20 April 2026
Beranda blog Halaman 42359

JK: Tiga Kartu Sakti Berasal dari APBN, Meneruskan Program SBY

Jakarta, Aktual.co —  Terkait polemik asal anggaran penerapan tiga kartu sakti Jokowi, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan ketiga program tersebut telah sesuai aturan. Untuk KIS, anggarannya ada pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), program KIP anggarannya juga telah ada pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan program KKS dananya juga telah ada pada di Kementerian Sosial sebanyak Rp5 triliun.

“Semua anggarannya ada. Kalau anggaran sudah ada maka pasti payung hukumnya sudah ada. Sebab anggaran tersebut berbentuk APBN. Dan APBN tersebut berbentuk UU. Jadi nggak ada masalah,” ujar JK di Jakarta, (8/11).

Mengenai perlu atau tidaknya persetujuan DPR mengenai kartu sakti tersebut, JK mengatakan tidak perlu karena ketiga kartu tersebut merupakan kelanjutan dari program-program yang telah dijalankan pada masa pemerintahan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengatakan bahwa program KIS meneruskan program BPJS, program KIP meneruskan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan program KKS yang merupakan perubahan nama dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ia mengatakan hanya terjadi perubahan sistem menjadi sistem kartu.

“Kalau menggunakan kartu kan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai informasi, mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra beberapa waktu lalu melontarkan kritikan bahwa tiga kartu sakti Jokowi tersebut payung hukumnya belum ada. Selain itu, ia juga mengkritik pernyataan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang mengatakan bahwa tiga kartu sakti Jokowi tersebut akan dibuatkan payung hukum berbentuk Kepres dan Inpres yang akan ditanda tangani oleh Presiden Jokowi. Menurut Yusril, seharusnya Puan paham bahwa Inpres dan Keppres bukan merupakan instrumen hukum dalam hirarki peraturan perundang-undangan RI saat ini. Selain itu, suatu kebijakan sebelum diterapkan harus ada landasan hukumnya terlebih dahulu, tidak bisa sebaliknya.

“Kalau mengelola rumah tangga atau warung, apa yang terlintas dalam pikiran bisa langsung diwujudkan dalam tindakan. Negara tidak begitu. Suatu kebijakan harus ada landasan hukumnya. Kalau belum ada, siapkan dulu landasan hukumnya, agar kebijakan itu dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Yusril.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pelihara Kucing Bikin Cepat Dapat Jodoh

Jakarta, Aktual.co — Selain lucu dan mahal harganya, kucing merupakan hewan yang paling banyak dipelihara orang di dalam rumah. Selalu menghibur sang pemilik dengan tingkah dan muka lucunya. Mungkin sebagian orang juga tidak begitu menyukai hewan lucu saat ini. Tapi tahukah Anda kucing mempunyai manfaat yang bisa Anda dapatkan dari memelihara kucing.

1. Cepat Dapat Jodoh
Mengapa bisa mendatangkan jodoh? Karena kucing merupakan hewan yang sangat disukai kaum wanita. Pria yang memelihara akan lebih mudah menarik hati wanita, hal ini dibuktikan dari survei yang dilakukan di Inggris yang menunjukkan bahwa 90 persen perempuan lebih tertarik pada pria yang memelihara kucing. Di mata wanita, pria yang memelihara kucing memiliki sifat yang lebih sensitif dan bijaksana.

2. Menumbuhkan Empati
Kucing secara tidak langsung akan memberikan efek sifat positif pada anak. Anak yang tumbuh dengan kucing di sekelilingnya akan lebih memiliki empati terhadap orang lain. Anak-anak ini juga terbukti lebih peka dan selalu mempertimbangkan apa yang dilakukannya.

3. Lebih Cerdas
Sebuah studi di Inggris mengatakan bahwa mereka yang memiliki kucing cenderung lebih cerdas daripada mereka yang memelihara anjing. Karena kucing tidak seperti anjing yang memerlukan pemeliharaan ekstra dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengurusnya, berbeda dengan kucing yang santai dan tidak begitu menyita waktu Anda.

4. Salah satu latihan fisik
Kucing adalah hewan aktif dan energik, ia selalu mengajak majikannya untuk bermain. Entah itu bermain bola atau apapun yang barang yang dilihatnya bergerak. lemparkan bola bulu kepadanya dan bermain bersama, hal ini akan membuat fisik Anda ikut aktif bergerak.

5. menurunkan Stres
Kucing memang merupakan obat stres paling ampuh. Saat ia tidur di pangkuan Anda, maka ia secara tak langsung sedang mengalihkan fokus stres Anda dan memancing Anda untuk mengelusnya. Selain itu, kucing juga terbukti membuat Anda cepat move on dan melupakan masa lalu yang kelam.

Percaya tidak percaya Anda bisa membuktikannya.

Dikutip dari infospesial, Sabtu (8/11)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jatuh ke Dalam Galian 12 Meter, Karyawan TV Pingsan

Jakarta, Aktual.co — Seorang pengendara motor masuk ke dalam lubang galian saluran air di Jalan Alternatif Cibubur Km 4 Kelurahan Jati sampurna, Kecamatan Jatisampurna Bekasi pada Sabtu (8/11) pukul 05.30 tadi pagi.

“Korban bernama Wiwin Setiawan (31) masuk ke dalam galian sedalam 12 meter bersama motornya bernopol B 3008 TAZ,” kata Gatot Sulaiman Kasie Penanggulangan Bencana Sudin PKPB Jakarta Timur Saat di hubungi Aktual.co di Jakarta, Sabtu (8/11).

Gatot menjelaskan, Wiwin yang memakai jaket TransTV diduga karyawan TransTV itu masuk ke dalam galian saluran air dengan panjang 3 meter lebar 2 meter lantaran di atas galian tersebut tidak dilengkapi pengaman.

“Korban yang beralamat di Jalan Kamboja Rt 09/01 Kebon Pala Kecamatan Makasar itu pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Thamrin, Cileungsi,” tutupnya.

Petugas penanggulangan bencana mengerahkan 1 unit light rescue, dibantu dengan creme. Warga sekitar juga turut membantu proses evakuasi korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ini Dasar Hukum Peluncuran Tiga ‘Kartu Sakti’ Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengatakan payung hukum dalam penerbitan tiga ‘kartu sakti’, pemerintahan Jokowi-JK menggunakan Undang-Undang (UU) SJSN, BPJS dan Pepres No.12 yang kemudian diperbaiki No.111 Tahun 2013.

“Cantolan hukum melaksanakannya yaitu UU, termasuk perpres. Saya kira clear untuk cantolan hukum sudah dijelaskan bahwa UU SJSN, BPJS dan Pepres No.12 yang kemudian di perbaiki menjadi No.111/2013, itu urutan hukum untuk menaungi 3 kartu ini,” ucap Eva dalam acara diskusi, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Sementara itu, sambung mantan Anggota DPR RI Komisi III DPR RI mengatakan jika Indonesia sebagai negara hukum, tidak ada yang mempunyai kekebalan hukum.

Sedangkan, terkait dengan peryataan Yusril soal sikap Presiden Jokowi yang dinilai mengeluarkan program tanda landasan hukum yang jelas, karena presiden tidak akan ditanggap, berbeda bila hal itu dilakukan oleh kepala daerah.

Menurut Eva, dalam peluncuran program tiga kartu ini tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Semua tidak kebal hukum, tapi asumsi kesalahanya dinilai tidak ada cantolan hukum, sehingga seolah-olah melanggar hukum. tetapi kan sudah di jelaskan bahwa cantolan hukumnya jelas, dan bahkan dikuatkan dengan APBN dipakai pun bukan dari sumber non APBN, jadi tidak ada pelanggaran serius dari pak Jokowi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

UPT TransJakarta Bakal Boyong 158 Bus Gandeng “Ankai”

Jakarta, Aktual.co — Unit Pengelola (UP) Transjakarta sedang mempersiapkan kedatangaan 158 bus TransJakarta baru untuk koridor satu, dua dan tiga pada Desember 2014 mendatang.

“Diharapkan sudah datang pada Desember 2014,” kata Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butarbutar di Jakarta, Jumat (7/11).

Pargaulan mengatakan, sebanyak 59 bus merek Ankai asal Tiongkok diadakan oleh Perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Bus-bus gandeng tersebut akan berjalan di Koridor satu.

“Minggu lalu sudah datang satu bus prototipe Ankai. Sekarang ada di kantor PPD,” kata dia.

Sementara, 99 bus gandeng lainnya, lanjut Pargaulan, diadakan oleh PT Prima Lestari Wisata. Perusahaan ini memenangkan lelang Investor dan Operator Bus Untuk Koridor 2 dan 3 Transjakarta Busway Tahap 2 senilai Rp 20,98 miliar.

Untuk diketahui, kehadiran bus dari PT Prima Lestari Wisata menggantikan bus dari PT Trans Batavia yang sudah beroperasi selama 9 tahun. Kontraknya selesai per 15 Januari dan tidak diperpanjang lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Indonesia Bantu Warga Korban Banjir di Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Tiga warga negara Indonesia diketahui meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Cameron Highlands, Negara Bagian Pahang, Malaysia.
Berdasarkan pernyataaan pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur bencana banjir dan tanah longsor di Cameron Highland menelan total lima orang korban jiwa, tiga di antaranya warga negara Indonesia. 
Berdasarkan komunikasi KBRI dengan kepolisian setempat dan pihak rumah sakit, 3 orang korban WNI yang bernama Hanipan (40 tahun) dan pasangan suami istri Suwalif (41 tahun) dan Yunita (40 tahun). Ketiga korban saat ini masih berada di rumah sakit Cameron Highlands.
KBRI Kuala Lumpur akan segera mengirimkan staff ke lokasi bencana untuk membantu penanganan jenazah dan melakukan penilaian kebutuhan bantuan bagi warga negara Indonesia yang terkena musibah, termasuk penggantian passport yang mungkin rusak karena banjir.
Sebagai informasi, tahun lalu juga terjadi musibah serupa di Cameron Highland, sekitar 200 km dari Kuala Lumpur. Diperkirakan sekitar 1.000 WNI tinggal di wilayah tersebut yang pada umumnya bekerja di sektor perkebunan bunga dan buah-buahan. Dalam musibah tahun lalu, selain memberikan bantuan pangan, KBRI juga melakukan penggantian passport kepada sekitar 200 WNI yang passportnya rusak karena banjir bandang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain