3 April 2026
Beranda blog Halaman 42211

BWF Jatuhkan Skorsing Kepada Lee Chong Wei

Jakarta, Aktual.co — Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), menjatuhkan skorsing kepada pebulutangkis peringkat satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei. Skorsing ini terkait dengan pelanggaran anti-doping yang dilakukannya.

“Badan penyelenggara (bulutangkis) dunia telah menjatuhkan skors ini berdasarkan Temuan Analitis yang merugikan, dalam contoh yang diambil pada Kejuaraan Dunia BWF pada Agustus,” kata BWF dalam pernyataannya, dikutip Reuters, Selasa (11/11).

“BWF mengacu masalah ini kepada Panel Persidangan Doping BWF dan, pada saatnya, Ketua Panel akan menentukan waktu, tanggal, dan lokasi persidangan. Panel akan menentukan apakah sang atlet melakukan atau tidak pelanggaran terhadap aturan anti doping,” tambahnya.

Pada Sabtu (8/11), Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) mengonfirmasi bahwa hasil uji doping salah satu pemain mereka, memperlihatkan hasil positif untuk Agen dexametason anti peradangan, namun menunda mengungkap identitas sang atlet sampai selesainya proses banding.

Bagaimanapun, Lee (32) menulis pesan-pesan pada akun-akun Twitter dan Facebooknya untuk berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan-dukungannya dan membantah dirinya menggunakan obat-oabatan untuk mendapat keuntungan.

“Saya hanya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang telah mempercayai saya dalam melewati masa-masa sulit ini. Terdapat begitu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dan saya harap dapat segera membersihkan nama saya,” tulisnya.

“Saya tidak pernah curang ataupun menggunakan zat-zat terlarang.” Seandainya Lee gagal dalam banding, pebulutangkis Malaysia itu menghadapi skors dua tahun dan medali perak yang dimenanginya pada Kejuaraan Dunia di Kopenhagen pada Agustus akan dicopot, lokasi tempat uji doping dirinya memperlihatkan hasil positif.

Ia juga kemungkinan akan kehilangan dua medali perunggu yang dimenanginya pada Asian Games pada September, dalam kategori tunggal dan tim.

Artikel ini ditulis oleh:

Proyek Sodetan Cisadane Terkendala Pembebasan Lahan

Jakarta, Aktual.co —Proyek Sudetan Ciliwung Cisadane guna mengatasi permasalahan banjir di kawasan ibukota masih terkendala persoalan pembebasan lahan sehingga target proyek itu mundur hingga akhir 2015.
“Terdapat kendala lahan yang tidak dapat diselesaikan seperti rencana,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T. Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (11/11).
Iskandar memaparkan, semula memang ditargetkan selesai Maret 2015, namun karena kendala pembebasan lahan di daerah Kebon Nanas maka target pun mundur menjadi akhir 2015.
Untuk itu, ujar dia, pihaknya sedang melakukan penanganan untuk pembebasan lahan dan sudah masuk dalam tahapan kesepakatan harga dengan warga.
Ia juga mengungkapkan, pemerintah kota Jakarta Timur saat ini belum bisa melakukan inventarisasi dan pengukuran serta pemetaan lahan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengemukakan kegeramannya karena aturan terkait pembebasan lahan di berbagai daerah kerap menghambat proses pembangunan infrastruktur penting untuk memperlancar perekonomian.
“Pembebasan lahan juga sama, aturannya betul-betul ruwet dan berdampak kepada ribuan orang,” kata Presiden Jokowi dalam acara Kompas CEO Forum di Jakarta, Jumat (7/11).
Presiden memaparkan proses pembangunan infrastruktur jalan tol kerap berhenti, demikian pula terkait dengan pengembangan pelabuhan serta terdapat pula proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik yang berhenti karena terkendala pembebasan lahan dengan warga masyarakat.
Jokowi mencontohkan, proses pengembangan Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR) yang berhenti tujuh tahun lalu karena terdapat sebanyak 143 Kepala Keluarga (KK) yang tidak mau menerima kompensasi. “Hanya karena sepanjang 1,5 kilometer, investasi JORR langsung berhenti,” katanya.
Namun, ujar dia, pada 2013 dirinya sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI telah mendatangi warga yang menolak kompensasi untuk pembangunan JORR tersebut.
Ia mengajak para warga itu makan siang hingga empat kali dan menjelaskan bahwa kompensasi yang diberikan telah besar dan pembangunan infrastruktur itu sangat penting sehingga persoalan tersebut dapat dirampungkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Acara Peringatan “Hari Ciliwung” Jadi Ajang Kampanye Penyelamatan Sungai

Jakarta, Aktual.co — Komunitas pegiat penyelamatan Ciliwung mendeklarasikan tanggal 11 November sebagai Hari Ciliwung dan momen itu menjadi salah satu ajang kampanye penyelamatan sungai.
“Dijadikannya Hari Ciliwung pada tanggal 11 November ini diawali dengan penemuan dua ekor kura-kura bulus pada tanggal dan bulan yang sama tahun 2011. Ini menjadi semangat kami bahwa masih ada ekosistem endemik Ciliwung yang perlu dijaga kelangsungan hidupnya,” ucap Koordinator Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak Dr Ernan Rustiadi.
Ia menjelaskan, Hari Ciliwung menjadi ajang kampanye para pegiat penyelamatan kawasan sungai yang melintas wilayah Puncak, Depok dan Jakarta yang terus mengalami degradasi kerusakan lingkungan dan pencemaran akibat sampah dan limbah industri.
Menurut dia, peringatan Hari Ciliwung kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan sejumlah pihak, baik masyarakat maupun komunitas pegiat Sungai Ciliwung dan kalangan pemerintah.
Acara peringatan Hari Ciliwung kali ini telah dimulai sejak 8 November dengan melakukan serangkaian aksi nyata seperti membersihkan gunungan sampah di Sungai Citamiang di Desa Tugu Utara, kemah di pinggir sungai, memulung bersama, workshop pembuatan tas daur ulang, lomba kreativitas daur ulang, nonton film konservasi, penampilan teater dan curhat Ciliwung.
Puncak peringatan Hari Ciliwung 11 November juga diisi beragam kegiatan di antaranya pameran foto, poster dan potensi lokal.
Jalan di kebun teh menyusuri Sungai Cisampay di Blok C, deklarasi Sungai Cisampay sebagai hulu Cilwiung bebas sampah, dan diskusi publik.
“Dalam diskusi ini kami mengundang sejumlah pihak di antaranya Plt Bupati Bogor, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Rektor IPB, Kepala TNGGP, Kepala BKSDA Jawa Barat, Direktur Utama PTPN VIII, Direksi Perhutani dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ucap Ernan.
Acara diskusi ini dilangsungkan di Gunung Mas Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ernan mengatakan, kehadiran sejumlah pihak nantinya diharapkan komitmennya dalam mendukung upaya penyelamatan Sungai Ciliwung, melalui diskusi dan deklarasi yang dilaksanakan.
Menurut dia, kawasan Puncak merupakan daerah hulu Sungai Ciliwung yang masih memiliki sekelumit persoalan.
Persoalan yang dihadapi oleh wilayah tersebut telah berlangsung lama dan multidimensi, seperti sampah yang tidak terangkut hingga mengalir ke sungai, pelanggaran tata ruang serta mafia tanah dan perizinan.
“Kita sudah terlalu banyak wacana, sudah saatnya melakukan aksi nyata yang mendasar yang diharapkan menyelesaikan akar permasalahan. Permasalahan itu mulai dari hulu yakni Puncak,” kata Ernan.
Dengan membentuk Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak, lanjut Ernan, berbagai aksi nyata telah dilakukan mulai dari sara sehan padan bulan April lalu, disusul dengan kampanye memulung sampah di Sungai Ciliwung.
Ernan mengungkapkan, dari hasil mulung sampah tersebut diketahui 30 persen sampah yang dihasilkan dan dikumpulkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sedangkan sisanya 70 persen menyebar dimana-mana di tepian sungai dan tidak terangkut atau terjangkau oleh DKP.
“Catatan kami ada sekitar 41 titik gunungan sampah yang tersebar di dua desa yakni Tugu Selatan dan Utara. Salah satunya di Kampung Cibulao, tumpukan sampah yang menggunung sudah ada sejak 28 tahun,” katanya.
Sampah-sampah ini dihasilkan tidak hanya dari masyarakat tetapi juga perusahaan-perusahan perkebunan dan pehutani serta aktivitas pariwisata baik turis, maupun kegiatan kemah dan pesepeda yang mengatasnamakan cinta lingkungan tapi tidak peduli dengan sampah.
Ernan mengatakan, mulung sampah yang dilakukan oleh pihaknya secara rutin sejak enam bulan terakhir bertujuan untuk mengampanyekan ke masyarakat, dengan mengubah perilaku agar tidak membuang sampah ke sungai.
Demikian juga dengan kemah pinggir sungai yang dilakukan oleh Konsorsium juga mengkampanyekan agar kegiatan kemah tidak meninggalkan sampah.
“Kampanye dilakukan dengan membawa pulang sampah yang dihasilkan selama berkemah, sedangkan sampah organik kita kelola dengan membuat lubang biopori,” kata Ernan.
Ernan menambahkan, dalam pembuatan biopori pihaknya juga mengampanyekan pembuatan lubang biopori yang benar, karena selama ini banyak gerakan serupa dilakukan tetapi hanya sekedar membuat lubang tanpa diiringi dengan perawatan.
“Lubang biopori tidak sekedar buat lubang dibor, tetapi bagaimana nantinya cacing atau organisme tanah membuat lubang kapiler kecil sehingga rongga bor mengalirkan air tanah secara meluas, supaya organisme tanah dapat hidup lubang-lubang diberi makan. Prinsisp penanganan biopori tidak sekedar membuat lubang lalu ditinggal tetapi ada pemeliharaan,” kata Ernan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KP) Bogor, Een Irawan Putra menyebutkan Hari Ciliwung telah rutin diperinggati selama tiga tahun berturut-turut mulai dari 2012 deklarasi pertama.
Ia mengatakan, tahun pertama dilaksanakan di Bojonggede, sedangkan tahun kedua (2013) berpusat di Condet, Jakarta.
“Untuk tahun 2014 peringatan Hari Ciliwung dilakukan serentak di tiga titik yakni Puncak, Bojonggede dan Condet,” jelas Een.
Een menambahkan, kegiatan Hari Ciliwung mendapat dukungan banyak pihak baik kalangan akademisi, komunitas, pemerintah daerah hingga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengapresiasinya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan apresiasinya melalui stafnya yang disampaikan lewat pesan singkat.
“Bu Menteri memberikan apresiasi yang tinggi pada aktivitas komunitas Ciliwung. Ia mengatakan, DAS Ciliwung merupakan daerah aliran sungai yang kritis dan menjadi super prioritas Kemenlinghut dalam mengatasi ancaman banjir terutama di hulu DAS Ciliwung,” sambung Een membacakan pesan singkat dari Menteri.
Peringatan Hari Ciliwung kali ini mengangkat tema “Sinergi Penyelamatan Ciliwung Bergerak dari Hulu”.
Hari Ciliwung ini juga mengusung Sunggawangan atau kura-kura bulus (Chitra chitras javanensis) sebagai maskotnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Dorong Polisi Tindak Tegas Pelaku Anarkis

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mendorong aparat kepolisian bertindak tegas pada pelaku anarkis, terutama oknum suporter yang dampaknya membuat resah masyarakat.

“Kami mendorong kepolisian untuk lebih tegas dan nekat. Pelaku pengrusakan harus ditangkap,” kata Imam Nahrawi di sela-sela pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Beach Games (ABG) di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (11/11).

Aksi anarkis yang dilakukan oknum suporter kembali terjadi di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bandung. Hal ini terjadi setelah Persib Bandung menjadi kampiun Indonesia Super League (ISL).

Menpora menegaskan, dengan terus berlangsungnya aksi anarkis yang dilakukan oknum suporter, selain mendorong pihak kepolisian tegas, juga akan membentuk aturan khusus untuk menangani permasalahan suporter.

“Kalau di stadion dan areal sekitarnya kewenangan ada pada PSSI. Untuk di luar itu, kami juga terlibat. Saat ini kami sedang merumuskan regulasinya,” katanya menambahkan.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu bertindak cepat untuk membantu dalam menyelesaikan polemik antarsuporter terutama antara Jakmania dan Bobotoh Bandung.

Selama ini, pendukung fanatik Persija Jakarta dengan Persib Bandung itu sering terjadi gesekan. Upaya untuk mendamaikan kedua kelompok suporter juga sudah dilakukan oleh Menpora Roy Suryo. Hanya saja upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

“Makanya harus ada aturan yang lebih tegas agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” kata pria kelahiran Bangkalan, Madura, itu.

Polemik antara suporter tidak hanya terjadi antara Jakmania dan Bobotoh. Selain itu, ada gesekan antara Slemania dan Laskar Nusa Kambangan, Bonek dengan Aremania serta Panser dengan Banaspati (Suporter Persijap).

Artikel ini ditulis oleh:

Kelola Blok Mahakam, Pertamina Ambil Opsi “Swap”?

Jakarta, Aktual.co —  PT Pertamina (Persero) akan mengkaji opsi pertukaran (swap) pengelolaan Blok Mahakam, Kaltim dengan aset milik Total E&P Indonesie di luar Indonesia.

“Segala kemungkinan kita kaji (termasuk ‘swap’). Namanya bisnis kemungkinan bisa saja terjadi,” kata Pelaksana Tugas Dirut Pertamina M Husen usai bertemu Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Selasa (11/11).

Menurut dia, Pertamina akan memilih tawaran “swap” Total yang paling menguntungkan bagi negara.

“Kami akan hitung semua secara hati-hati dan teliti. Semua ada hitungannya,” ujarnya.

Total merupakan perusahaan migas multinasional dengan kepemilikan aset di puluhan negara yang tersebar di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Asia Pasifik. Opsi “swap” juga sempat mengemuka pada 2010.

Saat itu, skema “swap” yang muncul adalah sebelum 2017, Pertamina mendapat kepemilikan di Blok Mahakam dan Total memperoleh aset Pertamina di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sulawesi. Pertamina siap mempresentasikan kesanggupan mengelola Blok Mahakam, Kaltim ke pemerintah pascahabis kontrak pada 2017.

“Kami lagi persiapkan semuanya,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya siap mengelola hingga 100 persen kepemilikan hak partisipasi Blok Mahakam pascahabis kontrak pada 2017.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan, pihaknya menunggu presentasi kesanggupan mengelola Mahakam dari Pertamina.

“Lebih cepat, lebih baik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Minta Restu Kemenperin, Bos AHM Bakal Resmikan Pabrik Baru

Jakarta, Aktual.co — PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai perusahaan motor terbesar di Indonesia akan membangun pabrik baru di wilayah Karawang, Jawa Barat. Rencananya pabrik tersebut adalah pabrik keempat yang dibangun AHM di Indonesia.

Ketika berkunjung ke kantor Kementerian Perindustrian, Excecutive Vice President PT AHM, Johannes Loman meminta izin pembangunan pabrik kepada Menteri Perindustrian, Saleh Husin.

“Kami meminta izin untuk meresmikan pabrik sepeda motor ke empat di Karawang,” ujar Johannes di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Selasa (11/11).

Pabrik tersebut akan diresmikan pada Desember 2014. Selain itu, menurut Johannes pabrik tersebut akan dipersiapkan untuk pasar domestik dan ekspor.

“Terus terang pabrik ini akan kita persiapkan juga untuk ekspor sesuai dengan plan kami. Pabriknya untuk domestik dan ekspor. Pabrik ini akan memproduksi motor-motor skutik Honda termasuk motor PCX 150,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kapasitas produksi AHM tahun 2014 sejumlah 4,2 juta unit, sedangkan tahun 2015 dengan adanya pabrik baru diharapkan jumlahnya meningkat menjadi 5,2 juta unit dan investasi senilai Rp3,3 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain