20 April 2026
Beranda blog Halaman 42358

Bus TransJakarta Bakal Dikelola ‘Dua Kaki’

Jakarta, Aktual.co — Pengadaan bus TransJakarta yang rampung pada akhir Desember ini bakal dikelola oleh dua badan. Pengelolaan dua badan tersebut terdiri dari dari pemerintah dan swasta.

“Jadi Transjakarta ini yang mengkoordinir pemerintah dan swasta. Yang berasal dari investasi dikelola swasta. Sedangkan non investasi dikelola pemerintah,” kata Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butarbutar di Jakarta, Sabtu (8/11).

Lebih lanjut Pargaulan mengatakan bahwa PT yang berinvestasi di TransJakarta adalah PT Prima Lestari yang rencananya akan menambahkan bus TransJakarta di dua Koridor.

“PT Prima Lestari berinvestasi di koridor 2 dan 3, merk mobilnya Poton dengan jumlah 99 bus,” ungakapnya.

Untuk diketahui, rencananya Unit Pengelola (UP) Transjakarta sedang mempersiapkan kedatangaan 158 bus Trans Jakarta baru untuk koridor satu, dua, dan tiga yang akan datang berkala hingga bulan Desember akhir tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PDIP Tetap Dukung Penuh Apapun Keputusan Pemerintah

Jakarta, Aktual.co —  PDI Perjuangan menegaskan akan tetap menjadi partai penyokong pemerintahan Jokowi-JK, termasuk dukungan keputusan apapun mengenai wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Dari hasil rapat DPP PDIP, ketua umum (Megawati Soekarnoputri) sudah tegaskan apapun kebijakan yang diambil pemerintah Jokowi-JK harus full support. Tidak boleh justru mempertanyakan apalagi kemudian melawan atau tidak setuju,” kata Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Sementara itu, ketika ditanya apakah akan ada sanksi bagi kader partai berlambang banteng moncong putih itu, bila nantinya ada suara menolak kenaikan BBM oleh pemerintah Jokowi-JK? Ia menggatakan tentu akan ada mekanisme normal yang mengatur hal itu.

“Mungkin peringatan dan seterusnya. Saya enggak yakin ya kalau itu sudah jadi putusan DPP maka seluruh fraksi seluruh DPD dan DPC punya kewajiban untuk patuhi garis partai,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Alih Fungsi Lahan Bikin Debet Mata Air Malang Turun

Malang, Aktual.co — Perusahaan Minum (PDAM) Kota Malang, Sabtu (8/11) melakukan pengecekan debet air, di sumber air Karangan, Desa Donowarih, Karangploso Kabupaten Malang.

Pengecekan dilakukan untuk melihat debet mata air selama musim kemarau yang melanda daerah Malang dan sekitarnya. Sumber dengan realisasi debet air 38 liter perdetik itu mengalami penurunan debet air hingga 29 liter perdetik pada sepanjang musim kemarau ini.

“Penurunan debet ini akan berlangsung hingga awal Desember meski sudah turun hujan,” kata Dirut PDAM, Jemianto, Sabtu (8/11).

Penurunan debet sumber air ini lanjut Jemianto dikarenakan oleh perilaku alam, dimana saat ini pada daerah gunung Biru, di atas sumber ini sedang mengalami gangguan ekologis, yang dialih fungsikan menjadi pertanian.

“Itu menyebabkan pula adanya penurunan kuantitas air,” terangnya.

Tak hanya itu, penambangan batu di sekitar sumber air ini juga mempengaruhi kualitas air. Namun, untuk pengeruhan air ini PDAM mengaku sudah melakukan antisipasi dengan melakukan filter air.

“Kita sudah ada filter untuk penjernihan air,” tambahnya.

Kendati demikian, pria yang kerap disapa Jimi ini menegaskan, penurunan debet air ini masih belum berpengaruh bagi masyarakat pengguna air PDAM.

“Belum ada efeknya, karena air itu memang kita tampung, baru kita distribusikan, jadi pengaruhnya tak begitu besar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiga Kartu Sakti Jokowi, DPR: Pemerintah Salah Jika Pakai CSR BUMN

Jakarta, Aktual.co —  Politisi Partai Golkar, Satya W Yudha menilai jika menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK tidak dapat memahami mekanisme anggaran dalam program kerja pemerintahan.

Hal itu menyusul pernyataan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengatakan, pembiayaan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menggunakan dana tanggung jawab sosial (CSR) BUMN bukan APBN, sehingga tidak perlu persetujuan DPR.

“Jadi menteri kabinet harus memahami mekanisme anggaran sehingga semua ide, semua aspirasi di saat pemilu, nawacita dan sebagainya itu bisa dijalankan,” ucap Satya, dalam acara diskusi, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11).

Dikatakan Setya, memasukan program-program pemerintah di dalam dana CSR Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan tindakan yang salah. Sebab, sambung dia, untuk mengimplementasikan program baru di pemerintahan harus melalui mekanisme Anggaran Pendapatan Belanaja Negara (APBN) Perubahan.

“Karena memasukan program-program pemerintah di dalam CSR BUMN sudah salah. Tapi untuk program yang sangat baru, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pengajuan APBNP di tahun 2015,” jelas dia.

Masih kata dia, APBN Perubahan pun hanya bisa dilakukan oleh pemerintah jika memenuhi tiga persyaratan. Yang pertama, ucapnya, apabila asumsi makro ekonomi di Indonesia secara keseluruhan mengalami pertumbuhan dan apabila negara disinyalir mengalami defisit anggaran lebih dari 3 persen.

“Yang ketiga kalau ada realokasi daripada Kementerian dan unitnya. Misalnya yang tadinya duit dialokasikan oleh Kementerian Kelautan dan langsung dipindahkan ke tempat lain. Itu namanya realokasi anggaran. Itu tidak boleh. Dia (Pemerintah) harus ajukan APBNP,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

DPR: Kartu Sakti Jokowi Rawan Salah Sasaran

Jakarta, Aktual.co —  Kebijakaan Presiden Jokowi dengan mengeluarkan tiga ‘Kartu Sakti’ yang diperuntukan bagi kalangan masyarakat tidak mampu dinilai tidak akan tercapai, bahkan hanya menghamburkan anggaran saja.

Apabila dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak membenahi infrastruktur dan melakukan klasifikasi masyarkat yang diaggap layak menerima bantuan lewat program KIS, KIP, dan KKS.

“Saya tidak yakin Presiden Jokowi berhasil apabila identifikasi ke masyarakat tidak dibenahi,” kata  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, dalam acara diskusi ‘Menguji Kartu Sakti’, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11).

Dikatakan dia, identifikasi terkait klasifikasi masyarakat kurang mampu atau dengan kategori miskin ini perlu dibenahi supaya penerima bantuan lewat kartu tepat sasaran.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan bercermin pada program yang hampir serupa yang diterapkan di era pemerintahan sebelumnya, yang kerap salah sasaran.

“BLT (Bantuan Langsung Tunai), BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) tidak berhasil, karena tidak diidentifikasi dengan baik, kategori masyarakat juga harus diperhatikan,” seru dia.

Oleh karena itu, kata Satya, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dahulu bernama Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), bisa dengan cermat mengklasifikasikan masyarakat yang dianggap layak menerima program kartu Presiden Jokowi itu.

“Di Kemenko Kesra ada klasifikasi rakyat miskin, sangat miskin, menuju miskin, (jadi) indetifikasi ini harus betul-betul,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Palyja Rampung Perbaiki Jalan Amblas di Karet Bivak

Jakarta, Aktual.co — Aspal yang amblas di perempatan Jalan KH. Mas Mansyur dan Jalan Margono Djojohadikoesoemo, Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau tepatnya di bawah Flyover Karet, terlihat sudah diperbaiki oleh Palyja.

Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jakarta Pusat, Agustio Ruhuseto pun mengatakan, pasca amblasnya jalan dirinya langsung berkoordinasi dengan Palyja untuk melakukan perbaikan jalan.

“Palyja menyanggupi untuk memperbaiki sendiri jalan tersebut. Saat itu, kami langsung koordinasi dengan mereka,” kata Agustio saat di hunbungi Aktual.co di Jakarta, Sabtu (8/11).

Menurut Agustio, Palyja menyanggupi perbaikan, lantaran di lokasi amblasnya jalan tersebut merupakan kawasan padat lalu lintas.

“Mereka mengerjakannya malam kemarin. Dibeton dulu, setelah kering baru di Hotmix,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, selama seminggu saluran air mengalami kebocoran di lokasi tersebut. Pihak Palyja, berupaya memperbaiki saluran tersebut.

Usai melakukan perbaikan itu, Palyja berupaya untuk memperbaiki jalan tersebut, namun tak berhasil. Jalan tersebut malah amblas dengan kedalaman sekitar 1 meteran lebih dan lebar sekitar 2,5 meter, pada Rabu (05/11) sekitar 12.00 WIB kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain