1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42587

Eks Produser Eksekutif Trans TV: Jangan Seenaknya Gunakan Frekuensi

Jakarta, Aktual.co — Pada hari ini, Jumat (17/10) KPI melayangkan surat teguran tertulis kepada Trans TV terkait tayangan program siaran “Janji Suci Raffi dan Nagita” tanggal 16 dan 17 Oktober 2014. Demikian disampaikan dalam surat teguran tertulis KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, Jumat, 17 Oktober 2014.
Terkait dengan surat teguran tersebut Satrio Arismunandar, selaku praktisi media dan mantan Produser Eksekutif Trans TV mengatakan, “Stasiun televisi itu meminjam frekuensi milik publik, jadi secara etis terikat pada kepentingan publik. Stasiun televisi jangan seenaknya menggunakan frekuensi. Layar televisi harus diisi program-program yang bermanfaat, penting dan mendidik bagi publik. 
Lebih lanjut ia menerangkan, jangan cuma mengeksploitasi aspek hiburan yang dangkal demi mengejar rating dan iklan komersial. Berita harus proporsional, boleh saja beritakan Raffi tapi jangan terlalu berlebihan, dengan menayangkan acara pernikahan pribadi Raffi begitu panjang. 
“Boleh saja memberitakan mengenai pernikahan Raffi, tetapi tidak harus sampe berjam-jam bahkan berhari-hari, karena itu adalah cerita pribadi bukan publik, jika beritanya mengenai orang-orang penting di negara ini seperti peringatan 17 Agustus dari Istana atau pidato pertanggung jawaban Presiden di gedung DPR MPR, itu baru acara publik,” sambung Satrio yang juga sebagai Dosen Broadcast News Writing di President University di Cikarang, saat diwawancarai Aktual di Jakarta, Jumat (17/10). 
“Jadi yah pantas saja jika stasiun tersebut ditegur dan diberi sanksi oleh KPI,” pungkasnya. 

Stop Penyakit Thalassemia ke Anak, Sebelum Nikah Cek Kesehatan Dulu

Jakarta, Aktual.co — Jika Anda adalah pasangan kekasih yang akan segera menikah, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kenapa? Ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan Anda dan pasangan, apakah ada penyakit keturunan atau tidak. 
Karena ada beberapa jenis penyakit yang tidak akan menular tetapi akan diturunkan kepada anak-anaknya kelak. Salah satunya adalah penyakit kelainan darah atau Thalassemia. 
Apa itu Thalassemia? Adalah penyakit kelainan darah yang terdapat di banyak negara di dunia dan khusunya pada orang-orang yang berasal dari daerah Laut Tengah, Timur Tengah atau Asia. Kelainan darah ini jarang ditemukan pada orang-orang yang berasal dari Eropa Timur.
Dan Indonesia dinyatakan termasuk ke dalam daerah “Sabuk Thalassemia” bersama Semenanjung Malaysia dan Thailand dengan kisaran prevalensi penderita dan karier sebesar 2,52 persen. Pasien di Indonesia yang mengalami Thalassemia diperkirakan sebanyak 2,29 orang per 100.000 atau sekitar 572.500 penduduk, tetapi yang terdaftar di BPJS diperkirakan hanya sejumlah 6000 pasien dengan peningkatan jumlah penderita karier sebanyak 5 persen per tahun.
Adapun gejala Thalassemia, yaitu:1. Pucat (kurang darah yang cepat sekali kembali) seperti gejala anemia.2. Jika lama tidak ditangani, perut/limpa akan membesar.3. Perubahan bentuk tulang wajah karena gangguan darah yang lama.
Thalassemia sendiri ada dua jenisnya, yaitu:1. Thalassemia Trait (Pembawa Sifat Thalassemia)Orang dengan pembawa sifat Thalassemia tampak seperti orang sehat biasa, tetapi sebenarnya terdapat kelainan bawaan yang dapat ia turunkan kepada anaknya kelak apabila pasangannya juga pembawa sifat Thalassemia. Di Indonesia diperkirakan tidak kurang dari 200.000 orang merupakan pembawa sifat Thalassemia. Mereka disebut juga sebagai Thalassemia Minor.
2. Thalassemia MayorAdalah penyakit gangguan darah berat akibat ketidakmampuan pembentukan hemoglobin yang cukup yang diturunkan dari orangtuanya. Penderita Thalassemia Mayor memerlukan transfusi darah seumur hidupnya secara rutin tiap bulan, kecuali jika nanti ditemukan obat.

Sulsel Akan Seleksi Karatekanya Hadapi Kejurnas Inkanas 2015

Jakarta, Aktual.co — Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Sulawesi Selatan, akan melakukan selekti karatekanya. Ini dilakukan untuk meraih sukses dalam kejuaraan Institut Karate-do Nasional (Inkanas) 2015 mendatang di Jakarta.

Selain itu, kata pelatih karate Sulsel, Mursalim Badoo, banyaknya karateka yang akan diturunkan, juga akan melihat dana anggaran yang dimiliki oleh Sulsel.

“Kita tentu berharap bisa tampil full tim dan mengikuti sekitar 38 nomor yang pertandingan. Sejumlah atlet yang dinilai punya potensi juga terus fokus mematangkan kemampuan agar bisa bersaing di kejurnas,” katanya ketika dihubungi, Jumat (17/10).

Pada pelaksanaan Kejurnas Inkanas 2013 di Bengkulu, 25 Juni-2 Juli, kontingen Sulsel yang berkekuatan 28 atlet berhasil merebut empat medali emas sekaligus menempati posisi tiga dibawah Jawa Barat dan tuan rumah Bengkulu.

Perolehan emas Sulsel masing-masing dipersembahkan Rafli Syaputra (Kata perorangan prapemula putra), Muh Gibran (Kumite usia dini putra), Krisda Putri (Kata cadet putri), serta Ririn Krisna di kelas kata senior perorangan.

Selain emas, tim Sulsel juga berhasil merebut empat perak dari kategori kata beregu (Muh Gibran,Dion, Irjan), kata beregu putri (Triwulan, Ririn, Sulhadra), Triwulan (kata perorangan putri) serta Arsyad di kumite putra pemula.

Sementara delapan medai perunggu Sulsel direbut Muh Gibran (kata usia dini), Saskia (kata putri/kumite putra prapemula), Agung (kata putra prapemula), kata beregu pemula (Saskia, Fajrin), kata beregu putra (Muh Gibran, Agung, Rafly).

Sementaraa untuk pelaksanaan 2012, Sulsel bahkan meraih hasil yang jauh lebih baiak dengan merebut 14 medali emas dan hanya kalah satu perak dari Jabar yang keluar sebagai juara umum.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi-Prabowo Tunjukkan Sikap Negarawan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari PolcoMM Institute Heri Budianto mengatakan, pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjukkan sikap negarawan dan membuktikan jiwa besar kedua pemimpin ini dalam panggung politik nasional.
“Ini tidak mudah bagi keduanya yang kemudian memutuskan untuk bertemu pascapilpres dengan situasi politik yang tegang dan keyakinan masing-masing tentang hasil pemilu. Saya melihat keduanya menunjukkan kenegarawanan yang luar biasa kepada kita, elit, dan rakyat,” kata dia di Jakarta, Jumat (17/10).
Dia menilai pertemuan itu merupakan sejarah politik baru yang dapat menjadi inspirasi politik bagi elit, yang menunjukkan bahwa menang-kalah dalam konstestasi politik itu biasa.
Jokowi yang menang, tetap mengajak bicara pihak lain dan bahkan menunjukkan sikap rendah hatinya dengan mendatangi tokoh-tokoh yang dulu seteru politiknya.
 Sementara itu, Prabowo yang banyak dikecam berbagai pihak karena dianggap tidak mau menerima kekalahan, dengan jiwa besar menunjukkan sikap sportivitas yang tinggi kepada Jokowi. Apalagi, bagi Prabowo, Jokowi merupakan orang yang pernah diorbitkannya dalam Pilkada DKI.
“Saya tidak dapat membayangkan situasi psikologis Pak Prabowo. Beliau mengalahkan ego politiknya demi bangsa dan negara,” kata dia.
Menurut dia, hal itu merupakan teladan kedua anak bangsa yang betul-betul mencintai rakyatnya. “Poin lain yang saya catat adalah ini merupakan teladan yang tinggi nilainya bagi elit lain,” kata dia.
“Ini teladan dan pendidikan politik yang tidak ternilai harganya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Kado Pernikahan dari KPI Untuk Raffi dan Nagita

Jakarta, Aktual.co — Pada hari ini, Jumat (17/10) KPI melayangkan surat teguran tertulis kepada Trans TV terkait tayangan program siaran “Janji Suci Raffi dan Nagita” tanggal 16 dan 17 Oktober 2014. Demikian disampaikan dalam surat teguran tertulis KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, Jumat, 17 Oktober 2014. Seperti yang dikutip Aktual.co dari laman kpi.go.id.
Surat tersebut berisikan penjelasan mengenai program tersebut yang menayangkan seluruh prosesi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina selama 2 (dua) hari berturut-turut. KPI Pusat menilai siaran tersebut telah dimanfaatkan dan bukan untuk kepentingan publik. Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.
Karena alasan itulah KPI akhirnya melayangkan surat teguran bahwa tindakan penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1). Berdasarkan pelanggaran di atas, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administrasi Teguran Tertulis.
Dalam surat itu ditegaskan, Trans TV diminta untuk tidak menayangkan kembali (Re Run) serta tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk program sejenis atau program sejenis lainnya. Perlu diingat bahwa frekuensi adalah milik publik yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat banyak. Diakhir surat, KPI Pusat mengingatkan kewajiban semua lembaga penyiaran menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran.

Permainan Tradisional Bantu Pembentukan Karakter Anak

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, berpendapat bahwa berbagai jenis permainan tradisional khas daerah setempat dapat membantu pembentukan karakter anak.
“Permainan tradisional yang sarat dengan nilai kebersamaan, kepekaan, kegotongroyongan di dalam dunia anak, diharapkan bisa membantu pembentukan karakter anak,” kata Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka, Windiati, di Sungailiat, Jumat (17/10).
Selain itu, sambung dia, permainan tradisional memiliki banyak nilai-nilai tertentu yang bisa diambil dan dimanfaatkan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.
“Manfaat yang dapat dilihat langsung dari permainan tradisional bagi anak adalah mengembangkan kecerdasan intelektual, mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial, serta mengembangkan daya kreativitas anak dalam kebersamaan,” ucapnya.
Menurut Windiati, perkembangan zaman sekarang membuat anak-anak tidak lagi mengenal permainan tradisional. Padahal, menurutnya, tidak semua permainan modern memiliki dampak yang positif.
“Permainan yang disediakan dalam berbagai teknologi canggih hanya menawarkan kemudahan dan kecenderungan berkompetesi dengan mesin sehingga menimbulkan sikap individual dan berpikir instan pada anak,” terangnya.
Oleh sebab itu, selain berdampak positif bagi anak permainan tradisional juga perlu dilestarikan sebagai warisan nenek moyang dan merupakan ciri khas suatu daerah.
“Kami berharap permainan tradisional yang ada di daerah ini dapat terus dilestarikan sebagai ciri khas dan adat istiadat yang berbeda serta unik,” ujar Windiati.
Ia mengungkapkan, permainan tradisional di Kabupaten Bangka sangat banyak jenisnya di antaranya tek-tek, gogoser pasir, caklingking, ninjit-nijit semut, ular naga, congklak, lompat tali, dan sebagainya yang merupakan ciri khas suatu daerah dan harus terus dilestarikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain