5 April 2026
Beranda blog Halaman 43038

ISIS Dekati Kota Barat Baghdad

Jakarta, Aktual.co — Para pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah berada di kota Irak Amriyat al-Fallujah, salah satu yang terakhir masih dikuasai oleh pemerintah di provinsi bermasalah Anbar. 
“ISIS telah datang dari tiga arah, kami hampir terkepung,” kata Aref al-Janabi, seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (15/10).
“Sejauh ini kami masih berada di sini,” katanya. “Kami memiliki beberapa dukungan dari para pejuang suku, tetapi jika Amriyat jatuh, pertempuran akan pindah ke gerbang Baghdad dan Karbala.” 
Amriyat al-Fallujah terletak sekitar 35 kilometer (20 mil) barat perbatasan Baghdad, dan para pejuang ISIS yang juga dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan Negara Islam (IS) harus menguasai bentangan tanah signifikan yang dikendalikan pemerintah sebelum mencapai ibu kota.
Kota ini juga terletak di antara benteng ISIS Fallujah, lebih lanjut ke Sungai Efrat, dan daerah yang diperebutkan Jurf al-Sakhr, yang menuju akses ke kota suci Syiah Karbala.
Pasukan pemerintah telah menderita serangkaian kemunduran militer di Anbar dalam beberapa pekan terakhir, mendorong beberapa pejabat memperingatkan bahwa seluruh provinsi bisa jatuh dalam beberapa hari ini.
Tentara ditarik keluar dari pangkalan dekat kota Heet dan bergabung kembali di pangkalan udara besar di gurun, sementara pasukan pemerintah berjuang untuk mempertahankan wilayah mereka di ibu kota Provinsi Ramadi.
Beberapa pejabat di Anbar berpendapat bahwa sesingkat apapun intervensi oleh pasukan darat AS akan menyebabkan Anbar jatuh ke tangan jihad.
Pada Selasa, seorang pemimpin suku Sunni yang berbasis di Kurdistan, Sheikh Ali Hatem al-Suleiman, bahkan menyerukan pasukan dari negara-negara Arab yang terlibat dalam koalisi anti-jihad yang dipimpin AS untuk kembali ke Irak.
Tetapi kepala pemerintahan yang didominasi Syiah Irak, Perdana Menteri Haidar al-Abadi, telah mengesampingkan intervensi darat tentara asing itu.
Sementara para pejuang ISIS belum bergerak mendekati Baghdad dalam beberapa pekan terakhir, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan bunuh diri mematikan di ibu kota.
Satu ledakan bom mobil bunuh diri yang diklaim oleh ISIS Selasa menewaskan seorang anggota parlemen yang juga seorang pemimpin terkemuka di milisi Syiah Badr yang didukung Iran.

Bentrok Warga dan Polisi saat Menuntut Ganti Rugi

Warga eks Blang Lancang dan mahasiswa berunjuk rasa menuntut ganti rugi di depan kantor PT Arun NGL, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (15/10/2014) Mereka menuntut pada pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Pertamina dan PT Arun NGL agar memenuhi janjinya untuk melakukan pembebasan lahan pada masyarakat yang tergusur ketika perusahaan pengolah gas itu dibangun tahun 1975 silam. AKTUAL/MASRIADI SAMBO

Bayi Aborsi Gegerkan Warga Pinggir Sungai

Bandung, Aktual.co — Warga di bantaran sungai Neglasari digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang diduga menjadi korban aborsi di kawasan Neglasari II, RT 03/05, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Rabu (15/10).
Kapolsekta Ujung Berung, Kompol Nana Mulyatna mengatakan penemuan mayat bayi ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yaitu Nursiah (58) sekitar pukul 09.30 WIB.
“Saksi melihat ada seperti boneka yang mengapung di sungai. Saat dihampiri ternyata sesosok bayi laki-laki yang sudah tidak bernyawa,” katanya saat ditemui di Mapolsek Ujung Berung, Rabu (15/10).
Nana menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim inafis Polrestabes Bandung, diketahui bayi laki-laki tersebut berusia sekitar 6 bulan dalam kandungan dengan panjang sekitar 20cm.
“Diduga bayi ini merupakan hasil aborsi dari orang tua yang tidak menghendaki bayi ini dilahirkan. Perkiraan tewasnya saat dibuang,” jelasnya.
Bayi sendiri kini telah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan autopsi.
“Kita sudah memeriksa beberapa orang saksi atas kejadian ini selain telah melakukan olah tempat kejadian perkara,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Kepala Bappebti Akui Tak Lapor LHKPN

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan Y mempertanyakan, gaji terdakwa Syahrul Raja Sampurnajaya yang ketika itu menjabat sebagai Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan sampai menjabat sebagai Kepala Bappebti tak dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
“Berdasarkan laporan yang berada di KPK, saudara melaporkan hanya satu kali, yaitu pada tanggal 1 Februari 2010, apakah honor-honor yang dimasukan tadi juga sudah dilaporkan kepada LHKPN,” tanya Jaksa Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (15/10).
“Tidak,” jawab Syahrul yang duduk dikursi pesakitan itu.
Jaksa Wawan lantas menanyakan kembali kepada Syahrul, bahwa pendapatan yang dimasukan ke LHKPN hanya gaji ketika menjabat sebagai Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan sebesar Rp 6,4 juta.”Apa alasan anda tak mencantumkan itu (honor-honor lain) di LHKPN,” kata Jaksa lagi.
Syahrul pun menjawab dengan menghelai nafas, bahwa pembuatan LHKPN itu bukan kewenangannya.”Sebenarnya itu yang buat staf. Saya hanya tinggal menandatangani,” kata Syahrul.
Jaksa Wawan pun kembali menanyakan kepada Syahrul, bahwa setelah melakukan tanda tangan, apakah dirinya melakukan penelusuruan terkait dengan penandatangan surat LHKPN. Karena Jaksa Wawan menilai, setiap LHKPN yang akan dilaporkan didukung dengan bukti-bukti. “Itu ada slip gajinya, ada bukti penerimaan uanganya. Apakah lakukan kroscek,” tanya Jaksa lagi.
“Itu lah kesalahan saya,” kata Syahrul.
Sebelumnya, Syahrul mengklaim telah melaporkan LHKPN terkait pendapatanya sebagai Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan dan Kepala Bappebti. Dia mengklaim pembuatan LHKPN itu dibuat pada tahun 2005 ketika itu dirinya masih menduduki jabatan ekselon 1. Kemudian pada tahun 2010-2012, dia pun melakukan pelaporan LHKPN itu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Akomodir Kepentingan Asing, Rachmawati: Jokowi Bertentangan dengan Bung Karno

Jakarta, Aktual.co — Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri mengatakan, sejak awal dirinya tidak percaya dengan komitmen presiden terpilih Jokowi untuk menegakan konsep Trisakti Bung Karno dalam kabinet pemerintahan mendatang.
Hal itu diperkuat dengan kabar terakhir bahwa Sri Mulyani Indrawati dan Kuntoro Mangkusubroto masuk nominasi calon menteri Jokowi-JK. Keduanya dianggap berlatar neoliberlisme atau loyalis kepentingan asing.
“Jadi sangat tidak mungkin Jokowi yang berbusa-busa mengatakan kabinetnya berideologi Trisakti. Nonsense, omong kosong seribu persen,” ucapnya tegas kepada awak media, di kediamannya, di Jalan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Adik kandung Megawati Soekarnoputir itu juga mengatakan bahwa pemikiran-pemikiran liberal itu lah yang tidak disukai oleh founding father bangsa ini, terlebih Soekarno.
“Mau siapa pun namanya, what ever itu masalah ideologisme ya, itu yang sangat ditentang oleh Soekarno,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ahok Tolak Cawagub dari Gerindra, Taufik: Itu Melanggar Undang-undang

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mengatakan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak punya kewenangan untuk menolak nama yang diajukan Partai Gerindra untuk menempati posisi Wagub DKI.
Kata Taufik, tidak adanya kewenangan Ahok untuk menolak usulan nama dari partai pengusung sesuai dengan Undang-Undang 32 Tahun 2004.
“Kalau bacaannya Undang-Undang 32, maka tidak ada kewenangannya Ahok menolak. Ketika partai pengusung sudah mengusulkan, selanjutnya dewan yang akan menilai,” ujar Taufik, saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/10).
Jika mengacu pada UU 32, kata Taufik, maka penolakkan Ahok terhadap usulan nama yang diajukan Gerindra bisa disebut sebagai melanggar Undang-Undang.
“Kalau dia menolak saya rasa dia melanggar undang undang, dampaknya mesti diteruskan. Tapi saya kira kita lihat dulu  mau pakai Undang-Undang apa nanti,” pungkas Taufik.
Diberitakan sebelumnya, Wagub DKI Ahok menolak nama cawagub DKI yang diajukan Gerindra, yakni M. Taufik. Hubungan  keduanya memang menegang dan kerap berseberangan pasca Ahok meninggalkan partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain