12 April 2026
Beranda blog Halaman 42149

Wapres JK: Demo Anarkis Tangkap Saja!

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersilakan siapapun yang berbuat rusuh saat demonstrasi menolak kenaikan harga BBM untuk ditahan jika merusak dan anarkis.
“Saya apresiasi pihak kepolisian bertindak tegas. Siapa yang berbuat rusuh ditahan, kemarin ada empat orang yang ditahan karena berbuat rusuh dengan aksi lempar melempar,” katanya kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat (14/11).
Ia mempersilakan masyarakat yang ingin berunjuk rasa untuk menolak kenaikan harga BBM, tapi begitu berbuat anarkis maka konsekuennsinya akan ditangkap. “Hukumnya seperti itu,” katanya.
Menanggapi maraknya aksi demosntrasi di Makassar, ia mengatakan mahasiswa setempat memang dinamis sehingga ada kebijakan apa saja akan didemo.
Namun, tambahnya, demonstrasinya sebenarnya kecil dan hanya dilakukan oleh 10-20 orang.
“Itulah gayanya Makassar, jadi sebenarnya tidak banyak pelakunya dan bukan hal yang besar di sana. Bahwa ada demonstrasi memang iya,” kata wapres.
Wapres mengatakan dirinya sudah memanggil sejumlah rektor universitas di Makassar dan dari hasil pembicaraan dengan rektor terungkap bahwa pelakunya bukan digerakkan oleh universitas tapi hanya sekelompok orang.
“Mereka pun merusak sebenarnya karena ada media televisi yang mengambil gambar, dan begitu media televisi pergi maka demo juga berhenti,” katanya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Hasanudin Dwia Aries Tina Palubuhu mengatakan forum rektor universitas di Makassar mempersilakan aparat berwajib untuk menangkap mahasiswa jika memang terbukti melakukan tindakan anarkis terkait demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, dan dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Artikel ini ditulis oleh:

Korsel Rencanakan Pelatihan Militer Untuk Pertahankan Dokdo

Jakarta, Aktual.co — Militer Korea Selatan berencana melakukan pelatihan untuk mencegah penyusup di pulau paling timur, Dokdo, akhir bulan ini. 
Pelatihan itu dijadwalkan berlangsung pada 24 November di pulau berbatu di Laut Timur dan di perairan sekitarnya untuk mengusir pasukan non-militer, yang mendekati kepulauan kecil itu melalui laut atau udara. 
Pelatihan itu direncanakan melibatkan sekitar lima-enam kapal dan konvoi serta sejumlah petempur dan pesawat patroli.
“Latihan tersebut akan mencakup latihan pendaratan oleh regu Marinir dari helikopter UH-60,” katanya.
Latihan telah dilakukan dua kali setahun sejak 1986, dengan yang terakhir terjadi pada 30 Mei, meskipun terdapat protes dari Jepang, yang telah lama mengklaim Dokdo, dan memicu permusuhan di Korea Selatan terhadap bekas penguasa kolonialnya itu.
Korea Selatan mengatakan, klaim tersebut sama saja dengan penolakan Jepang atas kemerdekaan Korea dari kekuasaan kolonial 1910-1945, ketika Seoul memproklamirkan kedaulatan atas seluruh wilayah — yang termasuk Dokdo dan banyak pulau-pulau lain di sekitar Semenanjung Korea – pada kemerdekaannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Kampung Apung Ketar-ketir Musim Hujan Datang

Jakarta, Aktual.co —Warga Kampung Apung di RT 1/ RW 10, Kelurahan Pluit, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat khawatir dengan datangnya musim penghujan tahun ini.
Bahari, salah seorang warga setempat mengaku kalau tempat tinggalnya selalu kebanjiran saat musim hujan tiba. 
“Tidak hujan saja air menggenang,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (14/11). 
Bila banjir datang, tuturnya, maka aktifitas warga akan lumpuh karena tempat tinggal mereka tergenang air. Meskipun ada saja warga yang membuat perahu rakitan agar bisa keluar masuk kampung saat banjir datang.
Sedangkan Murni, yang juga warga setempat, mengaku pasrah saja dengan banjir karena mengaku sudah biasa mengalami setiap musim hujan tiba.
Untuk mengakalinya, dia memilik untuk tinggal dan beraktifitas di luar kampung di saat banjir datang. Dia akan tinggal di rumahnya yang tingkat untuk mengamankan harta bendanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dipolisikan Udar, Kejagung: Kasus Transjakarta Jalan Terus

Jakarta, Aktual.co — Tersangka dugaan korupsi proyek Transjakarta 2013 dan pencucian uang Udar Pristono secara resmi melaporkan sejumlah pihak dari Kejaksaan Agung kepada Bareskrim Mabes Polri, Kamis (14/11) kemarin.
Udar menuding Kejaksaan Agung memberikan keterangan palsu dalam mengusut kasus yang menjeratnya tersebut.
Meski begitu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Widyo Pramono tak gentar. Dia menilai silahkan saja Udar melapor karena itu memang hak bekas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut. “Bagi Jampidsus dan penyidik, perkara itu (Transjakarta) jalan terus,” kata Widyo di Kejagung, Jumat (14/11).
Dia menyatakan, apalagi saat ini penyidikan kasus proyek senilai Rp 1,5 triliun itu sudah memasuki tahap-tahap akhir. Selain itu, penyidik sudah mulai menggeber penyidikan terkait pencucian uang yang diduga dilakukan Udar.
Salah satunya, lanjutnya, adalah dengan melakukan sejumlah penggeledahan dan penyitaan terhadap tempat maupun aset yang diduga terkait Udar. “Ini penggeledahan dan penerapakan pasal tindak pidana pencucian uang diterapkan,” kata Widyo.
Menurutnya, apa yang dipersoalkan Udar terkait penimbangan Bus Transjakarta, itu pembuktiannya di pengadilan. “Itu urusan pengadilan nanti,” katanya.
Sehingga, sambung Widyo, tidak ada urusan bila dalam proses penyidikan nanti pihaknya atau penyidik dipanggil kepolisian terkait laporan Udar tersebut. “Tidak ada urusan, penyidik berjalan sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Widyo.
Sebelumnya, Kuasa Hukum Udar Pristono, Tonin Tachta Singarimbun mempolisikan Widyo Pramono Cs ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/11).
Dia mengatakan yang dilaporkan itu Widyo, Direktur Penyidikan Suyadi, Kasubdit Tipikor Sarjono Turin, dan dua orang penyidik senior Viktor dan Agung serta seorang ahli dari Universitas Gajahmada. “Unsur pidana (pasal) 263 (KUHP) pembuatan keterangan palsu,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan investigasi kepada Dishub, Kepala KIR Pulogadung dan mendapati bahwa 125 unit Bus Transjakarta itu ditimbang oleh jaksa-jaksa yang mereka laporkan.
“Karena mereka melakukan penimbangan 125 unit busway itu secara sample ditimbang empat unit di Pulogadung. Nah, yang nimbang itu siapa, jaksa atau ahli UGM kami tidak tahu. Nanti polisi yang cari tahu. Karena penimbang itu ada penimbang bersumpah namanya. Jadi tidak bisa sembarang orang,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemprov DKI Ajak Warga Dukung Pembebasa Lahan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak warga setempat untuk berperan aktif dalam mendukung pembebasan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta Nandar Sunandar di Jakarta Jumat (14/11) mengatakan keterlibatan secara aktif itu baik berupa dukungan dan kelengkapan surat kepemilikan, untuk tanah yang akan dibebaskan pemerintah.

“Adanya sengketa ahli waris dan tidak adanya persetujuan dari sejumlah ahli waris juga menjadi salah satu kendala dalam proses pembebasan lahan makam di DKI Jakarta,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2014 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membebaskan sekitar sepuluh hektare lahan untuk keperluan area makam di kawasan provinsi setempat.

“Realisasi pembebasan untuk tahun ini masih sangat sedikit dari target yang ditetapkan karena ada yang terkendala dilegal aspek dan juga ahli waris,” katanya.

Ia menyebutkan total luas TPU yang dikelola Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta seluas 579 Hektare yang tersebar di 78 titik di seluruh daerah tersebut.

Nandar memperkirakan jumlah pembebasan lahan untuk TPU di DKI Jakarta pada tahun 2014, akan mampu direalisasikan sekitar dua hektare dari target tahun itu seluas 10 hektare.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan selama lima tahun yakni hingga 2017 akan memperluas area TPU mencapai 50 hektare dengan membebaskan tanah milik warga di ibu kota negara Republik Indonesia itu.

“Kami juga meminta kepada masyarakat yang memiliki tanah dapat mengajukan kepada pemerintah untuk dibebaskan,” demikian Nandar Sunandar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Persis Telah Terima SK Pertandingan UIang

Jakarta, Aktual.co — Tim Persis Solo, mengaku sudah mendapatkan surat keputusan dari PT Liga Indonesia (PT LI), terkait dengan pertandingan ulang Divisi Utama, melawan Pusamania Borneo FC, Kamis (20/11) pekan depan di Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kami telah menerima surat keputusan dari PT LI, Komisi Banding (Komding) PSSI nomor 30/KEP/K8/DIV UTAMA/K3-14, tentang status laga ulang,” kata Sekretaris manajer Persis, Sapto Joko Purwadi di Purwakarta, Jumat (14/11).

Pada keputusan tersebut, kata Sapto Joko Purwadi, bahwa kick off akan berlangsung pukul 15.30 WITA dan boleh dihadiri oleh penonton, “tetapi operator liga mengambil alih panitia pelaksana (panpel) pertandingan kandang Tim Borneo FC,” ungkapnya.

Dengan demikian, timnya telah melakukan persiapan untuk menghadapi pertandingan tersebut.

“Kami melakukan persiapan dengan latihan rutin dan pertandingan uji coba dengan tim-tim lokal sebelum berangkat ke Samarinda,” katanya.

Seperti diketahui, Komding PSSI dan PT LI telah memutuskan, menggelar pertandingan ulang DU antara PBFC kontra Persis di kandang PBFC. Padahal sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, telah memutuskan pertandingan tersebut digelar di tempat yang netral dan tanpa penonton.

Pertandingan tersebut sempat tertunda karena, Persis melakukan walk out (WO), karena alasan keamanan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain