15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42450

Adik Marquez Targetkan Juara Dunia Moto3

Jakarta, Aktual.co — Musim balapan 2014, bisa saja membuat keluarga Marquez menjadi keluarga yang paling berbahagia. Pasalnya adik Marc Marquez, Alex Marquez, yang merupalan pebalap kelas Moto3, bakal mengikuti jejak kakaknya untuk menjadi juara dunia, apabila dirinya berhasil finis di depan Jack Miller, seterunya di Moto3, pada gelaran balap di Malaysia, Minggu (26/10).

Melihat kondisi tersebut, Marc langsung memberi wejangan kepada adiknya. Dikatakan Marc, jika Alex ingin jadi juara, harus fokus untuk meraih gelar juara itu.

“Pada dasarnya, saya dengan Alex mempunyai gaya balapan berbeda. Namun, Alex masih kurang berani untuk menyalip. Secara mental, saya dan Alex terbilang sama,” kata Marquez, seperti dikutip Crash.net, Kamis (23/10).

“Di Moto3, Alex harus mencoba untuk finis di urutan terdepan. Pengalaman saya, jika Alex hanya menargetkan finis di posisi lima, enam atau tujuh, akan ada banyak pebalap yang berjuang untuk mendapatkan posisi tersebut. Jadi, saran saya untuk Alex adalah, terus menekan lawan hingga anda berada di posisi pertama,” tambahnya.

Pada balapan Moto3, Minggu nanti, bukan hanya adik Marc yang berusia 18 tahun atau Jack Miller yang mempunyai peluang untuk juara. Pebalap lain seperti Esteve Rabat juga punya peluang.

“Kuncinya hanya finis di depan Miller. Karena Miller lawan terberat. Tapi, Alex juga tetap tidak boleh meremehkan Rabat,” tandasnya.

Seperti diketahui, Marc Marquez telah memastikan gelar juara dunia MotoGP untuk yang kedua kalinya secara beruntun ketika dirinya finis di urutan kedua pada gelaran balap di sirkuit Phillip Island, Australia, Minggu (19/10).

Artikel ini ditulis oleh:

PB POBSI Siapkan Atletnya ke Pelatnas SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), menyiapkan sembilan sampai 12 atlet pelatnas cabang olah raga biliar untuk mengikuti SEA Games 2015 di Singapura.

“Kami menunggu keputusan squad yang diberikan oleh (Satlak) Prima dalam SEA Games 2015, kalau dikasih sembilan atau 12 atlet kami siap turunkan,” kata Ketua Bidang Kepelatihan POBSI yang juga Pelatih pelatnas olah raga Biliar, Edy Hartono di Jakarta, Kamis (23/10).

Edy mengatakan untuk memilah atlet biliar dalam ajang SEA Games 2015 pihaknya akan mengambil atlet dari bawah sehingga membuka ruang atlet lain masuk ke dalam tim inti pelatnas.

“Justru kita mengambil dari atlet yang dari bawah agar atlet yang sudah masuk tim inti tidak tersingkirkan karena banyak atlet yang belum masuk adalah mantan-mantan atlet yang pernah meraih medali,” katanya.

Dia tidak khawatir akan pemilihan atlet dari bawah, karena mereka sudah disiapkan dan sudah pernah menempuh serta memiliki pengalaman bertanding di pertandingan nasional maupun Internasional.

“Untuk biliar, kalau boleh dikatakan yang masuk pelatnas sembilan atlet maka masih ada 20 atlet yang di luar memiliki kualitas tidak jauh beda karena mereka memiliki pengalaman yang tidak diragukan,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, target dua medali emas untuk cabang olahraga biliar pada SEA Games 2015 nanti disumbangkan nomor perorangan putra-putri untuk menyamai target sebelumnya.

“Sebetulnya kita bisa menargetkan dapat lebih medali emas namun kita realistis saja karena ada nomor yang dikurangi di Singapura terutama andalannya Angel dan itu membawa pengaruh terhadap target yang kita capai tapi kalau bisa lebih dari dua kenapa tidak,” katanya.

Ia mengatakan semua negara yang mengikuti SEA Games untuk biliar sudah menjadi saingan terutama Indonesia dan Filipina karena perimbangan kekuatan Asia Tenggara untuk biliar sudah seimbang.

“Kalau Filipina dibilang nomor satu tetapi negara tersebut tidak bisa memberi jaminan bahwa negara-negara lain bukan pesaing berat, karena sudah 50-50,” katanya.

Ia mengatakan budaya emas yang sering diraih olahraga biliar merupakan bagian dari sejarah yang sering diraih ketika kompetisi dunia.

“Kita mengandalkan sejarah bahwa sebagai modal untuk memperkuat mengalahkan mereka,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sosialisasi Mabes Polri di SMAN 6 Guna Cegah Tawuran

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri melakukan kegiatan sosialisasi toleransi di SMA Negeri 6 Jakarta, guna membina sikap para pelajar. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, kegiatan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran antar sekolah yang kerap memakan korban.
“Itu adalah data yang memang menjadi salah satu yang kita lakukan analisa terhadap perubahan prilaku di kalangan anak-anak pelajar,” kata Boy kepada wartawan di SMA N 6 Bulungan, Jakarta, Kamis (23/10).
Boy mengatakan, peristiwa yang terjadi dikalangan pelajar terkait urusan hukum akan menjadi kajian Polri. Bahkan, tambah dia, akan menjadi data awal dalam kajian.
Menurut Boy, prilaku menyimpang itu terjadi lantaran adanya sikap intoleran terhadap orang lain. Sehingga, mengakibatkan tak adanya solidaritas.
“Kan ini benih-benih kekerasan yang sangat mengkhawatirkan, kita tak boleh biarkan itu ada di dalam diri anak-anak pelajar, karena merekalah yang akan memimpin bangsa ini maka harus dibekali dengan nilai-nilai luhur, cinta kasih dan akhlak,” ujarnya.
Ditanya hasil sosialisasi, Boy belum bisa memaparkan lebih jauh karena menurutnya yang terpenting adalah menyelamatkan pelajar dari prilaku yang tidak baik.
Jadi mereka harus kita selamatkan dulu dari hal-hal seperti itu. Tapi jangka panjanganya adalah bagaimana anak-anak ini menjadi anak yang memiliki visi kebangsaan, jadi dia hidup di negara yang plural dan majemuk,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pengamat: Jika Ingin Bersihkan Kejaksaan, Pilih JA dari Eksternal

Jakarta, Aktual.co — Calon Jaksa Agung pengganti Basrief Arief kini menjadi perbincangan sejumlah kalangan. Yang menarik adalah apakah jabatan tersebut diisi oleh internal kejaksaan atau dari luar (eksternal).
Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, posisi Jaksa Agung yang selama ini dijabat dari kalangan internal, dinilai tidak pernah membuat suatu terobosan dalam menyelesaikan kasus.
Menurutnya, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin cepat dan langsung bekerja bisa menunjuk dari internal. Namun, kata dia, jika ingin membersihkan Kejaksaan maka baiknya Jokowi menunjuk orang luar atau eksternal.
“Jika yang ditunjuk berasal dari internal terdapat sejumlah kelemahan, di antaranya Jaksa Agung dari dalam merupakan bagian dari sistem. Akibat sistem yang buruk, maka lahirlah KPK,” ujar Emrus dalam diskusi bertajuk “Mengukur Potensi Jaksa Agung dari kalangan Eksternal atau Internal” yang digelar Forum Wartawan Kejagung, di Kejagung, Kamis (23/10).
Emrus menilai, jika Jaksa Agung dari luar maka akan lebih independen dan netral. Kelemahannya, ia tidak cepat bekerja dan tak mengenal anatomi Kejaksaan. Apalagi jika Jokowi betul-betul ingin membersihkan Kejaksaan dari anasir korupsi.
“Tapi itu tergantung keinginan Jokowi, maunya apa,” ungkapnya.
Sementara, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman berpandangan, jika jabatan Jaksa Agung berasal dari internal, maka Jokowi bisa menunjuk figur dari internal yang pernah ‘bersekolah’ atau bertugas di luar Kejagung. Untuk itu, sambung Boyamin, sejumlah nama layak masuk. Seperti Wakil Ketua KPK Zulkarnaen dan Kepala PPATK M Yusuf, yang pernah menjadi jaksa.
Dia yakin, kedua sosok ini tidak akan menimbulkan resistensi. Selain itu, Jaksa Agung ke depan juga harus membuat program dan terobosan. “Dari luar akan lebih memberikan banyak warna, tidak seperti katak dalam tempurung,” kata Boyamin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pasoepati Prihatin Kerusuhan yang Menelan Korban Jiwa

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pengurus Pusat Pasoepati, selaku organisasi suporter sepak bola pendukung Persis Solo, menyatakan prihatin atas kerusuhan saat timnya menjamu Martapura FC hingga menelan satu korban meninggal dunia.

Amir Tohari, selaku juru bicara DPP Pasoepati, menjelaskan pihaknya prihatin atas meninggalnya Joko Riyanto (39), Warga Ngaliyan RT07 RW02, Pelem, Simo, Boyolali akibat peristiwa kerusuhan tersebut.

Ia mengatakan peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Ia mengatakan olahraga sepakbola seharusnya menjadi sarana kebersamaan dan persahabatan.

Namun, kata dia, tragedi yang menewaskan salah satu suporter pada laga Persis Solo melawan Martapura FC pada Rabu (22/10), telah menjadi noda hitam bagi persepakbolaan di Kota Solo.

“Kami menyadari bahwa peristiwa itu, merupakan musibah yang menjadi keprihatinan kita semua,” kata Amir Tohari di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/10).

Oleh karena itu, DPP Pasoepati menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

“Tuhan Yang Maha Esa semoga senantiasa memberikan tempat terbaik disisi-Nya,” katanya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian mengusut tuntas dan memproses secara hukum pelaku yang menewaskan suporter tersebut.

Pasoepati meminta maaf kepada masyarakat Solo dan sekitarnya atas insiden saat dan pascapertandingan di Stadion Manahan. Peristiwa itu merupakan insiden terakhir yang terjadi di Kota Solo.

Selain itu, pihaknya juga menyerukan kepada semua anggota Pasoepati dan para pendukung Persis Solo untuk bisa berfikir jernih, tidak terpancing informsi negatif yang bisa memperuncing persoalan.

Pihaknya selaku aparat Pasoepati akan segera melakukan rapat koordinasi internal untuk melakukan evaluasi terhadap serangkaian peristiwa, khususnya insiden pada laga Persis Solo melawan Martapura FC.

Ia mengharapkan semua pihak waspada, mengingat selama ini hubungan antara aparat keamanan baik Polri maupun TNI dengan Pasoepati terjalin dengan baik, sehingga adanya korban pada insiden tersebut menjadi tanda tanya besar bagi anggotanya.

“Kami khawatir ada pihak-pihak lain yang bermain untuk memperkeruh keamanan dan kenyamanan Kota Solo,” kata Amir Tohari usai memenuhi surat panggilan dari Polresta Surakarta.

Kerusuhan suporter di Stadion Manahan Solo pada Rabu (22/10) petang mengakibatkan kerugian di pihak pengelola mencapai Rp20 juta.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sarana dan Prasarana Stadion Manahan Solo Heru Prayitno mengatakan akibat kerusuhan suporter, sejumlah fasilitas Stadion Manahan rusak.

Menurut dia, kerusakan fasilitas stadion, antara lain dua kaca bening, lampu hias di bagian VIP pecah dan rusak, lampu neon di tribun B6, pintu masuk penonton, lampu taman, pintu ruang gulat di B8, dan gawang untuk latihan, sistem tata suara, serta 25 kursi VIP juga rusak.

Artikel ini ditulis oleh:

Hamka dan Robby Absen Latihan Bersama Timnas Senior

Jakarta, Aktual.co — Dua pemain timnas, Muhammad Robby dan Hamka Hamzah, terpaksa absen pada pemusatan latihan tahap kedua, karena masih mengalami cedera. Namun, dalam waktu dekat, kedua pemain itu, diyakini akan segera pulih.

“Mereka ikut hadir, tapi tidak bisa berlatih dengan rekan-rekan setimnya karena sedang cedera,” kata dokter timnas Syarif Alwi di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Banten, Kamis (23/10).

Syarif mengatakan, Robby baru saja sembuh dari typus dan juga masih menderita cedera engkel kaki kanan, sehingga ia hanya sanggup melakukan latihan ringan.

Sementara Hamka Hamzah, kata Syarif, mengalami masalah pada lutut sebelah kanan.

Ia menambahkan, kondisi keduanya juga terus membaik dan diprediksi akan mulai siap berlatih pekan depan.

“Kita masih terus pantau kondisi mereka, semoga cepat pulih dan segera bergabung,” kata dia.

Ia menambahkan, kedua pemain tersebut saat ini sedang menjalani terapi proses penyembuhan. Kemudian, program latihan khusus sedang dirancang tim pelatih untuk keduanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain