2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42377

GFI: Megawati ‘Keukeuh’ Plot Rini Soemarno Jadi Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Batalnya pengumuman kabinet Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu di Pelabuhan Tanjung Priok mengundang banyak spekulasi dari kalangan pengamat dan peneliti. 
Menurut Peneliti ekonomi politik Global Future Institute (GFI) Hendrajit, batalnya pengumuman kabinet Jokowi itu lebih disebabkan oleh ‘ruwet-nya’ perseteruan internal terkait nama-nama menteri.
“Ruwetnya perseteruan di sisi internal kubu Jokowi yang menjadi penyebab batalnya pengumuman di Tanjung Priuk itu,” kata Hendrajit dalam Diskusi Buku di Dapur Selera, Tebet, Jakarta, Jumat (24/10).
Terutama nama Rini Soemarno yang sejak awal akan diplot sebagai Menteri BUMN, dan seiring itu, KPK justru memberi ‘stabilo merah’ kepada nama mantan Menteri Perindustrian tersebut.
“Masalahnya yaitu KPK memberi stabilo merah Rini Soemarno. Tapi dilain sisi, Megawati akan all out untuk memplot nama Rini sebagai Menteri BUMN. Kemudian juga informasi nama Rini pun diminta Bakrie diplot sebagai menteri,” terangnya.
Dalam kabar tersebut, lanjut Hendrajit, adanya deal antara Bakrie dan Jokowi untuk nama Rini Soemarno jadi Menteri BUMN.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari orang dekat Presiden Joko Widodo, penundaan pengumuman lantaran masih belum lengkapnya komposisi menteri.
Menurutnya, pengumuman itu tertunda kemungkinan akibat ada calon menteri yang masih bermasalah dengan penegak hukum komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Temui Wapres JK, Ical: Kasih Undangan Resepsi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan kedatangannya ke kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, hari ini, Jumat (24/10).
Ical mengakui kalau kedatangannya untuk memberikan undangan resepsi HUT ke-50 Partai Golkar kepada mantan Ketum Golkar itu.
“Menyampaikan undangan resepsi 50 tahun Golkar,” kata Ical.
Ical bahkan sempat berkata bahwa dirinya menyampaikan undangan kepada JK sebagai Ketua Umum Golkar.
“Saya menyampaikan undangan kepada ketua umum, saya hanya penggantinya,” kata dia.
Dia juga mengatakan bahwa JK berjanji bersedia hadir pada resepsi HUT Golkar tersebut.
“Beliau bersedia hadir,” kata Ical.
Dia juga menambahkan, acara dimaksud akan berlangsung pada tanggal 28 Oktober 2014.
Sementara itu, Ical juga menegaskan bahwa kehadirannya di kantor wapres tidak terkait dengan pembahasan kabinet.
“Tidak bahas kabinet, apa urusannya kabinet dengan saya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Massa GMJ Datangi DPRD, Tolak Ahok Jadi Gubernur

Jakarta, Aktual.co —Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) geruduk Gedung DPRD DKI Jakarta. 
Aksi unjukrasa yang dimulai pukul 14.33Wib ini masih seputar penolakan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta.
“Hari ini kita pemanasan demo untuk aksi besar-besaran 10 November, hari ini ada Front Pembela Islam dan Forum Betawi Bersatu (FBB) yang turun dari GMJ. Masih seputar penolakan Ahok, apapun caranya Ahok harus turun,” kata  salah satu staf pengurus GMJ, Fachrudin, di depan Gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Selain gelar orasi, dalam aksi mereka kali ini juga akan menyebarkan edaran yang berisi dosa-dosa Ahok dan ajakan kepada masyarakat Jakarta untuk hadir dalam acara aksi damai penolakan Ahok tanggal 10 November nanti.
“Kita akan mengajak masyarakat, majelis talim, ormas Islam dan ormas betawi yang akan dilaksanakan 10 November. Masih satu tuntutan yakni menolak Ahok sebagai Gubernur DKI,” ujarnya.
Saat ini puluhan orang yang tergabung dalam GMJ telah berkumpul di depan gerbang Gedung DPRD DKI Jakarta. Semua peserta aksi membawa atribut kebesarannya mulai dai FPI, Gerakan Reformis Islam, dan FBB.
GMJ sendiri diketahui dibentuk oleh sejumlah pimpinan ormas kedaerahan dan ormas Islam se-Jakarta pada 13 Oktober lalu. 
Dalam pertemuan itu mereka sepakat membentuk organ baru, bernama Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dan bersepakat akan melengserkan Ahok lewat jalur konstitusi.
Humas Front Betawi Rempug (FBR) Enjun membenarkan kabar itu. Saat dihubungi Aktual.co, dia mengatakan memang ada pertemuan di kediaman salah seorang ulama dan juga merupakan toloh Betawi, KH. Fachrurozi Ishak.
Kata Enjun, dalam pertemuan itu berhasil dirumuskan dua poin. 
“Pertama menolak Ahok sebagai Gubernur DKI, dan kedua mendesak DPRD untuk menggunakan hak-haknya menolak Ahok,” kata H. Enjun, di Jakarta, Rabu (14/10).
Ditambahkan dia, pertemuan itu juga dihadiri dewan-dewan masjid seluruh Jakarta. Rencananya, dalam waktu dekat mereka akan membuka posko-posko menolak Ahok di masjid dan mushola di Jakarta.
“GMJ ini akan buat posko-posko tolak Ahok di setiap Masjid dan Mushola se-Jakarta. juga dikumpulin petisi tolak Ahok yang nantinya akan dibawa ke DPRD DKI Jakarta, kita desak hak angket dan interpelasi untuk tidak angkat Ahok sebagai Gubernur,” tegas Enjun
Selain itu, GMJ juga akan menggelar aksi damai menolak Ahok pada 10 November mendatang yang bertepatan dengan hari Pahlawan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Datang ke KPK Mochtar Effendi Urus Mobil yang disita KPK

Tersangka kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar yang memberikan keterangan palsu, Muchtar Effendi diwawancarai wartawan usai mengurus administrasi pengembalian mobil Toyota Fortuner di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (24/10/2014). KPK memutuskan untuk mengembalikan mobil sitaan, Toyota Fortuner milik Muchtar Effendi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Dipanggil Presiden, Anies Baswedan: Bahas Menteri yang Dapat Tanda Merah

Jakarta, Aktual.co — Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (24/10).
Anies mengaku banyak hal yang dia bicarakan dengan presiden Jokowi.
“Ngobrol macam-macam. Pendidikan, pertanian, dan lainnya,” kata Anies, di Istana Negara Jakarta usai bertemu Presiden Jokowi.
Selain itu, Anies mengakui jika Presiden Jokowi juga mendiskusikan nama-nama menteri. Apalagi KPK dan PPATK memberi tanda merah kepada delapan nama calon menteri yang diajukan.
“Inikan proses politik yang panjang, dengan seleksi KPK. Kita ngobrol seputar itu,” kata Anies.
Dia mengklaim kalau Presiden Jokowi ingin susunan menteri yang sempurna dan bebas dari masalah hukum. Itu juga yang menjadi perbincangan dirinya dengan presiden.
“Indonesia akan lebih bersih, jika orang-orang yang bekerja untuk kepentingan publik itu memang clear,” kata Anies.
Saat disinggung apakah dirinya ditawari posisi menteri, Anies mengaku tidak ada. Termasuk apakah menjadi Seskab atau bukan, Anies mengatakan tidak ada. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Akui Persiapan Antisipasi Banjir Meleset

Jakarta, Aktual.co —Musim penghujan akan tiba sebentar lagi. Lalu bagaimana kesiapan Pemerintah Provinsi DKI menghadapi ancaman banjir yang rutin ‘bertamu’ di Ibukota Jakarta saat musim hujan? 
Ternyata belum siap. Hal itu diakui Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Ahok mengatakan hingga hari ini persiapan yang sudah dilakukan Pemprov DKI dalam menghadapi musim penghujan belum sepenuhnya rampung.
“Ya memang persiapan nggak sesuai target,” ujarnya, Jumat (24/10).
Dituturkannya, dari yang belum rampung itu antara lain tender-tender untuk pembangunan ‘sheet pile’ atau dinding turap sebagai penahan tanah yang masih berlangsung. 
Padahal jika turap belum dipasang, maka upaya pengerukan sungai tidak bisa dilakukan karena akan terjadi penurunan tanah. 
“Kita nggak mungkin keruk sungai kalau belum ada sheet pile, bisa roboh nanti,” ujar Ahok.
Selain persoalan pemasangan turap, Dinas Pekerjaan Umum juga masih berkutat di tender pengadaan crane. 
Padahal demi menghemat waktu, kata Ahok, Dinas PU sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan menggunakan tender lagi. Dan bisa beralih ke e-catalogue sehingga pengerjaannya bisa langsung dilakukan. “Ini Dinas PU masih ngotot terus sama saya. Saya katakan dimasukkan e-catalogue saja sheet pilenya. Maunya tender melulu. Ada komisi kali. Itu yang jadi berat. Biarin aja udah. Apa adanya dulu. Ada kelambatan, masalah tender,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain