3 April 2026
Beranda blog Halaman 42246

Politisi PDIP Sebut JK Bermahzab Liberal

Jakarta, Aktual.co — Wacana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai merupakan keinginan keras dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang bermahzab liberal.
Pernyataan itu, karena sejak lima tahun lalu Jusuf Kalla ingin menaikan BBM, dimana dulu PDIP melawannya.
“Pak JK itu bermahzab bebas, selalu ingin menaikan harga sejak 5 tahun lalu (menjabat pemerintahan), dimana dulu kita lawan. Dan wajar jadinya, jika pak JK dengan kroni-kroninya, seperti Rini Soemarno, Sudirman Said, Ari Soemarno, Sofyan Jalil, wajar karena alirannya bukan PDIP, aliran liberal,” kata Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Ia menilai bahwa ada skenario jika adanya niatan untuk mencari-cari dalil pembenaran kenaikan BBM bersubsidi yang ujung-ujungnya hanya ingin melepas harga  kepada mekanisme pasar, dan tentu itu sudah liberal bertentangan dengaan trisakti.
“Kalau pak Jokowi dari PDIP maka pasti bertentangan dengan mahzab PDIP, karena bukan liberal,” seru dia.
Dikatakan dia, seharusnya bila pemerintah berencana menaikan BBM, mestinya dilakukan dulu penanganan di sektor energi dan komitmen memberantas mafia migas. Salah satunya, dengan melebur Petral, SKK Migas menuju efesien konversi difersifikasi banyak hal yang sudah di sampaikan melalui buku putih selama ini.
“Jadi, itu yang saya ingatkan. Tentu harapan saya langkah kongkrit dan komitmen itu lebih dulu baru ada bicara penyesuaian harga subsidi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Gencar Promosi Danau Laut Tawar, 4 “Event” Akan Digelar Pemkab Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, tahun depan gencar mempromosikan obyek wisata Danau Laut Tawar. Sebanyak empat event akan digelar di kawasan danau tersebut, yaitu Marathon 45 KM, lomba sepeda, lomba perahu, dan lomba berenang di kawasan danau yang menjadi kebanggaan masyarakat dataran tinggi itu.
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Amir Hamzah kepada Aktual.co, Senin (10/11) menyebutkan bulan Februari 2015 mendatang akan digelar lomba marathon 45KM. Kegiatan itu kerjasama dengan Pemerintah Aceh. 
“Pesertanya nanti dari semua daerah di Indonesia. Ini salah satu upaya mempromosikan danau laut tawar ke tingkat nasional,” sebutnya.
Selain itu, khusus untuk lomba sepeda, akan diikuti oleh peserta dari wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). “Lomba sepeda itu bulan Juni rencananya,” terang Amir.
Sedangkan lomba perahu dan lomba berenang di Laut Tawar akan digelar sampai penghujung tahun 2015.
Selain itu, sambung Amir, masyarakat di Indonesia semakin tertarik berkunjung ke Danau Laut Tawar. 
“Salah satu indikatornya adalah setiap hotel menambah jumlah kamar untuk menampung wisatawan yang datang ke Aceh Tengah. Kalau data khusus pengunjung kita memang tidak punya, karena masuk ke danau laut tawar tidak dipungut biaya dan tidak ada petugas yang mendata,” sebutnya.
Dia berharap, ke depan Danau Laut Tawar menjadi salah satu destinasi wisata yang digemari oleh masyarakat di nusantara dan mancanegara. 
“Semoga ke depan, semakin ramai pengunjung datang ke obyek wisata di Aceh Tengah,” pungkasnya.

Komunitas Ciliwung: Warga Belum Mengetahui Potensi Sungai

Jakarta, Aktual.co —Komunitas Ciliwung Tandjoeng Oost, Danoe Winarya mengatakan komunitas ingin terlibat dalam upaya normalisasi Sungai Ciliwung untuk mengatasi banjir karena lebih mengetahui karakteristik sungai tersebut.
“Orang yang tinggal di daerah Ciliwung harus tahu kali itu mau diapakan,” kata Danoe saat ditemui usai diskusi “Upaya Pengendalian Banjir di Provinsi DKI Jakarta dan Sekitarnya” di Jakarta, Senin (10/11).
Menurut dia, Sungai Ciliwung tergolong unik karena sungai pada umumnya terdapat ruang hijau dan masyarakat tidak tinggal dekat dengan sungai.
Masyarakat yang tinggal di dekat sungai belum tentu mengetahui potensi yang dimiliki sungai sehingga sungai terkesan seperti parit besar dan, misalnya, mereka membuang sampah ke sana.
Danoe, yang juga anggota Forum DAS Provinsi DKI Jakarta bagian konservasi dan rehabilitasi, menilai pembangunan rumah di bantaran sungai adalah mengambil hak sungai karena menurut Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2011 sungai adalah air, sempadan dan bantaran.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menempati lahan yang wajib menjadi sabuk hijau Ciliwung.
“Sabuk hijau di hulu dan hilir wajib. Bagian hulu untuk menyimpan air sebanyak-banyaknya, tengah untuk menyimpan air selama-lamanya dan hilir untuk membawa air ke laut,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk peduli dengan Sungai Ciliwung dengan menanam pohon, terutama yang endemik, di sekitar sungai dan berharap proyek normalisasi sungai berlangsung tanpa mengabaikan vegetasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kejari Jaksel Eksekusi Mantan GM Chevron ke Sukamiskin

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengeksekusi  General Manager SLS Minas PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), Bachtiar Abdul Fatah. Eksekusi tersebut berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis empat tahun penjara atas kasus proyek bioremediasi fiktif. 
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Teguh membenarkan bahwa pihaknya telah eksekusi Bachtiar pada tanggak 7 September 2014 lalu.
“Benar kita telah eksekusi terpidana Bachtiar Abdul Fatah Jumat (7/11) lalu setelah menerima salinan putusan,”kata Teguh kepada wartawan, Senin (10/11).
Teguh mengatakan, terhadap Bachtiar, pihaknya langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
“Jadi, kita langsung bawa ke Lapas Sukamiskin untuk dieksekusi, guna menjalani masa pidana selama empat tahun sesuai putusan MA,”tandasnya.
Diketahui dalam putusan kasasi MA, Bachtiar dijatuhi hukuman empat tahun penjara serta denda Rp 200 juta rupiah. Dengan demikian untuk kasus ini sudah tiga terpidana dieksekusi oleh tim jaksa eksekutor. Sebelumnya yang telah dieksekusi yakni Dirut PT Green Planet Ricksy Prematuri dan Direktur PT Sumigita Jaya, Herlan bin Ompo.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mabes Polri Kirim Sample DNA Dua WNI Yang Dibunuh di Hongkong

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri telah mengirimkan sampel DNA atau data antem mortem dua WNI, yakni Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih yang dibunuh di Hong Kong beberapa waktu lalu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, data tersebut akan dikirim melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia.
“Petugas tidak berangkat hanya melalui Kemenlu. Teknologi kan sudah canggih, ketika dikirim, dipaskan ya sudah sama, dan bisa dipercaya,” kata Ronny di Mabes Polri, Senin (10/11).
Terkait waktu pemulangan dua jenazah WNI, Ronny mengaku belum mengetahui teknis hal tersebut.
Sebelumnya, Polri telah mengambil data antem mortem dari keluarga korban di Cilacap, Jawa Tengah dan Muna, Sulawesi Tenggara melalui tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.
Pihak kepolisian Hong Kong telah menahan seorang pria warga negara Inggris bernama Rurik Jutting (29), Sabtu (1/11) lalu. Ia diduga telah melakukan pembunuhan terhadap dua perempuan asal Indonesia, bernama Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena Ruri yang belakangan diketahui bernama asli Seneng Mujiasih.
Jutting merupakan bankir di Bank of America Marrill Lynch. Di dalam apartemen miliknya di Distrik Wan Chai, Hong Kong, ditemukan seorang perempuan dengan luka akibat pisau di leher yang kemudian tidak tertolong lagi.
Beberapa waktu kemudian, tubuh Sumarti dalam keadaan terpotong ditemukan di dalam koper di balkon apartemen tersebut. Namun, hingga Polisi masih belum mengetahui perihal profesi kedua perempuan tersebut di Hong Kong.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Alasan Mabes Polri Rehabilitasi Tessy

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri menyatakan komedian Kabul Basuki alias Tessy hanyalah korban penyalahgunaan narkoba. Oleh karenanya, komedian Srimulat ini direhabilitasi.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, proses rehabilitasi itu pun, sesuai dengan prioritas utama Badan Narkotika Nasional (BNN), bahwa penyembuhan lebih dikedepankan daripada penindakan.
“Saya lihat Tessy itu penyalahguna,”kata Ronny F Sompie di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/11).
Menurut Ronny, meski artis terkenal Tessy tak ada bedanya dengan korban penyalahgunaan narkoba lain sehingga perlu mendapatkan penyembuhan.
“Harusnya direhab kalau bicara visi BNN untuk merehabilitasi pengguna,”sambung Ronny.
Proses rehabilitasi sendiri, kata Ronny tak perlu menunggu putusan pengadilan. Rehabilitasi sendiri dinilai lebih efektif menyelesaikan permasalahan narkoba ketimbang penindakan yang hanya akan membuat penjara penuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain