17 April 2026
Beranda blog Halaman 42314

Hakim Pertanyakan Seringnya Bus Transjakarta Terbakar

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan bus transjakarta pada 2013 dengan terdakwa Drajad Adhyaksa dan Setiyo Tuhu, Senin (10/11).
Dalam persidangan hari ini, jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Saksi-saksi itu adalah Prawoto, Rusmudi Suti, Agus Krisnowo, dan Setyo Margo Utomo.
Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Supriyanto sempat mencecar Agus ihwal beberapa kejadian bus transjakarta yang kerap terbakar. Awalnya, Hakim Ketua Supriyanto meminta Agus menjelaskan soal spesifikasi bus transjakarta.
Sebab, Agus merupakan fungsional perekayasa BPPT sekaligus Ketua Tim Perencana digandeng Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dalam pengadaan bus transjakarta 2013.
Agus pun lantas menjelaskan panjang lebar rincian spesifikasi bus karatan dari Tiongkok itu. Yakni mulai dari pembatasan berat, dimensi bus, spesifikasi mesin, dan bahan bakar. Di tengah penjelasan itu, Hakim Ketua Supriyanto lantas memotong dan bertanya ihwal penyebab terbakarnya bus transjakarta.
“Nah kalau sering kebakar gimana? Itu kan sering kita lihat. Apa ada komponen yang tidak sesuai spesifikasi?,” Tanya Hakim Ketua Supriyanto.
“Mungkin sepengetahuan kami banyak faktor. Bisa dari kabel. Selang radiator tidak memenuhi standar. Kalau panas melepuh. Bisa juga sistem pemompaan pada tabung,” jawab Agus.
Namun, Hakim Ketua Supriyanto nampak tidak puas dengan jawaban Agus. Dia meminta Agus menjawab lebih detail soal aspek spesifikasi teknis terkait keselamatan penumpang.
“Inilah hubungannya dengan pertanyaan saya. Spesifikasi tadi. Apakah itu dari komponen? Spesifikasi kan demi keselamatan juga. Apa speknya? Apakah itu penyebabnya?” Kata Hakim Supriyanto.
“Kami kurang tahu. Soal itu ada tim lain, tim pengawas, kami cuma perencana.”
Lantas hakim pun menceramahi Agus. Dia mengatakan semestinya kejadian bus transjakarta terbakar menjadi pelajaran buat semua pihak agar tidak lalai dalam mengadakan pengadaan.
“Sensitif sekali. Ini yang dipakai untuk transport kita, kalangan menengah ke bawah. Kalau kebakar artinya enggak hati-hati. Kan muncul pertama kali ada yang karat itu kan,” kata hakim. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Jusuf Kalla Dianggap Plt Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam pidatonya menyebut Jusuf Kalla bukan sebagai Wakil Presiden, namun Pelaksana tugas (Plt) Presiden.
“Wakil Presiden saja sudah sibuk luar biasa, apalagi sekarang Pelaksana tugas Presiden,” kata Zulkifli saat membuka kegiatan Cerdas Cermat MPR RI, di gedung Nusantara V gedung Parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Kehadiran Jusuf Kalla di Gedung Nusantara V MPR/DPR ini dalam rangka membuka lomba Cerdas Cermat MPR RI. Jusuf Kalla duduk didampingi oleh pimpinan MPR di urutan paling depan, saat mendengarkan sambutan dari Zulkifli Hasan.
Zulkifli yang juga politikus PAN itu mengatakan jika JK adalah Plt Presiden, lantaran saat ini Presiden Joko Widodo sedang berada di luar negeri, untuk menghadiri tiga agenda internasional, yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok, G-20 Summit di Brisbane, Australia dan ASEAN Summit di Myanmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Fraksi KMP di DPRD Diminta ‘Lawan’ Arogansi Mendagri

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Masyarakat Jakarta meminta fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih di DPRD DKI untuk tidak mengalah begitu saja dengan tafsiran Perpu no 1 tahun 2014 versi Mendagri Tjahjo Kumolo yang meminta pelantikan Plt Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilakukan pada 18 November 2014.
Dikatakan penasehat GMJ, Habib Rizieq, apa yang dilakukan Mendagri bisa dibilang sebagai bentuk arogansi kekuasaan.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan kalau Ahok tetap dilantik pada 18 November nanti, maka bukan tidak mungkin akan terjadi gesekan di masyarakat Jakarta.
“Jangan sampai mendagri menggunakan arogansi kekuasaan. Kalau begitu nanti masyarakat di bawah akan menggunakan arogansi kedaulatan,yang akan menimbulkan hal – hal yang tidak kita inginkan. Kami minta dengan sangat KMP tidak menerima pelantikan, dan kami dukung KMP kalau melantik Gubernur tandingan, sampai ada rekonsiliasi yang jelas dimana Ahok tidak diterima,” tegasnya, di DPRD DKI, Jalan kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/11).
Lebih lanjut Rizieq menjelaskan andaikata Ahok dilantik dengan arogansi kekuasaan Mendagri, maka KMP berhak melakukan hak angket dan hak Interplasi. Karena apa yang disampaikan GMJ ini sesuai konstisional.
Dia pun mewanti-wanti apabila terjadi pelantikan dengan sepihak berdasarkan arogansi kekuasaan dari Kemendagri maka GMJ tidak bisa menjamin apabila DKI Jakarta tidak kondusif.
“Kami tidak main-main makin hari makin serius. Jangan sampai mereka marah. Suasana kondusif sangat berpengaruh. Kita tidak mau nanti Ahok dilantik masyarakat di bawah melakukan arogansi kedaulatan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, surat yang dilayangkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober lalu agar DPRD DKI segera melantik Ahok jadi Gubernur DKI definitif dianggap gegabah dalam menafsirkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (perpu) no 1 tahun 2014.
Di mana Rizieq menilai Tjahjo gegabah menafsirkan Perpu no 1 tahun 2014 dengan menggunakan Pasal 203 yang menjelaskan apabila terjadi kekosongan gubernur maka wakil gubernur mengisi jabatannya sesuai UU 32.
“Sedangkan Gubernur Jokowi diangkat dengan Undang-Undang 29 tahun 2007. Jadi jangan menafsirkan secara sepihak, tidak boleh ada pejabat publik menafsirkan perundang-undangan untuk mementingkan politik sepihak,” ujarnya.
Dengan memaksakan tafsiran atas Perpu tersebut untuk memerintahkan pelantikan Ahok segera dilakukan, Rizieq menilai Mendagri telah melakukan arogansi kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Meme Lucu Film AADC Ajak Serta Kota Bekasi

Jakarta, Aktual.co — Film legendaris Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang telah dibuatkan sekuelnya, menemukan antusias banyak penggemarnya di Indonesia. Banyak sekali yang penasaran dengan lanjutan film tersebut setelah sebelumnya menceritakan tentang perpisahan antara Cinta dan Rangga di Bandara.
Terlepas dari rilisnya film lanjutan AADC yang berdurasi 10 menit, beberapa gambar lucu menarik perhatian akhir-akhir ini. Banyak sekali gambar-gambar sindiran lucu yang dibuat oleh para meme ini dengan adegan-adegan komunikasi yang dilakukan antara Rangga dan Cinta.
Seperti yang diketahui bahwa film ini disponsori oleh salah satu palikasi chatting paling dikenal, maka dari itu mereka memakainya untuk membuat gambar-gambar dan kata-kata menghibur dengan menggunakan tokoh film lanjutan AADC ini. Bahkan kota Bekasi yang sedang di bully pun ikut bermain dalam adegan lucu di beberapa gambar.

Kemendagri Tergesa dan Arogan, Tentukan Ahok Dilantik 18 November

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Dalam Negeri dianggap terlalu tergesa-gesa menyatakan pelantikan Plt Gubernur Basuki Thaja Purnama (Ahok) dilantik pada 18 November nanti.
Disampaikan penasehat Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Habib Rizieq Sihab, surat yang dilayangkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober lalu agar DPRD DKI segera melantik Ahok jadi Gubernur DKI definitif itulah yang dianggapnya gegabah dalam menafsirkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (perpu) no 1 tahun 2014.
Di mana Rizieq menilai Tjahjo gegabah menafsirkan Perpu no 1 tahun 2014 dengan menggunakan Pasal 203 yang menjelaskan apabila terjadi kekosongan gubernur maka wakil gubernur mengisi jabatannya sesuai UU 32.
“Sedangkan Gubernur Jokowi diangkat dengan Undang-Undang 29 tahun 2007. Jadi jangan menafsirkan secara sepihak, tidak boleh ada pejabat publik menafsirkan perundang-undangan untuk mementingkan politik sepihak,” ujarnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11).
Dengan memaksakan tafsiran atas Perpu tersebut untuk memerintahkan pelantikan Ahok segera dilakukan, Rizieq menilai Mendagri telah melakukan arogansi kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Prof Edi Swasono: Jangan Pilih Dirut Pertamina Tak Pro Blok Mahakam

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono mengatakan agar direktur utama (Dirut) PT Pertamina haruslah orang pro terhadap persoalan Blok Mahakam. Salah satunya, mampu mengambil peran pengelola Blok Mahakam oleh Pertamina.
“Kalau dia (dirut Pertamina) tidak pro terhadap Mahakam itu ditarik menjadi pertamina, jangan dipilih,” kata dia disela-sela acara diskusi bertajuk ‘Kembalikan Mahakam’, di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, di Jakarta, Senin (10/11).
Oleh karena itu, sambung dia, Presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat untuk memberikan jabatan Dirut Pertamina. Terutama yang benar-benar mampu melakukan nasionalisme Blok Mahakam tersebut.
“Dirut (Pertamina) yang baru harus pro dengan Makaham. Harus menasionalisme mahakam, kalau tidak gombal itu,” tandas dia.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). (Baca: Rifnaldi Firmansyah Calon Dirut, Pertamina Hancur).
Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut di-endorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain