1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42267

Korupsi Sia-siakan Perjuangan Pahlawan

Jakarta, Aktual.co — Veteran RI, Wimo Sumanto, menilai perbuatan korupsi telah menyia-nyiakan perjuangan pahlawan meraih kemerdekaan selama 360 tahun karena perbuatan tersebut dinilai menyengsarakan rakyat.
“Kalau ada orang yang korupsi sama saja menyengsarakan rakyat. Buat apa pahlawan terdahulu berjuang ratusan tahun untuk memerdekakan rakyat kalau korupsi meraja lela,” kata Wimo usai mengikuti upacara Sumpah Pemuda di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta, Selasa (28/10).
Wimo yang berjuang melawan penjajahan Belanda dan Jepang pada 1945-1949 itu menilai para pemimpin yang korupsi tidak mengilhami semangat perjuangan para pahlawan sehingga dengan mudahnya mengambil uang rakyat tanpa takut dosa pada rakyat dan Tuhan.
Berdasarkan data yang dirilis dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (17/8), sebanyak 308 kasus korupsi tercatat pada semester I-2014. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat dibanding pada 2013 yang terdapat 560 kasus sepanjang tahun.
“Koruptor itu pantasnya ditembak mati saja meskipun itu mencederai hak hidup seseorang. Kalau tidak dihukum berat, koruptor baru pasti selalu ada,” kata Komandan Keamanan Front Nasional Pusat Pembebasan Irian Barat Itu (FNP PIB) itu.
Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Wimo optimistis ada titik baru untuk membenani korupsi, apalagi Presiden sempat meminta rekomendasi pada KPK terkait nama calon menteri yang dilabel merah karena diduga berpotensi korupsi.
Wimo pun mengapresiasi banyaknya wanita yang diangkat menjadi menteri. Kesetaraan pada perempuan dapat dilihat mengingat sebanyak 20 persen perempuan mengisi kursi kementerian.
“Perempuan kini dapat tampil. Namun, saya tidak setuju kalau ada Menteri Pemberdayaan Perempuan, yang benar itu menteri peranan perempuan. Kesannya kalau pemberdayaan, perempuan itu tidak berdaya,” kata kakek berusia 88 tahun itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabinet Jokowi Tidak Cerminkan Perubahan

Jakarta, Aktual.co — Komposisi kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo terkesan tidak mencerminkan perubahan bahkan menciderai harapan publik. Pasalnya, proses rekrutmen yang dilakukan tidak didasarkan parameter yang terukur, sehingga banyak pos kementerian tidak diisi oleh orang-orang yang kredibel dan kapabel di bidangnya.
“Saya kira wajar saja bila rakyat kecewa, termasuk PDIP sebagai partai yang mengusung Jokowi. Sekarang ini rakyat dipertontonkan prilaku elite PDIP yang kecewa karena tidak masuk dalam kabinet seperti Maruara Sirat, TB Hasanudin, Pramono Anung, Hasto Kistianto, Andi Widjajanto dan beberapa nama lainnya. Jangan PDIP, ada parpol yang ikut berkoalisi seperti PKPI juga tidak kebagian jatah kabinet,” ujar pengamat politik Rusmin Effendy menjawab wartawan di Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Rusmin, sejak awal dirinya sudah mewanti-wanti sekitar 60 persen kabinet Jokowi-JK bakal diisi orang-orang yang tidak berkompeten, bahkan banyak yang terkait persoalan hukum. Hal itu disebabkan proses rekrutmen maupun komposisi kabinet bukan merupakan hak prerogratif Jokowi selaku presiden, melainkan lebih banyak ditentukan faktor X.
“Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan menteri yang profesional sebagaimana yang diharapkan. Kalau mau dihitung dengan jari, jumlahnya mungkin saja tidak lebih dari 5 orang. Sedangkan profesional partai justru banyak yang tidak layak dan terkesan dipaksakan,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, proses penyusunan kabinet yang dilakukan Jokowi lebih buruk lagi dibandingkan SBY, karena jumlah mereka yang kecewa lebih besar lagi. Bahkan, yang lebih parah penyusunan kabinet lebih banyak dipengaruhi dan ditentukan petinggi PDIP, sehingga terkesan mereka yang direkomendasikan sarat dengan transaksional dan politik balas budi. “Saya bisa saja menyebutkan satu persatu siapa nama menteri, termasuk mahar politik yang dilakukan. Tapi kan tidak etis, biarlah nanti terbongkar sendiri,” tegas dia.
Rusmin juga memprediksikan, kabinet Jokowi ini berpotensi terjadi reshuffle di tengah jalan karena bakal menimbulkan gejolak besar, baik persoalan hukum, maupun mereka yang tak mampu bekerja maksimal. “Saya sarankan, Jokowi memberikan target kepada para menterinya bekerja maksimal, bila tidak mampu selayaknya diganti. Pergantian menteri itu kan sesuatu yang wajar saja. Itulah risiko dari pembentukan kabinet odong-odong atau campur sari yang dilakukan secara tidak cermat,” paparnya.
Dia juga menekankan KPK segera membongkar daftar nama para menteri yang sudah diberikan stabilo merah dan kuning. “Tidak ada salahnya bila KPK mengumumkan ke publik, karena hal itu bukan rahasia negara, tapi sudah menjadi rahasia umum agar tidak menimbulkan fitnah. Lebih baik lebih cepat, karena publik juga tidak sabar. Setelah mengumumkan seharusnya dilakukan tindakan hukum lanjutan mengusut kasus menteri agar kabinet benar-benar bersih dan kredibel,” ujar Rusmin.

Rupiah Melemah 39 Poin ke Posisi Rp12.147

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 39 poin menjadi Rp12.147 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.108 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali mengalami depresiasi di tengah antisipasi pelaku pasar uang di dalam negeri terhadap hasil kebijakan dari pertemuan the Fed pada pekan ini.

“Secara fundamental, investor global cenderung bersikap waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter AS dengan melepas sebagian aset mata uang berisiko, salah satunya rupiah,” katanya di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia mengemukakan bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) diprediksi akan mengakhiri program pembelian surat utang atau obligasi dan bersiap untuk mulai naikan suku bunga pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari domestik juga masih “wait and see”, investor cenderung mengambil langkah hati-hati seraya memantau rincian kebijakan ekonomi oleh Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla yang baru dibentuk itu.

“Investor masih perlu melihat apakah kabinet tersebut dapat menjalankan kebijakan reformasi struktural yang diperlukan oleh perekonomian Indonesia dan juga kejelasan atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (28/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.158 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp12.042 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Real Madrid Naik Banding Atas Hukuman Zidane

Jakarta, Aktual.co — Real Madrid akan naik banding atas hukuman tiga bulan, terhadap asisten pelatih tim B, Zinedine Zidane yang tidak memiliki lisensi sah untuk melatih.

Mantan pemain tengah Real dan Timnas Prancis itu mendapat sanksi dari federasi sepak bola Spanyol, karena dianggap bersalah bertindak sebagai pelatih kepala tim “tier” 3 Real Madrid – Castilla – sama dengan yang dialami Santiago Sanchez, yang juga dihukum tiga bulan ketika berada di pos itu.

Dalam pernyataan yang dimuat pada laman (www.realmadrid.com), Real mengatakan, mereka “sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu” dan mereka akan “berusaha keras agar keputusan itu dicabut”.

“Karena Zinedine Zidane sudah mendapat izin dari Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk bekerja sebagai pelatih kepala untuk kategori klub Castilla di Real Madrid. Sertifikat itu berlaku mulai Oktober 2014,” kata mereka, Selasa (28/10).

Zidane pernah memenangkan Piala Dunia bersama Prancis pada 1998, ketika ia mencetak dua gol di laga final lawan Brazil, kemudian bermain untuk Real mulai 2001 hingga mengundurkan diri pada 2006.

Pelatih yang kini berusia 42 tahun itu juga pernah mencetak gol voli spektakuler untuk Real pada final Liga Champions 2001 lawan Bayern Leverkusen.

Castilla terdegradasi dari kompetisi divisi dua musim lalu, sebelum Zidane bergabung menjadi salah seorang staf pelatih.

Mereka saat ini berada di urutan ke-14 pada laga Grup 2 dari kompetisi regional empat grup pada kompetisi “Segunda B”, atau “tier” 3.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabinet “ASTRA” Akomodasi Kaum Modal Asing ?



Jakarta, Aktual.co —Seharusnya Indonesia tidak hanya menghapuskan Dwifungsi Abri dari sistem pemerintahan Indonesia, tapi juga Dwifungsi antara pengusaha dan penguasa . Hal itu diutarakan oleh  Ikhsanudin Noorsy, pengamat ekonomi politik dalam acara bedah buku “Dalam Bayangan Matahari Terbit” yang diselenggarakan di Dapur Selera , Tebet , Jakarta Selatan , jum’at 24 Oktober 2014.
Berkaitan dengan munculnya nama yang akan menempati posisi kementrian Keuangan, Ikhsanudin Noorsy mengatakan, salah satu nama yang beredar dalam bursa calon menteri itu adalah Sri Mulyani, yang dalam rekam jejaknya, petinggi Bank Dunia itu disinyalir kerap memberikan kemudahan pada PT. Astra untuk import produk Daihatsu saat dia menjabat sebagai Menteri Keuangan pada rezim Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 . 

Sebelum menjadi menteri keuangan, Sri Mulyani adalah mantan Komisaris Utama PT. Astra. Disamping itu nama – nama lain seperti Rini Soemarno dan Chatib Basri juga merupakan mantan petinggi di PT. Astra. Fakta itu dapat menjadi gambaran jelas bagaimana para pengusaha itu akan menguasai sektor – sektor yang menjadi tumpuan  hajat hidup masyrakat. Dan jika hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan mereka akan mengutamakan kepentingan bisnisnya dari pada kepentingan rakyat. Maka dengan demikian, jika Kabinet Indonesia Hebat yang dipimpin Jokowi-JK menyertakan nama-nama itu, Iksanudin menegaskan, selayaknya kabinet Jokowi-JK dapat  disebut sebagai “Kabinet Astra”.  

Kemudian, ketika disinggung  mengenai nama Rini Soemarno yang masuk dalam bursa calon Menteri BUMN, Ikhsanudin menegaskan,  bahwa sumber daya yang dimiliki BUMN memiliki sumber luar biasa pada kekuatan modal yang kemudian bekerja sama dengan kekuatan korporasi serta mendukung kehidupan koperasi, sehingga Trisakti kemerdekaan yang dicita-citakan dapat terwujud.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Kinerja Pemprov Buruk, DPRD Tak Mau Dibawa-bawa

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD DKI Triwicaksana membantah kalau buruknya kinerja Pemerintah Provinsi DKI di tahun 2014, yang terbukti dari rendahnya serapan APBD, ikut dipengaruhi oleh lambatnya dewan membentuk alat kelengkapan dewan.
Sehingga dianggap menghambat kebijakan-kebijakan Pemprov DKI.
Ditegaskan oleh Anggota Fraksi PKS tersebut kalau itu adalah hal yang berbeda.
“Urusan penyerapan anggaran kan adanya di Pemprov DKI. Tapi kalau untuk kelengkapan dewan, saya yakin dalam waktu singkat DPRD akan menyelesaikan itu. Sehingga bisa mendorong terus agar Pemprov dievaluasi,” ujarnya di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (28/10).
Dibeberkan Tri, ada tiga penyebab merosotnya penyerapan pendapatan daerah DKI Jakarta selama dipimpin Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.
Pertama penggunaan e-budgeting yang tergesa-gesa, kedua kesiapan yang minim dari Unit Layanan Pelelangan (ULP), dan ketiga perencanaan yang buruk dari penggunaan anggaran.
Kata dia, belum berjalan baiknya ketiga indikator tersebut bisa dilihat dari operasionalisasinya masih tersendat-sendat. Sehingga Pemprov DKI harus melakukan evaluasi secara mendasar atas melesetnya target serapan dan pendapatan di APBD 2014.
“Kemungkinan melesetnya APBD 2014 dari yang seharusnya 72 triliun menjadi 60 triliun karena rendahnya penerimaan daerah sebesar 12 triliun,” ujarnya.  
Tak hanya itu, jelas Tri lebih lanjut, penyerapan anggaran DKI tahun 2014 juga terendah dalam sejarah.
“Hanya maksimal 69 persen ada silva sebesar 30 persen. Saya kira DKI akan menempati urutan terbawah dari provinsi seluruh indonesia dalam hal penyerapan anggaran dan harus melakukan evaluasi secara mendasar.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain