4 April 2026
Beranda blog Halaman 42087

Jejak kaki manusia Zaman Batu ditemukan di Denmark

Jakarta, Aktual.co — Ketika sepasang nelayan mengarungi air dingin di bagian selatan Laut Baltik sekitar 5.000 tahun lalu, mungkin mereka tidak menyadari bahwa dasar laut di bawah kaki mereka merekam setiap gerakan mereka.

Namun kenyataannya memang demikian, dan bukti yang hilang tentang perjalanan mencari ikan pada masa prasejarah tersebut ditemukan di Denmark.

Dua pasang jejak kaki manusia dan beberapa alat mencari ikan dari Zaman Batu baru-baru ini ditemukan di sebuah fyord–teluk kecil di antara tebing curam– di Pulau Lolland.  Di sana, para arkeolog mengungkap jejak kaki dan pagar perangkap ikan, alat yang berasal dari sekitar tahun 3.000 SM.

Para arkeolog sebelumnya pernah menemukan pagar penangkap ikan, tapi jejak-jejak kaki sejenis itu merupakan jenis jejak kaki pertama yang ditemukan di Denmark, menurut Terje Stafseth, arkeolog di Museum Lolland-Falster, yang membantu menggali jejak kaki kuno.

“Ini sungguh luar biasa, menemukan jejak kaki manusia,” kata Stafseth, seperti dilansir laman LiveScience. “Biasanya, yang kita temukan sampah dalam bentuk alat atau gerabah. Tapi di sini, kami tiba-tiba mendapat jejak yang benar-benar berbeda dari masa lalu, jejak kaki yang ditinggalkan manusia.”

Artikel ini ditulis oleh:

Jembatan Sungai Mentawai Rohul Amblas Akibat Banjir

Jakarta, Aktual.co — Jembatan Mentawai sepanjang sekitar 20 meter yang terletak di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, amblas.

Amblasnya jembatan ini diduga terjadi akibat diterjang banjir besar yang melanda daerah setempat beberapa hari yang lalu.

Akibat dari amblas dan bergesernya jembatan ini menyebabkan aktivitas masyarakat dua desa di Rokan IV Koto terganggu.

Adapun desa yang sangat bergantung pada jembatan ini adalah desa Sei Sikijang dan Cipang Kiri Hilir. Kedua desa ini masih merupakan desa yang terisolir di kabupaten setempat.

Menurut masyarakat Rokan IV Koto, Wardi, jembatan tersebut memang sudah lama dan mulai lapuk dimakan usia hingga tidak mampu menahan derasnya banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Aceng Herdiana mengatakan bahwa masyarakat dari kedua desa tersebut sampai saat ini belum dapat melakukan aktivitas normal kembali .

“Biasanya mereka memang menggunakan jembatan Mentawai untuk beraktivitas,” katanya di Mentawai, Minggu (16/11).

Menurut dia, amblas dan bergesernya jembatan ini disebabkan oleh air bah yang datang secara tiba-tiba dua hari lalu.

“Pondasi jembatan tersebut memang telah lama terkikis arus sungai, sehingga ketika diterjang air, dia bergeser dan amblas,” ujar dia.

Dia menjelaskan bahwa pada awalnya BPBD Rohul akan mengirimkan perahu karet sebagai alat penyeberang masyarakat. Namun, sebelum tiba di lokasi kejadian, ternyata perahu tersebut mengalami bocor karena terkena batu.

Selain jembatan Mentawai yang bergeser, puluhan meter ruas jalan di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto juga sempat tertutup tanah longsor.

Jalan longsor ini juga disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan beberapa terakhir ini di Rokan Hulu.

Artikel ini ditulis oleh:

Masyarakat Diminta Waspadai Muntaber di Musim Pancaroba

Jakarta, Aktual.co — Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, H Hasny, mengajak warga masyarakat setempat agar mewaspadai terhadap kemungkinan munculnya penyakit muntah dan berak (Muntaber) di musim pancaroba atau peralihan musim.

“Kini kan sudah memasuk musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, kita harus waspada terhadap muntaber yang biasanya terjadi pada musim tersebut,” ujar dokter spesialis anak itu, di Banjarmasin, Minggu (16/11).

Dari pengalaman selama ini, menurut dokter senior atau yang berusia lebih 60 tahun tersebut, pada musim pancaroba anak-anak rentan terkena muntaber. “Namun orang dewasa pun bisa kena muntaber bila tidak hati-hati,” katanya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan, agar berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman. “Apalagi mengonsumsi atau meminum air sungai, harus direbus terlebih dahulu dan betul-betul matang,” tuturnya.

“Pasalnya kondisi air sungai kita, seperti di Banjarmasin penuh dengan bakteri coli yang bisa membuat muntaber bagi yang mengonsumsi jika airnya tidak dimasak terlebih dahulu,” lanjutnya.

Selain itu, agar orangtua jangan membiarkan anak-anaknya jajan sembarangan guna mencegah terserang muntaber, katanya dalam percakapan dengan Antara Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

“Alhamdulillah sekarang hanya satu anak terkena muntaber dan masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin,” ungkap dokter yang bertugas di ruang anak rumah sakit milik pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu.

“Kita muntaber jangan sampai mewabah pada musim pancaroba tahun ini, asalkan semua masyarakat mewaspadai dan berhati-hati dalam mengonsumsi sesuatu. Sebab pada umumnya muntaber berumber dari makanan dan minuman,” lanjutnya.

Ia menyarankan, kalau terjadi muntaber sebaiknya membawa yang bersangkutan ke Puskesmas terdekat atau meminta pertolongan tenaga kesehatan sebelum terlanjur parah.

“Kalau muntabernya parah agar sesegera mungkin membawa ke rumah sakit, guna mendapatkan penanganan intensif, untuk menghindari kematian,” demikian Hasny.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Kenaikan BBM Hanya “Penuhi” Keinginan Soemarno Inc.

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng menyebut, keinginan pemerintah dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semata-mata hanya untuk memenuhi keinginan rezim internal Rini Soemarno Inc.

Apalagi, sambung dia, seluruh jabatan pimpinan atau dirut BUMN berada di bawah genggaman Soemarno Inc. “Kita sudah tahu semua argumen dasar ini, bahwa penaikan BBM itu dasarnya adalah keinginan rezim internal untuk melakukan imbalisasi sektor migas,” kata dia di Jakarta, Minggu (16/11).

Dia menyebut, dalam hal ini pun pemerintah hanya melakukan akal-akalan untuk melakukan penaikan harga BBM. Apalagi, sambung dia menguasai Pertamina berarti menguasai sumber uang terbesar di negara ini.

“Pertamina merupakan BUMN terbesar di Indonesia dengan revenue mencapai Rp 900 triliun setahun,” ungkapnya.

Sebelumnya, ada gelagat keluarga Soemarno untuk menguasai bisnis migas di tanah air. Ambisi Soemarno Inc menguasai bisnis migas nasional terbuka lebar sejak penempatan Rini Soemarno sebagai menteri BUMN. Seluruh jabatan pimpinan/dirut BUMN berada di bawah genggaman Soemarno Inc.

Posisi Dirut Pertamina yang kosong ditinggalkan Karen Agustiawan menjadi satu dari banyak BUMN yang ditarget dalam waktu dekat ini. Menteri Rini Soemarno mengungkapkan kementeriannya menyewa PT Daya Dimensi Indonesia sebagai pihak ketiga untuk melakukan fit and proper test calon Dirut Pertamina. Meski sudah dibatah oleh Rini, kencang kabar PT DDI adalah perusahaan assesor milik kerabatnya, Oengky Soemarno.

Hasil dari seleksi yang dilakukan PT DDI memperkuat kecurigaan. Nama-nama yang lolos seleksi ternyata adalah bagian dari bisnis atau setidak-tidaknya terkait jaringan Soemarno Inc, seperti Ahmad Faisal (mantan Dirut Niaga Pertamina era Ari Soemarno), Widhyawan (mantan Deputi SKK Migas-Stafsus Menteri ESDM Sudirman Said), dan dua kandidat lain yakni Budi Sadikin Mantan Dirut Mandiri, Rinaldi Firmansyah mantan Dirut Telkom.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Anggot DPR RI Dukung Penangguhan Penahan Ervani

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPD RI, Afnan Hadi Kusumo, mendukung permohonan penangguhan penahanan Ervani Emihandayani, ibu rumah tangga yang ditahan karena dakwaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Saya sudah membuat surat permohonan penangguhan penahanan, mudah-mudahan ditanggapi pihak pengadilan dengan baik,” kata Afnan ketika berkunjung ke kediaman Ervani di Gedongan, Desa Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (16/11).

Ervani (29) dilaporkan ke polisi beberapa waktu lalu karena statusnya di media sosial ‘facebook’ dinilai mencemarkan nama baik pelapor, saat ini Ervani ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan Yogyakarta untuk menjalani sidang di pengadilan Negeri Bantul.

Menurut anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY dari unsur Muhammadiyah tersebut, dukungan upaya penangguhan penahanan terhadap Ervani tersebut karena terdakwa merupakan masyarakat lapisan bawah yang terkena musibah atau menjadi ‘korban’ UU ITE.

“Yang terkena musibah agar diberi keadilan yang seadil-adilnya jangan karena laporan dari orang yang lebih punya posisi kemudian mengalahkan masyarakat yang ada di bawah,” kata Afnan.

Apalagi, kata dia masalah yang terjadi di lapangan dan kemudian dikeluhkan dalam dalam media sosial “fecebook” tersebut merupakan sesuatu yang biasa terjadi, sehingga dalam kasus Ervani ini menurutnya berlebihan jika harus berujung pada ranah hukum.

“Persoalan kayak gitu kan biasa di media sosial itu, kalau saya baca (status Ervani yang diperkarakan) biasa saja, tapi mungkin itu tadi ada tekanan kepada pihak aparat untuk segera menyelesaikan secara hukum, jadi seperti ini hasilnya,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap hakim Pengadilan Negeri Bantul yang menangani perkara ini mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Ervani sebelum ada putusan pengadilan tetap, agar yang bersangkutan bisa melanjutkan aktivitas sebagai ibu rumah tangga.

“Apalagi ini Bu Ervani itu kan yang di rumah perananya sangat besar di rumah tangga itu, makanya menurut saya ditangguhkan,” katanya.

Kasus ini bermula saat Alfa Janto, suami Ervani yang bekerja di salah satu perusahaan di Yogyakarta akan dipindahtugaskan ke Cirebon, namun karena merasa tidak ada perjanjian dalam kontrak kerja, Alfa Janto keberatan dengan keputusan tersebut.

Penolakan itu berujung pemecatan, dan merasa suaminya tidak diperlakukan dengan adil, Ervani mengeluh di media sosial “facebook” beberapa waktu lalu, dalam statusnya, Ervani menyebut nama pimpinan perusahaan yang berperan dalam proses pemecatan suaminya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tolak Kenaikan BBM dan Kembalikan Kekayaan Alam untuk Kemakmuran Rakyat

Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng, didampingi Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo dan Aktifis solidaritas untuk pergerakan aktivis indonesia (Suropati) Aditya Iskandar, saat menjadi pembicara diksusi dengan tema ‘Menjawab Rencana Kenaikan BBM: Tolak! di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2014). Diskusi ini menyoroti seputar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan stabilisasi harga. Selain itu juga dibahas mengenai isu mafia migas serta terkait Pasal 33 UUD 1945 yang asli. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain