10 April 2026
Beranda blog Halaman 43000

MNC Sekuritas: Sentimen Positif Dorong Penguatan IHSG

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/10), MNC Securities memperkirakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak pada kisaran 4.925-4.977.

“Diprediksi indeks berpeluang menguat terbatas hari ini,” tulis Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Jumat (17/10).

Ia menambahkan, pola Evening Star terbentuk atas IDX mengindikasikan munculnya profit taking. Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah WIKA, ADHI, AKRA, CTRA, CPIN, AISA, SIMP, PTPP, BMRI, PGAS, TLKM, SMGR, BBRI, dan KLBF

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Diprediksi Terapresiasi

Jakarta, Aktual.co — Pelaku pasar di Indonesia ikut mencermati kondisi politik menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi JK. Terbukti dengan nilai tukar rupiah yang terapresiasi walaupun bersamaan dengan menguatnya dollar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di atas level resisten Rp12.220 dan kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada pada Rp12.215-12.200. Penguatan Rupiah belum mampu mengkonfirmasi penguatan lanjutan seiring masih variatifnya sentimen yang ada.

“Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi meski terbatas,” tulis Reza Priyambada dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) dalam risetnya yang diterima Aktual, Jumat (17/10).

Reza menambahkan bahwa melemahnya laju Euro yang dibarengi turunnya Yuan setelah merespon masih melemahnya data-data ekonomi.

“Untungnya tidak terlalu menganggu laju rupiah di zona positif,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Siaran Langsung Pernikahan Raffi-Nagita, Apa Perlunya Ditayangkan?

Jakarta, Aktual.co — Presenter dan artis terkenal tanah air, Raffi Ahmad rencananya akan mempersunting pujaan hatinya Nagita Slavina pada Jumat, 17 Oktober 2014. Hari ini, Kamis (16/10), Raffi melaksanakan prosesi siraman dan pengajian yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta tanah air. 
Penyiaran langsung acara malam midodareni dan pernikahan kedua artis tersebut pada salah satu stasiun TV swasta patut dipertanyakan, Apa manfaatnya untuk masyarakat? dan Apakah itu tidak menyalahi aturan dari UU Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)?
Berdasarkan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 3, yang menyebutkan, “Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.” 
“Seperti orang-orang lainnya, saya pun sebenarnya bertanya-tanya apa perlunya pernikahan ini ditayangkan secara langsung? Apa pentingnya bagi masyarakat? Pertanyaan ini layak diajukan karena Trans TV menggunakan frekuensi milik publik/masyarakat, sementara urusan pernikahan ini adalah urusan privat,” ungkap Don Bosco Selamun, mantan anggota KPI pusat periode 2007-2010, saat diwawancarai Aktual.co di Jakarta, Kamis (16/10).
Lebih lanjut ia menambahkan, mungkin, memang acara ini untuk menaikkan rating, tapi apa iya cara-cara ini proper?
“Jika acara ini juga dimaksudkan untuk mendatangkan uang/iklan, masa iya sih frekuensi milik publik digunakan untuk hal-hal privat semacam ini,” lanjutnya.
Don Bosco Selamun yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tahun 1984 ini pun menanyakan soal apakah tokoh yang menikah ini inspiratif bagi publik? Apa buktinya dan Apa track recordnya?
“Menurut saya siaran ini telah menyalahgunakan frekuensi TV yang adalah milik publik untuk keuntungan komersial semata. Mestinya teman-teman di KPI menegor penyelenggara siaran ini,” tutupnya. 

Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM dan Bersihkan Mafia Migas



Jakarta, Aktual.co —Wacana pemerintah Kabinet Indonesia Hebat (KIH) yang dipimpin oleh Joko Widodo sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wakilnya untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sebuah tanda tanya besar terhadap keberpihakanya pada rakyat kecil. Terkait hal itu, puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan rumah transisi pada Kamis 16 Oktober 2014, dengan menamakan dirinya sebagai “Tunas Rakyat”  (Tuntutan Aspirasi rakyat). 
Menurut Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri jakarta Reza Indrawan, jika Jokowi tetap menaikan BBM, hal itu menjadi bukti bahwa Jokowi tidak memiliki keberanian untuk melawan kepentingan asing.
Pergantian kepemimpinan nasional menjadi satu harapan baru untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik. Beberapa hari kedepan, Indonesia akan resmi melantik nahkoda barunya. Namun kemana bahtera merah putih ini akan dibawa?

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

WKSI: IHSG Diprediksi Gagal Bertahan di Zona Hijau

Jakarta, Aktual.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (17/10) diperkirakan berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981. Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau.

“Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa saham global tak kunjung membaik,” ujar Reza Priyambada dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) dalam risetnya yang diterima Jumat (17/10).

Lanjutnya, pada Kamis (16/10) IHSG di awal sesi bergerak ke zona merah seiring dengan dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan. Pada sesi kedua IHSG mampu berbalik menguat.

“Menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah. Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau,” tambahnya.

Laju bursa saham AS diperkirakan dapat berpotensi melanjutkan pelemahannya seiring masih adanya kekhawatiran akan imbas dari potensi perlambatan ekonomi global.

“Pelaku pasar bersikap wait and see terhadap rilis data-data yang ada nantinya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Senboku, Kota Sumber Air Panas Jepang

Masih ingat kolam air panas dengan kandungan sulfur untuk kesehatan kulit yang berada di kompleks Istana Presiden Cipanas, Jawa Barat? Bayangkan jika kolam air panas tersebut berjumlah hingga puluhan dan dapat ditemui di hampir setiap rumah warga. Nah, hal tersebut bisa dijumpai di Kota Senboku yang berada di Prefektur Akita, Jepang.
Kota Senboku yang terkenal dengan wilayah yang memiliki banyak sumber air panas (hot spring) alami, menjadikan daerah ini sebagai kawasan onsen (pemandian umum dengan sumber air panas) yang cukup terkenal di Jepang, bahkan hingga ke dunia.
Wali kota Senboku Kadowaki Mituhiro mengatakan sumber air panas merupakan salah satu daya tarik yang dilestarikan oleh pemerintah daerah setempat. Pasalnya, untuk dapat menikmati onsen dengan sumber air panas terbaik di Jepang ini, wisatawan domestik maupun asing harus mengantri tiket hingga satu tahun ke depan.
“Jadi antrian tiket untuk onsen air panas ini dibuka dalam satu tahun ke depan, kalau mau tahun depan mencoba berarti harus mengantri sejak tahun ini,” katanya.
Onsen air panas di Kota Senboku mengutamakan empat hal untuk dijual kepada wisatawan, yaitu pemandangan alamnya, makanan, keramahan penduduk untuk menerima tamu (sifat omotenashi) dan sejarah budaya mengenai kota samurai (buke-machi).
Bagi Mituhiro, sifat “omotenashi”yang menjadi daya dorong tamu atau wisatawan untuk berkunjung ke Kota Senboku.
‘Omotenashi ini merupakan bentuk keramahan warga Senboku dalam melayani tamu yang datang, pelayanannya pun berbeda dengan kota lainnya, sehingga hal ini menjadi modal kami untuk menarik wisatawan,’ ucapnya.
Selain sumber air panas dan onsen-nya, program “home stay” atau tinggal bersama masyarakat asli Jepang yang diterapkan oleh pemerintah daerah setempat menjadi langkah awal pengenalan sifat omotenashi masyarakat Senboku bagi wisatawan yang datang.
Pengalaman lebih menarik akan diperoleh wisatawan yang hendak menikmati liburan di Kota Senboku ketika tinggal bersama warga setempat dan dilayani layaknya masyarakat lokal.
‘Tidak hanya sumber air panas yang menjadi pilihan utama, keindahan taman nasional, danau Tazawako, dan gunung-gunung yang indah juga menjadi paket wisata yang ditawarkan Senboku,” ujar Mituhiro.
Menurutnya, dengan paket wisata yang dimiliki oleh Kota Senboku, dalam setahun wisatawan yang datang berkunjung bisa mencapai enam juta orang. Pariwisata ini menjadi salah satu segmen yang paling laris manis diminati wisatawan baik domestik maupun asing.
Jika masyarakat Indonesia ingin juga menikmati wisata sumber air panas seperti yang ada di Kota Senboku ini, bisa mengunjungi delapan lokasi yang sering didatangi pelancong seperti Pemandian Air Panas Banyuwedang di Bali, Pemandian Air Panas Tirta Sanita di Bogor, Pemandian Air Panas Ciparay di Bogor, Pemandian Air Panas Guci di Tegal, Jawa Tengah, Pemandian Air Panas Baturaden di Jawa Tengah, Pemandian Air Panas Cangar di Batu Malang, Pemandian Air Panas Ciater di Subang dan Pemandian Air Panas Suban di Bengkulu.
Omotenashi ala Homestay Sifat omotenashi atau kerelaan hati dalam menerima tamu yang datang benar-benar dilihat dalam kegiatan home stay yang dilaksanakan pemerintah bersama warga Kota Senboku.
Tamu atau wisatawan yang datang dipersilahkan tinggal bersama warga setempat dan diperbolehkan mengikuti kegiatan sehari-hari si pemilik rumah. Jika pemiliknya merupakan penjual makanan, maka akan diajak bagaimana caranya memasak dan menjual.
Sedangkan jika pemilik rumah merupakan pemandu wisata, maka akan diajak berkeliling untuk melakukan survei lokasi mana saja yang menjadi tempat wisata yang berpotensi.
Seorang pemandu wisata di Kota Senboku, Tosiaki Sugawara mengatakan ini merupakan tahun ketiga bagi dirinya bersama istri menerima tamu di rumahnya.
“Para peserta home stay yang pernah tinggal di rumah saya, akan diajarkan beberapa kebiasaan masyarakat Jepang, lalu diajak membuat kuliner khas Senboku ataupun diajarkan teknik pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar kulit kayu,” katanya kepada Antara.
Sugawara mengaku tidak keberatan jika rumahnya ditinggali oleh wisatawan atau tamu karena bisa sekaligus memperkenalkan budaya orang Jepang khususnya yang tinggal di Kota Senboku.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Indonesia yang berkesempatan tinggal bersama Sugawara, Dyaning Pangestika menuturkan bahwa sifat omotenashi yang disosialisasikan oleh pemerintah daerah Kota Senboku benar-benar dirasakannya.
Pasangan suami istri kakek dan nenek Sugawara, meskipun hanya tinggal berdua saja betul-betul melayani kami layaknya keluarga sendiri sehingga kami pun merasa sangat nyaman,” kata mahasiswa Universitas Parahyangan, Bandung ini.
Ia menambahkan melalui program home stay ini, dirinya bersama ketiga temannya yang ikut tinggal di rumah keluarga Sugawara diajarkan berbagai hal, mulai dari belajar membuat Kiritanpo (ketan bakar ala Jepang) hingga membuat anyaman berbentuk hewan dari kulit kayu.
“Ilmu ini bisa dipraktekkan nanti jika sudah pulang ke Tanah Air (Indonesia), jadi selain menikmati wisata air panas juga dapat membawa oleh-oleh berupa keahlian menganyam,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain