8 April 2026
Beranda blog Halaman 42124

Polisi Aniaya Wartawan, Kapolda Sulsel Siap Dicopot

Jakarta, Aktual.co —Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Anton Setiadji mengaku siap dicopot dari jabatannya terkait dengan adanya insiden penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap sejumlah wartawan.

“Saya bertanggungjawab atas insiden penganiayaan yang dilakukan anggota dan kalau memang saya dicopot karena hal itu, saya akan terima sebagai konsekwensi,” ujarnya di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, tindak penganiayaan yang dilakukan terhadap para wartawan adalah tindakan melawan hukum dan dirinya siap untuk menindak anggotanya yang terbukti melakukan penganiayaan itu.

Anton mengaku, akan bertindak secara tegas terhadap oknum anggota polisi yang melakukan aksi pemukulan, apalagi kekerasan itu selain pidana juha melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Saya siap bertanggung jawab dan akan melakukan proses hukum kepada anggota kami yang menyalahi prosedur di lapangan. Yang jelas tidak ada komando untuk melakukan kekerasan terhadap wartawan,” tegasnya.

Selain akan menindak para anggotanya yang telah melakukan pengeroyokan terhadap wartawan baik juru kamera, juru foto maupun pewarta, dirinya juga akan menanggung biaya pengobatan itu.

Anton mengaku sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya dan akan mengganti semua kerusakan fasilitas wartawan seperti kamera yang dirusak maupun handy camera serta fasilitas kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Kita bentuk tim gabungan untuk menginvestigasi kasus pengeroyokan wartawan di Makassar. Dalam tim ini juga diharapkan ada wartawan untuk mengawal jalannya proses penyelidikan dan penyidikan. Jadi kami menunggu laporan dari media, termasuk juga kerusakan-kerusakan yang dialami rekan-rekan,” kata dia.

Sementara itu, dari beberapa wartawan yang mengalami kasus kekerasan dalam bentrokan antara mahasiswa dan polisi, baru seorang yang telah melapor ke polisi. Wartawan yang telah melapor yakni Waldhy, kontributor Metro TV di Makassar.

Kepala Biro Metro TV Makassar Herman Hafsah saat ditemui di sela-sela aksi solidaritas wartawan Makassar di Polrestabes Makassar, menuntut agar pelaku pengeroyokan semua wartawan di Makassar segera diproses.

“Kalau Waldhy sudah melapor langsung kemarin di Polrestabes, di mana karyawan saya mengalami luka robek di pelipis kirinya. Setelah mendapat lima jahitan di lukanya oleh tim medis RS Faisal, Waldhy langsung melapor. Kalau yang lainnya saya belum tahu, tapi kemarin saya ajak ramai-ramai pergi melapor. Kami harap kasus ini segera diproses dan tindak tegas seluruh anggota polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan,” tandasnya.

Kebringasan polisi yang sedang bertugas mengawal aksi unjuk rasa penolakan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Jalan AP Pettarani, depan kampus UNM Makassar berakhir bentrok dengan mahasiswa setelah Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto terluka karena anak panah.

Pascakecelakaan itu, ratusan polisi gabungan langsung mengejar semua mahasiswa hingga ke dalam kampus dan para wartawan yang berada dibelakang polisi juga menjadi sasaran amuk para polisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Angkutan Pakai Sopir Tembak, Sudinhub Jakbar Bakal Cabut Ijin Trayek

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat berencana akan melakukan penertiban dan mencabut ijin trayek angkutan umum terhadap sopir tembak. Hal tersebut dilakukan menyusul keberadaan sopir tembak angkutan umum di ibu kota khususnya di Jakarta Barat sangat meresahkan dengan cara ngetem sembarangan, melanggar aturan lalu lintas dan ugal-ugalan sehingga rawan kecelakaan.  Demikian disampaikan Kasie Pengawasan dan Pengendalian, Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Imam Slamet bahwa di Jakarta Barat, hampir 90 persen angkutan umum seperti mikrolet, kopaja, kopami, dan metromini dikemudikan sopir tembak. 
“Maraknya sopir tembak memang sudah sangat meresahkan karena banyaknya laporan dari penumpang yang khawatir akan keselamatannya karena saat mengemudikan angkutan cenderung ugal-ugalan,” ujarnya, Jumat (14/11).
Dikatakan Imam bahwa sopir tembak tersebut pada umumnya hanya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B 1 Umum. Selain akan merazia kendaraan yang parkir sembarangan, kata Imam, pihaknya telah berupaya merazia sopir tembak. 
“Razia tersebut akan kami gelar selain demi menegakkan aturan juga demi menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang hingga meminimalisir angka kecelakaan angkutan umum,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Perizinan, Menhub Pastikan Birokrasi Tidak Lamban

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memastikan penerbitan izin bisa selesai dalam waktu sehari agar tercipta efisiensi dalam birokrasi yang selama ini dikenal sangat lambat.

“Perizinan tidak boleh dilama-lama, kalau masuk sebelum pukul 12 siang, hari yang sama pasti keluar,” kata Jonan di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Jakarta, Jumat (14/11).

Jonan memastikan berapapun jumlah izin dalam sehari yang diajukan ke Kemenhub, harus terbit hari itu juga.

“Mau ada 100 atau 200 (izin), pasti keluar, kecuali masuknya maghrib, baru besok pagi keluarnya,” katanya.

Jonan mengatakan akan menyederhanakan sistem perizinan yang tidak harus dibubuhi tanda tangannya, melainkan bisa didelegasikan kepada direktur jenderal, kecuali mengubah Peraturan Pemerintah karena harus mendapat tanda tangan presiden.

“Saya ‘push down’, tidak harus tanda tangan saya, tetapi tanda tangan dirjen bisa,” katanya.

Selain itu, ia akan memperpanjang batas waktu perizinan, misalnya dari yang semula hanya berlaku satu tahun, diubah menjadi lima tahun.

“Agar berkas-berkas itu enggak numpuk, karena itu kita buat perizinan lebih simpel,” katanya.

Dia mengatakan perizinan merupakan bagian dari regulasi yang menjadi fokus untuk dibenahi dengan segera dalam awal masa kerjanya karena tidak membutuhkan anggaran.

“Saya benahi dulu regulasi karena yang paling tidak mengeluarkan anggaran, cuma butuh kertas sama pulpen,” katanya.

Jonan optimistis jika permasalahan regulasi bisa diselesaikan dengan cepat, maka akan memicu percepatan kegiatan lainnya yang mendukung pembangunan, seperti investasi.

Namun, Jonan mengaku tidak terlalu ikut campur dalam urusan bisnis, ia hanya fokus terhadap keselamapatan penumpang.

“Kalau soal penerbitan perizinan untuk persaingan bisnis, jangan ke saya. Kalau keselamatan itu saya enggak mau kompromi, kalau perusahaan anda tidak bisa (memenuhi standar keselamatan), kalau mau tutup, tutup saja, ‘it’s not my job to make you rich or poor’ (bukan urusan saya membuat anda kaya atau miskin,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PB Wushu: Kenaikan Dana Olahraga Itu Wajib

Jakarta, Aktual.co — Komisi X DPR RI, berkomitmen untuk menambah persentase anggaran sektor olahraga yang akan masuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu (PB Wushu), Iwan Kwok menegaskan bahwa kenaikan besaran anggaran untuk olahraga merupakan suatu keharusan.

Menurut Iwan, kenaikan persentase itu harus dilakukan mengingat, orientasi olahraga sekarang bukan hanya untuk kesehatan ataupun “prestige”, melainkan sudah menjadi industri.

“Kenaikan anggaran untuk olahraga itu wajib. Salah satu bentuk perang ekonomi internasional adalah dari olahraga. Indonesia harus melihat hal itu,” tegas Iwan ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (14/11).

Lebih lanjut dikatakan Iwan, jika pemerintah harus pintar mengolah sektor olahraga. Iwan mencontohkan, bagaimana Malaysia dengan gampangnya membangun sebuah Sirkuit Sepang menjadi salah satu sirkuit berskala internasional.

“Lihat bagaimana Mahatir Mohammad membangun Sirkuit Sepang. Alhasil, sekarang sirkuit itu jadi lumbung uang untuk Malaysia,” papar Iwan.

Seperti diketahui, Sirkuit Sepang Malaysia menjadi salah satu Gran Prix yang dipertandingkan di ajang Formula One (F1). Hal itu menjadi magnet uang yang pastinya menguntungkan Malaysia.

Artikel ini ditulis oleh:

LIPI Imbau Masyarakat Tebar Racun ke Ciliwung

Jakarta, Aktual.co —Dr. Renny Kurnia Hadiaty dari Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di sekeliling Ciliwung untuk tidak menebar racun atau menyetrum ketika mengambil ikan.
“Tidak lagi mengintroduksi ikan, contohnya sapu-sapu, bawal, alligator, yang merupakan kompetitor ikan asli,” katanya kepada wartawan, Jumat (14/11).
Masyarakat juga dihimbau untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai agar ikan di DAS Ciliwung tidak terus hilang.
“Jangan membuang sampah ke sungai,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

92 Persen Spesies Ikan Hilang Akibat Rusaknya Sungai Ciliwung

Jakarta, Aktual.co —Kepala Museum Zoologycum Bogoriense Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Rosichon Ubaidillah mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung menyebabkan 92 persen spesies ikan hilang.
“LIPI mencoba menelusuri kembali di sungai anakannya mungkin masih tersisa,” kata Rosichon di Jakarta, Jumat (14/11).
Menurut dia, hilangnya sekitar 172 spesies ikan disebabkan oleh pendangkalan sungai, pembuangan limbah kimia maupun plastik dan juga tersapu banjir besar.
“Dulu memang pernah ada banjir tapi struktur ekosistemnya masih ada tempat untuk berlindung. Sekarang nggak ada. Batu diambil, semua dirusak,” katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh LIPI sejak tahun 1910 hingga 2013, ikan yang sudah tidak ada lagi di Sungai Ciliwung antara lain belida, putak (Notopterus notopterus), berukung (Barbichthys laevis), brek (Barbonymus balleroides), keperas (Cyclocheilichthys apogon) dan ikan hitam (Labeo chrysopekadion).
Ada juga ikan yang terancam punah di Ciliwung, antara lain ikan hampal (Hampala macrolepidota), genggehek (Mystacoleucus marginatus) dan baung (Hemibagrus nemurus).
Rosichon mengatakan hilangnya ikan tersebut juga disebabkan oleh ikan invasif seperti sapu-sapu, bawal dan alligator gar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain