5 April 2026
Beranda blog Halaman 42237

PSSI Akan Ambil Langkah Tegas Hadapi Kasus Jacksen Tiago

Jakarta, Aktual.co — PSSI akan mengambil langkah tegas terhadap hengkangnya pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Hal ini dilakukan PSSI setelah menerima surat dari pihak manajemen klub berjuluk Mutiara Hitam itu, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pelatih asal Brazil itu, akan dikenakan hukuman, jika terbukti melanggar kesepakatan.

”Jika ada yang dilanggar maka konsekuwensinya harus harus diberi hukuman, nanti biar Komdis PSSI yang melakukan tugas tersebut,” katanya di Jakarta, Selasa (11/11).

PSSI, kata Djohar, mengambil langkah tersebut karena, Persipura merupakan anggota PSSI. Dan PSSI memiliki tanggung jawab terhadap hal tersebut.

”Karena Persipura anggota PSSI, maka kami segera menidaklanjuti masalah ini,” ungkapnya.

Selain itu, langkah yang diambil PSSI, tegas mantan staff khusus KONI Pusat ini, adalah untuk memberikan efek jera terhadap pelatih ataupun pemain asing.

“Para pelatih asing harus mentaati aturan dan klausul kontrak dari klub anggota PSSI,” tegasnya.

Untuk diketahui, Jacksen Tiago, pergi meninggalkan Persipura untuk bergabung dengan klub asal Malaysia, Penang FC, sebelum masa kontraknya habis.

Alhasil, Persipura ketika menjalani babak delapan besar hingga final Indonesia Super League (ISL) 2014, tidak didampingi oleh Jacksen.

Artikel ini ditulis oleh:

PT DDI Bantah Terafiliasi Keluarga Soemarno

Jakarta, Aktual.co — PT Daya Dimensi Indonesia meluruskan pernyataan beberapa pihak yang menilai perusahaan memiliki hubungan kepemilikan dengan keluarga Menteri BUMN Rini Soemarno. Penunjukkan Daya Dimensi Indonesia untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon dirut BUMN didasari asas profesionalisme, integritas, dan tata kelola perusahaan (good corporate governance).

“PT Daya Dimensi Indonesia dengan ini menyatakan tidak memiliki hubungan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung dengan pejabat Kementerian BUMN. Dalam proses seleksi Dirut Pertamina maupun di perusahaan-perusahaan lainnya, metode assessment center yang kami gunakan merupakan salah satu bagian dari proses uji kepatutan dan kelayakan,” kata founder dan pemilik PT Daya Dimensi Indonesia Rozan Anwar melalui keterangan persnya di Jakarta, Selasa (11/11).

Sehingga lanjutnya, hasil yang disampaikan bukan menjadi satu-satunya variabel penentu. Selain itu metode assessment center yang pihaknya gunakan mengacu pada Etika Pelaksanaan Assessment Center yang berlaku secara internasional dan telah diadopsi di Indonesia.

“Kemitraan PT Daya Dimensi Indonesia sebagai konsultan sumber daya manusia di Kementerian BUMN sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir,” lanjut Rozan.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir. Fit and Proper di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Untuk melakukan uji fit and proper, Rini membenarkan bahwa pihaknya menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan yang ditugaskan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina. Lebih lanjut, ketika ditanyai terkait adanya ‘bisikan’ kedekatan atau afiliasi perusahaan DDI dengan kakak kandung Rini bernama Ongky Soemarno, Rini membantah.

Menurutnya, tidak benar jika kakaknya memiliki afiliasi dengan perusahaan yang ditunjuknya untuk memberikan penilaian terhadap calon-calon Dirut Pertamina itu.

“Tidak benar kalau berafiliasi dengan kakak saya. Cek saja sendiri,” ucapnya.

Namun, Rini tidak menafikan jika owner DDI merupakan kolega dari Ongky Soemarno.

“Gini yah, siapa juga boleh berkomunikasi dengan siapapun, silahkan saja. Maksud saya kan pak Ongky, kakak saya itu juga memiliki usaha di sana sini. Jadi orang ngomong apa yah terserah saja, tapi buktikan dong. Kan yang penting ini ke depan dilihat profesionalism atau tidak, prosesnya profesional atau tidak, dijalankan dengan baik atau tidak. Keuntungannya apa, kalau ada afiliasi itu keuntungan apa yang didapat?,” kata Rini dengan mimik wajah yang seketika berubah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hari Ini, Ketua MPR Diperiksa KPK Untuk Kasus Bos Sentul City

 Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR Zulkifli Hasan ternyata tidak hanya diperiksa untuk kasus korupsi alih fungsi hutan di Riau. Namun politisi PAN tersebut, juga akan diperiksa untuk kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor.
Kemarin, Senin (10/11) Zulkifli memang dijadwalkan pemeriksaannya sebagai saksi untuk Annas Maamun pada kasus alih fungsi hutan Riau tapi, ia tidak hadir pada jadwal pemeriksaannya itu.
Namun, hari ini, Selasa (11/11), menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Zulkifli akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Kwee Cahyadi Kumala dalam kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor.
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi KCK (Kwee Cahyadi Kumala),” kata Priharsa, Selasa (11/11).
Selain Zulkifli, hari ini KPK juga memanggil Dirjen Planalogi Kehutanan pada Kemehut Bambang Soepijanto, Sekretaris Jenderal Kemenhut Hadi Daryanto, Anggota Komisi IV DPR periode 2009-2014 Muhammad Prakosa dan dua orang dari swasta Atar Kompoy dan Keith Steven Muljadi.
Kelimanya juga diperiksa sebagai saksi Kwee Cahyadi Kumala.
“Mereka akan diperiksa sebagai saksi KCK kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor,” tambah Priharsa.
Kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor ini berawal dari operasi tangkap tangan yang mengamankan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, M Zairin serta Yohan Yap, pihak swasta dari PT Bukit Jonggol Asri pada Z Mei 2014.
Nama Kwee Cahyadi Kumala sendiri diduga bersama-sama Yohan Yap melakukan tindak pidana korupsi dalam kaitan dengan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait pemberian rekomendasi tukar-menukar hutan di Kabupaten Bogor.
Atas kesalahannya itu, Cahyadi disangkakan pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau pasan 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dia juga disangkakan melanggar pasal 21 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001, karena melaukan upaya menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ketua MPR Jalani Pemeriksaan Intensif KPK

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR Zulkifli Hasan penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi PAN ini, hadir digedung KPK sekitar pukul 09.50WIB.
“Saya diperiksa sebagai saksi untuk Gubernur Riau Annas Maamun,” ujar Zulkifli saat turun dari mobil Alphard hitamnya, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/11).
Sebelumnya, Zulkifli memang dijadwalkan pemeriksaannya oleh KPK kemarin, Senin (10/11). Kemarin ia diperiksa terkait kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 kepada Kemenhut. 
Namun, Zulkifli tidak hadir pada panggilan yang dijadwalkan KPK kemarin. Ia pun membenarkan soal ketidakhadirannya kemarin.
“Harusnya kemarin pagi tapi, saya kemarin menjadi irup (inspektur upacara) tabur bunga di kapal KRI Banda Aceh di teluk Jakarta. Setelah itu jam 12 final cerdas cermat di MPR bersama wapres jadi saya datang pagi ini,” jelas Zulkifli yang mengenakan safari coklat.
KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini yakni Gubernur Riau Nonaktif Annas Maamun (AM) dan Pengusaha Kelapa Sawit Gulat Medali Emas Manurung (GM).
Pemeriksaan Ketua MPR Zulkifli Hasan oleh KPK dipicu oleh surat permintaan untuk mengubah lahan hutan tanaman industry (HTI) menjadi area peruntukan lain (APL) yang diterima politisi PAN yang kala itu menjabat Menteri Kehutanan. 
Gulat mempunyai kebun kelapa sawit seluas 140 hektar yang masuk kedalam Hutan Tanaman Industri (HTI). Ia menginginkan kebun kelapa sawitnya diberikan izin untuk berubah wilayak menjadi Area Peruntukan Lainnya (APL)
Annas diduga menerima suap senilai 156 ribu dolar Singapura dan Rp 500 juta atau setara dengan Rp 2 miliar. Uang itu diduga diberikan Gulat kepada Annas terkait perizinan lahan hutan dan ijon proyek lainnya.
Sedangkan Ketua MPR Zulkifli Hasan dimintai keterangannya oleh KPK sebagai saksi Annas Maamun dalam kapasitasnya saat ia menjadi menteri kehutanan semasa itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Nota Kesepakatan KIH-KMP Belum Sah

Jakarta, Aktual.co — Polemik yang berlangsung hampir selama dua pekan di perlemen antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP) belum menemui titik terang.
Sebab, hingga saat ini belum ada kepastiaan kapan kesepakatan penyatuan dualisme DPR RI terwujud.
Ketua DPR RI Setya Novanto belum dapat memastikan kapan kesepakatan bersama itu akan ditandatangani.
“(Kapan akan tanda tangan kesepakatan?) Secepatnya,” kata Setya kepada awak media, di komplek parlemen, Jakarta, Selasa (11/11).
Menurut dia, penandatanganan nota kesepakatan yang dilakukan oleh tim negosiator KIH Pramono Anung, dengan Idrus Marham dan Hatta Rajasa dari KMP itu harus ditandatangani pimpinan fraksi.
“Semua dasarnya kesepakatan bersama antara Pramono di KIH dan KMP Idrus dan Hatta. Nanti pimpinan fraksi tandatangan bersama,” kata dia.
Sebelumnya, politikus PDIP Pramono Anung menyebut akan ada revisi UU MD3, setelah kedua kubu menemui kata sepakat untuk berbagi “jatah kursi”. UU yang uji materinya sempat ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK) itu dengan mudah akan kembali diubah.
“Akan ada perubahan tatib dan MD3 yang diharapkan selesai sebelum 5 Desember,” kata Wasekjen PDIP Pramono Anung yang ikut dalam lobi, di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Lawan Timnas Indonesia, Timor Leste Turunkan Pemain Muda

Jakarta, Aktual.co — Tim Nasional Timor Leste, akan bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11) sore nanti. Ini dilakukan sebagai pertandingan uji coba melawan tuan rumah Timnas Indonesia Senior.

Dikatakan pelatih Timor Leste, Antonio Carlos Viera, dalam pertandingan uji coba nanti, pihaknya akan menurunkan enam pemain mudanya melawan anak asuh Alfred Riedl.

“Saya memberikan kesempatan mereka bermain, agar mereka memiliki pengalaman bertanding,” kata Antonio Carlos Viera di Jakarta, ditulis Selasa (11/11).

Antonio Viera berharap, dalam pertandingan uji coba nanti, anak asuhnya bisa mengambil pengalaman dan ilmu dari Timnas Garuda. Pasalnya, dari tiga kali pertemuan dengan Indonesia, Timor Leste belum memberikan hasil yang memuaskan.

Pertandingan uji coba nanti, merupakan persiapan bagi timnas Indonesia untuk mengarungi turnamen Piala AFF 2014 di Vietnam dan Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain