5 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42238

Persiapan Asian Games 2018, Menpora Akan Gelar Rapim

Jakarta, Aktual.co — Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, membuat Lintas Kemeterian Lembaga (LKM) harus sesegera mungkin melakukan konsolidasi. Ini dilakukan untuk membahas persiapan Indonesia.

Dalam persiapan menghadapi turnamen terbesar se-Asia itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diibaratkan menjadi jembatan penghubung bagi kementerian-kemeterian lainnya yang bersinggungan dengan persiapan tesebut.

Dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, jika Kemenpora akan terlebih dahulu melakukan Rapat Pimpinan (Rapim).

“Besok (Kamis, 30/10) Rapim, nah di sana (rapim) kita akan bahas persiapan Asian Games 2018. Harus sabar biar maksimal. Karena saya belum tau, sudah sejauh mana persiapannya,” ungkap Imam Nahrawi di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10).

Lebih lanjut dikatakan Imam, jika persiapan Asian Games 2018 memang menjadi pekerjaan utama yang akan dilakukannya.

“Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, bahwa saya ditugaskan untuk memprioritaskan persiapan Asian Games,” tandsnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuda Pancasila Geruduk Mall Grand City Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Puluhan anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) Surabaya menandatangi mall Grand City Surabaya. Peristiwa ini terjadi sebagai bentuk amarah ormas terhadap puluhan penjaga keamanan mall yang sebelumnya memborgol anggota PP dan menghajarnya secara bergantian.
Anggota PP, Wahyu, mengatakan, penganiayaan yang dilakukan terhadap anggota PP terjadi pada Rabu dinihari tadi. Bermula ketika salah satu anggota PP, Yuska menggelar acara karaoke di Happy Pappy yang berada di Grand City Surabaya bersama anggota PP lainnya yang berjumlah 10 orang.
“Di ruangan tersebut terjadi perselisihan antara anggota PP sendiri,” ujar Wahyu.
Saat itulah terjadi keributan, hingga akhirnya diamankan anggota sekuriti mall. Setelah itu, diketahui, seorang anggota PP menghilang. 
“Tahunya saat kami keluar, kami kehilangan satu teman kita. Yuska tidak bersama kita lagi. Namun, tiba-tiba sekitar pukul 03.00 WIB, kita dapat telepon dari Polsek Genteng, kalau teman kita dianiaya satpam Grand City,” sahut rekan Wahyu yang lain.
Mendapat laporan itu, beberapa orang dari PP langsung mendatangi Mapolsek Genteng saat itu juga. Ternyata Polsek Genteng tidak mau teriama laporan satpam mal. Sebab, anggota PP yang diserahkan ke polsek sudah dalam kondisi babak belur, dan tangan diborgol serta tidak ada alasan jelas soal laporannya.
“Ternyata dari pengakuan Yuska, dia diculik dari kelompoknya, Yuska dibawa oleh sekitar 30 satpam mal dibawa ke tempat parkir. Tangannya diborgol ke belakang didudukkan pada kursi dan dihajar habis-habisa hingga babak belur,” lanjut Wahyu.
Nah, pada Rabu sore inilah ratusan anggota PP Surabaya, giliran menggeruduk Grand City, untuk mencari satpam-satpam yang telah memukuli Yuska. “Kita cuma ingin tanya maksud dan alasan mereka (satpam) ini apa,” tandas Wahyu.
Sementara dari pantauan, memang puluhan anggota PP bergerombol di depan pintu masuk mal dan menjadi perhatian pengunjung. Beberapa anggota polisi berseragam dan berpakaian preman juga terlihat di lokasi mal. 

Bos Soechi Lines Dukung Program Kemaritiman

Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Presiden Jokowi-JK menambah Kementerian Koordinasi (Kemenko) Kemaritiman dalam kabinetnya. Perusahaan pelayaran, PT Soechi Lines, Tbk menyatakan siap mengikuti program dari Kemenko Kemaritiman.

“Sekarang kementerian baru sudah jelas concern di maritim, artinya transportasi laut akan semakin diperlukan, untuk itu kami siap mengikuti program kementerian,” ujar Presiden Direktur PT Soechi Lines, Tbk Go Damardi, di Jakarta, Rabu (29/10).

Seperti diketahui PT Soechi Lines, Tbk hari ini mengadakan Initial Potential Ofgering (IPO) perdananya. Hal ini dimaksud untuk mengembangkan perusahannya dan mendukung program pemerintah Indonesia dibidang maritim.

“Kami ingin memenuhi demand dalam negeri yang terus meningkat apalagi pada pemerintahan baru ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Soal Keterlambatan Peralatan Olahraga, Kemenpora Tidak Tegas

Jakarta, Aktual.co — Permasalahan keterlambatan peralatan olahraga bagi kontingen Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2014 silam, belum juga ada titik terang. Pasalnya, pihak Kemenpora, masih belum mimiliki sikap tegas.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salam, mengatakan bahwa Kemenpora masih menunggu keputusan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang-Jasa Pemerintah (LKPP).

“Kami masih menunggu fatwa dari LKPP, karena itu penting sebagai landasan untuk mengambil langkah selanjutnya,” ujar Alfitra kepada Aktual.co ketika ditemui di acara serah terima jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Sertijab Menpora), Jakarta, Rabu (29/10).

Jawaban yang sama dari Sesmenpora, ketika ditanya apakah Kemenpora akan mengganti uang yang sudah dikeluarkan oleh beberapa cabang olahraga (cabor) seperti cabor bowling dan angkat besi, untuk menalangi pembayaran sejumlah peralatan yang digunakan pada Asian Games 2014 lalu.

Lebih jauh dikatakan Alfitra, jika pemenang tender pelelangan pengadaan peralatan Asian Games, ternyata sudah mengundurkan diri.

“Kami juga akan memverifikasi kembali data perlengkapan yang dilakukan. Bukan dibatalkan, mereka (perusahaan pengadaan barang) mengundurkan diri. Makanya kita menunggu surat keputusan dari LKPP. Biar kami tidak salah mengambil kebijakan,” tutup Alfitra.

Sebelumnya, Alfitra Salam juga mengungkapkan, masalah keterlambatan peralatan latihan olahraga ini, akan dilaporkan ke Bareskrim Polda Metro Jaya.

Hal ini karena, kata Alfitra Salam, pihaknya dan beberapa pengurus besar (PB) cabang olahraga di Indonesia, merasa ditipu oleh pihak suplier, untuk pengadaan peralatan latihan untuk persiapan Asian Games Incheon 2014.

“Kami juga merasa ditipu. Kami berencana untuk melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri,” ungkap Alfitra di Hotel Twins, Jakarta, Rabu, (8/10).

Namun, rencana tersebut tidak kunjung juga dilaksanakan, karena ketidaktegasan dari Kemenpora untuk menyelesaikan permasalahan yang telah merugikan cabor peserta Asian Games Incheon 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Keputusan Menkum dan HAM Jurang Pemisah PPP dan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Dengan keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM tersebut membuyarkan upaya islah di internal PPP maupun dengan kubu Jokowi.
Hal itu disampaikan Karyono Wibowo Peneliti Senior Indonesia Public Institute, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/10) “Dari parameter politik, belum ada untungnya memberikan legalitas kepada kubu Romi,” ucapnya. 
Pasalnya, suara PPP di parlemen masih belum bulat. Belum satu suara dan satu komando di bawah kepemimpinan Romi. 
“Pemandangan terbaru di sidang paripurna kemarin, PPP kembali gagal mendapatkan posisi di alat kelengkapan dewan. PPP kembali gagal setelah sebelumnya tidak mendapatkan posisi baik di pimpinan DPR maupun MPR,” jelasnya. (baca: Terkait kisruh PPP, Jokowi Lain Dimulut, Lain Dihati)
Hal itu salah satunya disebabkan karena konflik yang membelit partai berlambang Ka’bah itu. Olehnya, PPP harus menerima ‘pepesan kosong’ baik dari KMP maupun KIH.
Terkait posisi Lukman Hakim Saefudin yg masuk kabinet di pemerintahan Jokowi – JK itu bukan representasi dari perwakilan PPP.
“Menurut saya, posisi Lukman di kabinet lebih merepresentasikan dari Nadhatul Ulama dan kedekatan emosional dengan keluarga Bung Karno. Karena secara historis, ayah Lukman Hakim, pak Saefudin Zuhri pernah menjadi menteri agama di era Presiden Sukarno dan sangat dekat dengan keluarga Bung Karno,” paparnya.
Karenanya, pemerintahan Jokowi-JK lebih baik mendorong PPP untuk islah, untuk memelihara Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wataniyah dan Ukhuwah Basyariah. Karena bagaimanapun juga, PPP adalah aset bangsa yang harus dipelihara keutuhannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rini Bantah Calonkan Ahmad Faisal dan Hari Karyulianto Kandidat Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah rumor yang menyatakan bahwa dirinya mencalonkan nama Ahmad Faisal dan Hari Karyulianto untuk mengisi posisi Direktur Utama Pertamina yang ditinggalkan Karen Agustiawan sejak 1 Oktober lalu.

Ahmad Faisal merupakan mantan Direktur Niaga Pertamina era Ari Soemarno, kakak dari Rini Soemarno. Sedangkan Hari Karyuliano saat merupakan Direktur Gas Pertamina.

“Belum, belum ada. Untuk calon Dirut Pertamina masih akan di bahas dalam rapat,” kata Rini saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (29/10).

Disisi lain dari penggalian sumber aktual yang terpecaya menjelaskan bahwa ada skenario dari “interest group” yang akan mengambil alih hulu-hilir industri migas jika Rezim Jokowi-JK berkuasa, salah satunya mengambil alih Pertamina.

Sumber Aktual yang enggan disebutkan namanya itu, menyebutkan kandidat kuat pengganti Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan adalah Achmad Faisal. Mantan Direktur Niaga Pertamina era Ari Soemarno ini kuat menjadi salah satu kandidat Dirut Pertamina. Hal ini tak lepas atas “endorsment” Jusuf Kalla dan Ari Soemarno.‎

Sumber menambahkan, Achmad Faisal diketahui banyak memberikan fasilitas dan konsesi terkait proyek konversi konsumsi minyak tanah ke gas elpiji tabung 3 Kg era kepemimpinan SBY-JK. Proyek tersebut diluncurkan mantan Wapres JK pada 2007-2009. Publik banyak mengetahui, proyek in‎i banyak dipegang oleh lingkaran Jusuf Kalla.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain