2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42253

BI: SKI Masuki Siklus Perlambatan

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) menyatakan, siklus keuangan Indonesia (SKI) saat ini memberikan indikasi mulai memasuki fase perlambatan yang disebabkan oleh menurunnya laju pertumbuhan kredit sebagai indikator pembiayaan perekonomian domestik.

“Hasil estimasi Bank Indonesia menunjukkan terjadi perlambatan siklus keuangan sebagaimana tampak dari arah siklus keuangan yang cenderung menurun,” kata Direktur Ekesekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Selasa (28/10).

BI menilai, perlambatan siklus keuangan yang terjadi bersamaan dengan ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan global ke depan, menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sumber-sumber pembiayaan ekonomi pada tahun-tahun mendatang dapat menjadi relatif terbatas. Perbankan domestik memerlukan tambahan modal atau likuiditas dengan LDR yang telah mencapai 89,7 persen per September 2014. Sementara pembiayaan dari Utang Luar Negeri (ULN) yang dalam dua tahun terakhir naik tinggi mulai mengalami perlambatan.

Tirta menuturkan, volatilitas nilai tukar yang meningkat dalam dua tahun terakhir menaikkan risiko nilai tukar sehingga ikut mengurangi ULN. ULN sektor swasta pada Agustus 2014 tumbuh sebesar 12,2 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 13,2 persen (yoy).

“Memperhatikan perkembangan tersebut, Bank Indonesia mencermati dan mengelola pergerakan siklus keuangan melalui kebijakan makroprudensial. Sebagian hasil dari kebijakan makroprudensial yang telah diterapkan selama ini sudah mulai tampak pada perilaku amplitudo siklus keuangan,” ujar Tirta.

Sebagai contoh, lanjut Tirta, kedalaman penurunan siklus keuangan 2005-2009 lebih rendah dibandingkan dengan krisis sekitar 1998. Begitu pula dengan durasi peak-through pad siklus keuangan 2005-2008 yang lebih pendek dari kisaran krisis sekitar 1998.

Dalam rangka memperkuat kehati-hatian di sektor korporasi dan memperdalam pasar keuangan valas, Bank Indonesia akan menyempurnakan aturan ULN. Aturan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan korporasi dengan memitigasi risiko currency mismatch, risiko liquidity mismatch dan risiko overleverage.

“Dengan demikian, ketahanan korporasi menjadi lebih baik dalam menghadapi risiko yang mungkin ditimbulkan dari perlambatan siklus keuangan dan dinamika perekonomian global,” kata Tirta.

Bank Sentral di dunia kini memang memberi perhatian lebih terhadap dinamika siklus keuangan. Belajar dari beberapa krisis sebelumnya, pengelolaan makro perekonomian dengan hanya berdasarkan siklus bisnis atau naik-turunnya pertumbuhan ekonomi tidak cukup. Seringkali, risiko justru timbul dari pergerakan boom-bust (naik turunnya) siklus keuangan yang tidak selalu sama dengan siklus bisnis.

Sebelum terjadinya krisis keuangan global pada tahun 2008, kebijakan makroekonomi, termasuk moneter, sering terpaku pada siklus pertumbuhan ekonomi atau siklus bisnis. Terkadang siklus bisnis sudah mengalami fase turun sementara siklus keuangan masih mengalami fase meningkat. Luputnya bank sentral di dunia dalam mengawasi dinamika siklus keuangan dituding sebagai penyebab krisis keuangan global 2008.

Dalam hal ini, kebijakan Bank Sentral untuk menurunkan suku bunga sejalan dengan pencapaian inflasi yang rendah justu dapat memicu risk taking atau perilaku mengambil risiko berlebih pada sektor yang spekulatif dengan motivasi mencari high yield atau imbal hasil tinggi yang semakin dominan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kelola Bank Sampah Upaya Pelestarian Bumi

Jakarta, Aktual.co — Khawatir atas membludaknya sampah pada permukaan bumi, menginspirasi Aisyah Odist untuk menuliskan buku ‘Mengelola Bank Sampah Bersistem Konvensional Berbasis Rumah Tangga’, yang di-launching Selasa (28/10) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Buku ‘Mengelola Bank Sampah Bersistem Konvensional Berbasis Rumah Tangga’ dicetak sebanyak 250 eksemplar. Kegiatan ini disponsori JICA untuk pembiayaan mencetak buku, sedang PLN NTB menjadi mitra dalam program CSR dan BPD PHRI menjadi sponsor launching buku.
“Tujuan saya menulis buku ini adalah semata-mata ingin berbagi dengan rekan-rekan sesama pengelola bank sampah, sekaligus mengajak pihak terkait untuk bahu-membahu mencari solusi atas permasalahan sampah,” kata Aisyah, ketika menyampaikan sambutan.
Permasalahan sampah, dijabarkan Aisyah pada buku, bermula dari acuan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bahwa rata-rata setiap penduduk Indonesia setiap hari menghasilkan 2 kg sampah per orang. Data tahun 2010 menunjukkan jumlah sampah per hari adalah 200 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 490 ribu ton/hari.
Sebesar 50 persen sampah berasal dari rumah tangga, yang ternyata belum ditangani dengan baik. Baru sekitar 24,5 persen sampah rumah tangga di Indonesia yang ditangani dengan metode benar, yakni diangkut dan selanjutnya dikomposkan. Sisanya, 75,5 persen sampah belum ditangani dengan baik.
Ketiadaan penanganan secara baik, membuat sampah berpotensi menimbulkan berbagai hal negatif, seperti menyebabkan penyakit, menghasilkan gas metan (CH4) yang dapat merusak atmosfir bumi, merusak pemandangan dan menjadi penyebab terjadinya banjir.
Salah satu penanganan sampah agar tidak menjadi sumber berbagai permasalahan adalah dengan mendirikan bank sampah. Bank ini berstrategi dengan menerapkan ‘reuse, reduce, recycle’ (3R) dalam pengelolaan sampah. Pada bank ini, sampah disamakan kedudukannya dengan bentuk nominal uang atau barang, sehingga dapat ditabung. Hal ini membuat bank sampah memiliki peran dalam memberdayakan masyarakat, membuka kesempatan kerja dan memberikan penghasilan tambahan kepada warga dengan menjadi nasabah bank tersebut.
Apabila menjadi nasabah, maka masyarakat dapat melakukan penyetoran tabungan sewaktu-waktu. Hanya saja, yang disetor bukan uang tunai, melainkan sampah. Selanjutnya, sampah itu akan ditimbang petugas bank dan dicatat di buku rekening.
Misi utama bank sampah adalah mengubah sampah menjadi komoditas bernilai ekonomis, mengurangi volume sampah plastik, jadi wadah kreativitas semua lapisan masyarakat, sosialisasi penanganan sampah melalui program 3R, membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan pemberdayaan keterampilan untuk kelompok masyarakat, misalnya karang taruna, remaja masjid dan PKK.
Pembahasan tentang pengelolaan bank sampah pun dibahas dengan cermat, sehingga bisa menjadi sumber referensi bagi siapa saja yang ingin mempraktikkannya. Penulis mengulas cara merekrut nasabah, mekanisme operasional bank, proses pengelolaan baik yang berbasis industri maupun rumah tangga, serta cara membuat berbagai kerajinan berbahan baku sampah plastik.
Bank Sampah NTB Mandiri Keuletan Aisyah mengurusi sampah, berawal dari keprihatinan mendalam melihat banyaknya tebaran sampah di berbagai objek wisata di Lombok.Keprihatinan ini yang mendorongnya mendirikan Bank Sampah NTB Mandiri (NTBM).
Bank sampah ini telah menangani lebih dari 115 ribu sampah plastik untuk dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis dan telah dipasarkan hingga ke pasar mancanegara.
Aisyah juga berperan dalam memberikan pelatihan bagi 2.000 orang lebih untuk mengikuti pelatihan pengelolaan sampah, dan mengajak kerja sama dengan 18 perajin tetap dan puluhan bank sampah di wilayah NTB dalam jaringan koordinasi NTBM.

Artikel ini ditulis oleh:

SPFC-Arema Siap Jalani Laga “Hidup-Mati”

Jakarta, Aktual.co — Dua tim Semen Padang FC (SPFC) dan Arema Cronus mengaku siap melakoni pertandingan “hidup mati” saat saling berhadapan di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu(29/10).

Pelatih Arema Cronus, Suharno, mengatakan timnya sudah siap tempur dalam pertandingan terakhir, sekaligus partai penentuan grup K untuk bisa meraih satu tiket ke babak semifinal.

“Ini pertandingan penentuan, kemenangan menjadi hal penting untuk diraih dalam laga besok,” katanya di Padang, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, laga tersebut akan menyajikan pertandingan ketat dan salah satu pertandingan terbaik dibabak delapan besar.

Ia menyebutkan, dalam pertandingan tersebut, kondisi pemainnya siap tempur dan hanya Dendy Santoso yang dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.

Poin maksimal akan menjadi incaran tim yang berjuluk “singo edan” itu demi meraih satu tiket ke babak semifinal.

Ia menilai timnya akan berhadapan dengan salah satu skuad yang komplit, SPFC merupakan klub terbaik dan diisi pemain yang memiliki kemampuan merata disemua lini.

Namun demikian, timnya tidak akan tampil ragu meskipun bermain dikandang lawan dan akan mencoba untuk bisa meraih kemenangan.

Ia menyadari kalah apada pertandingan tersebut akan membuat timnya gagal melangkah ke babak semifinal.

Sementara itu, pelatih SPFC, Jafri Sastra mengatakan pertandingan besok merupakan ibarat partai final bagi timnya. Kemenangan merupakan hal mutlak untuk bisa mengamankan satu tiket kebabak semifinal.

“Kami sudah siap, tim akan berjuang dengan maksimal untuk bisa meraih kemenangan,” katanya.

Kemenangan melawan Arema dikandangnya menjadi momentum untuk bisa menghasilkan hal yang sama di kandang sendiri.

SPFC yang saat ini berada diperingkat dua klasemen (poin 9) dibawah Arema Malang (poin 10) akan saling jegal untuk bisa mengamankan satu tiket kebabak semifinal.

Artikel ini ditulis oleh:

Festival Seni “Padang Bagalanggang II” Libatkan Amerika dan 5 Negara Lain

Jakarta, Aktual.co — Festival seni pertunjukan internasional “Padang Bagalanggang II” yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) 28 Oktober-1 November 2014 akan melibatkan enam negara.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya Sumbar, Muasri di Padang, Selasa (28/10) menyebutkan enam negara tersebut yakni Jepang, Amerika, Swedia, India, Australia, Spanyol. Dari Indonesia akan diwakili grup seni dari Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.
“Ini festival yang kedua, sebelumnya kegiatan ini juga sukses melibatkan banyak negara luar,” kata Muasri.
Ia menjelaskan, acara terse juga akan menampilkan pameran foto di galeri Taman Budaya Sumbar, lokakarya seni pertunjukan, dan seminar Seni Pertunjukan Daerah dan Internasional yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dan pegiat seni.
Festival Padang Bagalanggang bertujuan untuk membentuk suatu forum berskala internasional yang dapat merefleksikan serta mendorong perkembangan seni pertunjukan Indonesia sebagai bagian dari pertumbuhan seni pertunjukan di dunia.
Ia menambahkan, untuk menunjukkan eksistensi bidang kesenian di Sumbar dibutuhkan sebuah langkah berupa iven seni pertunjukan internasional yang mampu menjadi ruang bersama bagi pelaku, pengamat dan masyarakat luas untuk melihat akar tradisi dalam proses penciptaan seni pertunjukan modern.
Pada masa selanjutnya, Festival Padang Bagalanggang akan digelar sekali dua tahun. Sehingga festival itu memiliki persiapan dan mandiri, yang akan ditangani langsung oleh para seniman.
Ia mengungkapkan selain pentas seni pertunjukan, Padang Bagalanggang II juga akan diwarnai dengan pelaksanaan workshop seni bersama peserta dari Swedia, Jepang, dan India. Workshop tersebut akan dilaksanakan di SMK Negeri 7 Padang, dengan para pesertanya terdiri dari pelajar, mahasiswa dan umum.
Selanjutnya akan dilaksanakan seminar seni pertunjukan di Hotel Basko, pameran foto-foto pertunjukan grup yang tampil dalam pameran foto di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumbar.

Artikel ini ditulis oleh:

“British Council” dan “James Counsins Company” Gelar Tari Kontemporer di Solo

Jakarta, Aktual.co — “British Council” bersama “James Counsins Company” asal Inggris menggelar pertunjukan karya tari kontemporer terbaru berjudul “Without Star” dan “There We Have Been” di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (29/10) pukul 19.00 WIB.
British Council merupakan organisasi internasional Inggris di bidang pendidikan hubungan budaya yang akan menampilkan pagelaran tari kontemporer tersebut dalam rangka turnya di wilayah Asia Tenggara dan Indonesia merupakan kunjungan yang terakhir.
Menurut Sally Goggin selalu Country Director British Council di Indonesia, Selasa (28/10), kedua karya tari yang terinspirasi dari novel berjudul “Norwegian Wood” karya oleh Haruki Murakami tersebut akan dihidupkan melalui pertunjukan tari dengan koreografer James Cousins dan para penarinya di ISI Surakarta.
“Kami terakhir di Indonesia akan menggelar di Ciputra Hall Surabaya Jawa Timur, pada tanggal 1 dan 2 November mendatang,” ucap Sally Goggi.
Menurut dia, dua karya James Cousins tersebut dengan mengambil tema-tema cinta, kehilangan dan pertemanan dari kisah di Negara Jepang. Tari yang menambah sentuhan unit dan khas James Cousins untuk menciptakan sepasang karya yang kuat.
“Without Star dan There We Have Been merupakan karya tari yang sangat penyentuh, menonjolkan teknik kelenturan dan keseimbangan tubuh yang kuat sang penari.
Menurut dia, kenapa di Solo, karena kota tersebut dikenal memiliki banyak warisan budaya tari dan seni yang mempunyai berkualitas tinggi.
Oleh karena itu, pihaknya sangat sedang bisa datang ke Solo bermitra dengan isi Surakarta dengan menghadirkan James Cousins Company yang telah meraih berbagai penghargaan itu.
James Cousins Company merupakan salah satu kelompok tari yang paling menarik di Inggris tersebut diharapkan mampu menghibur para penonton masyarakat Kota Solo.
Koreografer James Cousins merupakan lulusan dari London Conremporary Dance School secara perlahan menjelma dari seorang penari menjadi koreografer yang menghasilkan berbagi karya tari yang disegani baik Inggris maupun negara-negara lain.
Menurut James Cousins, dirinya merasa senang bisa tampil di Kota Solo, karena wilayah ini yang dikenal banyak mempunyai warisan budaya yang berkualitas.
“Dua karya saya itu, merupakan karya tari yang diambil dari sebuah novel kisah di Jepang karya Haruki Murakami. Saya menciptakan tari ini, dua tahun yang lalu dan kini dipertunjukan turnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia,” James Cousins.
Menurut dia, penari perempuan yang melakukan gerakan yang kuat dan indah di atas atau tanpa menyentuh tanah selama sekitar 17 menit dengan penari laki-laki. Tarian ini, sangat indah dan dinamis, serta menonjolkan emosi para penarinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejati DKI Telisik Keterlibatan Romy di Kasus Light Trap

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah merampungkan 15 berkas tersangka kasus dugaan korupsipengadaan 7 ribu unit light trap (lampu perangkap hama serangga) di Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2012.
Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, M Adi Toegarisman mengungkapkan bahwa pihaknya akan menelisik keterlibatan pihak lain, termasuk keterlibatan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) yang saat itu menjabat Ketua Komisi IV DPR RI periode 2009-2014 lalu.
Adi mengatakan, pihaknya akan memantau jalannya persidangan ke-15 tersangka tersebut untuk memastikan ada tidaknya fakta baru yang mengarah keterlibatan pihak lain.
“Kita ikutin saja, dan saya janji, siapapun yang terlibat dalam perkara, saya tidak segan-segan untuk menindaklanjuti. Siapapun yang terlibat, akan ditindaklanjuti,” ujar Adi dikantornya, Jakarta, Rabu (29/10).
Dalam kasus ini, penyidik menetapkan 15 orang tersangka dalam 2 tahap, masing-masing 10 dan 5 orang. Dari 15 tersangka tersebut, 9 orang di antaranya yang masuk dalam gelombang pertama, berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan perkaranya tengah bergulir.
Sedangkan satu orang lainnya masih dalam proses penyelesaian. Adapun 5 yang menjadi tersangka kloter dua, proses penyidikannya kembali berjalan dan Selasa kemarin penyidik melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Ke-15 orang tersangka tersebut berasal dari pihak swasta dan Kementan, di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Udoro Kasih Anggoro, Manajer Marketing PT Harif Ikhsan Nugraha, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agung Wradsongko.
Kemudian Ketua Pokja Pengadaan Alimin Sola, Ketua Panitia Pengadaan Hidayat Abdurrahman, Direktur Utama (Dirut) Formitra Multi Prakasa, Agus Irwanto, dan Dirut PT Andalan Persada Yanuar. Perkara light trap sembilan orang sudah disidang.
Terkait kasus tersebut, Jaksa penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon dan uang tunai sejumlah Rp 6 milyar.
Light trap merupakan lampu perangkap hama menggunakan tenaga surya. Rencananya, alat ini akan dipasang di sejumlah lahan pertanian di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Diketahui,dalam proyek ini diduga terjadi penggelumbungan harga pengadaan light trap (lampu hama) sebanyak 7000 unit pada tahun 2012 dengan 5 perusahaan rekanan yang menang dalam proses pelelangan. Hasil penelusuran BPKP dalam kasus ini kerugian negara mencapai 33,9 milyar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain