4 April 2026
Beranda blog Halaman 42088

Pelari Kenya Rajai Borobudur 10K

Jakarta, Aktual.co — Pelari asal Kenya, Kenedy Lilan dan Keninah Kihen, meraih juara I lomba Borobudur International 10 K 2014 untuk kelompok elit internasional putra dan kelompok elit internasional putri.

Pada Borobudur International 10 K yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11), Kenedy Lilan dengan catatan waktu 29 menit 35 detik, kemudian juara II Ngaresosemi dari Kenya (29.38), dan juara III Yulius Brotil yang juga dari Kenya (29.47).

Kelompok elit internasional putri Peninah Kihen dengan catatan waktu 36.12, kemudian juara II Lazeena Rahman dari Jakarta (57.58), dan juara III Miki Yokohama dari Jakarta (63.03).

Kelompok elit nasional putra juara I Agus Prayogo dari Jawa Barat (31.45), juara II M. Ridwan dari NTB (32.23), juara III Ranto dari Magelang (32.34). Kemudian kelompok elit nasional putri juara I Yulia Ningsih dari PASI Jatim (37.08), juara II Rini Budiarti dari DKI Jakarta (37.44), dan juara III Afriana Paijo dari NTT (39.35).

Kelompok umum putra juara I Kamid, juara II Oktovianus (Yonif 411 Kostrad), juara III Noce Mattal (Cepu). Kelompok umum putri juara I Septiana Dita (Cepu), juara II Yonita Sari (Magelang), dan juara III Anjhani (Jepara).

Sekretaris Umum PASI Kabupaten Magelang Priatmaji mengatakan sekitar 16.000 pelari mengikuti lomba Borobudur International 10 K dari 16 negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Inggris, Swedia, Kenya, dan Jepang.

Ia mengatakan rute yang ditempuh dalam Borobudur International 10 K, yakni start dari Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur menuju Kandang Gajah, Pasar Borobudur, Perempatan Kujon, Bumisegoro, Kandang Gajah, dan finish juga di Taman Lumbini.

“Rute Borobudur International 10 K tersebut sudah mendapat lisensi dari Federasi Atletik International (IAF) untuk kegiatan lomba yang sama hingga lima tahun mendatang,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memberikan hadiah kepada para juara mengatakan Borobudur 10 K akan dilaksanakan setiap tahun sekali.

“Bahkan nanti kami coba dorong lagi mungkin Borobudur Run dalam bentuk yang berbeda lagi dan kami harapkan partisipasinya lebih banyak. Kita ciptakan atlet-atlet kita dengan memberikan ruang untuk berprestasi, yang penting sportif,” katanya.

Ia menuturkan melalui kegiatan ini Borobudur semakin menggaung di tingkat internasional akhirnya dapat membuat aktifitas baik olahraga, kesenian, pengetahuan, dan religius. Semua bisa terpusat di kawasan Borobudur sehingga Jateng juga makin terkenal.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Minta Menteri Tindaklanjuti Hasil Kunjungan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo, pada Senin (17/11) pekan depan, akan melangsungkan rapat dengan para menteri, dengan agenda meminta para anggota Kabinet Kerja segera menindaklanjuti hasil pembicara dengan sejumlah kepala negara sahabat, dalam kunjungan ke luar negeri selama pekan ini.

“Yang jelas pada hari Senin (17/11) Presiden akan menggelar rapat untuk memberi pekerjaan rumah kepada para menteri guna menindaklanjuti hasil perjalanan ini,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada wartawan di sela-sela mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pelabuhan Brisbane, Australia, Minggu (16/11).

Andi mengatakan, dalam kunjungan ke luar negeri selama sepekan, baik saat menghadiri KTT APEC, KTT Asean dan KTT G-20, Kepala Negara bertemu dan melakukan pembicaraan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat seperti Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu.

“Relatif (rencana pertemuan bilateral) dicapai semua. Ada beberapa ‘meeting’ yang tidak direncanakan di Jakarta tapi dalam perjalanan bisa dilakukan bisa terjadi, misalnya, di Australia (saat hadiri KTT G-20) bilateral dengan PM Italia dan PM Turki, sementara di Myanmar bertemu dengan PM India dan Sekretaris Jenderal PBB,” kata Seskab.

Andi mengatakan, saat bertemu dengan PM Italia, hal yang dibahas terkait dengan ekonomi kreatif khususnya di bidang fashion, mengingat Milan merupakan salah satu kota pusat fashion dunia. Sementara saat bertemu dengan PM Turki, Presiden membicarakan mengenai peluang kerja sama di berbagai bidang antarkedua negara di masa mendatang karena kerja sama yang berlangsung antara Turki dan Indonesia saat ini masih relatif kecil.

Pada Minggu, siang, Presiden Joko Widodo beserta rombongan meninjau Pelabuhan Brisbane dan kemudian menuju Bandara Internasional Brisbane untuk kemudian pada Minggu sore bertolak kembali ke Tanah Air setelah melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, Myanmar dan Australia selama sepekan.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos: Kebhinekaan Modal Utama Bangun Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan kebhinnekaan merupakan modal sosial untuk membangun Indonesia dan toleransi sudah jadi budaya bangsa.

“Kebhinnekaan adalah anugerah luar biasa. Di sisi lain bisa menjadi potensi konflik jika tidak ada toleransi,” kata khofifah saat penyerahan obor perdamaian untuk perayaan Hari Toleransi Internasional di Jakarta, Minggu (16/11).

Indonesia mempunyai penduduk lebih dari 259 juta jiwa, 250 suku bangsa, enam agama besar, serta 17.583 pulau yang merupakan anugerah.

“Namun bisa menjadi potensi konflik, bila sikap toleransi tidak hadir di tengah masyarakat,” tambah Khofifah.

Sejarah mencatat, di bumi Nusantara sudah tercipta dengan baik sikap toleransi yang kuat di antara ragam suku dan budaya sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Sikap toleransi tercermin dalam ajaran luhur Bhineka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tapi satu,” katanya.

Pada kesempatan itu Mensos menerima obor perdamaian yang dibawa pawai perdamaian.

Obor perdamaian lalu diserahkan kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Sulawesi Tengah Sulteng Nurmawati Bantilan, sebagai tanda kesediaan Sulteng menjadi tuan rumah obor 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

RI-Prancis Kerjasama Bidang Maritim

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia dan Prancis, sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim, khususnya industri galangan kapal dengan membentuk kelompok kerja yang akan membahas secara konkrit rencana tersebut.

“Untuk maritim industrinya yang menjadi penekanan karena Prancis kuat di bidang industri galangan kapalnya. Kemudian diminta membuat working group untuk membahas kerja sama selanjutnya,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada wartawan di sela mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi Pelabuhan Brisbane, Australia, Minggu siang (16/11).

Selain memperkuat kerja sama di bidang maritim, Presiden Joko Widodo saat bertemu Presiden Prancis Francois Hollande juga membahas mengenai peluang investasi di bidang infrastruktur, energi khususnya pembangkit tenaga listrik.

“Dan (mengenai) ISIS, menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara Islam moderat, (juga dibahas) minta kerja sama penukaran intelijen untuk mencegah apa yang terjadi. Sementara untuk perubahan iklim (climate change baik Indonesia maupun Prancis) melanjutkan komitmennya,” kata Seskab.

Sementara itu saat bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Joko Widodo juga membahas peningkatan kerja sama di bidang pertahanan setelah sebelumnya Indonesia dan Jerman bekerja sama dalam pengadaan main battle tank Leopard.

“Yang khusus kerja sama industri pertahanan karena kita telah membeli Leopard sehingga diharapkan bisa dilanjutkan. Secara luas di industri pertahanan itu terutama apa yang bisa dilakukan untuk maritim,” kata Andi.

Sementara mengenai kebijakan luar negeri dan perkembangan global, dibicarakan mengenai ISIS dan juga perubahan iklim.

“Pembicaraan masih umum tentang yang sudah dikerjasamakan, pembelian Leopard diharapkan dilanjutkan ke kerja sama transfer energi,” papar Andi.

Pada Minggu siang Presiden Joko Widodo beserta rombongan meninjau Pelabuhan Brisbane, kemudian menuju Bandara Internasional Brisbane untuk selanjutnya Minggu sore bertolak kembali ke Tanah Air setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, Myanmar dan terakhir ke Australia selama sepekan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Suzuku Celerio Akan Beredar di Inggris Pada 2015

Jakarta, Aktual.co — Varian mobil mungil terbaru milik Suzuki, All-New Suzuki Celerio, diberitakan akan meramaikan industri otomotif di Inggris pada Feberuari 2015 mendatang.

Seperti dilansir dari Carwale.com, Minggu (16/11), Suzuki Celerio yang sempat terpampang di megahnya Indonesia International Motor Show 2014 (IIMS 2014), memang digadabg-gadang menjadi salah satu “global small-car” yang banyak diminati kalangan pecinta mobil mungil.

Dengan beberapa perlengkapan seperti pendingin udara, velg berbahan alloy, audio system dengan USB dan konektivitas Bluetooth, electric mirrors dan fitur safety tambahan seperti 6 buah airbags, ABS dan ESP, akan membuat Suzuki Celerio akan semakin nyaman untuk dikendarai.

Di sisi mesin, Celerio juga dianggap mumpuni. mesin DualJet 3-silinder terbaru dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, didukung twin fuel injector, disematkan ke dalam dapur pacu Celerio Europe-spec. Komponen itu diberikan guna memastikan efisiensi dan keiritan pemakaian bahan bakarnya lebih maksimal yang diklaim mencapai angka 27,7 km/liter.

Untuk info tambahan, nasib Suzuki Celerio di Bumi Nusantara sedikit mendapat titik terang. Walau pun masih belum dikonfirmasi secara pasti, namun kedatangannya di Tanah Air pada akhir tahun ini bukanlah hal yang tidak mungkin.

Artikel ini ditulis oleh:

FPDIP Dukung Keputusan Mendagri Terkait Penyebutan DIY

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, mengapresiasi penerbitan keputusan Menteri Dalam Negeri bahwa DIY tanpa kata “provinsi”.

“Setelah melakukan kajian yang mendalam dan mendengarkan aspirasi rakyat sesuai dengan sikap sedari awal bahwa, penyebutan DIY tanpa kata “provinsi”, FPDIP memberikan apresiasi dan dukungan pada keputusan Mendagri ini,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY Eko Suwanto di Yogyakarta, Minggu (16/11).

Ia mengatakan kebijakan Mendagri secara tegas menghentikan polemik ini berdasarkan kesejarahan dan peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 dengan sikap resmi bahwa penyebutan DIY tanpa didahului kata “provinsi”.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 1 jelas disebutkan bawah DIY merupakan daerah Provinsi dari NKRI. Artinya meskipun tidak menggunakan kata “provinsi”, DIY adalah daerah provinsi dalam NKRI yang juga taat pada peraturan perundang-undangan lain di Indonesia,” kata Eko.

Menurut Eko, keputusan Mendagri ini sekaligus menjadi wajah sikap Presiden Joko Widodo yang mengerti suasana batin rakyat DIY dan konsisten melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012.

“Kami berharap gubernur dan jajarannya segera melaksanakan tugas sesuai perintah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013, khususnya dalam lima urusan dan administrasi pemerintahan setelah tidak lagi menggunakan kata “provinsi”,” kata dia.

Momentum ini, lanjut Eko, harus dimaknai bahwa pemerintah memberikan penghargaan kepada DIY, sehingga harus mendorong Pemerintah Daerah DIY berjuang dan bekerja lebih keras lagi, tidak hanya mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman rakyat DIY, juga DIY harus menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan NKRI, pelaksanaan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami mendukung pemerintah daerah dan rakyat DIY untuk menjadi pelopor dalam membangun ke-Indonesiaan kita sesuai amanat konstitusi,” kata Eko.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain