17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42166

Pengamat: Kenapa Pelantikan Andi Widjajanto Kok Harus Tertutup?

Jakarta, Aktual.co —  Tertutupnya pelantikan Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet Jokowi – JK, menuai kritikan beberapa elemen masyarakat.
Seperti yang dikatakan Boyamin Saiman, Koordinator MAKI, yang menganggap pelantikan tersebut sepatutnya tidak dilakukan secara tertutup.
“Itu memang perlu dipertanyakan kenapa harus tertutup,” ucapnya kepada Aktual.co di Jakarta, Senin (11/3).
Ia juga mengatakan Presiden Jokowi memang tidak biasa melakukan seremonial seperti itu tetapi seengganya hal tersebut patut diketahui oleh media dan masyarakat.
“Mungkin seperti itu gayanya Presiden Jokowi selalu dengan tertutup, tetapi mestinya pelantikan itu diumumkanlah,” ujarnya.
Boyamin juga berharap pelantikan-pelantikan kedepannya tidak tertutup seperti ini.
“Saya berharap pelantikan pejabat setingkat menteri tidak dilakukan seperti ini lagi dengan cara tertutup,” tutupnya.
Seperti diketahui, Pelantikan Andi Widjajanto dilantik secara tertutup oleh Presiden Joko Widodo sebagai Sekretaris Kabinet, Senin (3/11). pelantikan tersebut awak media pun tidak diperkenankan mengambil gambar proses pelantikan ini. (Baca: Andi Wijajanto Dilantik Jadi Seskab)

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Warga Rela Antre Perebutkan Nasi “Uyah Asem” Untuk Dapat Berkah

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga dari sejumlah daerah di Keresidenan Pati, Jawa Tengah, Senin (3/11), memadati kompleks Makam Sunan Kudus untuk memperebutkan nasi “uyah asem” pada ritual “buka luwur”.
Tradisi “buka luwur” yang diselenggarakan setiap 10 Muharam, yang tahun ini bertepatan pada Senin (3/11) itu, merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.
Ribuan warga yang antre mendapatkan nasi “uyah asem” memadati kompleks Makam Sunan Kudus sejak pukul 05.00 WIB, dengan harapan tidak perlu berdesak-desakkan untuk mendapatkan nasi jangkrik.
Munjayanah (42), warga Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, mengaku, antre sejak pukul 06.00 WIB, untuk mendapatkan sebungkus nasi uyah asem.
Selain dimakan, sambung dia, sebagian nasi yang didapatkan juga diberikan kepada anggota keluarganya yang lain serta untuk ditabur di sawah.
Ia mengakui, rela antre selama beberapa menit karena ingin mendapatkan berkah.
Untuk menghindari kepadatan antrean, panitia buka luwur mengatur warga yang antre agar tidak berdesak-desakan dengan membagi antrean dari sepanjang Jalan Menara menjadi dua antrean khusus untuk laki-laki dan perempuan.
Selain itu, panitia buka luwur juga membuat peta antrean sehingga warga dari luar daerah atau belum pernah ikut antrean tidak kesulitan mengantre.
Untuk antisipasi warga pingsan, panitia juga menyiapkan posko kesehatan lengkap dengan tim medis.
Menurut Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan di Kudus, Senin, jumlah nasi bungkus yang disediakan sebanyak 28.576 bungkus untuk umum.
Sementara nasi buka luwur yang dibungkus keranjang, lanjut dia, sebanyak 1.962 keranjang yang diberikan kepada tokoh masyarakat, kiai, pejabat, tamu undangan, pekerja, dan panitia.
Nasi bungkus yang disedaiakan terdiri dari dua jenis, yakni nasi jangkrik goreng dan uyah asem (jawa).
Menu nasi uyah asem meliputi, daging kerbau tanpa kuah, sedangkan menu nasi jangkrik goreng dilengkapi kuah tetelan daging kerbau.
“Khusus untuk umum hanya disediakan nasi uyah asem tanpa kuah agar tidak basi,” ujarnya.
Sedangkan jumlah beras yang dimasak sebanyak 6,5 ton dari 9,88 ton beras sumbangan masyarakat, serta hewan kerbau sebanyak 13 ekor dan kambing sebanyak 65 ekor.
Pekerja yang bertugas di dapur mencapai puluhan, sedangkan jumlah relawan yang bertugas membungkus nasi sebanyak 300 orang.
Pembungkus nasi tetap menggunakan bahan alami, seperti daun jati serta pengikatnya tidak lagi menggunakan tali dari bahan plastik, melainkan menggunakan serat tanaman.
Tradisi buka luwur dengan membagi-bagikan nasi uyah asem sudah berlangsung ratusan tahun silam.
Pembagian nasi uyah asem itu disimbolkan sebagai kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Agus Hermanto Ingin Segera Komunikasi dengan DPR Tandingan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menginginkan segera terjalin komunikasi yang baik dengan DPR tandingan yang dibentuk fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat, sehingga kerja parlemen bisa berjalan dengan baik.
“Kami ingin cepat (jalin musyawarah) meskipun sudah diadakan empat kali Sidang Paripurna, namun kami tidak berhenti untuk melaksanakan koordinasi setiap saat,” kata Agus di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/11).
Agus mengatakan tidak perlu ada fasilitator dalam menengahi dualisme palemen, namun yang penting melaksanakan koordinasi secepatnya.
Dia mencontohkan kejadian dualisme kepemimpinan di parlemen pernah terjadi pada 2004, namun saat itu bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik di antara dua belah pihak.
“Pada tahun 2004, situasi Partai Demokrat tidak seperti saat ini, namun kami melakukan koordinasi. Hasilnya pimpinan Alat Kelengkapan Dewan bisa berganti dengan koordinasi yang kami lakukan,” ujarnya.
Agus menegaskan pimpinan DPR siap setiap saat untuk duduk bersama dalam menyelesaikan dualisme kepemimpinan di parlemen tersebut.
Selain itu dia menilai tidak ada istilah DPR tandingan, sehingga DPR yang sah yaitu dibentuk dengan landasan hukum yang ada yaitu Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD dan tata tertib parlemen. Karena itu menurut dia, apabila ada DPR lain maka dirinya melihat itu bukan lembaga legislatif.
“Kami sebut DPR itu yang dibentuk dengan landasan hukum yang ada yaitu seluruh peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPR,” tegasnya. (Baca: Terkait DPR Tandingan, Pengamat: DPR Ngambekan!) 
Selain itu menurut Agus, rapat pengganti Bamus yang diadakan Senin (3/11) siang sengaja dipilih nama tersebut agar seluruh anggota DPR hadir. Karena menurut dia, apabila nama adalah rapat Bamus maka yang hadir hanya anggota parlemen yang telah mengisi komisi-komisi.
Agus mengatakan rapat pengganti bamus itu sengaja dilakukan agar semua anggota DPR dapat hadir.
“Rapat nanti siang (rapat pengganti Bamus) tidak dilaksanakan dengan nama rapat Bamus karena nanti yang datang sudah terbentuk (anggota komisi),” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenkumham Masih Investigasi Penyimpangan Asimilasi Mochtar Muhammad

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terus melakukan investigasi terkait penyimpangan asimilasi Mochtar Muhammad yang keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat.
“Tim gabungan dari Kanwil Jawa Barat serta dari Kementerian Hukum dan HAM Pusat masih terus melakukan investigasi. Saya masih belum dapat laporan hasil investigasi dari tim di lapangan,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Handoyo Sudrajat di Jakarta, Senin (3/11).
Dia mengaku, tim investigasi pun beberapa hari ini sudah melakukan pemeriksaan di LP Sukamiskin untuk mengumpulkan informasi terkait kasus ini. Dalam pemeriksaan tersebut tim investigasi, kata dia, telah memeriksa sejumlah orang dari pihak LP. Namun, demikian, dia enggan mengungkapkan siapa saja dan ada berapa orang dari pihak LP yang dimintai keterangan.
“Kalau soal siapa-siapa saja yang diperiksa saya rasa tidak perlu untuk diungkapkan. Intinya ada dari pihak LP yang diperiksa,” kata dia.
Dia mengaku pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap bekas Wali Kota Bekasi itu. Dari dialah akan diketahui bagaimana proses asimilasi tersebut didapat, dan bagaimana dia keluar penjara.
“Tentu Mochtar akan kita mintai keterangan. Dalam hal ini kan dia adalah pusat sorotan, jadi ya dia juga akan kita mintai keterangan terkait kasus ini,” kata dia.
Namun, dia juga lagi-lagi menolak untuk menjelaskan ketika ditanya terkait sanksi apa yang akan diterapkan pihaknya kepada pegawai LP ketika ada pelanggaran dalam kasus ini. Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah merampungkan proses investigasi tersebut terlebih dahulu. 
“Ya jangan berandai-andai siapa yang salah. Kita lakukan saja dulu investigasi ini,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala LP Sukamiskin Marselina mengatakan bahwa hingga Sabtu (1/11) kemarin tim investigasi tersebut masih terus melakukan pemeriksaan di LP. Namun dia pun enggan menyebutkan siapa saja dan berapa orang dari pihaknya yang dimintai keterangan terkait kasus Mochtar.
Marselina juga mengaku tidak mengetahui bagaimana hasil dari investigasi tersebut. “Kalau berapa orang yang diperiksa, itu silahkan tanyakan kepada ketua tim tersebut. Lalu mengenai hasilnya, kita juga belum dapat informasi terkini. Kita juga masih menunggu hasil investigasi tersebut,” kata dia.
Sebelumnya, karena adanya indikasi penyimpangan dalam kasus ini Kementerian Hukum dan HAM mencabut hak asimilasi Mochtar Muhammad. Selain itu disebutkan bahwa penerapan sanksi tegas juga akan diberikan jika ada pegawai LP yang melakukan penyimpangan dalam tugasnya terkait peristiwa ini.
Keberadaan Mochtar di salah satu rumah makan di bilangan Jakarta Selatan pada Senin (27/10) lalu dianggap sebagai sebuah kesalahan meskipun saat itu bekas Wali Kota Bekasi tersebut dalam pengawalan petugas LP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

BPS: Inflasi Oktober Capai 0,47 Persen

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi selama Oktober 2014 mencapai 0,47 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,42.

“Kami mencatatkan, inflasi Oktober 2014 mencapai 0,47 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,42,” kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (3/10).

Ia menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,43 persen, kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 1,04 persen, kelompok sandang 0,21 persen, kelompok kesehatan 0,6 persen.

“Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,23 persen serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,16 persen,” ucapnya.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2014 sebesar 4,19 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2014 terhadap Oktober 2013) sebesar 4,83 persen. Komponen inti pada Oktober 2014 mengalami inflasi 0,27 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender 2014 sebesar 3,46 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 0,42 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bos PLN: Swasta Bakal Bangun Pembangkit Listrik 20.000 MW

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan bahwa tidak semua target pembangkit listrik sebesar 35.000 Mega Watt (MW) akan dibangun oleh Pemerintah.

“Kira-kira 20.000 MW oleh swasta, 15.000 MW oleh Pemerintah. Tapi nanti bisa berubah,” katanya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/11).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target untuk membangun sejumlah pembangkit listrik berkapasitas total 35.000 Mega Watt (MW) selama masa jabatannya.

Ia menjelaskan, biaya pembangunan pembangkit listrik adalah sekitar USD1,5 juta atau setara Rp18 miliar per MW.

“Itu baru pembangkitnya, harus dibangun pula jaringan transimisi. Biaya transmisi jauh lebih murah. Misalnya biaya transmisi Palembang ke Riau itu sekitar USD1 miliar atau Rp10 triliun,” tuturnya.

Nur menyebut program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW akan dimulai tahun depan. Masa pengerjaan akan berbeda untuk setiap jenis pembangkit listrik.

“Kontruksinya mulai tahun depan. Masa pembangunan PLTU sekitar 5 tahun. Kalau PLTA tergantung ukurannya. Kalau susah bisa sampai 7 tahun,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain