11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42231

Jadi Menhub, Jonan Janji Turunkan Biaya Logistik

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan menyatakan bahwa dirinya akan berupaya melakukan penurunan biaya logistik selama dirinya menjabat sebagai Menteri dalam lima tahun ke depan.

“Penurunan cost logistic itu merupakan wajib, yaitu dengan multimoda yang harus dikembangkan,” kata Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (30/10).

Terkait kebijakan, Jonan mengaku masih belum dapat memutuskan secara sepihak, sebab jika ingin sesuatu kebijakan yang baru harus didiskusikan kembali dengan Presiden Jokowi.

“Mengenai target dan kebijakan itu tergantung kebijakan presiden, apa yang akan kita lakukan sesuai dengan arahan Presiden, jadi saya tidak akan memberikan kebijakan sendiri,” tambahnya.

Oleh karena itu, Jonan meminta kepada seluruh keluarga besar Kementerian Perhubungan untuk bekerjasama dengan baik. Agar pembangunan dan perkembangan sektor perhubungan mampu tercapai dengan baik.

“Lima tahun lalu saya ditugaskan untuk mengurusi Kereta Api, saya akan belajar banyak dan siap kepada siapapun yang ingin memberikan nasehat kepada saya,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jimly: Parlemen Tandingan Tidak Dikenal dan Tak Boleh Ada

Jakarta, Aktual.co — Ahli Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie menegaskan, parlemen tandingan tidak pernah dikenal dan tidak pernah ada di dalam sistem ketata negaraan Indonesia.
Hal itu dia katakan menyusul dibentuknya parlemen tandingan oleh fraksi partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) atas mosi tidak percayanya terhadap parlemen yang diketuai oleh Setya Novanto Cs.
“Parlemen tandingan tidak dikenal dan tidak boleh ada (pemikiran) tandingan-tandingan,” kata dia ketika menghadiri acara Mukatamar PPP ke VIII, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (30/10).
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) itu menilai munculnya kegaduhan politik di parlemen hingga munculnya parlemen tandingan, tidak terlepas dari konflik internal yang terjadi di PPP.
“Saya merasa sedih karena konflik PPP ini berpengaruh kepada konflik ketatanegaraan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

5 Penemuan Cendekiawan Muslim yang Mengubah Dunia

Jakarta, Aktual.co — Sebagai kaum muslim, seharusnya berbangga diri, kenapa? Sebab, dunia ini maju karena adanya Islam. kemunduran kaum muslim merupakan cikal bakal merugikan dunia. Kemajuan dunia barat yang sedemikian pesatnya, diakrenakan mempraktekkan dan mengakomodasi penemuan-penemuan dari cendekiawan Muslim jaman dahulu. 
Sedangkan mundurnya kaum muslim disebabkan karena mereka terlalu mengagumi dengan membabibuta, mengekor dan berkiblat kepada dunia barat. 
Sebagai bukti kemajuan Islam karena kecemerlangan pemeluknya, berikut lima penemuan cendekiawan muslim yang berhasil mengubah dunia.
1. FotografiSebelum era ‘selfie’, dunia Islam melalui Ibn al-Haytham telah mengembangkan satu metode dibidang optik. Ia meneliti bagaimana kerja kamera lubang jarum, cikal bakal kamera modern. Dia menyadari bahwa semakin kecil lubang jarum (aperture), semakin tajam kualitas gambar, memberinya kemampuan untuk membangun kamera yang sangat akurat dan tajam saat mengambil foto.
2. Kopi disebut oleh gereja Katolik sebagai ‘minuman Muslim’Jauh sebelum masyarakat Barat menjadi konsumen kopi paling setia, umat Islam di masa lalu lebih dulu menemukannya. Menurut cataran sejarah, sekitar tahun 1.400-an, kopi menjadi minuman populer di Jazirah Arab, utamanya Yaman.
Semasa kekalifahan Ustmaniyah, kopi menjadi komoditas andalan. Komoditas ini didatangkan secara langsung dari Yaman untuk dibawah ke seluruh wilayah Ustmaniyah. Kopi pun menyebar dari Kairo, Damaskus hingga Baghdad.
Di awal perkenalan kopi oleh warga Eropa, gereja Katolik menyebutnya sebagai minuman Muslim. Hingga pada akhirnya, kopi menjadi bagian dari era pencerahan Eropa. Pada masa itu, kopi menjadi teman para kalangan filsuf dan pemikir saat membahas masalah hak asasi, pemerintahan, dan demokrasi. Itulah sebabnya, kopi merupakan temuan paling penting di dunia Islam.
3. Marching band yang ditemukan pada masa kejayaan UstmaniyahMarching band adalah bagian dari unit militer Janissary. Tujuan unit ini adalah menakuti musuh dengan menggebuk drum besar dan simbal. Dunia Barat baru mengenal teknik ini ketika Ustmaniyah dikalahkan Kekaisaran Austria-Hongaria di Wina.
4. Aljabar yang diwajibkan pada ilmu matematika di dunia BaratCabang ilmu matematika ini merupakan temuan Muhammad bin Musa al-Khawarizmin (780-850). Dalam buku monumentalnya, al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-jabr wa-lMuqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing), ia membentuk prinsip-prinsip dasar persamaan aljabar. Nama buku itu sendiri mengandung kata “al-jabr”, yang berarti “selesai”.
Dalam buku itu, al-Khawarizmi menjelaskan cara menggunakan persamaan aljabar dengan variabel yang tidak diketahui untuk memecahkan masalah dunia nyata seperti perhitungan zakat dan pembagian warisan. Aspek unik dari alasannya mengembangkan aljabar adalah keinginan membuat perhitungan hukum Islam lebih mudah. Karena saat itu belum ada kalkulator dan komputer.
Di Barat, Aljabar lebih dikenal dengan Algoritma. Saat ini, Aljabar menjadi satu panduan wajib pada ilmu matematika di dunia Barat.
Kesuksesan para ilmuwan Muslim melahirkan temuan brilian tidak terlepas dari manajerial pendidikan yang dikembangkan pada masa itu. Komposisi antara ilmu pengetauan dan agama menjadi perpaduan yang indah dari fondasi peradaban Islam.
5. Masjid sebagai pusat perkembangan peradabanSelain sebagai tempat umat Islam beribadah, masjid juga merupakan pusat pendidikan. Di masjid, para ulama mendidik generasi muda dengan ilmu agama. Kemudian, muncul pemikiran untuk menurunkan ilmu lain, yang selanjutnya dikenal sebagai madrasah.
Saat itu, madrasah merupakan bagian dari masjid. Belum terpisah atau menjadi lembaga formal seperti sekarang. Barulah pada tahun 859, Dinasti Fatimiyah di Maroko mengembangkan Madrasah al-Karaounine. Di madrasah itu, para pelajar mendapat ilmu pengetahuan yang dibarengi dengan imu agama. Mereka yang lulus dari madrasah akan diberikan ijaah.
Sejak itu, madrasah mulai menyebar ke seluruh wilayah berperadaban Islam. Lahir Universitas al-Azhar Kairo. Kemudian, kekalifahan Seljuk membangun madrasah di seluruh Timur Tengah. Konsep pendidikan ini kemudian diperkenalkan di Spanyol, yang kemudian segera menyebar cepat di Eropa. Sejak itu, pemberian gelar atau ijazah menjadi satu temuan lain dari dunia Islam yang kini dipakai dunia Barat. Dikutip dari Bersama Dakwah, Kamis (30/10). 

Aksi Solidaritas Notaris Tolak Kriminalisasi

Sejumlah notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (30/10/2014). Unjuk rasa merupakan bentuk solidaritas menolak kriminalisasi yang dialami rekannya, Theresia Pontoh. Notaris di Jayapura yang dipidanakan dalam proses jual beli tanah yang telah menjadi kewenangannya. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Eks Wamenhub: Jonan Bisa Turunkan Angka Kecelakaan

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Bambang Susantono meyakini, ditangan Ignatius Jonan, angka kecelakaan di Kementerian Perhubungan akan menurun.

“Keselamatan ini harapan semua masyarakat,” kata Bambang di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (30/10).

Bambang juga berharap, Jonan mampu meneruskan dan merealisasikan program-program yang sudah diujung tanduk yang telah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

“Seperti KA bandara, saya kira sangat eligible,” tambahnya.

Selain itu, semoga pada malam hari tidak ada yang menelpon atau memberikan pesan elektronik kepada Jonan.

“Itu biasanya kecelakaan, ada mohon izin, mohon maaf,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dapat Dana Triliunan, Ini Tugas PD Pasar Jaya

Jakarta, Aktual.co —PD Pasar Jaya akan segera memperbaiki pengelolaan pasar tradisional di Jakarta secara menyeluruh dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI Jakarta sebesar Rp 170 miliar dari total PMP sebesar Rp 5 triliun.
Dengan dana tersebut, PD Pasar Jaya akan melakukan perbaikan terhadap pasar tradisional di Jakarta yang saat ini dirasa masih kurang layak seperti meremajakan pasar-pasar tradisional di Jakarta termasuk menghilangkan image becek dan bau dalam lingkungan pasar.
“Kalau image ini nggak hilang, maka kita nggak siap bersaing. Kalau kita tidak siap bersaing, maka pasar tradisional akan mati pelan-pelan,” ujar Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis ketika dihubungi, Kamis (30/10).
Ditambah lagi, PD Pasar Jaya diharuskan pihak Pemprov DKI membangun pasar rakyat senilai Rp 159,8 milar di 13 lokasi di Jakarta dengan jumlah tempat usaha sebanyak 4.671 unit dan pasar terpadu dengan rusunami atau rusunawa senilai Rp 988,8 miliar di delapan lokasi pasar. Dengan rincian 6.110 unit tempat usaha dan 4.615 unit rusun.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk perbaikan manajemen pasar tradisional dan mengubah prilaku pedagang dalam hal pelayanan dan kualitas barang dagangan. Ditambah lagi, rencana pembayaran retribusi non cash melalui bank yang harus disosialisasikan kepada pedagang.
“Kita akan perbaiki internal kita, fisik bangunan dan perilaku pengelolanya akan kita ubah, juga pedagang akan berubah. Sehingga nanti tahun ini, tidak ada lagi pembayaran cash, semua harus melalui bank,” ujarnya.
Sebagai informasi, PMP sebesar Rp 5 triliun untuk PD Pasar Jaya disetujui oleh DPRD DKI periode 2009-2014 pada 21 Agustus lalu melalui pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas Perda nomor 2 tahun 2009 tentang PD Pasar Jaya. 
Dari dana Rp 5 triliun tersebut akan diberikan kepada PD Pasar Jaya secara bertahap agar penggunaannya lebih efisien dan lebih tepat sasaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain