2 April 2026
Beranda blog Halaman 42229

OJK: Ada 262 Perusahaan Belum Berizin

Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis 262 daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin ataupun layanannya tidak diawasi OJK.

“Tercatat 262 perusahaan atau kegiatan dalam daftar ini yang bergerak di sejumlah bidang semisal investasi uang, valas, online, emas, saham luar negeri, pakaian dan pulsa,” kata Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dody Ardiansyah dalam keterangan persnya di Makassar, dikutip Selasa (11/11).

Dengan mengatakan, selain produk yang berkaitan dengan jasa keuangan, juga bergerak di bidang produk pertanian, produk peralatan elektronik, penanaman modal usaha, perkebunan, dan lain-lain.

Adapun perusahaan yang tidak mendapat pengawasan OJK itu di antaranya IG Mulia Investama (investasi emas), I-Gist Lembaga atau perusahaan yang masuk dalam daftar 262 perusahaan investasi keuangan itu mengumpulkan dana masyarakat, namun tidak memiliki izin dari OJK.

Data tersebut merupakan kombinasi dari sumber laporan masyarakat serta penelitian OJK di lapangan.

Dari jumlah 262, sebanyak 44 terdaftar di sejumlah lembaga seperti Kemenkum Ham, Kementerian Perdagangan, Bappebti, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lain.

Mencermati hasil penelitian OJK di lapangan, maka masyarakat diimbau untuk selektif dan berhati-hati dalam menanam investasinya.

Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya lembaga atau perusahaan yang bermasalah dan merugikan nasabahnya, sementara perusahaan tersebut tidak memiliki atau terdaftar dalam Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ataupun terdaftar dalam pengawasan OJK.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Survei BI: Pertumbuhan Penjualan Eceran Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) pada September 2014 menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran yang kembali meningkat.

Berdasarkan keterangan di laman BI, Selasa (11/11) hal tersebut tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2014 sebesar 17,9 persen (yoy), lebih tinggi dari 8,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Peningkatan pertumbuhan terutama didorong oleh penjualan riil kelompok barang lainnya dari -16,8 persen (yoy) menjadi 15,2 persen (yoy).

Peningkatan pertumbuhan penjualan terjadi di seluruh kota yang disurvei, dengan peningkatan tertinggi terjadi di kota Jakarta yaitu sebesar -9,4 persen (yoy) dari bulan sebelumnya yang terkontraksi -32,1 persen (yoy).

Penjualan eceran diperkirakan kembali meningkat pada Oktober 2014 didorong oleh optimisme terhadap perbaikan daya beli masyarakat dan distribusi barang yang lancar.

Pertumbuhan tertinggi diperkirakan terdapat pada penjualan riil kelompok peralatan informasi dan komunikasi.

Survei juga mengindikasikan bahwa ekspektasi terhadap tekanan harga pada 3 bulan mendatang (Desember 2014) diperkirakan meningkat.

Indikasi itu terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang tercatat sebesar 156,5 atau naik 4,5 poin dibandingkan IEH hasil survei pada bulan sebelumnya.

Meningkatnya ekspektasi tersebut antara lain dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait rencana pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kenaikan harga barang dari distributor.

Di sisi lain, pada 6 bulan mendatang (Maret 2015), IEH diperkirakan turun menjadi 129,6 dari bulan sebelumnya yang sebesar 135,1.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Khawatir BI Rate Naik, IHSG Diprediksi Melemah

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diawal pekan cenderung tertekan. Kenaikan pada laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa nampaknya tidak banyak berpengaruh pada laju IHSG.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa belum ada sentimen positif yang memacu pelaku pasar untuk melakukan aksi jualnya. Selain itu, nett buy asing juga belum mampu mempertahankan kenaikan IHSG.

“Dengan adanya laju bursa saham Asia yang menghijau, laju Rupiah yang terapresiasi serta dibarengi dengan nett buy asing juga belum mampu mempertahankan kenaikan laju IHSG yang sempat tercapai di awal sesi,” ujar Reza dalam risetnya yang diterima Selasa (11/11).

Lebih lanjut dikatakan Reza, pelaku pasar mengantisipasi sidang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dikhawatirkan akan menaikkan BI rate untuk mengantisipasi kenaikan inflasi pasca dinaikkannya harga BBM nanti.

Pada perdagangan Selasa (11/11) Reza memperkirakan IHSG berada pada rentang support 4.968-4.975 dan resisten 5.000-5.048.

“IHSG berada di zona pelemahan. Kami melihat masih ada peluang pelemahan lanjutan, namun kami juga berharap laju bursa saham global dapat memberikan peluang rebound bagi IHSG,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Rupiah Berpotensi Menguat

Jakarta, Aktual.co —   Antisipasi terhadap kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) rate memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk melanjutkan kenaikannya. Di sisi lain, penguatan tersebut juga terbantu dari terapresiasinya Yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa terapresianya Yuan terhadap dolar AS karena adanya rilis data neraca perdagangan China.

“Terapresiasinya Yuan terhadap dolar AS setelah rilis data-data neraca perdagangan Cina mengalami kenaikan dan angka inflasi dinilai stabil. Selain itu, penurunan pada nonfarm payrolls dan government payrolls AS juga membuat laju dolar AS menurun,” ujar Reza dalam risetnya.

Pada Selasa (11/11) Reza memperkirakan Rupiah akan di bawah level resisten 12.130, yaitu Rp12.145-12.130 pada kurs tengah BI.

“Laju Rupiah sedang mencoba berbalik menguat dengan memanfaatkan pelemahan pada dolar AS. Namun demikian, lajunya kami nilai masih rentan terhadap pembalikan arah meskipun kami berharap agar penguatan ini dapat terjaga,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

MNC: IHSG Masih Dilanda Tekanan Jual

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akan bergerak di kisaran 4.935-4.994.

“Diprediksi indeks masih akan dilanda tekanan jual pada hari ini,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Selasa (11/11).

Menurutnya, pola Six Black Crows terbentuk atas IDX mengindikasikan Bearish Continuation.

Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah PTPP, BMRI, TLKM, ADHI, UNTR, WIKA dan UNVR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PKS Berharap Golkar Tak Keluar dari KMP

Jakarta, Aktual.co — Politikus PKS Zulkieflimansyah mengatakan, siapapun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru, dirinya berharap partai bentukan Presiden Soeharto itu agar tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP).
Sebab, Ketua Umum Golkar yang sekatang, Aburizal Bakrie adalah ketua presidium KMP.
Dirinya mengakui jika banyak partai, termasuk Golkar, setiap ada perubahan kepemimpinan, maka ada perubahan kebijakan.
“Saya berharap ada proses baru di Golkar (Golkar tetap di KMP),” kata anggota DPR RI ini dalam sebuah acara di televisi Nasional, Selasa (11/11).
Menurut dia, dengan Golkar tetap di KMP sebagai penyeimbang yang kuat di Parlemen, maka akan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“KMP akan menjadi check and balances yang profesional bagi pemerintahan Presiden Jokowi.”
Sebagaimana diketahui, Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX pada Januari 2015. Salah satu mata acara dalam Munas tersebut adalah memilih ketua umum untuk periode mendatang.
Sampai saat ini sudah ada beberapa kader Golkar yang digadang-gadang menjadi calon ketua umum, seperti Agung Laksono, MS Hidayat, Priyo Budi Santoso, Zainudin Hambali, Airlangga, Agus Gumiwang, dan Hajrianto Tohohari.
Selain tujuh orang tersebut, incumbent Aburizal Bakrie dikabarkan juga maju sebagai calon ketum Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain