13 April 2026
Beranda blog Halaman 42975

Ini Beban Tugas Johan dari Abraham

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menganggap dalam membrangus korupsi di Indonesia, tidak hanya bisa bertumpu pada pendindakan semata.
Oleh karena itu, harapan besar diberikan Abrham kepada juru bicara KPK, Johan Budi, yang kini dilantik menjadi Deputi Pencegahan KPK.
“Kita tahu bersama pemberantasan korupsi tidak hanya bisa mengandalkan penindakan semata. Tapi dengan pendekatan pencegahan diharapkan Johan Budi mampu mengoptimalisasi Deputi Pencegahan karena bisnis KPK itu penindakan dan pencegahan,” ujar Samad, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/10).
Bersama dengan Johan pimpinan KPK juga telah melantik Ari Widyatmoko sebagai Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, dia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyelidikan KPK.
Dia mengatakan, korupsi di Indonesia tidak hanya berpusat di Jakarta, tapi di seluruh wilayah. Maka dari itu, KPK kata dia, akan mengoptimalkan kinerja dalam menindak kasus.
“Kita berharap korsup pencegahan bisa dipotimalisasi karena sekali lagi keluhan masyarakat di pelosok selalu mengatakan Indonesia bukan hanya di Jakarta karena kita tahu korupsi di pelosok jauh lebih dahsyat dari pada korupsi di Jakarta,” kata dia.
Pelantikan itu dihadiri sejumlah pejabat terkait antara lain Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Pol) Suhardi Alius, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Mardiasmo, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Handoyo Sudrajat. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Soal PT Arun, LSM Nilai Lobi Pemerintah Aceh Lemah

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai sikap Pemerintah Aceh yang memprotes PT Arun dinilai lamban. Pasalnya, baru sekarang Pemerintah Aceh “bangun tidur” untuk memprotes kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengelolaan aset PT Arun. Selain itu, lobi Pemerintah Aceh terhadap pemerintah pusat dinilai lemah.
“Pemerintah Aceh, Kota Lhokseumawe, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kenapa baru sekarang kecewa dan memboikot aktivitas PT Arun. Harus disadari, mereka pengambil kebijakan di Aceh, kemana saja selama ini? Apakah selama ini ada insentif dan bisa mengunakan fasilitas kompleks Arun sehingga diam saja,” terang Koordinator Badan Pekerja MaTA, Alfian dalam pernyataan tertulis yang diterima Aktual.co, Jumat (17/10).
Aktivis anti korpsi itu menyebutkan, seharusnya pemerintah daerah sejak jauh hari lalu bersikap tegas “melawan” Pemerintah Pusat dan Pertamina. Ia menilai jika baru sekarang pemerintah daerah “bersuara lantang” soal aset PT Arun, kesannya hanya tebar pesona.
Dalam catatan MaTA, sambung Alfian, persoalan tidak transparannya pengelolaan gas dan minyak bumi di Aceh Utara sudah jauh hari disuarakan pihaknya. Bahkan, rakyat sudah lelah menuntut hak, akan tetapi pemerintah di Aceh selalu mengabaikan hal itu ketika masyarakat tertindas.
“MaTA sudah sangat lama menyuarakan ketidaktransparan industri ekstrakif tersebut, kami juga pernah mengorganisir 13 gampong (desa) di lingkungan PT  Arun untuk mempertanyankan pengelolaan dana CSR (tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat lingkungan). Hari ini saat Arun tutup, pemerintah daerah baru terbar pesona,” kata Alfian.
Ia menilai keberadaan ExxonMobil dan PT Arun dalam eksploitasi gas alam dan produksi LNG menjadi kutukan bagi warga lingkungan, bukan kesejahteraan. “Atas dasar itu kita dari dulu membangun gerakan rakyat untuk meminta pertanggungjawaban tersebut, menuntut transparansi soal migas dan CSR,” ujarnya.
Seharusnya sambung Alfian, pemerintah di Aceh intropeksi diri. “Karena kami tau, mereka selama ini menikmati hasil dari perusahaan tersebut,” ujarnya. MaTA sangat berharap pemerintah di Aceh serius memihak kepada rakyatnya, “jangan di mulut saja bilang: sayang Aceh, tapi perbuatanya jauh dari perkataan”.
“Harus disadari, Aceh Utara dan Lhokseumawe memiliki ladang minyak dan gas, tapi warga lingkungan bertahun-tahun tidak menikmati air bersih. Jujur saja, pola pemerintah di Aceh sekarang membuat publik masih sangat ragu untuk meraih impian Aceh yangsejahtera,” pungkas Alfian 

Artikel ini ditulis oleh:

Walikota Jakpus Desak Sudin Pertamanan Soal Lampu Taman

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jakarta Pusat, Rustam Effendi mengaku banyaknya lampu yang berada didalam taman yang menyebabkan penerangan disekitar taman menjadi gelap, belum menemukan solusi untuk kembali membuat taman itu terang benderang di malam hari. 
“Tidak mungkin kami mengambil listrik dari rumah warga, karena daya listrik untuk pemerangan taman itu sangat besar,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/10).
Dikatakan Rustam salah satu cara yang bisa dilakukan pihaknya yakni dengan cara mendesak Suku Dinas Pertamanan agar mempercepat proses penambahan anggaran agar tunggakan listrik kepada PT PLN dapat dilunasi. 
Untuk diketahui lantaran menunggak pembayaran listrik sebesar Rp 2,79 miliar untuk bulan Agustus dan September tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

283 Keluarga Minum Air Kubangan

Kupang, Aktual.co — Sedikitnya 283 keluarga di Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) minum air dari kubangan yang biasa menjadi tempat minum ternak.
“ Warga minum air kubangan dengan cara mengalirkan air tersebut ke sebuah sumur kecil berjarak satu meter dari kubangan.Jarak antara kubangan dan sumur kecil itu juga berfungsi sebagai saringan sehingga air yang masuk ke dalam sumur terlihat bersih,”  kata Wakil Ketua DPRD Timor Tengah Selatan, Alex Kase yang dihubungi wartawan, Jumat (17/10).  Menurut Alex, air tersebut dibawa pulang ke rumah masing-masing kemudian dimasak sebelum diminum.
“Ini fakta yang kita temukan di lapangan. Awalnya saya tidak percaya ada warga yang minum air kubangan,” ujarnya.Kendati terlihat bersih, air kubangan tersebu terlihat berwarna hijau diduga terkontaminasi limbah ternak. Akan tetapi sejak minum air kubangan dua pekan terakhir, belum ada laporan warga yang sakit.
Menurut Alex, temuan warga minum air kubangan mengagetkan dan menyayat nurani. Padahal Timor Tengah Selatan merupakan daerah yang memiliki sumber air terbesar di Pulau Timor yang berhulu di Gunung Mutis. Kabupaten Timor Tengah Selatan juga pernah menjadi lokasi pengambilan gambar iklan salah satu perusahaan air minum.
Tokoh masyarakat setempat Markus Tamelab, minta bupati segera mencari solusi mengatasi krisis air bersih di desa tersebut. Pasalnya hampir seluruh sumber air mengering akibat kemarau sehingga satu-satunya pilihan warga ialah minum air dari kubangan.  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengaku belum menerima laporan terkait warga minum air kubangan tersebut.
“Jika laporan itu benar, kami segera turun ke sana untuk membantu menyuling air agar air kubangan itu menjadi layak diminum,” kata Dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama Pawai Jokowi, Koridor I Transjakarta Ditutup

Jakarta, Aktual.co —Selama digelarnya syukuran rakyat terkait pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo -Jusuf Kalla hari Senin 20 Oktober, operasional Transjakarta koridor I akan dihentikan sementara.
Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butarbutar, mengatakan pihaknya terpaksa menutup koridor I karena untuk dialihkan juga tidak mungkin.
“Kami hentikan saja dahulu. Pasalnya kegiatan yang akan diisi kirab budaya tersebut akan mengambil rute sepanjang Jl Jenderal Sudirman hingga Jl MH Thamrin yang merupakan jalur utama bus Transjakarta koridor I jurusan Blok M-Kota,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (17/10).
Lagipula, kata dia, hingga hari ini Dinas Perhubungan DKI memang belum memerintahkan untuk dilakukannya pengalihan rute di sepanjang jalur itu. “Jadi kami alihkan secara situasional saja,” katanya.
Sebenarnya, ujar Pargaulan, pawai syukuran itu juga akan bersinggungan dengan jalur busway di koridor II (Harmoni-Pulogadung).
Namun untuk koridor II rute bisa dialihkan dari Harmoni melewati Jl Medan Merdeka Barat. “Karena Jalan Medan Merdeka Barat dipakai, maka rute beralih dari Harmoni langsung ke Jalan Juanda lalu ke Pasar Baru, Tugu Tani langsung ke Pulogadung.”

Artikel ini ditulis oleh:

Taman Menjadi Gelap, Pancing Aksi Kejahatan

Jakarta, Aktual.co —Kurangnya penerangan serta pengawasan petugas pada malam hari di taman yang biasa menjadi tempat berkumpul mengakibatkan sejumlah oknum memanfaatkan untuk melakukan aksi kejahatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan penjagaan terhadap sejumlah taman yang berada di Jakarta Pusat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jakarta Pusat, Rustam Effendi kepada wartawan, Jumat (17/10).
“Petugas Suku Dinas Pertamanan untuk berjaga-jaga di 387 titik taman, khususnya di malam hari,” katanya.
PT PLN kata Rustam yang telah memutuskan aliran listrik terhadap sejumlah taman mengakibatkan sejumlah taman menjadi gelap sehingga dimanfaatkan oleh orang untuk melakukan tindak kejahatan. Untuk itu sambung Rustam, pihaknya memerlukan petugas untuk berjaga di malam hari agar warga yang melintas di lokasi taman merasa aman dan nyaman.
“Saya sudah instrusikan Kepala Sudin Pertamanan untuk memperketat pengawasan di taman-taman yang listriknya diputus,” tambahnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain