17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42165

BPS: Neraca Perdagangan September Defisit USD270 Juta

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia selama September 2014 mengalami defisit USD270 juta, dari sebelumnya USD318 juta di Agustus.

“Pemicu defisit masih berasal dari defisit sektor migas yang per bulan tersebut mencapai USD1,03 miliar,” kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (3/11).

Sementara itu, lanjutnya, neraca perdagangan sektor nonmigas mencatatkan surplus USD760 juta. Sebaliknya bila dilihat dari sisi volume perdagangan, pada September 2014 neraca mengalami surplus 32,88 juta ton.

“Hal itu didorong oleh surplus neraca sektor nonmigas sebesar 33,29 juta ton walaupun sektor migas defisit 0,41 juta ton,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Film “Stand by Me Doraemon” Akan Tayang Desember, Tapi Hanya di Bioskop Tertentu

Jakarta, Aktual.co — Anda masih ingat dengan kartun Draemon, yang tayang perdana di tanah air pada awal tahun 90an yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Sepertinya film kartun ini sudah menjadi legenda, karena hingga saat ini pun kartun Doraemon masih saja tayang di hari Minggu jam 08.00 WIB. 
Bagi Anda penggemar tokoh kartun yang terkenal dengan kantong ajaibnya serta baling-baling bambu, yaitu penayangan film Stand by Me Doraemon akan segera tayang di Indonesia. 
Blitzmegaplex telah mengumumkan melalui akun Twitternya mengenai tanggal penayangan film Stand by Me Doraemon, yaitu pada tanggal 10 Desember 2014 di seluruh Blitzmegaplex. Mereka juga memposting trailer Stand by Me Doraemon dengan subtitle Bahasa Indonesia.
Pada trailer dengan durasi sekitar 1 menit lebih tersebut ada adegan dimana saat Nobita menangis karena Doraemon akan pergi. “Tidak! Jangan pergi Doraemon,” teriak Nobita sambil menangis di kaki Doraemon. 
Antusias dari para penggemar Doraemon pun sangat besar, seperti komentar yang menyebutkan, ada yang sangat menantikan jadwal penanyangan film tersebut hingga komentar yang menyesalkan mengapa film tersebut tidak diputar di seluruh bioskop. Dikutip dari laman informasi spesial, Senin (3/11).

DPR Selesaikan Mitra Kerja Komisi, Baru Panggil KPK

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy mengapresiasi puluhan kelompok masyarakat beserta tokoh-tokoh nasional yang menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait red notice terhadap calon menteri pada proses seleksi pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. 
Meski begitu, desakan apapun yang dilakukan masyarakat tidak akan mampu menggoyahkan lembaga anti rasuah pimpinan Abraham Samad membuka nama-nama dimaksud. 
“Kalau orang per orang desak KPK itu, kalau menurut saya KPK tidak akan membuka, tidak pada posisi itu. Kalau DPR mungkin,” kata Tjatur di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (3/11).
Disampaikan, Komisi III atau Komisi Hukum DPR sudah membicarakan hal tersebut. Akan tetapi pemanggilan KPK baru akan dilakukan setelah Badan Musyawarah (Bamus) menyelesaikan pembahasan mitra kerja komisi hari ini.
Setelah Bamus selesai, lanjut Tjatur yang juga politisi PAN ini, hasilnya akan dibawa ke rapat paripurna. Baru Komisi Hukum memanggil KPK. (Baca: Catatan Merah Menteri, KPK dan Penguasa “Main Mata”)
Untuk diketahui, Gerakan Dekrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil  untuk Pemerintahan Bersih siang ini akan menemui pimpinan KPK. Mereka mendesak KPK memanggil dan memeriksa menteri-menteri yang diduga memiliki catatan merah dan kuning, alias memiliki rekam jejak korupsi.
Beberapa tokoh kelompok masyarakat itu adalah Yudi Latif, Romo Benny Susetyo, Chalid Muhammad, Ray Rangkuti, Haris Ashar (Kontras), Cilm (eksponen 98), Sri Palupi (Ecosoc), Dani Setiawan (KAU) dan Riza Damanik.
Selanjutnya Siti Maimunah, Jeirry Sumampow (TEPI), Sebastian Salang (FORMAPI), Baiquni (eksponen 98), Sopyan (eksponen 98), Karyono Wibowo dan tokoh-tokoh lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Peran Lebih Andi Widjajanto, Pemikiran Strategis Jokowi Lebih Terbatas

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Universitas Diponegoro, Budi Setiono mengatakan belum memahami betul peran Andi Widjajanto sebagai Seskab yang akan dijalankan oleh pemerintahan Jokowi-JK.
Sebelumnya, Andi menyampaikan bahwa peran Seskab berbeda dengan Mensesneg. Menurut dia, Mensesneg akan melayani Presiden sebagai kepala negara, sementara sekretaris kabinet melayani Presiden sebagai kepala pemerintahan, Seskab juga akan membawahi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang sebelumnya adalah lembaga yang berdiri sendiri dan langsung di bawah presiden. (Baca: Andi Widjajanto Resmi Jabat Seskab)
“Saya belum mengerti peran yang berbeda pada Seskab yang dijalankan pemerintahan Jokowi-JK saat ini,” ujarnya saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Senin (3/11).
Budi juga mengatakan dengan peran Andi Widjajanto menjadi seskab seperti yang dikabarkan, mungkin Presiden Jokowi tidak akan terlalu berperan dalam pemikiran-pemikiran strategis. (Baca:  Andi Widjajanto Resmi Jabat Seskab) Budi juga menjelaskan hal ini bisa menghasilkan dampak positif dan negatifnya.
“Positinya beban Jokowi sebagai Presiden akan lebih ringan sedangkan negatifnya jika bukan orang ideologis tidak mengerti kemauan Presiden kita mungkin bisa jadi ini sebuah blunder,” tutupnya.
Sebelumnya pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, seskab merupakan pejabat setingkat menteri. Seskab berperan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan oleh kabinet, misalnya, membuat surat edaran yang kerap menjadi surat teguran bagi para menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Masih Dirawat, Tessy Belum Menyentuh BAP

Jakarta, Aktual.co — Komedian grup Srimulat Kabul Basuki atau Tessy hingga saat ini masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timut Senin (3/11). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik masih belum meminta keterangan terhadap Tessy lebih lanjut.
“Yang terpenting memulihkan kesehatan Tessy untuk kembali ke sedia kala, penyidikan terus berjalan normal, pemeriksaan pihak lain, keterangan para ahli terus berjalan,” kata Boy di Mabes Polri, Senin (3/11).
Boy mengatakan, penyidik dan tim dokter mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan kepada Tessy untuk pulih. Ketika sembuh, Tessy akan diperiksa dan diambil BAP.
“Kepemilihan narkoba tertunda, kita nggak bisa paksakan kondisi tersangka yang dalam keadaan sakit,” ujarnya.
Saat ini, Boy menambahkan, kondisi Tessy terus membaik. Pelawak dengan ciri khas mengunakan batu cincin itu terus menunjukkan progres positif. “Keadaannya terus membaik,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Peneliti P3M: Kartu Sakti Jokowi Tidak Efektif

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi hari ini meresmikan program G2P (Government to Person) atau bantuan kepada keluarga kurang mampu, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pos Jakarta. Bantuan tersebut merupakan pengganti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang kini akan dilakukan secara non-tunai melalui Layanan Keuangan Digital dengan nama Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar.

Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Abdul Wahid menyampaikan bahwa bantuan tersebut tidak efektif. Menurutnya masih ada cara lain yang lebih tepat sasaran dibandingkan memberi bantuan berupa uang yang notabene memanjakan masyarakat.

“Seharusnya pemerintah membuat Masyarakat Indonesia Pintar, Masyarakat Indonesia Sehat, bukan kartu-kartu itu. Sekarang ini desainnya bukan SDMnya yang diperbaiki,” ujarnya saat dihubungi wartawan Aktual.co di Jakarta, Minggu (2/11).

Selain itu Abdul Wahid juga mengatakan bahwa untuk memperbaiki Sumber Daya Masyarakat (SDM) Indonesia, satu-satunya cara dengan pendidikan. Pendidikan menurutnya akan membentuk kebudayaan negara yang lebih baik.

“Harusnya pendidikan yang dibenahi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu akses, mutu, dan pembiayaan pendidikan. Selama ini kan akses murid di pedalaman susah sekali, mutu guru juga harus ditingkatkan. Sebesar 77% pendapatan negara itu dari pajak, maka penerimaan harus tinggi dan alokasi pendidikan juga harus tinggi,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa selama tahun 2009-2014 rasio guru dan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri adalah 1:25, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1:16. Sementara rasio ideal untuk guru dan murid SD adalah 1:5-1:10 dan SMP adalah 1:10-1:15.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain