12 April 2026
Beranda blog Halaman 42150

Privatisasi Jadi Agenda Prioritas Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyebut bahwa untuk menjadi Direktur Utama Pertamina harus kemampuan manajerial dan kepemimpinan tanpa mengharuskan menguasai hal teknis dalam dunia migas menuai kritikan dan analisa.

Global Future Institute (GFI) menilai bahwa pernyataan tersebut merupakan indikasi dari skema Privatisasi Pertamina yang dirancang oleh pihak yang menganut paham neoliberal. Pasalnya, Pemerintah mencari kandidat bos Pertamina yang profesional, berintegritas, nasionalis, independent (non partisan), tidak terkooptasi jaringan mafia migas dan sistem lama, dan berpengalaman di industri migas dari hulu sampai hilir.

“Untuk menangani tata kelola Migas, harus selaras antara skema, rencana sistem, rencana strategis dan daya dukung manajemennya. Dengan memilih Dirut Pertamina yang semata-mata hanya menguasai aspek manajemen, tanpa menguasai lingkup strategis dan seluk-beluk bisnis Migas secara spesifik, nantinya akan mengondisikan Pertamina sebagai produsen Migas Indonesia, untuk masuk dalam skema Privatisasi Pertamina yang dirancang oleh para pihak yang menganut haluan paham neoliberal dalam perekonomian nasional kita,” kata Direktur GFI Hendrajit di Jakarta, Jumat (14/11).

Sehingga, skema ekonomi neoliberal tersebut secara sistematis dan terencana dijabarkan dalam tata kelola Migas Indonesia, termasuk di dalam tubuh Pertamina.

Sebelum ini sempat beredar beberapa nama calon Dirut Pertamina diantaranya, Ahmad Faisal (Mantan Dirut Niaga Ptm Era Ari Soemarno), Widhyawan Prawiraatmadja (SKK Migas-Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said), Budi Sadikin (Dirut Mandiri), dan Rinaldi Firmansyah (Dirut Telkom).

“Menelisik skenario Rini Soemarno, nampaknya agenda privatisasi Pertamina akan menjadi prioritas dalam rangka meliberalisasikan sektor hilir dan untuk itu mendukung skema ini, akan menjadi tugas pokok Dirut Pertamina Baru nantinya,” sambungnya.

Menurutnya, skema menteri Rini Soemarno untuk menguasai sektor migas perlu diwaspadai.

“Inilah skema Meneg BUMN yang perlu diwaspadai, karena besar kemungkinan muara dari skema ini adalah agar korporasi-korporasi asing bisa masuk ke Pertamina,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketua DPRD Sumut Minta Aparat Lacak Provokator Dalam Aksi Demo

Medan, Aktual.co — Ketua DPRD Sumatera Utara, Ajib Shah meminta aparat kepolisian untuk dapat melacak pihak-pihak yang diduga menjadi provokator yang memicu bentrokan warga dengan mahasiswa yang tengah melakukan unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM.

“Maka kita minta aparat, seluruh aparat yang bertugas khusus kepolisian, kita harapkan pak Kapolda turunkan personil yang simpatik dan bisa membaca pihak-pihak yang diduga memprovokasi, karena adik-adik mahasiswa yang jadi korban,” ujar Ajib kepada Aktual.co saat dihubungi melalui selulernya di Medan, Jumat (14/11).

Ditegaskan Ajib, agar penanganan terhadap aksi-aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian tidak dilakukan dengan kekerasan dan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Jangan dengan kekerasan, saya melihat pak Kapolda bisa lebih bijak lah itu,” tandasnya.

Kepada Mahasiswa, Ajib juga meminta, aksi unjuk rasa dapat dilakukan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas dan kepentingan umum.

“Harapan kita adik-adik mahasiswa sampaikanlah aspirasi dengan tertib, jangan mersak fasilitas umum, kita buatlah kemaslahatan di Sumut ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa seratusan mahasiswa di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU) kemarin, Kamis (13/11) berakhir bentrok dengan warga yang diduga merupakan preman.

Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian terkena bacok dan mendapat perawatan di RS‎ Elisabeth Medan‎.

Artikel ini ditulis oleh:

200 Relawan Ikuti Pelatihan Antisipasi Banjir di Jakarta Utara

Jakarta, Aktual.co — Suku Dinas Sosial Pemerintah Jakarta Utara melatih sebanyak 200 relawan sebagai langkah antisipasi menghadapi banjir, sekaligus membantu warga jika nantinya harus tinggal di pengungsian.

“Ini sebagai langkah menghadapi musim hujan sehingga sudah siap jika banjir terjadi,” ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Adji, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/11).

Para relawan yang dilatih antara lain dari satuan tugas sosial dan taruna siaga bencana di wilayah setempat.

Pihaknya mengakui, sejumlah titik-titik banjir yang dinilai rawan tergenang ada di 12 kelurahan dan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

Dua belas kelurahan yang tercatat sebagai titik rawan genangan air yakni Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Kapuk Muara, Kelurahan Pademangan Barat dan Kelurahan Ancol.

Kemudian, Kelurahan Cilincing, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Sunter Jaya, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelurahan Tugu Selatan, Kelurahan Sukapura, Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda.

Sementara itu, selain melatih relawan, pemerintah juga menyiapkan logistik bagi pengungsi, khususnya bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng dan mi instan.

“Inventarisasi perlengkapan lain seperti tenda, selimut dan matras sebagai fasilitas di pengungsian juga disiapkan,” katanya.

Tidak itu saja, untuk dapur umum sebanyak 18 lokasi juga sudah dipersiapkan sebagai pusat logistik bagi pengungsi.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi menyatakan pihaknya kini lebih siap menghadapi banjir dibandingkan pada musim hujan sebelumnya, karena telah dilakukan langkah-langkah antisipatif upaya pencegahan menggenangnya air di wilayah setempat.

Pemerintah Kota Jakarta Utara, katanya, telah mengambil sejumlah langkah antisipatif menghadapi bencana banjir, antara lain menata dan normalisasi kali yang berada di sekitar Jakarta Utara.

“Kami sedang menata saluran dan normalisasi kali yang selama ini menjadi penyebab mudahnya air menggenangi beberapa kawasan,” ujarnya.

Penanganan secara rutin saat banjir, lanjut dia, juga sedang dilakukan, salah satunya dengan mendirikan posko banjir di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara di Jalan Yos Sudarso yang disiagakan 24 jam.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polusi Beijing Diprotes, Konsultan Jerman: Jakarta Lebih Parah

Jakarta, Aktual.co — Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini banyak diperbincangkan, ternyata memiliki aspek yang jauh lebih penting ketimbang kenaikannya. Salah satunya yaitu kualitas BBM Indonesia.

Consultant Fuel Economy Transportation Public dari Jerman, Axel Friedrich mengatakan polusi yang dihasilkan dari kendaraan yang ada di Jakarta lebih besar daripada Beijing. Hal itu dibuktikan dengan alat pengukur ketebalan debu.

“Saya mengukur ketebalan tebu yang dihasilkan di Jakarta lebih besar daripada Beijing, padahal Beijing sempat diprotes karena polusi kendaraannya,” ujar Axel saat konfetensi pers di Hotel Aryaduta Jakarta, Junat (14/11).

Selain itu, Indonesia masih menerapkan standar emisi karbondioksida bermotor yang tingdi dibandingkan Eropa. Menurutnya, harus ada kebijakan dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti pemberian label pada kendaraan mobil atau motor.

“Emisi karbondioksida Indonesia lebih tinggi daripada Eropa. Indonesia 180 g/km, sedangkan Eropa 120 g/km. Pemerintah Indonesia seharusnya memberikan label pada kendaraan yang emisinya bagus, agar masyarakat membeli kendaraan yang bagus juga dan tidak mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Paket Narkotika Jenis Sabu Dari Jerman Diamankan Bea Cukai

Denpasar, Aktual.co — Sebuah paket berisi narkotika jenis sabu-sabu berhasil sigagalkan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Bali NTB NTT, Rahmat Subagyo menjelaskan, paket berisi sabu tersebut dikirim dari Jerman melalui Kantor Pos Renon. Menurut Rahmat, kecurigaan menguat kala paket tersebut melintasi mesin pemindai X-Ray.

Terdapat benda mencurigakan pada paket tersebut. Petugas pun mengambil tindakan pemeriksaan. Benar saja, begitu diperiksa lebih lanjut terdapat alumunium berisi kristal putih. “Setelah dites melalui narcotic test positif sabu-sabu,” kata Rahmat saat memberi keterangan resmi di kantornya, Jumat (14/11).

Dari hasil pengembangan, petugas kemudian mengamankan satu orang perempuan berinisial NSY. Tersangka dibekuk di kawasan Seminyak, Kuta. “Barang buktinya 57 gram sabu. Tersangka bertugas mengambil paket tersebut. Sementara penerima paket berinisial KAS masih kita kejar,” papar Rahmat.

Dari pengembangan yang dilakukan bersama Polda Bali, disita juga dua bungkus kokain dan 15 butir pil ekstasi di rumah kos pelaku berjenis kelamin perempuan tersebut di Jalan Pulau Galang Denpasar. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Dirut Pertamina Harus Penuhi Kriteria Berikut Ini

Jakarta, Aktual.co — Terkait munculnya empat kandidat kuat dirut Pertamina hasil Assesment PT DDI, Direktur Eksekutif Indonesian Public Intitute (IPI) Karyono Wibowo mengungkapkan sebaiknya jabatan tersebut diisi oleh sosok yang tepat. Pasalnya, BUMN minyak dan gas ini dinilai sangat strategis.

“Beberapa kriteria yang pantas jadi referensi Presiden Joko Widodo yaitu pertama, Dirut Pertamina harus diisi oleh kalangan profesional yang berintegritas. Dirut Pertamina harus juga berjiwa nasionalis dan independen (non partisan),” ujar Karyono kepada Aktual, Jumat (14/11).

Menurutnya, kriteria seperti profesional, integritas dan berjiwa nasionalis diperlukan untuk memberangus mafia migas. Selain itu, kriteria yang lain yaitu Dirut Pertamina haruslah sosok yang bersih dari tindak pidana korupsi, tidak pernah tersangkut atau tercium sebagai mafia migas baru dan lama.

“Sosok ini juga harus memiliki pengalaman di industri migas dari hulu sampai hilir sekurangnya selama 15 tahun, baik di perusahaan nasional maupun asing,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan keahlian dan pengalaman dalam bidang akademis Dirut Pertamina dapat dilihat dari gelarnya. Sosok tersebut haruslah bergelar doctor di bidangnya, punya jaringan luas di perusahaan-perusahaan minyak luar negeri, punya konsep menjadikan Pertamina sebagai world class energy company.

“Selain memiliki pengalaman manajerial dan memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata, sosok dirut Pertamina harus mampu meningkatkan profit dua sampai tiga kali lipat sehingga dapat memberikan deviden berlipat kepada negara,” tambahnya.

Berdasarkan kriteria tersebut, Rinaldi Firmansyah tidak jelas rekam jejaknya dalam sektor migas tidak pantas menjadi Dirut Pertamina. Rinaldi Firmansyah yang pernah menjabat Dirut PT Telekomunikasi Indonesia tidak memahami seluk beluk migas.

Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean menilai, sosok Rinaldy Firmansyah merupakan orang yang telah terbukti gagal dan bermasalah.

“Kabarnya memang Rini Soemarno sangat menginginkan Rinaldi Firmansyah jadi calon Dirut pertamina, saya heran kenapa Rini malah lebih suka memilih orang yang gagal dan bermasalah,” kata Ferdinand.

Pertamina sekarang butuh sosok yang paham seluk beluk permainan dunia migas dan terutama harus mengerti tentang energy secara makro karena tidak boleh lagi hanya fokus pada minyak tapi pada gas dan energy lain. Syarat paling mutlak adalah harus berani hadapi mafia.

“Saya melihat kedekatan Rinaldi pada Sofyan Djalil dan Rini justru menempatkan Rinaldi sebagai bagian dari permainan mafia,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain