1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42366

Masuki Musim Dingin, Hampir Satu Pengungsi di Ukraina Masih Terlantar

Jakarta, Aktual.co — Konflik di Ukraina menyebabkan lebih dari 824.000 orang terlantar. Badan PBB urusan pengungsi mengingatkan untuk segera dipikirkan penanganannya karena sudah akan memasuki musim dingin.
“Setidak-tidaknya 430.000 orang terlantar di Ukraina hingga Kamis,” kata badan PBB urusan pengungsi (UNHCR), dengan menyatakan jumlah itu 170.000 orang pada awal September.
“Dengan krisis di Ukraina memasuki musim dingin pertama, UNHCR berusaha untuk membantu mereka yang paling rawan dengan diperkirakan kondisi dingin yang berat,” kata badan PBB itu.
“Pertempuran yang masih berlangsung di daerah timur, dan tidak adanya pelayanan pokok, semakin banyak orang yang meninggalkan rumah-rumah mereka,” tambahnya.
Sekitar 95 persen orang yang terlantar adalah dari Ukraina timur yang porak poranda akibat dilanda konflik.
UNHCR mengatakan kebutuhan bantuan kemanusiaan adalah paling besar di sekitar Donetsk, Kharkiv, Kiev dan di daerah-daerah Dnipropetrovak dan Zaporishia.
Selain dari mereka yang terlantar di Ukraina, sekitar 387.000 orang lari ke Rusia, sementara 6.600 orang mengajukan permohonan suaka di Uni Eropa dan 581 orang di Belarus, kata UNHCR.

Artikel ini ditulis oleh:

Arema Tidak Mau Kalah Lawan Persela

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Arema Cronus, Suharno, mengingatkan anak asuhnya jangan sampai tergelincir dan gagal meraih poin maksimal, ketika menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan babak delapan besar Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/10).

“Persaingan untuk lolos babak semifinal sangat ketat, karena Persipura dan Semen Padang peluang lolosnya pun sangat besar, apalagi sekarang Semen Padang berada di puncak klasemen dan masih menyisakan pertandingan kandang. Begitu pula dengan Persipura Jayapura yang peluang lolosnya juga cukup besar,” tegas Suharno di Malang, Jumat (24/10).

Oleh karena itu, lanjutnya, satu-satunya upaya Singo Edan untuk bisa lolos babak semifinal adalah meraih poin sempurna atau minimal empat poin pada dua laga terakhir, yakni menjamu Persela Lamongan dan meladeni Semen Padang di Padang.

Suharno mengakui untuk meraih empat poin pada dua laga terakhir tersebut, bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, pada laga menjamu Persela, Arema harus ekstra waspada dan wajib hukumnya untuk meraih tiga poin. Apalagi, Persela pasti akan bermain lepas dan tanpa beban.

Meski pada laga terakhir harus bertandang ke kandang Semen Padang, tegas Suharno, Arema harus bisa memaksimalkannya untuk meraih poin sempurna dan menambah pundi-pundi golnya karena persaingan semakin ketat pada dua laga terakh babak delapan besar ini.

“Dua laga terakhir ini, Arema tidak boleh kalah, sebab jika salah satu ada yang kalah, pupuslah harapan Singo Edan untuk melaju ke babak semifinal. Grup K ini sangat ketat persaingannya, sehingga tidak ada satu pun pertandingan tersisa Arema yang gagal meraih poin, bahkan harus enam poin bisa diraih dalam dua laga terakhir ini,” tandasnya.

Kegagalan Arema memetik poin di kandang Persipura Jayapura, membuat persaingan tiga tim untuk lolos semifinal semakin sengit. Pada menit-menit akhir (injury time) Arema harus kebobolan dan skor berubah menjadi 2-1, sehingga Singo Edan gagal mempertahankan posisi puncak klasemen, bahkan gagal pula menginjakkan satu kakinya di semifinal.

Saat ini ARema berada di posisi “runner up” atau di bawah satu strip dari Semen Padang yang berada di puncak klasemen. Dari empat laga di babak delapan besar, Arema meraih tujuh poin dan Semen Padang 9 poin, sedangkan Persipura Jayapura 6 poin dan Persela mengemas 1 poin.

Artikel ini ditulis oleh:

Ganda Putra Indonesia Akan Bertarung di Prancis Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Dua ganda putra Indonesia, akan beradu dalam babak perempat final kejuaraan Prancis Terbuka Super Series 2014, yang akan berlangsung pada Jumat (24/10) waktu setempat, di stadion Pierre De Coubertin Paris Prancis.

Dua ganda putra Indonesia itu adalah Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia yang akan memperebutkan tiket ke babak semifinal.

Kido/Marcus masuk babak perempat final setelah unggul atas ganda putra Polandia Lukasz Moren/Wojciech Szkudlarczyk pada babak kedua dengan skor 16-21, 21-11, dan 21-12.

Sedangkan Hendra/Andrei pada babak kedua mampu menyingkirkan pasangan Thailand Maneepong Jongjit-Nipithon Puangpuapech dengan skor 17-21, 21-12, dan 21-19.

Sementara pada nomor ganda putri, Dian Fitriani/Nadya Melati akan menjadi wakil Indonesia ke babak perempat final Prancis Terbuka 2014 setelah Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa gagal pada babak kedua oleh pasangan Jepang Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda.

Pada babak kedua, Dian/Nadya menaklukkan ganda putri Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dalam dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-18.

Sedangkan Shendy/Vita kalah dari pasangan Jepang yang menjadi unggulan keenam dalam pertandingan selama 43 menit dengan skor 19-21 dan 15-21.

Prancis Terbuka Super Series 2014 merupakan kejuaraan dunia dengan total hadiah USD275 ribu yang diselenggarakan pada Selasa (21/10) hingga Minggu (26/10).

Artikel ini ditulis oleh:

ESDM Sederhanakan Perizinan Minerba dari 56 ke 25 Tahap

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyederhanakan perizinan usaha mineral dan batu bara dari 56 tahap menjadi 25 tahap dalam upaya menumbuhkan investasi di sektor ini.

“Penyederhanaan ini sebagai upaya reformasi birokrasi di ESDM agar layanan publik menjadi lebih baik dan akan berlaku efektif pada kepemimpinan menteri baru mendatang,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia mengemukakan penyederhanaan ini akan membuat pemerintah menjadi lebih aktif dalam mengendalikan dan mengawasi sektor pertambangan, atau tidak sebatas membuat peraturan dan menerima laporan.

“Selama ini pemerintah sibuk di meja saja karena memeriksa berkas perizinan, ini tidak baik juga. Namun dengan adanya reformasi birokrasi ini, maka nantinya lebih banyak di lapangan untuk melihat fakta yang terjadi,” ujar dia.

Ia mencontohkan, penyederhanaan izin akan terlihat secara nyata ketika perusahaan tambang memasuki proses ekplorasi karena ada lima tahapan yang dihilangkan Kementerian ESDM.

“Salah satu contohnya, biasanya seusai masa eksplorasi selama duta tahun berakhir maka harus mengajukan izin lagi jika belum berhasil. Namun dengan penyederhanaan ini boleh langsung jalan saja, cukup lapor, dan pemerintah tinggal menyesuaikan dengan fakta di lapangan,” kata dia.

Ketika ditanya mengapa penyederhanaan ini tidak dilakukan sejak lama mengingat telah lama dikeluhkan kalangan pebisnis tambang, R Sukhyar enggan membahasnya.

“Tidak usah melihat ke belakang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata dia.

Kementerian ESDM menyederhanakan tahap perizinan minerba khusus bagian yang menjadi wewenangnya, sementara terkait dengan kementerian lain tetap tidak mengalami perubahan.

Saat ini, terdapat 16 instansi pusat dan daerah yang terkait izin minerba, antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Bapeten, Menkoinfo, Kemenkeu.

Kemudian, Pertamina, Badan Pertanahan Nasional, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kemenhan, Polri, Kemendag, Kemenperin, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kemenakertrans.

Untuk tetap harmonisnya hubungan antarkementerian, maka Kementerian ESDM hanya menyederhanakan tahapan perizinan yang berada di dalam wewenangnya.

Sementara ini, terdapat 101 izin pertambangan yang berada dibawah wewenang Kementerian ESDM dengan rincian 56 izin berada dibawah wewenang penuh, 25 izin dibawah Kementerian ESDM dan kementerian/lembaga lain, dan 25 perizinan yang menjadi wewenang kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah.

“Kami mengharapkan, reformasi ini juga terjadi pada kementerian lain sehingga iklim investasi di Indonesia semakin baik,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dinkes DKI: Tidak Ada Izin Praktik Dokter Asing di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kesehatan DKI hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi kompetensi kerja kepada dokter asing untuk buka praktik.
Kata Kepala Dinkes DKI Dien Emmawati, jika saat ini masih ditemui ada pelayanan kesehatan yang memiliki praktik dokter asing, maka sudah jelas itu adalah ilegal.
“Yang berbau asing itu harusnya tidak ada karena sampai saat ini belum dikeluarkan izinnya. Masyarakat harus hati-hati kalau ada praktik dokter asing. Jangan menganggap kalau asing itu selalu lebih hebat,” katanya, di Jakarta, Jumat (24/10).
Ditambahkan Dien, menyusul terungkapnya kasus dokter asing yang melakukan praktik ilegal di Klinik Metropole, Jakarta Barat, Dinkes DKI akan memperketat pengawasan terhadap klinik kesehatan yang mempekerjakan dokter-dokter asing.
Salah satu upaya untuk mencegah merebaknya kasus serupa, dalam site resminya Dinkes DKI menginformasikan data rumah sakit dan klinik kesehatan yang telah mengantongi izin resmi. “Di website, www.dinkes-dki.go.id. di situ ada daftar nama klinik dan rumah sakit yang memiliki izin resmi. Jadi tidak ada masyarakat yang tertipu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, lemahnya sistem pengawasan Dinkes DKI Jakarta terhadap klinik atau balai pengobatan dituding sebagai penyebab masih rentannya terjadi kasus malpraktik.
Tudingan dilontarkan Anggota Komisi IX DPR RI  Okky Asokawati, menanggapi kasus dugaan malpraktik dan pelanggaran izin Klinik Metropole Jakarta. 
Kata Okky, masih terjadinya kasus serupa memunculkan kesan bahwa Dinkes DKI hanya bertugas memberi izin praktik saja.
“Setelah itu tidak ada pengawasan operasionalnya, apakah sesuai izin atau menyimpang dari izin,” ujar Anggota Fraksi PPP itu, di Jakarta, bulan lalu.
Dugaan bahwa kasus malpraktik sudah berlangsung lama, menunjukkan lemahnya sistem pengawasan Dinkes DKI. Hal itu terlihat dari tindakan Dinkes DKI yang baru menutup klinik setelah bermunculan protes dari pasien.
Selain itu dia juga meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan investigasi internal terhadap Dinkes DKI. Untuk mengungkap ada tidaknya praktik ‘main mata’ antara pengelola klinik dan oknum dinkes terkait izin praktik klinik.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar: Rini Jadi Menteri, Pemerintah Bisa Jadi Kabinet Astra

Jakarta, Aktual.co —  Pakar Ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebut bahwa Presiden Joko Widodo harus cermat dalam menyusun kabinetnya, jangan sampai salah memposisikan orang sebagai Menterinya. Apalagi dengan memasukan nama Rini Soemarno dalam kabinetnya sebagai Menteri BUMN.

“Jangan sampai kabinet nanti menjadi kabinet Astra. Di mana industri nasional sulit untuk hidup. Perlu diketahui, Rini Soemarno juga sosok yang terlibat dalam meruntuhkan industri dalam negeri,” kata Noorsy di Dapur Selera, Tebet, Jakarta, Jumat (24/10).

Terkait kriteria, Noorsy menyebut bahwa seorang menteri BUMN adalah orang yang mengerti akan perang bisnis karena kata kuncinya ada di perang bisnis.

“Suka tidak suka, seorang Menteri BUMN haruslah yang mengerti perang bisnis. Kata kuncinya ada di perang bisnis. Tapi selain mengoptimasi aset produktif, harus juga mengoptimasi aset aset non produktif BUMN yang saat ini luar biasa kacaunya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi Politik dari Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng mengatakan, untuk menjalankan visi Trisakti yang diusung Jokowi maka tidak bisa jika kabinetnya diisi oleh sosok-sosok yang bermental importir seperti Rini Soemarno.

“Jadi tidak ada jalan kalau orang seperti Rini Soemarno yang menjadi menteri BUMN. Mentalnya itu mental importir. Kalau meminjam istilahnya Rizal Ramli, dia itu Agent Impor,” ujar Salamuddin.

Ia berharap ke depan pihak-pihak Jokowi yang berkomitmen untuk menjalankan visi trisakti harus benar-benar melakukan tindakan-tindakan yang serius. Tapi itu semua sangat bergantung pada menteri yang akan dipilih oleh Jokowi. Apakah benar menteri-menteri ini merupakan cermin atau manifestasi dari pelaksanaan sikap trisakti dia?

“Rini Soemarno tentu malah akan menjadi kontra produktif dengan kepentingan menjalankan visi trisakti. Orang dia agen impor. Dia kan orang Astra,” sebutnya.

“Untuk Jokowi mewujudkan visi trisakti tentu haruslah sosok menteri yang nasionalis. Jadi tidak bisa Rini, tidak bisa Chatib Basri, tidak bisa Bambang Brodjonegoro,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain