13 April 2026
Beranda blog Halaman 42286

Gelar Tahlil dan Yasinan di TMP, PMII Lumajang Kecam Koruptor

Lumajang, Aktual.co — Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang, Minggu malam (09/11) bertahlil, membaca yasin dan tabur bunga di TMP Lumajang.
.
“Kita mengirimkan do’a kepada para pahlawan yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa ini, sehingga kita bisa menikmati nikmatnya alam kemerdekaan” ujar Khoirul Anwar, dari Biro Ekternal Pengurus Cabang PMII Lumajang, di Lumajang, Minggu malam
.
Tanpa jasa dan perjuangan para pahlawan, menurut Khoirul, generasi muda tak mungkin bisa merasakan nikmat hidup merdeka, Untuk itulah generasi muda wajib mengenang dan melanjutkan perjuangan para pahlawan buat mengisi pembangunan dan kemerdekaan.

“Bangsa yang tidak memiliki pahlawan dan tidak menghargai pahlawannya akan menjadi bangsa yang terkucilkan. Seperti kata pepatah, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar Khoirul Anwar.

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa pun menyampaikan uneg-uneg di makam pahlawan, tentang banyaknya para koruptor, baik di Indonesia maupun Lumajang. “Kita juga mengadu kepada para pahlawan, bahwa Indonesia banyak para koruptornya, yang menyengsarakan rakyat” jelas Khoirul.

PMII berharap para koruptor, khususnya di Lumajang, segera sadar, atau lebih cepat mati saja, agar tidak terus menerus menyengsarakan rakyat. Untuk itu, PMII menyeru agar perjuangan para pahlawan, terus dikobarkan oleh generasi muda yang bebas dari korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Masalah Merpati, Rini Soemarno Belum Bisa Ambil Keputusan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku bahwa dirinya masih belum bisa memberikan keputusan terkait permasalahan yang selama ini menimpa PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Ia mengatakan bahwa dirinya masih mempelajari lebih lanjut, mengingat baru beberapa minggu menjabat sebagai menteri.
“Terus terang ini lagi dipelajari,” ungkap Rini saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/11).
Melihat permasalahan yang didera oleh karyawan Merpati, mantan Menteri Perindustrian ini menyatakan rasa prihatinnya. Ia berharap solusi yang nantinya bakal diberikan bisa menjadi jalan keluar terbaik bagi Merpati.
“Saya sedih ya masalahnya Merpati ini sudah bertahun-tahun. Kali ini saya berharap bagaimana kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

IGK Manila Harap PPAGBK Tak Berikan Izin ke Swasta Sewa Ruangan SUGBK

Jakarta, Aktual.co — Mantan Manajer timnas sepakbola Indonesia ketika berlaga di SEA Games 1991, IGK Manila meminta Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno(PPKGBK), tidak menyewakan ruangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk pihak swasta.

“Seyogianya ruangan yang ada di SUGBK diperuntukkan bagi induk cabang olahraga (cabor). Akan lebih bermanfaat jika digunakan sebagai pusat pembinaan serta sekretariat cabor,” kata IGK Manila ketika dihubungi Aktual.co, Senin (10/11).

Lebih jauh disarankan oleh mantan Manajer Olahraga klub Persija Jakarta, induk-induk cabor yang minim sponsor, harus diprioritaskan untuk dapat menggunakan ruangan-ruangan tersebut.

“Coba dicek cabor-cabor punya tempat latihan nggak? Masih banyak yang harus menyewa tempat untuk latihan, khususnya cabor yang tidak punya sponsor. Daripada untuk swasta, lebih baik dibangun pusat pelatihan,” harap pria yang pernah menjabat Mayjen TNI AD itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat berhembus kabar bahwa, salah satu media cetak olahraga swasta akan menyewa salah satu ruangan di SUGBK.

Seperti dikatakan oleh Direktur Pembangunan dan Pengembangan Pusat Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Raja Parlindungan Pane, bahwa kabar tersebut benar adanya. Tapi, Raja Pane beralasan hal itu baru rencana semata. Pihak PPKGBK belum memutuskan, tapi yang jelas PPKGBK lebih mementingkan cabor-cabor.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Usut Presiden Afsel Terkait Biaya Perbaikan Rumah

Jakarta, Aktual.co — Polisi Afrika Selatan melakukan pengusutan terhadap Presiden Jacob Zuma terkait perbaikan rumahnya yang menelan dana pembayar pajak hingga USD23 juta.
Dalam jawaban tertulis kepada legislator, Senin (10/11), polisi mengonfirmasikan bahwa pengusutan atas kasus penggunaan dana itu sudah dimulai.
Zuma yang dipilih kembali pada Mei bersikeras bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang perbaikan rumah itu, termasuk pembangunan kolam renang, klinik pribadi dan amphitheater.
Sementara pemerintahannya bersikeras bahwa pekerjaan perbaikan rumah di Nkandla, provinsi KwaZulu Natal di wilayah selatan, berkaitan dengan masalah pengamanan.
Masalah tersebut menjadi puncak kritikan terhadap pemerintahan Zuma, yang oleh banyak warga Afsel dinilai memberi toleransi kepada korupsi dan inkompetensi.
Pemimpin oposisi Mmusi Maimane dari Aliansi Demokratik pada Maret mengajukan dakwaan korupsi terhadap Zuma.
Langkah itu diambil setelah ombudsman publik Thuli Madonsela menyatakan bahwa Zuma diuntungkan secara tidak wajar dari pembangunan itu, dan memerintahkannya untuk membayar sebagian biaya pembangunan.
Saat itu, Maimane mengatakan: “Tidak ada keraguan bahwa istana Nkandla ini dibangun dengan korupsi oleh presiden untuk presiden dengan uang kita.” Konfirmasi mengenai langkah pengusutan pada Senin itu disampaikan dengan hanya sedikit rincian.
“Pengusutan dalam kasus ini telah dimulai dan tidak ada informasi lebih jauh yang bisa diungkap pada saat genting ini karena masalah ini masih belum disidangkan,” kata kepala polisi Nathi Nhleko dalam pernyataan tertulis kepada parlemen.
Zuma menghadapi kemarahan politik maupun publik terkait pengeluarannya yang berlebihan di negara yang tengah berjuang mengatasi pengangguran dan ketidaksetaraan.
Saat ia tampil di hadapan parlemen pada Agustus, partai-partai oposisi berkali-kali meneriakkan kata “bayar balik uang itu” sampai polisi anti-huru-hara dipanggil untuk masuk.
Sejak peristiwa itu, Zuma tidak kembali ke parlemen –sehingga memantik kritikan yang lebih tajam dari para legislator yang pekan lalu menyatakan ingin tahu kapan presiden akan muncul kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pendidikan Bagi Guru Tingkatkan Kualitas Pengajaran

Jakarta, Aktual.co —Pengamat pendidikan Iwan Setyawan mengatakan bahwa diperlukan pendidikan bagi guru agar memiliki kompetensi yang berkualitas dalam pengajaran.
“Ini bukan soal kurikulum, mau tahun berapa pun tidak masalah. Yang penting adalah menciptakan pengajar yang berkualitas, caranya bisa diberi pendidikan,” kata Iwan di Jakarta, Senin (10/11).
Menurutnya, guru saat ini diwajibkan memberikan pengajaran yang berbeda seperti metode penceritaan yang kuat atau mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi agar lebih menarik.
“Harus beradaptasi dengan teknologi yang baru, bisa pakai sistem audio, pakai Youtube. Jadi dengan metode apapun pasti mengajarnya sudah jago,” kata Iwan menegaskan.
Selain Iwan, Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Jerman Anis Daud juga menyatakan hal yang serupa terkait sistem pendidikan yang mengandalkan pengajar berkualitas.
Menurutnya, seharusnya pemilihan guru merujuk pada Finlandia, sebagai negara yang menduduki urutan pertama dunia dalam bidang pendidikan.
“Guru itu diseleksi dari ‘best of the best’, bukan dilihat latar belakang pendidikannya darimana, nilainya berapa. Harus yang benar-benar pintar,” kata Anis.
Selain itu, penghargaan bagi guru juga seharusnya ditingkatkan, jika perlu digaji lebih tinggi dari insinyur di industri agar memberikan pengajaran yang baik kepada siswa, kata Anis menyarankan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora Akan Gandeng Kepolisian Berantas Mafia Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Maraknya kejahatan olahraga di Indonesia, semakin membuat prestasi dan nama baik olahraga di tanah air terus terdegradasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi berencana akan bekerjasama dengan Kepolisian untuk memberantas kejahatan olahraga di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Imam usai mengikuti upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Senin (10/11).

“Dalam waktu dekat saya akan bertemu Kapolri untuk bicarakan mafia olahraga. Saya tidak bisa menargetkan (kapan mediasi dilakukan), tapi secepatnya,” ujar Imam kepada wartawan, Senin (10/11).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan bahwa, dirinya akan terus mengawasi tindak tanduk “mafia” olahraga yang menurutnya sangat mengancam keberlangsungan olahraga di Indonesia.

Meski begitu, Imam tidak mau menyebutkan kejahatan olahraga seperti apa yang tengah menyita perhatiannya.

“Banyak yang menyita perhatian saya. Dari semua cabang olahraga akan saya amati terus,” pungkasnya.

Di Indonesia, istilah “mafia” paling sering dikaitkan dengan sepakbola, dan itu diyakini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kasus terakhir yang memalukan dari sepakbola adalah pertandingan PSS Sleman versus PSIS Semarang di kompetisi Divisi Utama pada 26 Oktober lalu. Kedua tim sama-sama ingin kalah dan berebutan untuk mencetak gol ke gawangnya sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain