4 April 2026
Beranda blog Halaman 43039

Pelaku Penembakkan Warga Amerika di Arab Bekas Rekan Kerja

Jakarta, Aktual.co — Seorang mantan karyawan perusahaan kontraktor pertahanan Amerika Serikat menembak satu rekannya yang warga Amerika dan mencederai seorang lainnya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
“Tersangka penembak bernama Abdulaziz Fahad Abdulaziz Alrashid, 24, bekerja di perusahaan yang sama dengan para korban, dan baru-baru ini diberhentikan dari pekerjaannya karena terkait masalah obat terlarang,” kata kedutaan Saudi di Washington dalam satu pernyataan, Selasa (14/10).
Seorang diplomat AS mengidentifikasi penembak tersebut adalah seorang bekas karyawan Vinnell Arabia.
Para korban dalam penembakan di satu pompa bensin di Riyadh Selasa juga bekerja di Vinnell Arabia, kata diplomat itu, menepis terorisme sebagai kemungikinan motif di balik serangan itu.
Vinnell Arabia menyediakan pelatihan bagi Pengawal Nasional Arab Saudi.
“Orang ketiga asal Amerika lolos tanpa terluka dalam insiden itu,” kata polisi dalam satu pernyataan yang disiarkan kantor berita SPA, dengan menambahkan penyerang tersebut dilukai dan segera ditangkap.
Mereka tidak mengidentifikasi tersangka tetapi kedubes Saudi di Washington menyatakan tersangka Alrashid dilahirkan di negara bagian Washington dan memiliki dwi kewarganegaraan Saudi-Amerika.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki membenarkan insiden tersebut dan mengatakan korban kedua yang juga warga Amerika menderita luka ringan.
Menyusul serangan dekat stadion sepak bola Raja Fahd itu, baku tembak terjadi antara pria bersenjata tersebut dan pasukan keamanan.
Polisi menyatakan mereka belum mengetahui apakah insiden tersebut dapat dilukiskan sebagai serangan teroris.
Tampak ceceran darah di tanah sekitar 1,5 meter dari pom bensin itu.
Anak-anak memperlihatkan satu selongsong peluru keliber kecil yang mereka temukan di kawasan yang sama.
Empat jip polisi ditempatkan di jalan di luar pompa bensin yang ditutup.
Penembakan Selasa merupakan serangan mematikan pertama atas warga Barat di Arab Saudi sejak beberapa orang terbunuh dalam serangkaian kekerasan Al Qaida antara 2003 dan 2006.

Jokowi Harus Minta Calon Menteri Presentasikan Program

Gonjang ganjing politik di Indonesia ibarat pertandingan bola. Adu strategi, adu stamina, taktik dan tackling nan cantik menjadi ciri dari permainan ini. 
Di sosial media digambarkan kekalahan pertandingan politik antara mitra Jokowi (Koalisi Indonesia Hebat/KIH) saat melawan Koalisi Prabowo (Koalisi Merah Putih/KMP) dengan skor 0–5. Merujuk dari pertarungan pembahasan UU MD3, UU Pilkada, UU Tatib, pemilihan ketua DPR dan pemilihan ketua MPR. 
Dengan dikuasainya lembaga legislatif oleh KMP, maka akan berdampak kesulitan buat kelincahan gerak pemerintahan Jokowi. 
JK sudah tua, daya dan manuver politiknya lemah.
Kalkulasi Megawati dengan memutuskan JK sebagai Wakil Presiden mendampingi Jokowi disamping sebagai karena berkemampuan dalam membiayai kampanye, juga tentunya secara politis akan bisa menguasai beberapa partai politik untuk berpihak kepada PDI Perjuangan.
Asumsinya, Megawati secara sadar kemampuan dan kelincahan suaminya alm. Taufik Keimas dalam berselancar di tengah arungan dan ombak perpolitikan di Indonesia, selama ini “hanya bisa ditandingi” oleh kelincahan dan kekuatan ekonomi Jusuf Kalla.
Namun apa lacur, dari arena pertandingan dan arus gelombang politik di Indonesia yang sangat besar terjadi. Kemampuan JK sudah sangat jauh berkurang kelincahan dan nama besarnya tenggelam oleh kemampuan lawan politiknya. 
Ambil contoh, sebelum pilpres, PPP yang tadinya sudah mendukung JK ada 22 petinggi DPP-PPP, hanya beberapa gelintir saja termasuk SDA yang memilih Prabowo, namun kemudian PPP dengan “drama transaksi lelang” dimenangkan oleh Prabowo. 
Demikian juga dengan Partai Golkar, ketika beberapa kali “pimpinan daerah melakukan pertemuan” yang digagas oleh orangnya JK, ternyata malah semakin kuat dukungan kepada ARB. Kelincahan Akbar Tanjung dalam memagari benteng ARB di partai warisan rezim Soeharto ini tidak bisa ditembus oleh JK.
Malah berakibat dipecatnya beberapa tokoh muda potensial oleh Partai Golkar yang mendukung Jokowi-JK, tanpa JK bisa berbuat apa-apa.
Selanjutnya kekalahan demi kekalahan kubu KIH sejak UU MD3, UU Pilkada, disapu bersihnya Pimpinan DPR –RI, kalah di MK tentang UU MD3 dan kalah telak dalam memperebutkan pimpinan MPR-RI, membuktikan pengaruh JK sebagai tokoh politik yang dulu pada tahun 2014 sangat lincah dan lantang, sama sekali tidak terdengar lagi. 
PPP bergabung hanya dikarenakan sakit hati tidak diberikan peran oleh KMP, lobby politik JK (atau malah tidak melakukan lobby) terhadap anggota DPD kalah jauh dengan edaran yang dikeluarkan oleh ARB, walaupun kekompakan pimpinan DPD luar biasa memunculkan hanya satu orang wakil ke MPR–RI, banyak anggota DPD yang bisa dipengaruhi oleh ARB dkk.
Rebut hati rakyat.
Melihat kondisi ini petinggi partai KIH (Megawati, Surya Paloh, Wiranto dan Muhaimin ) sudah harus mengevaluasi tidak hanya mengantungkan harapan kepada JK seorang, yang selama (nostalgia) ini dianggap masih punya kemampuan manuver seperti tahun 2014, sekarang terbukti sudah tidak lincah lagi karena umur beliau sudah bertambah 10 tahun.
Malah celakanya “pendukung JK” seperti Sofyan Wanandi, Luhut dkk malah sering mengeluarkan pernyataan kontraproduktif membuat masyarakat resah, terutama keinginan menaikan harga BBM sebagai salah satu solusi untuk memperbesar ruang fiskal pada APBN 2015. Padahal masih banyak jalan dengan ide-ide kreatif memperbesar ruang fiskal tersebut.
Petinggi Kemitraan Indonesia Hebat seharusnya dari sekarang sudah menekan ruang gerak dan ambisi JK dalam mengatur kabinet Jokowi dengan barisan menteri secara transaksional, yakni yang “dianggap berjasa memenangkan Pilpres” atau yang punya afiliasi terhadap keinginan menghilangkan subsidi BBM sesuai pesanan kalangan neo liberalisme.
Walaupun impeachment diatur demikian nyelimet bukan tidak mungkin jika rakyat sudah tidak mendukung dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Jokowi, jalan berliku bisa menjadi memudahkan bagi oposan.
Sebenarnya kesulitan tersebut bisa diatasi dengan keberanian dan terobosan ide-ide baru dan cemerlang dari barisan Menteri di Kabinet Trisakti Jokowi, tentunya dengan kualifikasi sebagai petarung yang kompeten dan bersih tidak bermasalah, bukan karena unsur kedekatan ataupun balas jasa. 
Di samping itu pihak KIH dan Kabinet Jokowi perlu membatasi program yang membuat rakyat gerah, jangan lagi menyatakan siap untuk tidak populer, dukungan rakyat harus dipelihara tidak saja dari bebotoh, relawan pendukung Jokowi-JK, akan tetapi rakyat yang bukan pendukungpun juga harus direbut hatinya, sehingga dukungan rakyat kepada Jokowi tidak berkurang malah bisa bertambah.
Caranya sebenarnya mudah namun pelaksanaannya membutuhkan kemampuan Menteri yang cekatan bukan lagi yang belajar, terutama dibidang per ekonomi an yang menyentuh harkat hidup rakyat, cari menteri dan dukung secara total oleh Presiden Jokowi yang mempunyai program ril untuk menyikat kartel pangan menghilangkan sistim kuota dan mengganti dengan sistim tariff sehingga harga kebutuhan pangan bisa turun 30 %. 
Jika harga bisa diturunkan dipastikan gebrakan tersebut akan merebut hati rakyat, selanjutnya sikat Mafia Minyak, pilih Menteri yang berani melakukan inefisiensi di bidang energi (Migas dan Listrik) sehingga bisa menghemat 64 Triliun (tekan biaya Cost Recovery, import langsung via G to G hapus cukai mafia 2 USD/barel) , jangan naikan harga BBM yang Rp. 6500/liter, akan tetapi lakukan “subsidi silang” dengan menurunkan kadar oktan. Lalu naikan harga Petramax sehingga mendapatkan keuntungan Rp40 Triliun rupiah. 
Kalau perlu Jokowi dan petinggi KIH minta calon Menteri untuk presentasi program mereka. Last but not least Menteri-Menteri di Kabinet Trisaktinya Jokowi harus dicari yang mampu “menundukan” komisi di parlemen karena track record dan kompetensinya diakui oleh semua pihak termasuk kalangan oposisi di parlemen.

Hakim Tolak Hadirkan Jokowi di Praperadilan Transjakarta

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Sidang lanjutan gugatan permohonan pra-peradilan terhadap penahanan yang diajukan Udar Pristono melalui kuasa hukumnya, Eggi Sudjana kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Dalam sidang kali ini, tim pengacara Udar meminta agar hakim tunggal Nur Aslam menghadirkan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan bersaksi dalam persidangan itu.
Namun, Hakim menolak permohonan Udar Pristono yang menghendaki agar Jokowi dihadirkan di persidangan tersebut karena akan dianggap ada keberpihakan.
“Jangan lupa kami sudah bersumpah, tidak boleh memihak. Mohon maaf saya tidak mau melanggar sumpah saya. Jadi Klien bisa saya bohongi, tapi Tuhan tidak bisa saya bohongi,” kata Nur Asalam dalam persidangan, PN Jaksel, Rabu (15/10).
Sikap hakim itu, menjawab permohonan pihak pemohon melalui pengacaranya Eggi Sudjana agar hakim sesuai kewenangannya dapat menghadirkan saksi fakta, yakni Jokowi.
“Kami mohon kepada hakim sesuai kewenanganya untuk pertimbangan yang mulia untuk memangil Jokowi, bagaiman mana yang mulia,” ucap Eggi kepada Hakim.
Eggi beralasan kehadiran eks Gubernur DKI Jakarta itu karena proyek pengadaan bus transjakarta sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur sehingga yang dapat dimintai pertanggung jawaban adalah Jokowi.
“Maka kami ajukan juga dengan kesadaran hukum dari Jokowi sebagai gubernur untuk bertanggung jawab hadir dalam sidang memberikan keterangan bahwa klien kami tidak melakukan sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Eggi.
Eggi mengklaim, kliennya telah melaksanakan tugasnya menggadakan bus sesuai spek yang diinginkan Gubernur yakni diantaranya menggunakan bahan bakar gas. Tak hanya itu, Jokowi sudah melakukan launching.
“Dengan melaunching 4 kali artinya sudah sesuai spek tapi kenapa anak buah katanya beli sabun wangi menjadi sabun colek. Itu satu kondisi yang tidak objektif dan menyalahkan anak buah. Padahal dia sudah melaunching dan meresmikan 125 bus,”cetus Eggi.
“Lalu, kok tiba menyalahkan anak buah membeli tidak sesuai. Itu ciri pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Maka dia diminta melalui majelis untuk dihadirkan kesaksian pada hari ini agar bisa didengarkan apa alasan mencopot udar,”sambung Eggi.
Sebelumnya Eggi juga meminta hakim untuk menghadirkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ke persidangan untuk memberikan kesaksian. Sebab Ahok mempersoalkan bus tersebut karatan. “Padahal ini urusan vendor,” tandas Eggi.
Udar yang juga tersangka kasus mark up pengadaan bus Transjakarta dan peremajaan bus di Dishub Pemprov DKI Jakarta TA 2013 diketahui mengajukan praperadilan terkait sah tidaknya penahanan yang dilakukan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pekerja Outsourcing Tuntut Menteri BUMN Realisasikan Kesepakatan

Padang, Aktual.co — Serikat Pekerja Listrik (SPL) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumbar, Sudirman, Kota Padang, Rabu (15/10). Adapun tuntutan pengunjuk rasa yakni mendesak Menteri BUMN agar mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari pegawai Outsourcing menjadi tetap.
Koordinator Aksi, Jufri menyebutkan, aksi ini digelar karena BUMN tidak juga mengindahkan kesepakatan RDP tertanggal 8 September 2014 lalu tentang Pengangkatan Pekerja Outsourcing BUMN tanpa syarat di Perusahaan BUMN.
“Kesepakatan itu sudah sebulan yang lalu, tapi sampai sekarang tidak juga direalisasikan. Padahal, kesepakatan itu sudah dikeluarkan oleh Ketua DPR, dimana kasus ini diselesaikan dari 15 sampai 20 September,” katanya.
Ia menjelaskan, sesuai kesepakatannya berisi bahwa apabila pihak kedua dengan ketiga berakhir, maka pihak ketiga kembali pada pihak pertama (BUMN) untuk dijadikan pekerja tetap tanpa syarat. 
“Otomatis dengan kesepakatan itu, pihak pertama yaitu BUMN berkewajiban mengangkat kami sebagai pekerja tetap,” jelasnya.
Untuk itu, SPL menggelar unjuk rasa untuk meminta dukungan kepada Gubernur Sumbar agar sama-sama mendesak Menteri BUMN supaya merealisasikan kesepakatan tersebut. “Kita disini meminta dukungan kepada Gubernur, termasuk kepada DPRD Sumbar,” tuturnya.
Namun, disebut Jufri, Gubernur belum bisa memberikan dukungan mengingat fungsinya sebagai penyambung pemerintah Pusat. “Tadi, kita sudah temui perwakilan Pemprov Sumbar, tapi Gubernur belum bisa memberikan dukungan dan menyarankan kita untuk meminta terlebih dahulu kepada DPRD Sumbar,” katanya.
Tak hanya itu, massa juga menuntut agar penghapusan sistem Outsourcing yang dinilai menzolimi para pekerja. “Kita juga tuntut agar Pemerintah kembali mengangkat rekan-rekan kita pekerja Outsourcing yang diPHK sepihak dan membayarkan hak-hak normatifnya,” tutupnya.
Aksi sendiri diikuti oleh SPL dari Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi dan Lubuk Sikaping.

Artikel ini ditulis oleh:

Sri Mulyani Nominator Menteri, Rachmawati: Bukti Rezim Jokowi Akomodir Neolib

Jakarta, Aktual.co — Wacana pemerintahan kabinet Jokowi-JK untuk merekrut menteri dari kalangan neoliberal tidak mengherankan. 
Demikian dikatakan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri kepada wartawan di kediamannya, di Jalan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Pernyataan itu menyusul masuknya dua nama calon menteri Jokowi-JK, yakni mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Kuntoro Mangkusubroto. Keduanya dianggap memiliki pemikiran yang neo liberal.
“Itu satu bukti bahwa suatu pemerintahan atau rezim Jokowi ini juga mengakomodir pemikiran-pemikiran liberal,” tegas dia.
Adik kandung ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu tidak merasa heran jika keinginan Jokowi-JK mengakomodir pemikiran asing di kabinetnya mendatang.
“Itu akibat dari perubahan konstitusi yang dibuat (di rezim) Megawati menjadi liberal, jadi kalau ada seperti yang disebutkan tadi diakomodir dalam kabinet, ya tidak heran. Itu kepentingan bagi kaum liberal, kaum kapitalis,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pawai Jokowi, Jalan Sudirman Hingga Istana Bakal Ditutup

Jakarta, Aktual.co — Petugas Polda Metro Jaya akan menutup jalur protokol Jalan Sudirman hingga Istana Presiden guna mengawal konvoi Presiden-Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sejak awal hingga selesai pelantikan di Gedung DPR/MPR RI Senin (20/10) mulai pukul 06.00 WIB.
“Petugas akan mengawal iringan rombongan presiden-wakil presiden terpilih,” kata Kepala Bagian Operasi Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto di Jakarta, Rabu.
Polisi Lalulintas Polda Metro Jaya akan menutup jalur protokol mulai dari Semanggi Jalan Sudirman-Dukuh Atas-Bundaran HI-Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat hingga depan Istana Merdeka.
Budiyanto memperkirakan iringan rombongan kendaraan Jokowi-JK akan memadati jalur tersebut karena melibatkan pawai rakyat.
Polisi juga akan mengawal konvoi kendaraan pawai rakyat yang melibatkan relawan Jokowi.
Saat ini, Budiyanto belum dapat menyebutkan jumlah polisi lalulintas yang akan mengamankan dan mengawal rangkaian kegiatan pelantikan presiden periode 2014-2019 tersebut.
Budiyanto mengimbau pengguna kendaraan umum melintasi jalur alternatif dan menghindari ruas jalan yang dilalui konvoi kendaraan presiden guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Polda Metro Jaya bersama jajaran menyiapkan personil pengamanan antara 5.000-10.000 petugas, sedangkan dalam situasi kontigensi mensiagakan 23.415 petugas.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain