sangat diinginkan keberadaannya. Anak yang Anda cintai, lanjut carl Djerassi.
Profesor Carl Djerassi adalah penemu pil progesteron sintetik pertama pada 1951. Pil tersebut bekerja untuk memompa hormon ke dalam tubuh sehingga menghalangi kehamilan. Adapun produk tersebut berlabel norethisterone dan pertama kali dipasarkan pada tahun 1961. Hingga saat ini, secara tidak langsung pil norethisterone dituding sebagai menjamurnya jumlah seks bebas di dunia. Dikutip dari independent, Senin (17/11).

Bawa Golkar Keluar dari KMP, Ketum Terpilih Bisa Dilengserkan

Jakarta, Aktual.co — Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, siapapun nantinya yang akan memimpin partai Golkar, tidak boleh membawa partai itu keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
Bila hal itu dilanggar, maka akan ada risiko berat yang menanti. Risiko berat tersebut adalah dilengserkan dari kursi Ketua Umum ‎apabila calon terpilih tersebut berusaha membawa Golkar keluar KMP dan masuk ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH). 
Dirinya mengatakan, bila nantinya Munas Golkar menentukan partai berlambang pohon beringin ini tetap di KMP, maka Ketum terpilih harus taat terhadap keputusan ini.
“‎Itu amanah yang harus dilaksanakan. Bila tidak dilaksanakan, tentu bisa menjadi alasan Ketum terpilih itu di- Munaslub-kan. Bisa saja (dilengserkan),” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/11).
Menurut  Koordinator Pelaksana KMP ini, memang menjadi hak masing-masing Caketum untuk memperjuangkan cita-citanya, termasuk membawa Golkar merapat ke KIH. Namun demikian, keputusan Munas yang akan diselenggarakan akan menentukan kelanjutan Golkar di KMP. 
‎”Saya kira itu silakan di perjuangan masing-masing, tapi semua keputusan disahkan lewat Munas. Bilamana Munas disahkan untuk memperkuat posisi politik Golkar sebagai partai di luar pemerintahan, berarti siapapun yang terpilih tidak bisa keluar dari keputusan itu,” kata Idrus.
Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) akan menentukan Ketua Umum Partai Golkar ‎selanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kontrak Blok Pase Habis, Kementerian ESDM Belum Panggil Pemerintah Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga kini belum memanggil Pemerintah Aceh untuk membahas berakhirnya kontrak pengelolaan Blok Pase di Aceh Timur. 
Kepala Dinas ESDM Aceh, Said Ikhsan menyebutkan hingga kini belum ada pemberitahuan dari pemerintah pusat ke Pemerintah Aceh. 
“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan atau undangan untuk membahas Blok Pase,” kata Said, ketika dihubungi aktual.co, Senin (17/11).
Hal senada disebutkan Tim Migas Aceh, Ramli Jafar. Menurutnya, Kementerian ESDM akan mengajak Pemerintah Aceh untuk membahas pengelolaan Blok Pase.
“Kita masih menunggu pusat memanggil dalam dua hari ini. Kabarnya, ESDM sudah mengintruksikan agar mengundang pemerintah Aceh,” ujarnya. 
Disebutkan, ketika Jero Wacik menjabat Menteri ESDM, kementrian itu telah meminta nama-nama tim Aceh untuk membahas Blok Pase.
Untuk diketahui, amanah UU Pemerintah Aceh menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya mineral harus melibatkan Pemerintah Aceh.
Kementerian ESDM pekan depan depan akan memberi keputusan terkait blok Migas yang telah berakhir masa kontraknya. Dari empat blok yang segera mendapat kepastian salah satunya adalah Blok Pase di Aceh Timur. Blok Pase selama ini dikelola oleh PT Triangle Pase Inc.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Umumkan Penaikan Harga BBM di Istana Negara Malam Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Senin (17/11) malam, pukul 21.00 WIB, di Istana Negara, Jakarta.
“Diumumkan pukul 21.00 WIB oleh Presiden (Jokowi),” kata Menteri ESDM di kantor Menko Perekonomian.
Saat ditanya besaran penaikannya, dirinya menjawab belum diketahui. “Kenaikannya belum,” kata dia.
Sebelumnya, para menteri ekonomi telah berkumpul di kantor Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Sempat beredar kabar, bahwa pengumuman BBM akan digelar di tempat tersebut.
Namun, pada pukul 20.10 WIB para menteri ini mulai bergeser ke Istana Negara. Para menteri tersebut antara lain, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, dan lain-lain. 

Artikel ini ditulis oleh:

Film “Jembatan Bacem”, Berkisah Tentang Tahanan Politik Anggota PKI

Jakarta, Aktual.co — Jembatan Bacem yang terletak di sebelah selatan Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu peristiwa kelam bangsa Indonesia tahun 1965-1966. Tahanan politik (Tapol) yang konon katanya adalah anggota PKI dan anggota pergerakan sosial berbasis rakyat harus menghadapi ajalnya di mulut Jembatan Bacem dengan penghilangan paksa. 
Tubuh mereka hanyut bersama aliran sungai Bengawan Solo, lalu menghilang bersama buih. 
Sama halnya dengan sanak saudara korban penghilangan paksa, masyarakat sekitar Jembatan Bacem pun tak pernah berani untuk bersuara ataupun bertanya. Hingga akhirnya, setelah 40 tahun peristiwa itu berlalu mereka berani membuka luka lama dengan harapan, para korban yang hilang akan menemui keadilan.
Film Jembatan Bacem ini mulai digarap oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) dan Paguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) pada tahun 2007 dan dipublikasikan pada 2013. Dalam film dokumenter Jembatan Bacem ini, mereka yang tahu dan berhasil lolos dari penghilangan paksa tersebut hidup untuk menceritakan kembali kisah pilu yang mereka alami… Sutradara:  Yayan Wiludiharto. Komunitas Elsam dan Parkoba Solo.
Anda penasaran dengan kisah lanjutannya? Bisa saksikan di acara Documentary Days 2014, dengan mengusung tema “Voice of Voiceless, Speaking on Behalf of The Unheard” yang diadakan oleh Badan Otonom Economica Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di laman: www.documentarydaysfeui.com. 

 

Waryono Karyo Penuhi Panggilan KPK

Mantan Sekjen ESDM Waryono Karyo saat meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (17/11/2014). Waryono Karyo diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penerimaan hadiah dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral oleh DPR dengan tersangka Sutan Bhatoegana. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain