18 April 2026
Beranda blog Halaman 42307

Polisi Usut Presiden Afsel Terkait Biaya Perbaikan Rumah

Jakarta, Aktual.co — Polisi Afrika Selatan melakukan pengusutan terhadap Presiden Jacob Zuma terkait perbaikan rumahnya yang menelan dana pembayar pajak hingga USD23 juta.
Dalam jawaban tertulis kepada legislator, Senin (10/11), polisi mengonfirmasikan bahwa pengusutan atas kasus penggunaan dana itu sudah dimulai.
Zuma yang dipilih kembali pada Mei bersikeras bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang perbaikan rumah itu, termasuk pembangunan kolam renang, klinik pribadi dan amphitheater.
Sementara pemerintahannya bersikeras bahwa pekerjaan perbaikan rumah di Nkandla, provinsi KwaZulu Natal di wilayah selatan, berkaitan dengan masalah pengamanan.
Masalah tersebut menjadi puncak kritikan terhadap pemerintahan Zuma, yang oleh banyak warga Afsel dinilai memberi toleransi kepada korupsi dan inkompetensi.
Pemimpin oposisi Mmusi Maimane dari Aliansi Demokratik pada Maret mengajukan dakwaan korupsi terhadap Zuma.
Langkah itu diambil setelah ombudsman publik Thuli Madonsela menyatakan bahwa Zuma diuntungkan secara tidak wajar dari pembangunan itu, dan memerintahkannya untuk membayar sebagian biaya pembangunan.
Saat itu, Maimane mengatakan: “Tidak ada keraguan bahwa istana Nkandla ini dibangun dengan korupsi oleh presiden untuk presiden dengan uang kita.” Konfirmasi mengenai langkah pengusutan pada Senin itu disampaikan dengan hanya sedikit rincian.
“Pengusutan dalam kasus ini telah dimulai dan tidak ada informasi lebih jauh yang bisa diungkap pada saat genting ini karena masalah ini masih belum disidangkan,” kata kepala polisi Nathi Nhleko dalam pernyataan tertulis kepada parlemen.
Zuma menghadapi kemarahan politik maupun publik terkait pengeluarannya yang berlebihan di negara yang tengah berjuang mengatasi pengangguran dan ketidaksetaraan.
Saat ia tampil di hadapan parlemen pada Agustus, partai-partai oposisi berkali-kali meneriakkan kata “bayar balik uang itu” sampai polisi anti-huru-hara dipanggil untuk masuk.
Sejak peristiwa itu, Zuma tidak kembali ke parlemen –sehingga memantik kritikan yang lebih tajam dari para legislator yang pekan lalu menyatakan ingin tahu kapan presiden akan muncul kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pendidikan Bagi Guru Tingkatkan Kualitas Pengajaran

Jakarta, Aktual.co —Pengamat pendidikan Iwan Setyawan mengatakan bahwa diperlukan pendidikan bagi guru agar memiliki kompetensi yang berkualitas dalam pengajaran.
“Ini bukan soal kurikulum, mau tahun berapa pun tidak masalah. Yang penting adalah menciptakan pengajar yang berkualitas, caranya bisa diberi pendidikan,” kata Iwan di Jakarta, Senin (10/11).
Menurutnya, guru saat ini diwajibkan memberikan pengajaran yang berbeda seperti metode penceritaan yang kuat atau mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi agar lebih menarik.
“Harus beradaptasi dengan teknologi yang baru, bisa pakai sistem audio, pakai Youtube. Jadi dengan metode apapun pasti mengajarnya sudah jago,” kata Iwan menegaskan.
Selain Iwan, Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Jerman Anis Daud juga menyatakan hal yang serupa terkait sistem pendidikan yang mengandalkan pengajar berkualitas.
Menurutnya, seharusnya pemilihan guru merujuk pada Finlandia, sebagai negara yang menduduki urutan pertama dunia dalam bidang pendidikan.
“Guru itu diseleksi dari ‘best of the best’, bukan dilihat latar belakang pendidikannya darimana, nilainya berapa. Harus yang benar-benar pintar,” kata Anis.
Selain itu, penghargaan bagi guru juga seharusnya ditingkatkan, jika perlu digaji lebih tinggi dari insinyur di industri agar memberikan pengajaran yang baik kepada siswa, kata Anis menyarankan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora Akan Gandeng Kepolisian Berantas Mafia Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Maraknya kejahatan olahraga di Indonesia, semakin membuat prestasi dan nama baik olahraga di tanah air terus terdegradasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi berencana akan bekerjasama dengan Kepolisian untuk memberantas kejahatan olahraga di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Imam usai mengikuti upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Senin (10/11).

“Dalam waktu dekat saya akan bertemu Kapolri untuk bicarakan mafia olahraga. Saya tidak bisa menargetkan (kapan mediasi dilakukan), tapi secepatnya,” ujar Imam kepada wartawan, Senin (10/11).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan bahwa, dirinya akan terus mengawasi tindak tanduk “mafia” olahraga yang menurutnya sangat mengancam keberlangsungan olahraga di Indonesia.

Meski begitu, Imam tidak mau menyebutkan kejahatan olahraga seperti apa yang tengah menyita perhatiannya.

“Banyak yang menyita perhatian saya. Dari semua cabang olahraga akan saya amati terus,” pungkasnya.

Di Indonesia, istilah “mafia” paling sering dikaitkan dengan sepakbola, dan itu diyakini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kasus terakhir yang memalukan dari sepakbola adalah pertandingan PSS Sleman versus PSIS Semarang di kompetisi Divisi Utama pada 26 Oktober lalu. Kedua tim sama-sama ingin kalah dan berebutan untuk mencetak gol ke gawangnya sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov Jabar Janji Berikan Rp1,5 Miliar ke Pemain Persib

Bandung, Aktual.co — Pemprov Jabar berencana memberikan uang ‘kadedeuh’ kepada Persib Bandung senilai Rp 1,5 miliar atas prestasi menjadi juara ISL 2014.
“Bonus untuk Persib senilai Rp 1,5 miliar,” kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat ditemui di Bandung, Senin (10/11).
Bonus tersebut nantinya akan diberikan kepada para pemain sebagai uang untuk pembinaan atlet bukan masuk kantong PT. PBB.
“PBB kan sudah jadi PT, jadi tidak boleh meneriman bantuan dariPemprov. Jadi kita berikan dana pembinaan untuk para pemain Persib,” ucapnya
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Aher ini menjelaskan dana sendiri berasal dari APBD Pemprov Jabar tahun anggaran 2015.
“Paling cepat paling cair bulan Januari nanti. Ini sebagai tanda cinta dari Pemprov, stakeholder dan warga Jabar karena Persib Juara,” pungkasnya. 

Tahun 2020, Setu Babakan Bakal Jadi Wisata Modern

Jakarta, Aktual.co — Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan ditargetkan akan menjadi wisata modern pada 2020, kata Anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Indra Sutisna.
“Kalau pembangunan di semua zona sudah rampung dan sumber daya manusiamya sudah siap, Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan Betawi akan menjadi tempat wisata yang maju, mandiri dan modern,” kata Indra di Jakarta, Senin (10/11).
Ia menjelaskan untuk menjadi wisata modern ini, pembangunan fisik dan non fisik harus sejalan karena keduanya harus saling mendukung.
Pembangunan fisik dibagi menjadi tiga zona yakni zona A yang merupakan pusat Setu Babakan berupa, museum, galeri dan ruang serbaguna.
Berikutnya zona B sebagai pusat kuliner yang difungsikan sebagai tempatnya kuliner nusantara, dari kuliner Betawi hingga kuliner nusantara dan pedagang kaki lima (PKL) yang berada disekitar danau Setu Babakan.
Selanjutnya zona C berupa perkampungan mini Betawi yang dibangun di atas pulau kecil di tengah danau. Walaupun pembangunan fisik selesai pada 2020 namun pembangunan non fisik terus berlangsung karena dia yang menopang keberlangsungan wisata Betawi ini.
“Non fisik ini menyangkut kesiapan masyarakat sekitar Setu Babakan menjadi masyarakat sadar wisata,” ungkapnya.
Pembangunan non fisik itu antara lain penguatan seni budaya seperti pelatihan menyajikan makanan kepada tamu, menyiapkan ‘home stay” kepada pengunjung, dan menjadi pemandu wisata.
Saat ini setiap hari Minggu Setu Babakan menampilkan pertunjukan budaya Betwi seperti tari-tarian, lenong dan demo masak.
“Pengunjung juga sering nginap biasanya mahasiswa pariwisata dari luar Jakarta, mereka datang untuk belajar budaya Betawi di kampung ini,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Sediakan Fasilitas di Taman Kota Untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melengkapi fasilitas untuk penyandang disabilitas di setiap taman kota yang dibangun pemerintah daerah setempat.
“Berbagai sarana dan prasarana yang dibangun seperti di taman kota, akan tetap memperhatikan penyandang disabilitas,” kata Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Senin (10/11).
Ia menjelaskan, pembangunan sarana untuk penyandang disabilitas itu akan tetap menjadi prioritas di setiap taman kota di ibu kota Negara Republik Indonesia itu.
Basuki yang kerap disapa Ahok itu mencontohkan pembangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas itu antara lain toilet.
Menurut dia, dengan adanya fasilitas untuk penyandang disabilitas tersebut maka mereka dapat dengan mudah menggunakan berbagai sarana dan prasarana saat berada di taman kota.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas di tempat-tempat terutama di kawasan taman kota.
Data Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta menyebutkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah itu tersebar di 2.523 lokasi dengan luas lahan 2.734 hektare.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga dan merawat ruang terbuka hijau (RTH) sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain