12 April 2026
Beranda blog Halaman 42151

Haris Rusly: Pemimpin Kok Presentasi!

Jakarta, Aktual.co — Pemimpin itu harusnya pidato memberikan arahan tentang tata dunia yang lebih adil dan damai, tata dunia baru yang berazaskan nilai nilai Pancasila sebagai super ideologi, pasca runtuhnya komunisme dan bangkrutnya kapitalisme bukan melakukan presentasi seolah manajer.
Demikian disampaikan aktivis Petisi 28 Haris Rusly, Jum’at (14/11) menanggapi pidato Presiden Joko Widodo di Forum APEC beberapa waktu lalu.
Menurut dia presentasi itu pekerjaannya manajer dan tukang jualan mebel atau jualan rokok. Mohon maaf, di forum tinggi seperti APEC, tak pantas Jokowi menurunkan derajat sebagai kepala negara Indonesia menjadi manajer dengan mempresentasikan berbagai masalah negara yg seharusnya tak disampaikan. 
“Saya sebagai warga negara tersinggung dan marah mendengar Jokowi “jualan masalah negara” untuk undang investor,” ungkap Haris
“Tidak semua pejabat itu itu berfungsi sebagai pemimpin. Tidak semua presiden mampu jadi pemimpin,” selorohnya lagi.
Tetapi dalam diri Jokowi, kata dia lagi, apa bedanya pejabat yang menggunakan otoritas struktur untuk menggerakan sumber daya manusia, melalui instruksi dan perintah. Dan seorang pemimpin yang menggunakan pengaruh dan nilai nilai untuk mengarahkan sumber daya manusia, melalui keteladanan dan keberanian. 
Dalam pandangan Haris, masalah subsidi BBM, defisit APBN, juga masalah infrastruktur, itu masalah dalam negeri, tak layak bahkan tak pantas, bila dibicarakan di forum setingkat APEC.
“Kalau mau jadi budak dan pengemis, jadilah budak dan pengemis yang berharga,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelatih Tetap Targetkan Timnas Menang Lawan Suriah

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Tim Nasional senior Indonesia, Alfred Riedl mengharuskan anak asuhnya meraih kemenangan ketika menjamu Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (15/11).

Target tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Pelatih, Wolfgang Pikal. Dikatakan Pikal, meski tidak dibekali dengan strategi khusus, Riedl tetap meminta pemain untuk menunjukkan peforma terbaiknya.

“Pelatih di seluruh dunia tidak ada yang ingin kalah. Kita usahakan menang tetapi yang penting adalah persiapan ke AFF,” jelas Wolfgang ketika jumpa Pers di Holten Sultan, Jakarta, Kamis (14/11).

Meski begitu, ketika ditanya mengenai bagaimana persiapan sebelum bertanding, Pikal enggan mengungkapkan.

Dikatakannya jika diungkapkan kepada media, dirinya takut tim lawan dapat membaca permainan Indonesia.

“Kalau untuk persiapan pertandingan, itu saya simpan, karena itu strategi,” tutup Wolfgang sambil tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

Masih Ada Alternatif Lain Selain Menaikkan BBM

Medan, Aktual.co — Ketua DPRD Sumut, Ajib Shah menilai bahwa sebenarnya masih ada alternatif lain bagi pemerintah selain menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Yang tau (alternatif lain selain menaikkan BBM) kan bapak-bapak yang mengelola negara ini, tapi yang kita dengar ada langkah lain,” kata Ajib saat dihubungi Aktual.co melalui seluler, Jumat (14/11).

Sebelumnya, menurut Ajib, jika ternyata masih ada solusi lain selain menaikkan harga BBM, pemerintah diharapkan untuk mengambil langkah itu. Ini dilakukan, agar kehidupan masyarakat tidak semakin diberatkan.

“Kalau ternyata ada jalan lain yang diambil pemerintah yang terbaik, janganlah dinaikkan BBM, itu harapan kita, tapi kalau untuk menyelamatkan negara, ya silakan. Kalau ada langkah lain yang tidak memberati rakyat, ambil langkah itu,” tandas Ajib.

Diketahui, pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM pada akhir November 2014. Meski belum diketahui berapa kepastian besaran kenaikan itu. Sementara, kenaikan itu menuai protes dan penolakan diberbagai wilayah di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolda Metro Klaim Pakai Pendekatan Persuasif Tangani Demo

Jakarta, Aktual.co —Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan pendekatan secara persuasif untuk menangani demonstrasi (demo) yang dilakukan kelompok atau organisasi kemasyarakatan.
“Pendekatan kepada masyarakat tetap persuasif. Terima kasih kepada jajaran Sabhara dan Brimob yang setiap hari melayani masyarakat secara persuasif,” katanya di sela peringatan HUT ke-69 Brimob di Jakarta, Jumat.
Ketika dimintai tanggapannya terkait penanganan unjuk rasa mahasiswa yang sempat diwarnai bentrok di Makassar, mantan Kepala Korps Brimob Polri (2012) itu mengatakan pihaknya memberlakukan evaluasi pengamanan pada setiap hari Rabu.
“Untuk penanganan unjuk rasa kepolisian berpedoman pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 terkait penggunaan kekuatan dalam kegiatan kepolisian, lalu Protap Nomor 1 Tahun 2010 terkait penanggulangan anarkis,” katanya.
Mantan Kapolda Kalbar (2011) dan Kapolda Jatim (2013) itu mengatakan dalam penanganan unjuk rasa, aparat menekankan pada penggunaan gas air mata karena lebih aman.
“Terima kasih karena selama ini tidak ada yang menggunakan senjata sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 sehingga tidak memunculkan korban termasuk dari masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan masyarakat juga menyampaikan pedapat di depan umum tanpa anarkis.
Sepekan belakangan ini ibu kota Jakarta diramaikan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok pekerja atau karyawan, kelompok masyarakat hingga ormas di sejumlah lokasi. Tahun lalu, sebanyak 179 aksi unjuk rasa terjadi di ibu kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Forwaka Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Pemukul Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) mengecam dan menyesalkan tindakan refresif yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan saat melakukan peliputan aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Makassar UNM yang menolak kenaikan harga BBM yang berujung bentrok.
“Tindakan oknum polisi yang diduga merampas alat kerja wartawan sudah tidak bisa didiamkan, aksi brutal aparat kepolisian kepada wartawan harus ditindak secara hukum agar kejadian tersebut tidak terulang,” ujar Ketua Forwaka Edward Panggabean, di pressroom Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (14/11).
Menurut pria yang akrab disapa Edo itu, seharusnya Polri sebagai institusi penegak hukum paham dan mematuhi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. “Bukan seenaknya bersikap arogansi seperti ini. Ini sudah mencenderai demokrasi, dan pembungkaman terhadap kebebasan pers,” tegas Edo.
Disisi lain, terasa aneh bila tindakan brutal anggota polisi itu dilakukan secara spontan, alasanya karena pimpinannya terkena panah.
“Itukan sudah tanggujawab dan resiko. Masak, komandanya yang kena serangan, angotanya beringas lalu menindas wartawan. Ini sudah menghalangi kerja jurnalistik dengan cara yang tidak bermartabat,” sambung Edward.
Terkait kekersan itu, Edwar mempertanyakan transformasi revolusi mental polri yang katanya mau tampil excellent.
“Mana transformasi revolusi mental polri yang katanya mau tampil excellent. Apalagi disaat HUT Brimob ke 69, dapat kado dengan wajah tercoreng karena ulah oknum anggotanya sendiri. Jadi sudah waktunya jajaran Brimob introveksi ke dalam-lah,” tambahnya.
Forwaka mendesak Kapolri agar perintahkan Propam Polri untuk bertindak tegas. “Kami mendesak Kapolri agar perintahkan Propam Polri untuk langsung tindak tegas oknum polisi penganiaya wartawan dan segera jatuhi sanksi. Selain itu segera proses Kapolda Sulselbar yang patut diduga telah melakukan pembiaran terhadap arogansi anggotanya,” tuntas Edu Gabe.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejaksaan: Kalau Keberatan Udar Harusnya Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus dugaan mark up pengadaan bus TransJakarta Udar Pristono melalui kuasa hukumnya melaporkan jaksa terkait dugaan praktek memberi keterangan palsu ‎dalam pembuktian kasus yang menjeratnya. Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai hal itu tak perlu karena sudah ada mekanisme melalui pra peradilan.
‎”Itu sudah ada mekanismenya menurut KUHAP, melalui praperadilan,” ujar Kapuspenkum Tony T Spontana, Jakarta, Jumat (14/11).
Tony mengatakan, bahwa tindakan jaksa sudah sesuai kewenangan berdasarkan Undang-undang. Dia juga menegaskan bahwa keberatan itu tidak seharusnya ‎melalui ranah pidana.
“Tindakan dan upaya hukum yang dilakukan jaksa dalam rangka penyidikan adalah sah sesuai kewenangan berdasarkan UU, serta surat perintah yang sah. Keberatan itu melalui praperadilan. Bukan melaporkan penyidik ke ranah pidana‎,” ucap Tony.
Kuasa hukum Udar, Tonin Tachta Singarimbun menyebut dugaan keterangan palsu itu terkait jumlah unit bus yang ditimbang. Tonin menyebut bahwa timnya melakukan investigasi ke Dishub dan KIR DKI bahwa 125 unit bus memang ditimbang jaksa. Dari 125 itu ditimbang secara sampel 4 unit di Pulo Gadung yang ditimbang JBB alias bobot mati.
Menurut Tonin, penimbangan seharusnya dilakukan pihak yang disumpah apalagi untuk keperluan pembuktian di muka hukum.‎ Tonin melaporkan jaksa tersebut ke Bareskrim Polri pada Kamis (13/11) kemarin.
“Jadi kami melihat di sini ada unsur penipuan. Hingga jaksa yang memiliki kekuasaan dalam mengatakan orang bersalah. Dia bilang kami sudah menimbang sebanyak 31 ribu kilogram atau 31 ton,” kata Tonin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain